“Aku membayar kamar di hotel ini bukan hanya untuk
tidur”, geramnya parau lalu dikecupnya bibir Jaejoong,
Dan......meledaklah, Yunho merasa hasrat langsung
membakar tubuhnya sekaligus, menghanguskannya, sejenak dia merasa ragu
melampiaskan hasratnya seratus persen karena dirinya cenderung kasar ketika
sangat berhasrat, tapi mengingat bagaimana Jaejoong menawarkan diri padanya
hanya demi uang dan goresan rasa kecewa yang nyeri di hatinya karenanya membuat
Yunho tak peduli lagi, toh yeoja ini pasti sudah berpengalaman dan mungkin
sudah lebih dari sekali dia menjual dirinya demi uang. Tapi benarkah yeoja itu
sudah berpengalaman?
Yunho teringat ciuman Jaejoong yang tanpa teknik
memadai di tempat parkir tadi. Ani!!
putusnya dalam hati, mungkin yeoja itu hanya tidak pandai berciuman, Seorang pelacur harus diperlakukan seperti
pelacur!!.
Sacrificio de Amor
©Kitahara
Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their
Self
A Romantic Story About Serena
©Santhy
Agatha
Jaejoong masih terkejut ketika tiba-tiba saja
tubuhnya dibalik dan dicium habis-habisan, dia masih setengah tertidur tadi dan
benar-benar tak berdaya, Yunho sudah melampiaskan hasratnya tanpa
ditahan-tahan, ciuman-ciumannya tanpa jeda seolah-olah lelaki itu tak tahan
sedetikpun tidak berciuman dengannya.
Ketika Yunho mengangkat kepalanya, matanya
berkabut, pupil matanya membesar terlihat kontras dengan iris matanya yang berubah
menjadi biru pucat,
“aku ingin bercinta, aku ingin memasukimu...Ah kau
tidak tahu betapa aku...“, suara Yunho tersengal, lalu melumat bibir Jaejoong
lagi dengan membabi buta,
Kata-kata vulgar Yunho itu membuat pipi Jaejoong
merona malu. Tidak terbayangkan, dia, perempuan yang tidak pernah intim dengan
lelaki manapun, sekarang terbaring dengan jubah mandi yang sudah acak-acakan,
ditindih oleh lelaki yang mungkin sampai beberapa hari yang lalu tidak
dikenalnya dengan baik.
Tangan Yunho menelusup di balik jubah mandinya,
menemukan payudaranya yang hangat dan lembut, lalu meremasnya. Sedikit terlalu
bergairah sehingga Jaejoong mengerang.
Yunho menghentikan gerakannya, lalu menatap
Jaejoong lembut,
“Appo?”, bisiknya parau
Jaejoong terpaku, suaranya seakan tertelan di
tenggorokan, bagaimana dia harus menjawabnya?
Tetapi Yunho tidak memerlukan jawaban, lelaki itu
tersenyum, lalu menggerakkan tangannya lagi menyentuh payudara Jaejoong, dengan
ahli dia menyingkirkan jubah mandi Jaejoong yang menghalangi, dan menemukan
keindahan ranum di baliknya,
“Oh Indahnya”, bisik Yunho serak, membiarkan
Jaejoong memalingkan muka dengan malu dibawah tatapan tajam dan memuja lelaki
itu.
Lalu bibir Yunho yang panas menelungkupi puting
payudaranya, lidahnya bermain di sana terasa panas, membakar seluruh tubuh
Jaejoong, membuatnya terpaksa merintih. Bingung dengan gejolak yang menyebar di
seluruh tubuhnya. Yunho begitu ahli sedang Jaejoong sama sekali tidak
berpengalaman, dan lelaki itu tampaknya tidak merasa perlu menahan dirinya.
Entah kapan, mereka sudah telanjang bersama di atas
tempat tidur itu, Tubuh Yunho yang keras, melingkupi tubuh Jaejoong yang mungil
di bawahnya, menggodanya, menggeseknya dengan kekuatannya, membawa gairah
Jaejoong makin naik, sedikit demi sedikit ke puncaknya.
Kemudian Jaejoong merasakan kejantanan Yunho, yang
tidak terhalang apapun menyentuh pusat dirinya. Pelan, tapi membuatnya
terkesiap. Jaejoong membuka matanya yang terpejam, menatap Yunho di atasnya.
Lelaki itu menatapnya dengan tajam, matanya berkabut, napasnya terengah, dan
sejumput rambut tampak jatuh di dahinya, membuatnya tampak begitu liar.
“Ah, ya Jae...Kau pasti akan sangat menyukainya”,
geram Yunho pelan, lalu mulai mendorong, menekan dan menyentuh Jaejoong, “Kau
sudah siap”, erang Yunho, “Kau sudah basah dan panas, siap untuk diriku...”
Jantung Jaejoong berdegup kencang, beriringan
dengan detak jantung Yunho yang bahkan lebih parah. Dengan perlahan, Jaejoong
memejamkan matanya, melepaskan hatinya,
”Demi Minnie”,
bisiknya dalam hati bagaikan mantra yang menyelamatkan jiwanya.
Ini adalah sensasi baru bagi Jaejoong, merasakan
kejantanan seorang lelaki yang mencoba memasukinya, menyatu dengannya. Rasanya
panas dan membuat seluruh saraf ditubuhnya menggila, membuatnya begitu sensitif
oleh kebutuhan yang sampai saat ini tidak pernah diketahuinya, kebutuhan untuk
mencapai puncak.
Hingga rasa sakit yang menyengat tiba-tiba
menyentakkannya ke alam sadar, Jaejoong mengerang kesakitan, tubuhnya
mengejang, dengan panik dicengkeramnya pundak Yunho dan menggeleng-gelengkan
kepala ketakutan atas usaha Yunho untuk menyatu semakin dalam dengannya.
.
.
.
.
.
.
Dan ketika merasakan sesuatu yang menghalanginya,
mendengar erangan Jaejoong yang jelas-jelas kesakitan serta pandangan ketakutan
yang membayangi mata Jaejoong, Yunho sadar bahwa semua prasangkanya itu salah,
meski tetap tak bisa menjelaskan kenapa Jaejoong dengan mudahnya menjual
dirinya, tapi ini sudah menunjukkan bahwa Jaejoong bukan wanita gampangan,
Yunho adalah lelaki pertamanya.
Menyadari kesakitan yang mendera Jaejoong, Yunho
mengalihkan perhatian Jaejoong dengan cumbuannya dengan segenap keahliannya,
rasa senang tak tertahankan membanjiri pikirannya ketika menyadari dirinya
adalah lelaki pertama gadis itu.
Diciumnya bibir Jaejoong dengan lembut, bibir ranum
yang sekarang menjadi miliknya. Napas Jaejoong terengah-engah dan Yunho melihat
di matanya, ada ketakutan dan kesakitan. Yunho tidak pernah bercinta dengan
perawan sebelumnya, dia tidak tahu seperti apa rasa sakitnya, dia tidak
mengerti bagaimana meredakannya. Tetapi Yunho tidak suka melihat rasa sakit itu
mendera di mata Jaejoong,
“Sssh...Jae, aku tidak bermaksud menyakitimu”,
Dengan lembut Yunho menelusurkan tangannya di sisi tubuh Jaejoong, lalu
berhenti di pinggul Jaejoong, menahan pinggangnya yang sedikit meronta,
mencegah tubuh mereka yang sudah setengah menyatu supaya tidak terpisah,
“Mungkin akan sedikit sakit tapi semua akan baik, tubuhmu akan menerimaku
seutuhnya...”, Suara Yunho terhenti ketika dia mendorong dengan kuat, menembus
batas keperawanan Jaejoong dan menyatukan tubuhnya sepenuhnya dengan Jaejoong.
Jaejoong berteriak kencang merasakan pedih yang
amat sangat ketika Yunho menembusnya, jemarinya tanpa sadar mencengkeram pundak
Yunho dengan keras. Tetapi Yunho tidak berhenti karena dia sadar kalau dia
berhenti dia akan menyakiti Jaejoong. Dengan perlahan, Yunho menggerakkan
tubuhnya. Oh Tuhan ! Sekujur tubuhnya terasa nyeri menahan diri. Jaejoong
terlalu rapat, terlalu basah, terlalu panas, mencengkeram tubuhnya di bawah
sana. Dia hampir-hampir tidak tahan dan dorongan untuk memuaskan diri dengan
brutal di tubuh Jaejoong semakin menyiksa.
Tetapi Yunho sadar, ini pengalaman pertama bagi
Jaejoong, dia harus membuatnya seindah mungkin, dia tidak boleh menyakiti
Jaejoong. Karena itu sambil menggertakkan diri menahan gairahnya, Yunho mencoba
bergerak selembut mungkin, menarik tubuhnya pelan dari balutan sutra basah dan
panas itu, untuk kemudian menghujamkannya lembut. Lagi dan lagi.
Lalu ketika desah napas Jaejoong menjadi
pendek-pendek serta pegangannya pada pundak Yunho makin kencang, Yunho sadar,
dia telah membuat Jaejoong mencapai orgasme pertamanya. Pemandangan ekspresi
wajah Jaejoong saat itu sungguh tak tergantikan, mendorongnya terlempar menuju
puncak kepuasan yang sangat tinggi, sangat tak tertahankan seolah-olah dunia
melededak dibawahnya. Dan Yunho benar-benar meledak di dalam tubuh Jaejoong.
Orgasme ini terasa begitu dasyat, sebuah pelepasan
dari akumulasi gejolak yang ditahannya selama ini. Kenikmatan yang luar biasa
ini membuat Yunho merasa sedikit sesak napas,seolah olah dia terhanyut dalam
pusaran gairah yang tak tertahankan terus menerus menghantamnya tanpa
henti,erangan parau keluar dari bibirnya ketika dia menenggelamkan wajahnya
dalam-dalam di sisi leher Jaejoong.
Ketika usai, mereka berbaring berpelukan sambil
berusaha menormalkan napasnya.
"Wow"
hanya itu yang terlintas dipikiran Yunho, dan dia
tak sadar telah mengucapkannya keras setelah menyadari rona merah yang merayap
di leher Jaejoong.
Dengan lembut dikecupnya leher Jaejoong,,,diangkatnya
kepalanya, dan mereka bertatapan, mata musang yang tajam,yang agak berkabut
setelah mencapai orgasme terhebat sepanjang eksistensi kehidupannya bertemu
dengan doe eyes kelam yang berkaca-kaca.
"Apakah kau...", Yunho berdehem ketika menyadari
suaranya sangat parau,"apakah kau baik-baik saja?"
Jaejoong tampak tidak tahan ditatap dengan
sedemikian intens apalagi dalam posisi yang sangat intim, dipalingkannya
kepalanya setelah mengangguk pelan.Yunho menarik napas pelan, kemudian dengan
hati-hati, sangat berhati-hati, dia mengangkat tubuhnya dari atas Jaejoong dan
bergeser ke samping, menyadari kernyitan tidak nyaman di wajah Jaejoong ketika
dia menarik diri.
Tanpa sadar Yunho bersikap begitu lembut, sikap
yang tidak pernah ditunjukkannya ketika usai bercinta dengan wanita-wanita yang
lain.
Direngkuhnya tubuh mungil Jaejoong, diletakkannya
kepalanya di lengannya, gadis itu tampak pasrah, mungkin sudah terlalu lelah,
kasihan, kasihan Jaejoongnya yang masih suci. Ternyata selama ini dia salah paham,
gadis ini benar-benar masih suci.
Kepuasan seksual yang luar biasa masih mempengaruhi
pikirannya yang berkabut, tangannya dengan santai mengelus punggung Jaejoong
yang bergelung dipelukannya, sampai lama kemudian disadarinya pundak Jaejoong
berubah santai dan napasnya mulai teratur pelan. Gadis itu tertidur. Yunho
mengatur posisinya dengan lebih nyaman. tak pernah sebelumnya dia seintim ini
setelah bercinta, gadis ini benar-benar mempengaruhinya...
.
.
.
.
.
.
.
Jaejoong merasakan seluruh tubuhnya sakit dan
pegal. Dengan mengerutkan dahi dia mencoba menggerakkan badannya. Oh...memang
pegal sekali rasanya, pelan pelan dibukanya matanya, cahaya kamar masih tampak
redup, suasana kamar terasa sejuk dan menyenangkan,
"Selamat pagi"
Sapaan itu begitu mengejutkan, menembus
kesadarannya yang masih berkabut, hingga badan Jaejoong terlonjak duduk,lalu
selimutnya turun sampai ke pinggang dan barulah Jaejoong menyadari kalau dia
telanjang. Dengan gugup ditariknya selimut menutup dadanya. Matanya langsung
bertatapan dengan Yunho yang duduk disofa,tepat dihadapannya. Sedikit senyum
tersirat di sana melihat kegugupan Jaejoong.
Sekali lagi Jaejoong benar-benar malu, Yunho sudah
tampil sangat rapi dan elegan dengan pakaian santai dan sedang menyesap kopi
sambil membaca koran paginya, penampilannya benar-benar sempurna di pagi hari,
sedangkan Jaejoong....Astaga, jam berapakah ini?
"Ini masih pagi sekali, masih gelap, tadi aku
bangun dan memutuskan mandi air dingin, kalau tidak aku tidak akan bisa menahan
diri untuk membangunkanmu dan bercinta lagi denganmu",
Suara lelaki itu datar seperti sedang membicarakan
acara televisi favoritnya, tak dipedulikannya wajah Jaejoong yang memerah.
"Bukannya aku tidak bisa, tapi sepertinya aku
harus menghormati virginitasmu yang baru hilang",
Tatapan Yunho berubah tajam, seperti yang selalu
dilakukannya di saat meeting di saat dia membuat lawan-lawan bisnisnya
mengekeret ketakutan.
"Kenapa kau yang masih perawan itu bisa dengan
mudahnya menjual diri padaku? Apa tujuanmu sebenarnya"
Tanya Yunho tanpa ampun.
Jaejoong duduk disana dalam kondisi paling tidak
siap dan Yunho melemparkan pertanyaan paling sulit untuk di jawab, apakah
laki-laki itu sengaja?
Tentu saja Yunho sengaja! Seru Jaejoong dalam hati,
lelaki seperti dia tak akan sesukses ini dalam bisnis jika tidak tahu cara
menyerang lawannya di titik lemah.
Sekarang dia harus menjawab apa? Jaejoong
benar-benar kebingungan. Kalau dia menceritakan seluruh kisahnya, akankah Yunho
percaya? Lagipula dia tidak ingin melibatkan Changmin disini, jangan sampai
Yunho tahu tentang Changminnya, dia harus melindungi Changmin dari lelaki kejam
seperti Yunho, siapa yang tahu apa yang akan dilakukan Yunho kepada Changmin
hanya untuk memerasnya nanti?
Dengan tegar Jaejoong menegakkan dagunya,
"Saya rasa alasan saya melakukan ini bukan
urusan anda, yang penting saya tidak akan merugikan diri anda."
Rahang Yunho mengeras mendengar jawaban Jaejoong
tadi. Sejenak tadi dia merasa Jaejoong patut diberi kesempatan, mungkin saja
Jaejoong melakukan itu untuk membiayai saudaranya atau apa, Tetapi ternyata dia
salah, bodohnya dia, wanita dimanapun sama saja.
Jaejoong mungkin hanya menunggu kesempatan untuk
menjual keperawanannya dengan harga mahal, bukan bermaksud menjaganya. Bodohnya
dia sempat berpikir untuk mempercayai gadis itu.
"Oke, bussiness is bussiness, aku tidak akan
bertanya lagi tentang tujuanmu, asal jangan sampai kau merugikanku...",
mata Yunho menyipit kejam, "kalau kau berani berani melakukannya, aku akan
membuatmu menderita."
Jaejoong tanpa sadar beringsut menjauh, ketakutan
dengan nada suara dan tatapan kejam Yunho.
Tiba-tiba saja laki-laki itu berdiri dari duduknya
setelah membanting gelas kopinya di meja,
Jaejoong menatap lelaki itu dengan cemas, apa yang
salah dari ucapannya? Kenapa lelaki itu tampak begitu marah padanya?
Yunho melirik jam tangannya,
"Aku sudah membuat janji dengan pengacaraku
tiga jam lagi, akan kubuat kontrak hitam di atas putih atas perjanjian jual
beli kita ini, dan selama aku menunggu jam itu.....",
Mata Yunho menelusuri tubuh Jaejoong yang berusaha
menutupinya dengan selimut. Tatapan matanya sangat melecehkan.
"Well kurasa sudah cukup kan penghormatanku
atas virginitasmu?"
Lalu Yunho naik ke ranjang dan merenggut tubuh
Jaejoong. Membawanya ke tempat tidur bersamanya. Kali ini tidak ada kelembutan.
Lelaki itu tidak menahan-nahan diri lagi. Dan dia sudah siap. Dengan kasar
dibukannya paha Jaejoong dan tanpa basa basi dia menyatukan tubuhnya dengan
Jaejoong, yang entah kenapa sudah siap menerimanya.
Yunho menyatukan tubuhnya dalam-dalam, sebuah
erangan nikmat lolos dari mulutnya ketika dia merasakan kenikmatan yang
menyengat, lelaki itu menatap Jaejoong, antara bingung dan marah tercampur di
dalam matanya,
“Kau...Sungguh membuatku tergila-gila”, Erangnya
kasar sebelum bergerak dengan begitu ahlinya, membawa Jaejoong menuju puncak
kenikmatan.
.
.
.
.
.
.
To Be
Continue
Mian ne, kemaren2 Saki cuma update yang Choosey, sebernarnya beberapa hari yang lalu Saki gak buka blog Saki. Saki itu sistemnya ngerjain beberapa chapter sekaligus tapi emang Saki updatenya sengaja dijadwal. jadi meski Saki gak buka blog, tiap harinya blog Saki tetep jalan. oh ya FF ini udah saki selesaiin sampai chap 10 jadi 6 hari kedepan pasti tiap hari FF ini update... So, tungguin aja ya...

Gomawo apdetnya...
ReplyDeleteHuft~ tetep aja aku sedih sama nasib Joongie... :'-(
changminie nanti sembuh ga???? Klo sembuh kasian dong joongie nya udah.....
Pokoknya makasih apdetnya saki...
Sakiiiiiii up date kilat yaaaa
ReplyDeleteMaap kalo aq lbh tertarik sma cerita yg ini ktimbang choosey lover
Piss V (:
Saki kira2 ini brp chap ya???
Mungkin karna yg choosey lover yunjae ny kurang gress gitu ya.. aku jg lbh suka yg ini.. daebak.. aq jg mikirin minnie..hehehe.. apdet terus saki.. than thanks banyak yahh
ReplyDeletesikap yunho ke jae sering berubah ubah kadang lembut kadang berubah jadi kejam
ReplyDeletekasian bngt jj jadi pemuas napsu beruang mesum itu
OMO!! Ya ampun!!
ReplyDeleteJadi jg gawangnya Jaejae dibobol sama Yunho..
Sshhh....Kyanya sakit ya? Yg sabar ya Jae...xD