Monday, March 31

[Remake] Sacrificio de Amor Chapter XXIII

"Kau harus tumbuh di sana," bisiknya penuh tekad, "Kau harus tumbuh sehat dan kuat di sana, agar appamu bisa bersama dengan eommamu", Yunho berbicara sambil mengecup perut Jaejoong.
Kemungkinan bayi itu terbentuk dari percintaan mereka adalah 80%, Yunho sudah mempelajarinya dari semua referensi yang bisa ia dapat, ia mengetahui bahwa  dari rata-rata umur mereka berdua kemungkinan Jaejoong hamil malam ini sangat besar, dan diam-diam dia sudah mencocokkan dengan siklus Jaejoong, dia tahu yeoja itu sedang dalam masa suburnya.
Ciuman-ciuman lembut di perutnya itu membuat Jaejoong terbangun, dia membuka mata dan menatap Yunho,
"Bear?" Jaejoong bertanya-tanya kenapa Yunho mengecup perutnya.
Yunho tersenyum, senyum yang sedikit kejam menurut Jaejoong, tapi usapan tangan namja itu yang dilakukan sambil lalu di sepanjang kulitnya yang telanjang, terasa begitu lembut sekaligus menggoda,
"Aku bergairah lagi." gumam Yunho Serak, lalu bergerak naik dan mengecup bibir Jaejoong penuh gairah.
Yunho berbeda dengan tadi, pikir Jaejoong, kali ini sedikit lebih kasar, tidak menahan diri dan sangat posesif. Ciumannya begitu bergairah, melumat bibir Jaejoong kuat-kuat, lidahnya menjelajahi mulut Jaejoong dengan panas, tangannya mengusap tubuh Jaejoong penuh gairah,
"Kau milikku Boo." gumam Yunho parau sebelum bercinta lagi dengan Jaejoong.

Sacrificio de Amor
  ©Kitahara Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their Self
A Romantic Story About Jaejoong
©Santhy Agatha
Jaejoong terbangun dalam pelukan Yunho. Matahari fajar sedikit menembus tirai putih jendela hotel itu, masih gelap dan dingin. Dengan nyaman Jaejoong makin bergelung dalam pelukan namja itu. Dan secara otomatis Yunho mengetatkan pelukannya, melingkarkan lengannya erat-erat di tubuh Jaejoong.
Jaejoong memejamkan matanya, menenggelamkan wajahnya di dada telanjang Yunho, menghirup aroma Yunho kuat-kuat dan menyimpannya rapat-rapat dalam memorinya. Tiba-tiba air mata merembes dari sela bulu matanya, dan Jaejoong menahannya agar tidak menjadi isakan.
Kenapa? Kenapa Tuhan membuatnya jatuh cinta lebih dulu kepada Yunho sebelum kemudian mengabulkan doanya agar Changmin terbangun dari komanya? Apa rencana Tuhan di balik semua peristiwa ini? Kenapa di saat Changmin benar-benar sudah bangun, hatinya sudah jatuh dimiliki oleh Yunho?
Jaejoong mengigit bibirnya agar tangisnya tidak semakin keras dan membangunkan Yunho, dia tidak boleh menangis. Ini semua sudah menjadi keputusannya. Dia sudah memiliki Changmin. Changmin yang mencintai dan dicintai olehnya sejak awal. Changmin yang sebatang kara dan tidak akan punya siapa-siapa kalau Jaejoong tidak ada di sampingnya. Changmin lebih membutuhkan Jaejoong dibandingkan Yunho. Tanpa Jaejoong, Changmin akan rapuh, sedangkan tanpa Jaejoong, Yunho akan tetap kuat. Yunho bisa mencari Jaejoong-Jaejoong yang lain dengan segala kelebihannya, sedangkan Changmin hanya memiliki Jaejoong.
Dia sudah memutuskan dalam hatinya, tapi kenapa hatinya tetap terasa begitu sakit? Rasanya seperti disayat-sayat ketika memikirkan Yunho, ketika ingatannya melayang pada setiap kebersamaan mereka. Kenapa rasanya masih terasa begitu sakit?
Dan malam ini Jaejoong memutuskan bertindak egois. Hanya malam ini ya Tuhan, ampuni aku, desah Jaejoong dalam hati. Dia tahu semua ini akan terjadi. Dia tahu jika dia datang menemui Yunho pada akhirnya mereka akan berakhir di ranjang dan bercinta. Jaejoong tahu itu semua akan terjadi, tapi dia tetap mengambil konsekuensi itu, dia butuh merasakan pelukan Yunho untuk terakhir kalinya, dan kemudian meyakinkan dirinya bahwa ini adalah perpisahannya dengan Yunho.
Pelukan Yunho tiba-tiba mengencang dan namja itu dengan masih malas-malasan mengecup dahi Jaejoong,
"Dingin?" tanyanya Serak.
Jaejoong mendongakkan wajah dan mendapati mata musang itu menatapnya. Lalu tersenyum lembut, dan menggeleng.
Yunho meraih dagu Jaejoong dan mengecupnya dengan kecupan singkat,
"Aku menyakitimu tidak semalam?"
Sekali lagi Jaejoong menggeleng dan menenggelamkan wajahnya ke dada Yunho, menahan air mata. Ini adalah saat berharganya. Berada dalam pelukan erat Yunho, merasakan kelembutan dan kemesraannya. Dia akan menyimpan kenangan ini dihatinya, biar di saat-saat dia merasa pedih dan merindukan Yunho, dia tinggal menarik keluar kenangan tentang pagi ini, dan hatinya bisa terasa hangat.
Seperti inilah dia akan mengenang Yunho nanti, lembut, penuh cinta dan memeluknya erat-erat.
Seolah mengerti pikiran Jaejoong yang berkecamuk, Yunho tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia hanya memeluk Jaejoong erat-erat dan mengusap punggungnya dengan lembut, mereka larut dalam keheningan dan usapan Yunho membuat Jaejoong setengah tertidur,
"Aku harap kau tidak menyesali malam tadi." bisik Yunho lembut, menggugah Jaejoong dari kondisi setengah tidurnya.
Jaejoong mendongakkan kepalanya lagi dan menatap Yunho lembut,
"Kau tahu aku tidak menyesal." tangannya dengan hati-hati mengusap wajah Yunho, takut akan reaksi Yunho karena dia tidak pernah melakukannya sebelumnya. Tapi Yunho langsung memejamkan mata, menikmati setiap usapan Jaejoong dengan penuh perasaan.
Merasa mendapatkan izin, dengan lembut Jaejoong menggerakkan tangannya, meraba wajah Yunho. Mulai dari dahinya, lalu ke alisnya yang tebal, ke mata yang terpejam itu, ke bulu mata tebal yang hampir menyentuh pipi ketika Yunho terpejam, ke hidungnya, ke tulang pipinya yang tinggi, ke rahangnya yang mulai ditumbuhi bakal janggut, hingga ke bibirnya yang tipis tapi penuh, bibir yang tak terhitung lagi sudah mengecupnya berapa kali.
"Boo..." Yunho mendesah, mengernyitkan keningnya merasakan usapan lembut Jaejoong di wajahnya, tangannya lalu menahan jemari Jaejoong di bibirnya dan mengecupnya, mata birunya membuka dan menatap Jaejoong bagai api biru yang menyala,
"Apapun yang akan terjadi nanti, aku akan membuat kau mensyukuri malam ini." gumam Yunho misterius.
Jaejoong mengernyitkan kening mendengar kata-kata Yunho yang penuh arti. Apa maksud Yunho?
Tapi sebelum Jaejoong bisa berpikir lebih lanjut, Yunho sudah meggulingkan tubuh Jaejoong dan menindihnya. Bercinta lagi dengannya.
.
.
.
.
Jaejoong membuka pintu apartemen dengan berhati-hati dan menemukan Junsu sedang duduk di ruang tamu sedang menyesap kopi dan menonton televisi.
Junsu tersenyum penuh pengertian ketika menatap Jaejoong. Saat itu jam 8 pagi, Jaejoong sengaja meminta Yunho memulangkannya pagi-pagi sehingga Changmin belum bangun. Semalampun ia berangkat setelah yakin Changmin sudah tertidur pulas.
"Changmin belum bangun." jawab Junsu tenang, menjawab pertanyaan di mata Jaejoong.
Jaejoong menarik napas lega,
"Anda menginap di sini?" tanyanya pelan.
Junsu mengangguk,
"Boa-shi memintaku menemani untuk berjaga-jaga, dan aku tidak keberatan, toh aku tidak ada acara apa-apa," Junsu tersenyum lembut kepada Jaejoong, "kuharap semalam menyelesaikan segalanya."
Pipi Jaejoong memerah mendengar ucapan Junsu yang penuh arti itu,
"Dia agak marah tadi pagi saat saya buru-buru pulang demi Changmin", bisik Jaejoong pelan.
Junsu terkekeh sambil meletakkan cangkir kopinya,
"Dia memang begitu, tak usah pedulikan, aku yakin sebenarnya dia bahagia kau telah memberinya kesempatan," suara Junsu berubah serius, "Dan setelah semalampun kau tetap pada keputusanmu Jaejoong?"
Jaejoong tercenung mendengar pertanyaan itu, sejenak ragu, tapi lalu menganggukkan kepalanya mantap,
"Saya harus terus bersama Changmin, dia membutuhkan saya." jawabnya lembut.
"Anda selalu memikirkan orang lain, bagaimana dengan diri anda sendiri?" tanya Junsu tiba-tiba.
Dengan masih tersenyum Jaejoong menjawab,
"Saya tidak apa-apa, saya merasa bahagia karena semua orang bahagia."
Semua orang bahagia selain kau dan Yunho. Pikir Junsu miris ketika Jaejoong berpamitan ke kamar untuk berganti pakaian. Junsu tahu kalau Jaejoong sama tersiksanya dengan Yunho. Dan dia ingin berteriak marah kepada Jaejoong, memarahi ketidakegoisan yeoja itu, sekaligus bertanya sampai kapan Jaejoong mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan orang lain? Untuk kebahagiaan orang lain? Junsu merasakan dorongan kuat untuk memaksa Jaejoong berbuat egois, mementingkan kepentingannya sendiri, berusaha meraih kebahagiaannya sendiri. Tapi dia tahu Jaejoong, dengan kebaikan hatinya yang luar biasa itu tidak akan mau melakukannya.
Dan tiba-tiba Junsu teringat pertemuannya dengan Yunho ketika namja itu baru pulang dari eropa beberapa hari lalu, mata Yunho saat itu tampak penuh tekad, setengah gila dan menyala-nyala,
.
.
.
.
"Kalau dia tidak bisa memilihku, maka aku akan memaksanya memilihku."
Wajah Junsu memucat mendengar nada final dalam ucapan Yunho waktu itu,
"Astaga Jung, kau tidak sedang berencana melakukan tindakan kasar dan pemaksaan untuk memiliki Jaejoong kan?" berbagai pikiran buruk melintas di pikirannya, seperti kemungkinan Yunho menculik Jaejoong dan membawanya pergi, atau kemungkinan Yunho akan menyingkirkan Changmin dengan cara kasar. Itu semua bisa dilakukan Yunho dengan kekejaman dan kekuasaannya. Dan Junsu takut Yunho kehilangan akal sehatnya dan memutuskan melakukan salah satu dari hal yang ditakutinya itu.
Yunho menarik napas panjang,
"Aku akan membuatnya hamil anakku." gumamnya setelah jeda yang cukup lama.
Junsu menganga mendengarnya,
"Mwo?" Junsu sudah mendengar cukup jelas tadi, tapi dia sama sekali tidak yakin dengan apa yang didengar telinganya, dia butuh mendengar lagi.
"Aku akan membuatnya mengandung anakku." gumam Yunho penuh tekad.
"Kau sudah gila Jung!" suara Junsu meninggi menyadari keseriusan dalam suara Yunho,
Tapi Yunho sama sekali tidak terpengaruh dengan nada marah dan ketidak setujuan Junsun dia tetap tenang dan berpikir,
"Jika Jaejoong mengandung anakku, mengingat sifatnya, dia tidak akan mungkin mengugurkannya. Itu berarti dia akan mengakui hubungan kami kepada Changmin, dan aku akan menggunakan segala cara - dengan menggunakan anak itu sebagai alasan agar aku bisa mengklaim Jaejoong."
"Kau gila!" seru Junsu tidak setuju, "apa kau tidak pernah memikirkan perasaan Changmin?? Hatinya akan hancur, dan Jaejoong juga akan menderita jika dia sadar dia telah menyakiti hati Changmin."
"Kau pikir mereka saja yang menderita hah??" sela Yunho keras, membuat Junsu tertegun,
"aku juga menderita! Aku tidak bisa makan, aku tidak bisa tidur! Aku menjalani detik demi detik, menit demi menit penuh penyiksaan!! Aku sama saja sudah mati akhir-akhir ini! Aku juga menderita, menyadari bahwa aku bisa memiliki Jaejoong tetapi tidak bisa berbuat apa-apa untuk membuat yeoja itu memilihku!! Sebelum kepulanganku aku sudah bertekad akan melakukan ini! Tidak ada yang bisa mengahalangiku!!
"Yunho," Junsu melembut, mencoba meredakan emosi Yunho, "aku mengerti perasaanmu, tapi bagaimana kalau nanti Changmin ternyata menerima kondisi Jaejoong apa adanya dan kemudian Jaejoong memutuskan membesarkan anak itu bersama Changmin?"
"Kalau itu terjadi, maka tidak ada cara lain kecuali dengan kekerasan," jawab Yunho dingin,
"aku akan memberikan ultimatum, Jaejoong memilihku, atau aku akan merenggut anak itu darinya, kalau perlu aku akan menempuh jalur hukum."
"rencanamu menakutkan." Junsu bergumam spontan.
Yunho mengangguk tidak membantah,
"Ya, apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan BooJae kembali." jawabnya menyetujui, tanpa penyesalan dan tampak penuh tekad menjalankan rencananya.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue

6 comments:

  1. mungkin klo yg jadi karakter Yunho itu bukan si abang bear, aq dah enekkk mampus.
    tapi berhubung YunJae forever ya aq dukung lol

    masalah tinggal di changmin,,,
    duh min,,kpan dirimu tahu sihhhh
    gregettttttttttttt

    yoochun kemana ??? blom keliatan lgi. kangen Uchun.

    Saki TUS nya apdet ya hehehe

    fighting !!!!!

    ReplyDelete
  2. Wah yunpa serem,,,
    Hmmm,,,

    Ayolah jaema, jangan mementingkan orang lain trus, pikirkan perasaanmu ma yunpa juga ...
    Semoga jaema hamil..
    Smoga minnie mengerti,,

    Yoosu di ending bersatu gak ya?
    Semoga aja iya..

    Saki, fighting,,

    ReplyDelete
  3. Jaenna ♥9:03 PM

    Hahaha.. sama chinggu.. aku juga... klo bkuakn karna yunjae forever. Aku jg ga suka sm karakter yunho yg ambisius dan egois..tp karna yg main appa bear.. yahhh capchay lahh..hahahha

    SAKI...ANYYEONGHASEYO~~~
    Melambai ala miss word

    ReplyDelete
  4. Si jung mulai lagi ... Kmaren dah baik sekarang mulai punya kliatan lgi jahat nya ....

    ReplyDelete
  5. huuaaa cool
    do it jung

    ReplyDelete
  6. Briliant bgt emng otak mesumnya Yunho... /applause/

    ReplyDelete