Saturday, September 5

[Remake] The Untittled Story Chapter XVI

Oke, Saki mau minta maaf, setelah Saki cek dari chap 1 sampai sekarang banyak kesalahan yang Saki perbuat tentang pemberian nama.
yang jadi kekasih Junsu saki tulis Enhyuk, tp sebenarnya Yoochun, sementara bos di klub golf saki tulis Yoochun, yg benar Hyunjoong, pacar pertama Jae, Saki tulis Hyunjoong, tp yang benar Yihan, dan namja yg suka Jae di club bukan Yihan.
Maaf, Saki benar2 minta maaf. 
Dan ini mundur 2 chapter ya, tapi ceritanya yang paling baru kok.
Happy Reading....
.
.
.
Summary: Jaejoong dan Yunho sebelumnya tidak saling mengenal. Permasalahan diantara orang tua mereka membuat Yunho harus membenci Jaejoong. Tapi sikap Jaejoong membuat Yunho mulai ragu. Haruskah ia membenci Jaejoong dan menutup hatinya agar tidak tertaeik pada anak dari appa tirinya?



The Untitled Story
Remake from Abby Glines Story
Jung Yunho, Kim Jaejoong © their self
Marga disesuaikan untuk kepentingan cerita

Chapter 16

Yunho membuka pintu dan mundur sedikit sehingga aku bisa masuk. Aku berjalan masuk ke dalam dan langsung menuju ke dapur.
 "Sekarang kamarmu ada di atas." Yunho mengatakan itu, memecahkan keheningan yang ada.
Aku tahu itu. Pikiranku sekarang sedang berada di tempat lain. Aku berbalik dan berjalan menuju ke arah tangga. Yunho tidak mengikutiku. Aku ingin melihat ke belakang dan memastikan apa yang sedang dia lakukan tapi aku tidak berani melakukannya.
"Aku berusaha untuk tetap berada jauh darimu." Kata-katanya terdengar sedih. Aku behenti dan menoleh untuk melihatnya. Dia sedang bediri di anak tangga paling bawah dan memandang padaku. Ekspresi rasa sakit di wajahnya membuat hatiku juga ikut sakit.
"Malam pertama dimana aku mencoba menyingkirkanmu. Itu bukan karena aku tidak menyukaimu." Dia tertawa pahit. "Tapi karena aku tahu. Aku tahu kau akan berada di bawah kulitku. Aku tahu aku tidak akan bisa berada jauh darimu. Mungkin aku sedikit membencimu karena kau telah menemukan kelemahan yang ada di dalam diriku."
"Apa yang salah kalau kau tertarik padaku?" Aku bertanya, paling tidak aku perlu dia menjawab pertanyaan itu.
"Karena kau tidak tahu semuanya dan aku tidak bisa mengatakannya padamu. Aku tidak bisa memberitaukan rahasia Boa. Itu semua miliknya. Aku mencintainya Jae. Aku mencintai dia dan sudah melindunginya seumur hidupku. Dia adalah adikku. Itulah yang aku lakukan. Bahkan meski aku menginginkanmu sampai tidak menginginkan hal yang lain di dunia ini, aku tetap tidak bisa memberitaukan rahasia Boa."
Semua kata-kata yang keluar dari mulutnya terdengar seperti dipaksakan keluar. Boa memang adiknya dan aku mengerti loyalitas dan cinta semacam itu. Aku juga akan mati untuk Jaekyung jika bisa melakukannya. Usianya hanya lima belas menit lebih muda dariku tapi akan kulakukan apapun yang dia pinta. Tidak ada pria atau perasaan lainnya yang mampu membuatku mengkhianati adikku.
"Aku bisa mengerti hal itu. Tak apa. Aku seharusnya tidak bertanya. Maafkan aku." Aku menyesal.
Aku sudah memaksa masuk ke dalam kehidupannya dan adiknya. Tentu saja apapun yang Junsu tahu seharusnya dia tidak perlu mengetahuinya. Kalau Junsu berpikir perlindungan Yunho terhadap adiknya akan menjadi masalah bagi hubungan kami, dia salah.
Yunho menutup matanya dan menggumamkan sesuatu. Dia sedang berhadapan dengan sesuatu. Mungkin ini akan membawa memori yang buruk. Meskipun besar keinginanku untuk turun kebawah dan memeluknya, aku tahu aku tidak akan diterima sekarang ini. Aku akan mengacaukannya.
"Selamat malam, Yunho," Aku mengatakan itu dan melanjutkan naik ke atas. Aku tidak menoleh lagi ke belakang kali ini. Aku langsung menuju ke kamarku.
.
.
.
.
Tidak ada yang tidak menyadari pagi yang terlihat di jendela ini. Jam alarm sudah tidak diperlukan lagi. Matahari membangunkan aku satu jam sebelum jam alarmku mulai berbunyi. Aku mandi dan mengenakan pakaian dengan santai karena aku memiliki kamar mandi di sini dan lebih banyak ruang untuk bisa bergerak bebas.
Aku sedang tidak berada dalam mood untuk makan makanan Yunho pagi ini. Aku benar-benar dalam mood yang tidak ingin makan tapi aku harus bekerja dua shift hari ini jadi aku memerlukan makanan. Aku akan berhenti di toko kopi untuk membeli sedikit kafein dan sebuah muffin. Rok linen hitam yang pendek dan atasan hem berkancing dengan warna putih yang harus kami kenakan sebagai seragam saat kami menyajikan makanan di ruang makan di klub adalah merupakan tanggung jawab kami untuk tetap bersih dan rapi. Aku menghabiskan waktu beberapa jam kemarin untuk menyeterika beberapa seragam yang aku miliki di rumah.
Setelah mengenakan sepatu tenis, aku turun ke bawah. Aku tidak mendengar ada aktifitas di atas hari ini jadi aku tahu kalau Yunho belum bangun. Aku senang karena mengetahui bahwa Yunho belum bangun tidur. Sekarang aku memiliki waktu untuk menghapus kejadian semalam yang membuatku malu.
Bukan karena aku membiarkan Yunho menyentuhku di tempat dimana orang lain tidak ada yang pernah menyentuhku sebelumnya tapi juga karena aku menjadi terangsang seperti seorang wanita nakal cabul yang sinting. Aku perlu minta maaf pada Yunho tapi aku masih belum siap untuk melakukannya.
Dengan perlahan aku menutup pintu depan di belakangku dan menuju ke arah truk. Paling tidak aku tidak akan kembali ke rumah hingga malam nanti. Tidak perlu berhadapan dengan Yunho setidaknya selama dua belas jam.
Seok Chun oppa sudah ada di ruangan staff dengan celemeknya saat aku tiba. Dia memberikan senyuman padaku dan kemudian membuat wajah cemberut dengan menggunakan bibirnya. "Uh, oh, kelihatannya seseorang mendapatkan pagi yang buruk."
Aku tidak bisa mengatakan masalahku pada Seok Chun oppa. Dia juga mengenal orang-orang ini. Aku harus menyimpan semua masalah untukku sendiri.
"Aku tidak bisa tidur nyenyak," Sahutku.
Seok Chun oppa membuat suara mendesis. "Sayang sekali. Tidur adalah hal yang indah."
Aku mengangguk tanda setuju dan melakukan absensi masuk. "Apa aku sendirian hari ini?" Tanyaku.
"Tentu saja. Kau baru menyadari ini setelah mengikutiku selama dua jam. Kau benar-benar harus menenangkan diri hari ini."
Aku lega karena seseorang memikirkan itu. Aku mengambil tablet pesanan dan sebuah bolpen kemudian meletakkanya di saku celemek warna hitamku.
"Waktunya sarapan," Seok Chun oppa mengatakan itu dengan sebuah kedipan dan mendorong pintu yang menuju ke ruang makan.
"Oooh kelihatannya bos dan temannya ada di meja nomor delapan. Meski aku sangat ingin pergi bermain mata dengan mereka, mereka mungkin lebih memilihmu. Aku akan menghampiri mama dengan pakaian tenis paginya di meja nomor sepuluh. Mereka memberi tip bagus."
Menunggu Hyunjoong dan temannya bukanlah sesuatu yang aku ingin lakukan pagi ini. Tapi aku tidak bisa berdebat dengan Seok Chun oppa. Dia benar. Dia akan mendapat tip lebih banyak dari wanita. Para wanita mencintainya.
Aku menuju ke meja mereka. Mata Hyunjoong terangkat saat dia melihatku dan tersenyum. "Kau kelihatan lebih baik disini." Dia mengatakan itu saat aku berhenti di depan mereka.
"Terima kasih. Rasanya lebih sejuk," Aku membalasnya.
"Jae sudah pindah kesini. Aku mungkin akan makan lebih banyak disini." Pria dengan rambut pirang keriting mengatakan itu. Aku masih tidak mengetahui namanya.
"Ini akan sangat baik untuk bisnis." Hyunjoong menyetujuinya.
"Bagaimana malammu tanpa Junsu?" Yoochun bertanya dengan sedikit nada menyinggung. Dia sedang menggunakan Junsu untuk melawanku rupanya. Aku tidak peduli. Dia memang seorang bajingan selama aku mengetahuinya.
"Kita melewati waktu yang menyenangkan. Apa yang bisa aku berikan untuk minuman kalian?" Aku bertanya, merubah subyek pembicaraan.
"Kopi, please," si pirang mengatakan itu.
"Ok, aku mengerti. Tidak dilanjutkan lagi. Ini kode dari wanita dan sesuatu tentang itu. Aku mau jus jeruk," Yoochun menjawabku.
"Aku juga minta kopinya," Hyunjoong mengatakannya.
"Aku akan segera kembali dengan minuman kalian," Aku menjawab dan berputar untuk mendatangi dua meja lainnya yang terisi dengan tamu. Seok Chun oppa membantu di salah satu meja jadi aku bergerak ke meja yang lain. Butuh sedikit waktu bagiku sebelum menyadari siapa yang ada di meja itu. Kakiku berhenti bergerak saat aku melihat Boa menggerakkan rambut pirang strawberry panjangnya ke belakang bahunya kemudian memberikan pandangan marahnya padaku. Aku melihat ke arah Seok Chun oppa yang sudah menyelesaikan pesanan di mejanya yang kedua. Aku harus melakukan ini. Ini menggelikan. Dia adalah adiknya Yunho.
Aku memaksa kakiku untuk bergerak dan berjalan menuju ke mejanya. Dia duduk dengan gadis lain. Aku pernah melihat gadis itu sebelumnya. Dia sama cantiknya dengan Boa.
"Kim Samchon pasti sekarang membiarkan semua orang bekerja disini. Aku perlu mengatakan pada Hyunjoong untuk bicara pada abojinya agar lebih selektif memilih pekerjanya." Boa mengatakan itu perlahan namun dengan suara yang cukup keras.
Wajahku terasa hangat dan aku tahu kalau itu berubah merah. Sekarang aku cuma perlu membuktikan kalau aku bisa melewati ini. Boa membenciku karena alasan yang tidak kuketahui. Kecuali tentu saja, Yunho memberitahu padanya kalau aku memiliki rasa ingin tahu dalam urusannya. Rasanya Yunho tidak akan melakukan hal semacam itu, tapi memang aku belum terlalu mengenal Yunho dengan baik. Tidak.
"Selamat pagi, apa yang bisa kubantu untuk minuman kalian?" Aku mengatakannya dengan nada sesopan mungkin.
Gadis yang lain mencibir dan menundukkan kepalanya. Boa memandangku seakan aku ini melakukan sesuatu yang menjijikkan. "Kau tidak bisa membantu kami apapun. Aku berharap pelayan yang lebih berkelas saat aku makan disini. Kalian tidak bisa melakukan itu."
Aku melihat sekali lagi ke arah Seok Chun oppa tapi dia sudah pergi. Boa mungkin memang adiknya Yunho, tapi dia adalah seorang wanita yang sangat menyebalkan. Kalau aku tidak perlu melakukan pekerjaan ini, aku akan katakan padanya agar mencium bokongku dan meninggalkannya.
"Apakah ada masalah disini?" Suara Hyunjoong muncul dari belakang. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku merasa lega atas kehadirannya.
"Ya, ada. Kau memperkerjakan seorang wanita tak berkelas. Singkirkan dia. Aku membayar begitu banyak untuk menjadi anggota disini untuk bisa bertoleransi dengan pelayanan seperti ini."
Apa itu karena aku tinggal di rumah kakaknya? Apa dia juga membenci appaku? Aku tidak ingin dia membenciku. Kalau dia membenciku, Yunho tidak akan pernah terbuka untukku. Pintu itu akan tertutup.
"Jung Boa, kau tidak pernah membayar apapun untuk menjadi anggota disini. Kau disini karena kakakmu memperbolehkannya. Jae adalah salah satu pegawai terbaik yang pernah kami miliki dan tidak ada member lainnya yang pernah komplain. Tidak juga kakakmu. Jadi, simpan keluhanmu sayang, dan tenanglah." Hyunjoong membunyikan jarinya dan Seok Chun oppa datang dengan cepat ke arah kami. Dia pasti kembali pada saat drama ini terjadi dan aku merindukannya. "Hyung, apa kau bisa melayani Boa dan Ahra? Boa kelihatannya ada masalah dengan Jae dan aku tidak ingin Jae terpaksa harus menunggui dia."
Seok Chun oppa mengangguk. Hyunjoong menggandeng lenganku dan mengantarku kembali ke dapur. Aku tahu kalau kami tadi menjadi pusat perhatian tapi aku tidak peduli pada saat itu. Aku benar-benar bersyukur karena bisa pergi dari pandangan orang-orang yang ingin tahu dan bisa bernafas.
Saat pintu dapur menutup di belakangku aku mengeluarkan nafas yang sudah aku tahan sedari tadi.
"Aku cuma ingin mengatakan ini sekali saja Jae. Kau membuatku menginginkanmu pada malam itu di tempat Yunho. Aku tidak perlu bertanya padamu kenapa. Aku tahu kenapa saat itu Yunho tidak bisa ditemukan dimanapun.  Kau sudah membuat pilihan dan aku mundur. Tapi apa yang terjadi disini tadi hanyalah sedikit dari apa yang bisa terjadi. Penggerutu itu benar-benar punya racun mematikan di jantungnya. Dia bisa lebih menyakitkan dan marah dan saat waktunya tiba untuk memilih, Yunho akan memilih dia."
Aku berbalik dan memandang Hyunjoong dengan tidak yakin akan apa maksud dari perkataannya tadi. Hyunjoong memberiku senyuman sedih kemudian dia melepaskan lenganku dan berjalan kembali ke arah ruang makan. Hyunjoong juga mengetahui rahasia itu. Dia tahu. Ini semua membuatku menjadi gila. Ada masalah apa sebenarnya?
.
.
.
.
.
To Be Continue

2 comments:

  1. Kyaaaa,,, akhirnya lepas kendali juga (dasar byuntae)

    Saki chan,,, makasih dah apdet lgi 😊
    Semoga chapter selanjutnya yunjae makin mesra hhhh
    Semoga mood nulisnya selalu bagus biar apdet terus, fighting !!!!

    ReplyDelete
  2. huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa........ saki kmna aja???
    sennag bgt kmu akhirnya update,, pnsarn bgt sama lnjutannya,,
    kyaaaaaaaaaa,, mreka making out di mobil, back seta,, sexeh sekaleh,,, jae smpe jdi seliar itu dibawah yunho..
    update trus saki,, aku tgguin ya,, fighting

    ReplyDelete