Summary: Jung Yunho, violinist jenius, tampan, kaya,
dan sangat mempesona memiliki pengalaman buruk dimasa lalu. Dia disakiti oleh
wanita terdekatnya. Dipisahkan dari appa dan dongsaengnya untuk kemudian
dibuang hanya demi uang. Semenjak itu dia sangat membenci mahluk yang bernama
perempuan. Dia akan menyakiti perempuan untuk membalaskan dendam masa lalunya.
Hingga hadir seorang yang menariknya untuk perduli, dan tanpa disadarinya cinta
mulai membayangi kehidupan mereka.
The Violinist
Remake from Santhy Agatha Novel
Jung Yunho, Kim Jaejoong, Go Ahra, Shim
Changmin, dan lainnya milik diri mereka sendiri
By Kitahara Saki/7ec4df8e
Chapter 10
"Nanti malam kita akan
bermain biola bersama. Pertunjukan duet khusus untuk memperkenalkanmu sekaligus
menghormati sang tuan rumah." Yunho sama sekali tidak mempedulikan
ekspresi memberontak di mata Jaejoong,
"Kita memainkan Beethoven
Violin Romance no 2. Kau tentu sudah tahu musik itu dan mempelajarinya,
siapkan untuk nanti malam."
Pada saat yang sama, tubuh Changmin
bergerak di sofa, seakan hendak terbangun dari tidurnya. Jaejoong langsung
menoleh waspada sambil menatap ke arah Changmin, dan sekejap kemudian, Changmin
membuka matanya,
"Jaejoongie?" Changmin
terduduk, berusaha memfokuskan pikirannya, kemudian matanya membelalak ketika
melihat Yunho yang bersandar di pintu sambil tersenyum,
"Yunho?"
Jaejoong melemparkan tatapan
penuh ancaman kepada Yunho yang ditanggapi dengan senyuman geli, sebelum
kemudian dia melangkah mendekati Changmin,
"Kau ketiduran."
Disorongkannya gelas berisi air
putih di meja, Changmin menerimanya dan meneguknya, lalu melirik jam tangannya,
"Aku tertidur cukup lama
ternyata." senyumnya melebar,
"Dan apa yang dilakukan Yunho
di sini?" dia melirik ke arah Yunho dan tersenyum lebar,
"Apakah kalian akan
mengadakan sesi latihan khusus?'
Yunho menegakkan tubuhnya yang
semula bersandar santai di ambang pintu, senyumnya tidak pernah meninggalkan
bibirnya,
"Aku hanya mampir untuk
memberitahu Jaejoong tentang undangan pesta makan malam nanti malam."
Matanya melemparkan sinar penuh
tantangan kepada Changmin, "Aku akan membawa Jaejoong sebagai partner
makan malamku sekaligus berduet bersama di sana."
Changmin ternganga, tentu saja
dia tahu reputasi Yunho, dan yang dia tahu pasti, Yunho selalu membawa
pacar-pacarnya sebagai partnernya di setiap undangan pesta dan makan malam yang
dihadirinya, tetapi kali ini dia membawa Jaejoong, apa maksud Yunho sebenarnya?
Yunho tidak menunggu sampai Changmin
mendapatkan jawaban, dia kemudian setengah membalikkan tubuhnya,
"Oke aku rasa urusanku sudah
selesai di sini. Nanti malam aku akan menjemputmu, Jaejoong, pukul tujuh
tepat."
Yunho mengedipkan matanya,
membuat mata Jaejoong menyala karena marah, tetapi tentu saja dia tidak bisa
berbuat apa-apa.
.
.
.
"Aku tidak menyangka kalian
seakrab itu." Changmin melirik ke arah Jaejoong dengan tatapan spekulatif
ketika Yunho sudah meninggalkan mereka.
"Apa maksudmu?" Benak Jaejoong
masih dipenuhi kejengkelan karena apa yang dilakukan Yunho sehingga tidak
begitu memperhatikan kilatan aneh di mata Changmin,
"Apakah kau tahu bahwa
selama ini Yunho selalu membawa pacar-pacarnya untuk menemaninya ke setiap
undangan untuknya? Dan sekarang dia membawamu sebagai partnernya, tidakkah kau
berpikir bahwa orang-orang mungkin akan salah paham kepadamu?"
"Aku?" Jaejoong
terkekeh ketika menyadari maksud perkataan Changmin,
"Maksudmu orang akan mengira
aku pacar terbaru Yunho?"
kali ini kekehan Jaejoong melebar
dan berubah menjadi gelak tawa, dia langsung teringat deretan pacar-pacar
Yunho yang elegan dan luar biasa cantik, seperti Go Ahra misalnya,
"Bagaimana mungkin orang
mengira bahwa aku pacar Yunho? aku tentu saja tidak sebanding dengan kecantikan
pacar-pacarnya sebelumnya."
"Kau cantik." Tiba-tiba
Changmin tampak serius,
"Jangan merendahkan dirimu
sendiri Rache, aku rasa Yunho juga menyadari kecantikanmu, karena itu dia
mendekatimu."
Pipi Jaejoong memerah, Changmin
tidak pernah memujinya secara frontal dan serius seperti itu,
"Apakah menurutmu aku
cantik?" dia memberanikan diri bertanya.
Tatapan Changmin melembut dan
jemarinya menyentuh pipi Jaejoong dengan sayang,
"Kau cantik Jaejoongie, dan
karena itulah selama ini aku selalu berusaha menjagamu, aku menyayangimu dan
tidak ingin kau disakiti. Dan sekarang aku rasa kau perlu waspada kepada Yunho....
mungkin aku salah paham dan Yunho hanya tertarik padamu karena kemampuanmu
bermain biola, tetapi aku lelaki, dan seorang lelaki bisa merasakan insting
kalau lelaki lain mengincar seorang perempuan..."
matanya semakin lembut, "Kau
tentu tahu reputasi Yunho sebelumnya, jadi ingatlah, kau harus
berhati-hati."
Jaejoong tersenyum malu-malu,
bagian peringatan Changmin kepada Yunho sama sekali tidak didengarnya, dia
hanya fokus kepada kata-kata Changmin, bahwa lelaki itu menyayanginya... bahwa
lelaki itu peduli kepadanya.
Changmin lalu melirik kembali jam
tangannya dan mengerukan kening, "Sudah sore ternyata, aku harus pulang dan
bersiap sebelum menemui Kyuhyun."
lelaki itu tidak menyadari
perubahan ekspresi Jaejoong yang langsung disembunyikannya secepat kilat, dia
menepuk pundak Jaejoong lembut dan tersneyum,
"Ingat pesanku, Jaejoong,
berhati-hatilah terhadap Yunho." gumamnya sebelum pergi.
.
.
.
Go Ahra memandang lembaran
undangan berwarna emas elegan itu di tangannya. Ini adalah undangan makan malam
yang seharusnya dihadirinya bersama Yunho... sekarang Yunho bahkan tidak bisa
dihubungi di mana-mana.
Apakah Ahra harus tetap datang?
Sanggupkah dia menerima tatapan cemoohan dan kasihan dari orang-orang ketika
mengetahui bahwa dia tidak datang bersama Yunho lagi?
Tetapi mungkin saja Yunho akan
datang di pesta itu, mungkin saja Ahra bisa merayunya dan memperoleh kesempatan
untuk mendapatkan Yunho lagi.
Ya. Pesta makan malam ini adalah
kesempatannya untuk mendapatkan Yunho kembali... Ahra benar-benar mantap dan
bertekad malam ini. Dia kemudian memencet nomor ponsel salon langganannya.
Ahra akan berdandan luar biasa
cantik nanti malam, supaya Yunho terpesona dan luluh kepadanya...
.
.
.
Malam itu kembali Jaejoong
menatap bayangan dirinya di cermin. Penampilannya benar-benar feminim, apakagi
rambut panjangnya digulung dengan gaya klasik di atas tengkuknya, memamerkan
antingnya yang panjang dan eksotis. Ibunyalah yang mendandaninya hingga
penampilannya secantik ini.
Tetapi Jaejoong cemberut dan
benar-benar cemberut. Yunho telah bertindak licik, mengancamnya dan memaksanya
datang ke pesta itu menemaninya, dan tidak ada yang bisa dilakukan Jaejoong
selain mengikuti kemauan Yunho. Selama foto itu masih tersimpan di ponsel Yunho,
Jaejoong tidak bisa berbuat apa-apa..... hmmm tapi mungkin dia bisa mencari
cara untuk mengambil ponsel Yunho tanpa ketahuan dan menghapusnya diam-diam,
setelah itu dia akan bebas merdeka dari ancaman Yunho.
Ibunya tentu saja sangat senang
karena Yunho membawa Jaejoong ke pesta ekslusif dan penuh dengan orang-orang
penting di dunia musik klasik. Sepertinya dalam penjelasannya yang mempesona
kepada Ibu Jaejoong, Yunho mengatakan bahwa pesta malam ini adalah
kesempatannya untuk memperkenalkan Jaejoong sebagai murid khususnya.
Bahkan sang Ibu sama sekali tidak
mengungkit-ungkit jam malam, seperti yang selalu diingatkannya ketika Jaejoong
pergi bersama Changmin...
Jaejoong mencoba menghilangkan
dahinya yang berkerut, tetapi dia tidak bsia menahannya ketika suara bel pintu
berbunyi. Dari kamarnya dia mendengar suara pintu yang dibuka oleh Ibunya dan
sapaan Ibu Jaejoong yang bersemangat ketika menyapa Yunho.
Gawat, sang Ibu rupanya sudah
tersihir oleh ketampanan dan pesona Yunho.
Tiba-tiba saja Jaejoong teringat
akan kata-kata Changmin kepadanya sore tadi, bahwa dia harus berhati-hati
kepada Yunho. Tetapi Jaejoong tahu pasti bahwa Changmin sudah tentu salah, amat
sangat menggelikan dan tidak bisa dipercaya kalau sampai Yunho tertarik
kepadanya. Dia sudah jelas-jelas bukan tipe Yunho, dan lelaki itu tidak akan
pernah meliriknya. Menurut Jaejoong, Yunho benar-benar tertarik kepadanya
karena permainan biolanya saja.
Pintu kamarnya diketuk dengan
lembut dan Ibunya memanggilnya karena Yunho sudah siap menunggu di depan. Jaejoong
melirik bayangannya di cermin untuk terakhir kali dan kemudian menghela napas
panjang dan mengambil biolanya sebelum melangkah ke luar kamar.
Yah setidaknya dia harus bertahan
untuk melalui malam ini.
.
.
.
"Pergi ke pesta makan
malam?" Changmin mengerutkan keningnya sambil menatap Kyuhyun,
“Maksudmu pesta makan malam di
rumah keluarga pemusik terkenal itu?"
"Iya. Sebenarnya papa yang
mendapat undangan, tetapi dia tidak bisa hadir karena kondisi kesehatannya
menurun, jadi dia memintaku mewakilinya. Pesta makan malam itu akan dihadiri
oleh banyak orang penting dalam dunia musik, Changmin... kuharap kau mau menjadi
pasanganku di pesta."
Changmin langsung teringat akan
pesta yang dikatakan Yunho tadi, dan dia yakin bahwa ini adalah pesta yang
sama, setelah menarik napas panjang, dia mengambil keputusan bahwa dia akan
menemani Kyuhyun datang ke pesta itu, toh dia bisa sekalian menjaga Jaejoong
kalau-kalau dugaannya benar dan Yunho bersikap macam-macam bukan?
Changmin memang mengagumi Yunho,
sangat mengagumi permainan biolanya dan menjadikan lelaki itu inspirasinya,
tetapi bukan berarti dia menutup mata atas reputasi Yunho sebagai penghancur
wanita. Selama ini reputasi itu tentu saja tidak mengganggunya... tetapi
sekarang, ketika Jaejoong yang sangat disayanginya terlibat, mau tak mau Changmin
harus mewaspadai Yunho. Apalagi sudah beberapa kali lelaki itu mencium Jaejoong
tanpa izin..... melakukannya seolah itu hal yang sangat biasa, kenyataan
tentang ciuman itu sebenarnya amat sangat mengganggu Changmin.
"Oke, beri waktu aku
setengah jam untuk bersiap-siap, lalu aku akan langsung menjemputmu."
gumam Changmin pada Kyuhyun, memutuskan bahwa dia akan memanfaatkan kesempatan
ini untuk mengawasi Yunho.
.
.
.
Yunho hanya mengangkat alisnya
penuh pujian ketika melihat penampilan Jaejoong, tetapi lelaki itu tidak
berkata-apa-apa dan seolah menyimpan pendapatnya dalam hati
Setelah Yunho berpamitan kepada Ibu
Jaejoong, dengan lembut dia mengamit lengan Jaejoong dan membawanya ke
mobilnya. Sikapnya sopan, bahkan dia membukakan pintu untuk Jaejoong sebelum
masuk ke balik kemudi.
Setelah mobil dijalankan, Yunho
melirik ke arah Jaejoong.
"Kau sangat cantik dengan
gaun itu, dan rambut yang ditata sangat feminim." Lelaki itu melemparkan
pujiannya dengan lembut.
Jaejoong hanya melirik sedikit
dan tak bereaksi, "Terimakasih. Eomma yang mendandaniku."
"Jangan cemberut begitu, kau
merusak penampilan cantikmu."
Jaejoong langsung menyambar,
"Tidak ada yang bisa tersenyum kalau dipaksa datang ke sebuah pesta di
luar kemauannya.'
Yunho terkekeh, "Aku selalu
bertanya-tanya kenapa kau begitu antipati kepadaku..."
"Karena kau licik dan
pemaksa." jawab Jaejoong singkat, mengungkapkan semuanya.
Jawaban itu rupanya tidak membuat
Yunho marah, lelaki itu malahan tersenyum,
"Ya. itu memang sudah
sifatku, aku selalu berusaha mendapatkan apapun yang aku mau." Suaranya
berubah serius,
"Dan tentang dirimu, aku
benar-benar serius Jae, aku melihat diriku, kejeniusanku di dalam dirimu di
masa depan, dan kalau aku berhasil melatihmu, kau akan sama hebatnya seperti
aku."
Kali ini Jaejoong terdiam, baru
kali ini dia mendengar pujian terang-terangan Yunho kepada teknik bermain
biolanya, matanya melirik ke arah Yunho dan melihat bahwa ekspresi lelaki itu
benar-benar serius.
"Benarkah permainanku sebaik
itu?" tanyanya ragu,
Yunho tertawa. "Tidak ada
satupun orang yang pernah meragukan penilaianku, aku tidak pernah salah menilai
bakat seseorang, Jaejoong. Dan percayalah padaku, kalau ada orang yang kemampuannya
bisa menandingiku, itu adalah kau."
Yunho melirik ke arah Jaejoong,
"Kau sudah menyiapkan apa yang akan kita mainkan nanti malam?"
Jaejoong menganggukkan kepalanya,
mau tak mau ketika Yunho mengatakan apa yang akan mereka mainkan nanti
malam, Jaejoong langsung mempelajarinya. Beethoven violin romance no 2 adalah
salah satu masterpiece karya Beetohoven yang dibuat sang maestro ketika
dia berperang dengan penyakit tuli bertahap yang menyerangnya dengan kejam..
selama beberapa periode itu, sang maestro menciptakan musik-musik yang penuh
gejolak, yang berisikan pertarungan batin, kesedihan serta penderitaannya.
Tetapi kemudian munculah Violin
Romance no 2 yang sama sekali tidak mengandung pergolakan batin dan
kecemasan dari sang maestro, bahkan musik di dalamnya menimbulkan perasaan
manis dan keindahan yang lembut seolah-olah mengatakan bahwa semuanya akan
baik-baik saja. Kata orang, Beethoven violin romance no 2 adalah
wujud dari perdamaian Beethoven dengan penyakit tuli yang dideritanya.
"Itu adalah alunan musik
yang indah, sangat indah ketika dimainkan dengan duet, dan aku percaya kau akan
menyingkirkan semua permasalahan di antara kita dan brmain dengan baik, Jae."
Jaejoong terdiam, menyadari
kebenaran kata-kata Yunho. Meskipun dia memang tidak menyukai kepribadian Yunho,
tetapi bisa berduet dengan lelaki itu, bahkan lebih dari satu kali, seharusnya
merupakan anugerah yang didambakan oleh setiap pemain biola amatiran seperti Jaejoong.
.
.
.
Mereka turun dari mobil, dan
dengan lembut Yunho mengamit jemari Jaejoong, bersikap gentle sebagai
pasangan resminya di pesta. Semua orang menyambut mereka - salah, semua
orang menyambut Yunho, dan Jaejoong hanyalah tempelan - dengan hormat, apalagi
mereka sudah mendengar bahwa malam ini Yunho akan memberikan penampilan khusus
untuk berduet dengan murid khususnya yang sudah banyak di desas-desuskan di
dalam dunia musik sehingga membuat orang-orang ingin tahu. Banyak sekali
mata-mata para undangan yang menatap Jaejoong penuh spekulasi baik
terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.
Untungnya penampilan Jaejoong
cukup cantik malam ini, sebenarnya ini semua karena Ibu Jaejoong yang
bersemangat, ketika menyetujui bahwa Yunho akan membawa Jaejoong ke pesta elit
di kalangan musik klasik, Ibu Jaejoong langsung menelepon temannya yang
memiliki butik kecil tetapi menghasilkan gaun-gaun nan indah, yang langsung
mengirimkannya untuk mereka. Untung juga Jaejoong memiliki tubuh yang mungil
sehingga ukuran gaun itu cukup pas ditubuhnya, hanya kebesaran sedikit di
bagian pinggang yang langsung dikecilkan Ibu Jaejoong dengan keahlian
menjahitnya.
Jadi berdirilah Jaejoong di sini
di sebelah Yunho dengan penampilannya yang luar biasa feminim, dengan gaun
berwarna hijau gelap yang sangat indah membungkus tubuh mungilnya dengan
fantastik dan membuatnya tampak padat, berisi dan feminim. Gaun itu rendah di
bagian depan, melebar di pundaknya menampilkan sedikit kulit pundaknya yang
halus, lalu ketat di bagian pinggang dan pinggulnya sebelum kemudian melebar
dengan indahnya sampai ke mata kaki. Dan gaun itu membuat penampilan Jaejoong
benar-benar feminim.
Para tamu dipersilahkan menikmati
hidangan pembuka di lobby yang penuh dengan pelayan-pelayan yang menbawa nampan
berisi berbagai jenis minuman dan makanan kecil menawarkannya berkeliling
kepada setiap undangan yang hadir. Tamu-tamu itu berkelompok-kelompok dan
bersosialisasi tersebar di setiap penjuru lobby indah yang mewah itu, musik
lembut mengiringi, mengalir samar-samar yang membuat suasana pesta semakin
elegan.
Yah, setidaknya dia pantas
berdiri di samping Yunho yang penampilannya seperti biasa luar biasa tampannya.
Mereka saat ini sedang berbasa basi dengan sang tuan rumah, dan Jaejoong
berharap dia tidak mempermalukan dirinya sendiri di tengah orang-orang penting
di kalangan musik klasik ini.
Hanya itu sebenarnya yang
dipikirkan Jaejoong dan dia tidak menyadari bahwa ada dua pasang mata yang
mengamatinya, dua pasang mata dengan benak berkecamuk yang berbeda.
.
.
.
Ketika Yunho dan Jaejoong
memasuki ruangan pesta itu, Changmin menatap Jaejoong dari kejauhan dan
ternganga, menyadari bahwa perempuan itu entah bagaimana bertrransformasi
menjadi perempuan dewasa yang snagat feminim dan cantik.
Dia tahu Jaejoong cantik tentu
saja, tetapi selama ini Jaejoong selalu berpenampilan tomboi di depannya, dan Changmin
hampir menganggapnya sebagai anak laki-laki, dan juga adik kesayangannya.
Tetapi berdiri di sana, menebarkan senyuman lembutnya dalam penampilannya yang
luar biasa..... Jaejoong benar-benar membuat Changmin terpesona.
Kenapa dia tidak menyadarinya
sebelumnya?
Tiba-tiba mata Changmin menatap
ke arah jemari Yunho yang entah bagaimana bisa merangkul pinggang feminim Jaejoong
dengan posesif, dan tiba-tiba, dorongan amarah melandanya, membuatnya ingin
menerjang ke arah Yunho dan memukulnya, mengancamnya untuk menjauhkan tangannya
dari Jaejoong.
Cemburu....?
Changmin merasakan dadanya
berdenyut, dia lalu melirik ke arah Kyuhyun, dengan penampilan cantik di balut
gaun warna peraknya yang mewah. Tetapi entah kenapa, mata Changmin selalu
tergoda untuk melirik ke arah Jaejoong yang bahkan belum menyadari kehadiran Changmin
di sana.
Apakah Changmin terlambat
menyadari perasaannya? perasaannya yang sesungguhnya?
.
.
.
Sementara itu, mata yang lainnya
menatap pasangan Yunho dan Jaejoong dengan kemarahan membara. Ya, Go Ahra
berdiri di sudut, dengan penampilannya yang luar biasa cantik tetapi diliputi
oleh perasaan terhina yang luar biasa.
Berani-beraninya Yunho membawa
perempuan itu sebagai pasangannya setelah mencampakkan Go Ahra begitu saja!
Jadi benar bukan? Yunho meninggalkan
Ahra karena tertarik pada kemudaan Jaejoong yang ranum?
Kalau dulu Ahra masih ragu-ragu,
sekarang tekadnya makin membulat, dipenuhi oleh kemarahan dan kecemburuan yang
melimpah ruah, memenuhi dadanya hingga terasa membakar.
Matanya mengamati Jaejoong yang
tampil begitu feminim dan cantik dalam balutan gaun hijaunya yang indah, dan
menyadari bahwa Yunho mengamit pinggang Jaejoong dengan lembut.
Jaejoong... anak ingusan itu
benar-benar mengganggu, Ahra akan melenyapkan semuanya dari Jaejoong, semua hal
yang membuat Yunho tertarik kepada Jaejoong akan dilenyapkannya! Ahra akan
menghancurkan wajah cantik Jaejoong berikut kemampuannya bermain biola...
Jemarinya gemetar menahan marah,
ketika masuk ke dalam tas mungilnya, dan merengkuh logam berkilat kecil yang
selalu di bawa-bawanya di sana.
Sebuah pisau lipat kecil.....
tampak kecil dan tak berbahaya tetapi sebenarnya tajam luar biasa....
.
.
.
.
To Be Continue

Kak Saki, kebetulan aku lagi on di pc dan kepengen banget ninggalin review. maaf banget ya kak, selama ini aku jarang review karena kalau lewat hp agak susah T.T WAHHHHH Jangan jangan setelah ini Changmin bakal jadi Suka sama Jaejoong, Yunho-ya... cepet lah bergerak sebelum keduluan Changmin ;v apalagi Jae juga nyimpen perasaan ke Changmin kan. hahahahah... semangat ya kak saki! sehat selalu! do'a ku selalu menyertaimu!!!!
ReplyDeleteWah, Chwang mulai sadar tuh. Tanda bahaya buat Yunho. Si Ahra juga mulai gak waras tuh. Bagaimana nasib Jae?
ReplyDeleteOh ya, ada sedikit typo. Tapi tetep semangat ya?
Tuh kan changmin beneran cemburu..
ReplyDeleteGa nyangka.
Waduh! Ada si ahra lg disitu, dia ga akan ngapa2in Jj kan?