Saturday, October 10

[REMAKE] The Violiniest Chapter X



Summary: Jung Yunho, violinist jenius, tampan, kaya, dan sangat mempesona memiliki pengalaman buruk dimasa lalu. Dia disakiti oleh wanita terdekatnya. Dipisahkan dari appa dan dongsaengnya untuk kemudian dibuang hanya demi uang. Semenjak itu dia sangat membenci mahluk yang bernama perempuan. Dia akan menyakiti perempuan untuk membalaskan dendam masa lalunya. Hingga hadir seorang yang menariknya untuk perduli, dan tanpa disadarinya cinta mulai membayangi kehidupan mereka.
The Violinist
Remake from Santhy Agatha Novel

Jung Yunho, Kim Jaejoong, Go Ahra, Shim Changmin, dan lainnya milik diri mereka sendiri
By Kitahara Saki/7ec4df8e

 Chapter 10

"Nanti malam kita akan bermain biola bersama. Pertunjukan duet khusus untuk memperkenalkanmu sekaligus menghormati sang tuan rumah." Yunho sama sekali tidak mempedulikan ekspresi memberontak di mata Jaejoong,
"Kita memainkan Beethoven Violin Romance no 2. Kau tentu sudah tahu musik itu dan mempelajarinya, siapkan untuk nanti malam."
Pada saat yang sama, tubuh Changmin bergerak di sofa, seakan hendak terbangun dari tidurnya. Jaejoong langsung menoleh waspada sambil menatap ke arah Changmin, dan sekejap kemudian, Changmin membuka matanya,
"Jaejoongie?" Changmin terduduk, berusaha memfokuskan pikirannya, kemudian matanya membelalak ketika melihat Yunho yang bersandar di pintu sambil tersenyum,
"Yunho?"
Jaejoong melemparkan tatapan penuh ancaman kepada Yunho yang ditanggapi dengan senyuman geli, sebelum kemudian dia melangkah mendekati Changmin,
"Kau ketiduran."
Disorongkannya gelas berisi air putih di meja, Changmin menerimanya dan meneguknya, lalu melirik jam tangannya,
"Aku tertidur cukup lama ternyata." senyumnya melebar,
"Dan apa yang dilakukan Yunho di sini?" dia melirik ke arah Yunho dan tersenyum lebar,
"Apakah kalian akan mengadakan sesi latihan khusus?'
Yunho menegakkan tubuhnya yang semula bersandar santai di ambang pintu, senyumnya tidak pernah meninggalkan bibirnya,
"Aku hanya mampir untuk memberitahu Jaejoong tentang undangan pesta makan malam nanti malam."
Matanya melemparkan sinar penuh tantangan kepada Changmin, "Aku akan membawa Jaejoong sebagai partner makan malamku sekaligus berduet bersama di sana."
Changmin ternganga, tentu saja dia tahu reputasi Yunho, dan yang dia tahu pasti, Yunho selalu membawa pacar-pacarnya sebagai partnernya di setiap undangan pesta dan makan malam yang dihadirinya, tetapi kali ini dia membawa Jaejoong, apa maksud Yunho sebenarnya?
Yunho tidak menunggu sampai Changmin mendapatkan jawaban, dia kemudian setengah membalikkan tubuhnya,
"Oke aku rasa urusanku sudah selesai di sini. Nanti malam aku akan menjemputmu, Jaejoong, pukul tujuh tepat."
Yunho mengedipkan matanya, membuat mata Jaejoong menyala karena marah, tetapi tentu saja dia tidak bisa berbuat apa-apa.
.
.
.
"Aku tidak menyangka kalian seakrab itu." Changmin melirik ke arah Jaejoong dengan tatapan spekulatif ketika Yunho sudah  meninggalkan mereka.
"Apa maksudmu?" Benak Jaejoong masih dipenuhi kejengkelan karena apa yang dilakukan Yunho sehingga tidak begitu memperhatikan kilatan aneh di mata Changmin,
"Apakah kau tahu bahwa selama ini Yunho selalu membawa pacar-pacarnya untuk menemaninya ke setiap undangan untuknya? Dan sekarang dia membawamu sebagai partnernya, tidakkah kau berpikir bahwa orang-orang mungkin akan salah paham kepadamu?"
"Aku?" Jaejoong terkekeh ketika menyadari maksud perkataan Changmin,
"Maksudmu orang akan mengira aku pacar terbaru Yunho?"
kali ini kekehan Jaejoong melebar dan berubah menjadi gelak tawa, dia langsung teringat  deretan pacar-pacar Yunho yang elegan dan luar biasa cantik, seperti Go Ahra misalnya,
"Bagaimana mungkin orang mengira bahwa aku pacar Yunho? aku tentu saja tidak sebanding dengan kecantikan pacar-pacarnya sebelumnya."
"Kau cantik." Tiba-tiba Changmin tampak serius,
"Jangan merendahkan dirimu sendiri Rache, aku rasa Yunho juga menyadari kecantikanmu, karena itu dia mendekatimu."
Pipi Jaejoong memerah, Changmin tidak pernah memujinya secara frontal dan serius seperti itu,
"Apakah menurutmu aku cantik?" dia memberanikan diri bertanya.
Tatapan Changmin melembut dan jemarinya menyentuh pipi Jaejoong dengan sayang,
"Kau cantik Jaejoongie, dan karena itulah selama ini aku selalu berusaha menjagamu, aku menyayangimu dan tidak ingin kau disakiti. Dan sekarang aku rasa kau perlu waspada kepada Yunho.... mungkin aku salah paham dan Yunho hanya tertarik padamu karena kemampuanmu bermain biola, tetapi aku lelaki, dan seorang lelaki bisa merasakan insting kalau lelaki lain mengincar seorang perempuan..."
matanya semakin lembut, "Kau tentu tahu reputasi Yunho sebelumnya, jadi ingatlah, kau harus berhati-hati."
Jaejoong tersenyum malu-malu, bagian peringatan Changmin kepada Yunho sama sekali tidak didengarnya, dia hanya fokus kepada kata-kata Changmin, bahwa lelaki itu menyayanginya... bahwa lelaki itu peduli kepadanya.
Changmin lalu melirik kembali jam tangannya dan mengerukan kening, "Sudah sore ternyata, aku harus pulang dan bersiap sebelum menemui Kyuhyun."
lelaki itu tidak menyadari perubahan ekspresi Jaejoong yang langsung disembunyikannya secepat kilat, dia menepuk pundak Jaejoong lembut dan tersneyum,
"Ingat pesanku, Jaejoong, berhati-hatilah terhadap Yunho." gumamnya sebelum pergi.
.
.
.
Go Ahra memandang lembaran undangan berwarna emas elegan itu di tangannya. Ini adalah undangan makan malam yang seharusnya dihadirinya bersama Yunho... sekarang Yunho bahkan tidak bisa dihubungi di mana-mana.
Apakah Ahra harus tetap datang? Sanggupkah dia menerima tatapan cemoohan dan kasihan dari orang-orang ketika mengetahui bahwa dia tidak datang bersama Yunho lagi?
Tetapi mungkin saja Yunho akan datang di pesta itu, mungkin saja Ahra bisa merayunya dan memperoleh kesempatan untuk mendapatkan Yunho lagi.
Ya. Pesta makan malam ini adalah kesempatannya untuk mendapatkan Yunho kembali... Ahra benar-benar mantap dan bertekad malam ini. Dia kemudian memencet nomor ponsel salon langganannya.
Ahra akan berdandan luar biasa cantik nanti malam, supaya Yunho terpesona dan luluh kepadanya...
.
.
.
Malam itu kembali Jaejoong menatap bayangan dirinya di cermin. Penampilannya benar-benar feminim, apakagi rambut panjangnya digulung dengan gaya klasik di atas tengkuknya, memamerkan antingnya yang panjang dan eksotis. Ibunyalah yang mendandaninya hingga penampilannya secantik ini.
Tetapi Jaejoong cemberut dan benar-benar cemberut. Yunho telah bertindak licik, mengancamnya dan memaksanya datang ke pesta itu menemaninya, dan tidak ada yang bisa dilakukan Jaejoong selain mengikuti kemauan Yunho. Selama foto itu masih tersimpan di ponsel Yunho, Jaejoong tidak bisa berbuat apa-apa..... hmmm tapi mungkin dia bisa mencari cara untuk mengambil ponsel Yunho tanpa ketahuan dan menghapusnya diam-diam, setelah itu dia akan bebas merdeka dari ancaman Yunho.
Ibunya tentu saja sangat senang karena Yunho membawa Jaejoong ke pesta ekslusif dan penuh dengan orang-orang penting di dunia musik klasik. Sepertinya dalam penjelasannya yang mempesona kepada Ibu Jaejoong, Yunho mengatakan bahwa pesta malam ini adalah kesempatannya untuk memperkenalkan Jaejoong sebagai murid khususnya.
Bahkan sang Ibu sama sekali tidak mengungkit-ungkit jam malam, seperti yang selalu diingatkannya ketika Jaejoong pergi bersama Changmin...
Jaejoong mencoba menghilangkan dahinya yang berkerut, tetapi dia tidak bsia menahannya ketika suara bel pintu berbunyi. Dari kamarnya dia mendengar suara pintu yang dibuka oleh Ibunya dan sapaan Ibu Jaejoong yang bersemangat ketika menyapa Yunho.
Gawat, sang Ibu rupanya sudah tersihir oleh ketampanan dan pesona Yunho.
Tiba-tiba saja Jaejoong teringat akan kata-kata Changmin kepadanya sore tadi, bahwa dia harus berhati-hati kepada Yunho. Tetapi Jaejoong tahu pasti bahwa Changmin sudah tentu salah, amat sangat menggelikan dan tidak bisa dipercaya kalau sampai Yunho tertarik kepadanya. Dia sudah jelas-jelas bukan tipe Yunho, dan lelaki itu tidak akan pernah meliriknya. Menurut Jaejoong, Yunho benar-benar tertarik kepadanya karena permainan biolanya saja.
Pintu kamarnya diketuk dengan lembut dan Ibunya memanggilnya karena Yunho sudah siap menunggu di depan. Jaejoong melirik bayangannya di cermin untuk terakhir kali dan kemudian menghela napas panjang dan mengambil biolanya sebelum melangkah ke luar kamar.
Yah setidaknya dia harus bertahan untuk melalui malam ini.
.
.
.
"Pergi ke pesta makan malam?" Changmin mengerutkan keningnya sambil menatap Kyuhyun,
“Maksudmu pesta makan malam di rumah keluarga pemusik terkenal itu?" 
"Iya. Sebenarnya papa yang mendapat undangan, tetapi dia tidak bisa hadir karena kondisi kesehatannya menurun, jadi dia memintaku mewakilinya. Pesta makan malam itu akan dihadiri oleh banyak orang penting dalam dunia musik, Changmin... kuharap kau mau menjadi pasanganku di pesta."
Changmin langsung teringat akan pesta yang dikatakan Yunho tadi, dan dia yakin bahwa ini adalah pesta yang sama, setelah menarik napas panjang, dia mengambil keputusan bahwa dia akan menemani Kyuhyun datang ke pesta itu, toh dia bisa sekalian menjaga Jaejoong kalau-kalau dugaannya benar dan Yunho bersikap macam-macam bukan?
Changmin memang mengagumi Yunho, sangat mengagumi permainan biolanya dan menjadikan lelaki itu inspirasinya, tetapi bukan berarti dia menutup mata atas reputasi Yunho sebagai penghancur wanita. Selama ini reputasi itu tentu saja tidak mengganggunya... tetapi sekarang, ketika Jaejoong yang sangat disayanginya terlibat, mau tak mau Changmin harus mewaspadai Yunho. Apalagi sudah beberapa kali lelaki itu mencium Jaejoong tanpa izin..... melakukannya seolah itu hal yang sangat biasa, kenyataan tentang ciuman itu sebenarnya amat sangat mengganggu Changmin.
"Oke, beri waktu aku setengah jam untuk bersiap-siap, lalu aku akan langsung menjemputmu." gumam Changmin pada Kyuhyun, memutuskan bahwa dia akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengawasi Yunho.
.
.
.
Yunho hanya mengangkat alisnya penuh pujian ketika melihat penampilan Jaejoong, tetapi lelaki itu tidak berkata-apa-apa dan seolah menyimpan pendapatnya dalam hati
Setelah Yunho berpamitan kepada Ibu Jaejoong, dengan lembut dia mengamit lengan Jaejoong dan membawanya ke mobilnya. Sikapnya sopan, bahkan dia membukakan pintu untuk Jaejoong sebelum masuk ke balik kemudi.
Setelah mobil dijalankan, Yunho melirik ke arah Jaejoong.
"Kau sangat cantik dengan gaun itu, dan rambut yang ditata sangat feminim." Lelaki itu melemparkan pujiannya dengan lembut.
Jaejoong hanya melirik sedikit dan tak bereaksi, "Terimakasih. Eomma yang mendandaniku."
"Jangan cemberut begitu, kau merusak penampilan cantikmu."
Jaejoong langsung menyambar, "Tidak ada yang bisa tersenyum kalau dipaksa datang ke sebuah pesta di luar kemauannya.'
Yunho terkekeh, "Aku selalu bertanya-tanya kenapa kau begitu antipati kepadaku..."
"Karena kau licik dan pemaksa." jawab Jaejoong singkat, mengungkapkan semuanya.
Jawaban itu rupanya tidak membuat Yunho marah, lelaki itu malahan tersenyum,
"Ya. itu memang sudah sifatku, aku selalu berusaha mendapatkan apapun yang aku mau." Suaranya berubah serius,
"Dan tentang dirimu, aku benar-benar serius Jae, aku melihat diriku, kejeniusanku di dalam dirimu di masa depan, dan kalau aku berhasil melatihmu, kau akan sama hebatnya seperti aku."
Kali ini Jaejoong terdiam, baru kali ini dia mendengar pujian terang-terangan Yunho kepada teknik bermain biolanya, matanya melirik ke arah Yunho dan melihat bahwa ekspresi lelaki itu benar-benar serius.
"Benarkah permainanku sebaik itu?" tanyanya ragu,
Yunho tertawa. "Tidak ada satupun orang yang pernah meragukan penilaianku, aku tidak pernah salah menilai bakat seseorang, Jaejoong. Dan percayalah padaku, kalau ada orang yang kemampuannya bisa menandingiku, itu adalah kau."
Yunho melirik ke arah Jaejoong, "Kau sudah menyiapkan apa yang akan kita mainkan nanti malam?"
Jaejoong menganggukkan kepalanya,  mau tak mau ketika Yunho mengatakan apa yang akan mereka mainkan nanti malam, Jaejoong langsung mempelajarinya. Beethoven violin romance no 2 adalah salah satu masterpiece karya Beetohoven yang dibuat sang maestro ketika dia berperang dengan penyakit tuli bertahap yang menyerangnya dengan kejam.. selama beberapa periode itu, sang maestro menciptakan musik-musik yang penuh gejolak, yang berisikan pertarungan batin, kesedihan serta penderitaannya.
Tetapi kemudian munculah Violin Romance no 2 yang sama sekali tidak mengandung pergolakan batin dan kecemasan dari sang maestro, bahkan musik di dalamnya menimbulkan perasaan manis dan keindahan yang lembut seolah-olah mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Kata orang, Beethoven violin romance no 2 adalah wujud dari perdamaian Beethoven dengan penyakit  tuli yang dideritanya.
"Itu adalah alunan musik yang indah, sangat indah ketika dimainkan dengan duet, dan aku percaya kau akan menyingkirkan semua permasalahan di antara kita dan brmain dengan baik, Jae."
Jaejoong terdiam, menyadari kebenaran kata-kata Yunho. Meskipun dia memang tidak menyukai kepribadian Yunho, tetapi bisa berduet dengan lelaki itu, bahkan lebih dari satu kali, seharusnya merupakan anugerah yang didambakan oleh setiap pemain biola amatiran seperti Jaejoong.
.
.
.
Mereka turun dari mobil, dan dengan lembut Yunho mengamit jemari Jaejoong, bersikap gentle  sebagai pasangan resminya di pesta. Semua orang menyambut mereka - salah, semua orang menyambut Yunho, dan Jaejoong hanyalah tempelan - dengan hormat, apalagi mereka sudah mendengar bahwa malam ini Yunho akan memberikan penampilan khusus untuk berduet dengan murid khususnya yang sudah banyak di desas-desuskan di dalam dunia musik sehingga membuat orang-orang ingin tahu. Banyak sekali mata-mata para undangan yang menatap Jaejoong penuh spekulasi baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.
Untungnya penampilan Jaejoong cukup cantik malam ini, sebenarnya ini semua karena Ibu Jaejoong yang bersemangat, ketika menyetujui bahwa Yunho akan membawa Jaejoong ke pesta elit di kalangan musik klasik, Ibu Jaejoong langsung menelepon temannya yang memiliki butik kecil tetapi menghasilkan gaun-gaun nan indah, yang langsung mengirimkannya untuk mereka. Untung juga Jaejoong memiliki tubuh yang mungil sehingga ukuran gaun itu cukup pas ditubuhnya, hanya kebesaran sedikit di bagian pinggang yang langsung dikecilkan Ibu Jaejoong dengan keahlian menjahitnya.
Jadi berdirilah Jaejoong di sini di sebelah Yunho dengan penampilannya yang luar biasa feminim, dengan gaun berwarna hijau gelap yang sangat indah membungkus tubuh mungilnya dengan fantastik dan membuatnya tampak padat, berisi dan feminim. Gaun itu rendah di bagian depan, melebar di pundaknya menampilkan sedikit kulit pundaknya yang halus, lalu ketat di bagian pinggang dan pinggulnya sebelum kemudian melebar dengan indahnya sampai ke mata kaki. Dan gaun itu membuat penampilan Jaejoong benar-benar feminim.
Para tamu dipersilahkan menikmati hidangan pembuka di lobby yang penuh dengan pelayan-pelayan yang menbawa nampan berisi berbagai jenis minuman dan makanan kecil menawarkannya berkeliling kepada setiap undangan yang hadir. Tamu-tamu itu berkelompok-kelompok dan bersosialisasi tersebar di setiap penjuru lobby indah yang mewah itu, musik lembut mengiringi, mengalir samar-samar yang membuat suasana pesta semakin elegan.
Yah, setidaknya dia pantas berdiri di samping Yunho yang penampilannya seperti biasa luar biasa tampannya.  Mereka saat ini sedang berbasa basi dengan sang tuan rumah, dan Jaejoong berharap dia tidak mempermalukan dirinya sendiri di tengah orang-orang penting di kalangan musik klasik ini.
Hanya itu sebenarnya yang dipikirkan Jaejoong dan dia tidak menyadari bahwa ada dua pasang mata yang mengamatinya, dua pasang mata dengan benak berkecamuk yang berbeda.
.
.
.
Ketika Yunho dan Jaejoong memasuki ruangan pesta itu, Changmin menatap Jaejoong dari kejauhan dan ternganga, menyadari bahwa perempuan itu entah bagaimana bertrransformasi menjadi perempuan dewasa yang snagat feminim dan cantik.
Dia tahu Jaejoong cantik tentu saja, tetapi selama ini Jaejoong selalu berpenampilan tomboi di depannya, dan Changmin hampir menganggapnya sebagai anak laki-laki, dan juga adik kesayangannya. Tetapi berdiri di sana, menebarkan senyuman lembutnya dalam penampilannya yang luar biasa..... Jaejoong benar-benar membuat Changmin terpesona.
Kenapa dia tidak menyadarinya sebelumnya?
Tiba-tiba mata Changmin menatap ke arah jemari Yunho yang entah bagaimana bisa merangkul pinggang feminim Jaejoong dengan posesif, dan tiba-tiba, dorongan amarah melandanya, membuatnya ingin menerjang ke arah Yunho dan memukulnya, mengancamnya untuk menjauhkan tangannya dari Jaejoong.
Cemburu....?
Changmin merasakan dadanya berdenyut, dia lalu melirik ke arah Kyuhyun, dengan penampilan cantik di balut gaun warna peraknya yang mewah. Tetapi entah kenapa, mata Changmin selalu tergoda untuk melirik ke arah Jaejoong yang bahkan belum menyadari kehadiran Changmin di sana.
Apakah Changmin terlambat menyadari perasaannya? perasaannya yang sesungguhnya?
.
.
.
Sementara itu, mata yang lainnya menatap pasangan Yunho dan Jaejoong dengan kemarahan membara. Ya, Go Ahra berdiri di sudut, dengan penampilannya yang luar biasa cantik tetapi diliputi oleh perasaan terhina yang luar biasa.
Berani-beraninya Yunho membawa perempuan itu sebagai pasangannya setelah mencampakkan Go Ahra begitu saja!
Jadi benar bukan? Yunho meninggalkan Ahra karena tertarik pada kemudaan Jaejoong yang ranum?
Kalau dulu Ahra masih ragu-ragu, sekarang tekadnya makin membulat, dipenuhi oleh kemarahan dan kecemburuan yang melimpah ruah, memenuhi dadanya hingga terasa membakar.
Matanya mengamati Jaejoong yang tampil begitu feminim dan cantik dalam balutan gaun hijaunya yang indah, dan menyadari bahwa Yunho mengamit pinggang Jaejoong dengan lembut. 
Jaejoong... anak ingusan itu benar-benar mengganggu, Ahra akan melenyapkan semuanya dari Jaejoong, semua hal yang membuat Yunho tertarik kepada Jaejoong akan dilenyapkannya! Ahra akan menghancurkan wajah cantik Jaejoong berikut kemampuannya bermain biola...
Jemarinya gemetar menahan marah, ketika masuk ke dalam tas mungilnya, dan merengkuh logam berkilat kecil yang selalu di bawa-bawanya di sana.
Sebuah pisau lipat kecil..... tampak kecil dan tak berbahaya tetapi sebenarnya tajam luar biasa....
.
.
.
.
To Be Continue

3 comments:

  1. Kak Saki, kebetulan aku lagi on di pc dan kepengen banget ninggalin review. maaf banget ya kak, selama ini aku jarang review karena kalau lewat hp agak susah T.T WAHHHHH Jangan jangan setelah ini Changmin bakal jadi Suka sama Jaejoong, Yunho-ya... cepet lah bergerak sebelum keduluan Changmin ;v apalagi Jae juga nyimpen perasaan ke Changmin kan. hahahahah... semangat ya kak saki! sehat selalu! do'a ku selalu menyertaimu!!!!

    ReplyDelete
  2. Wah, Chwang mulai sadar tuh. Tanda bahaya buat Yunho. Si Ahra juga mulai gak waras tuh. Bagaimana nasib Jae?
    Oh ya, ada sedikit typo. Tapi tetep semangat ya?

    ReplyDelete
  3. Tuh kan changmin beneran cemburu..
    Ga nyangka.
    Waduh! Ada si ahra lg disitu, dia ga akan ngapa2in Jj kan?

    ReplyDelete