Thursday, March 13

[Remake] Sacrificio de Amor Chapter V

Yunho melihat sekelumit ketakutan didalam doe eyes gelap yang semakin pekat itu, dan dengan sedikit kasar dibaliknya tubuh Jaejoong menghadap dirinya,
“Aku membayar kamar di hotel ini bukan hanya untuk tidur”, geramnya parau lalu dikecupnya bibir Jaejoong,
Dan......meledaklah, Yunho merasa hasrat langsung membakar tubuhnya sekaligus, menghanguskannya, sejenak dia merasa ragu melampiaskan hasratnya seratus persen karena dirinya cenderung kasar ketika sangat berhasrat, tapi mengingat bagaimana Jaejoong menawarkan diri padanya hanya demi uang dan goresan rasa kecewa yang nyeri di hatinya karenanya membuat Yunho tak peduli lagi, toh yeoja ini pasti sudah berpengalaman dan mungkin sudah lebih dari sekali dia menjual dirinya demi uang. Tapi benarkah yeoja itu sudah berpengalaman?
Yunho teringat ciuman Jaejoong yang tanpa teknik memadai di tempat parkir tadi. Ani!! putusnya dalam hati, mungkin yeoja itu hanya tidak pandai berciuman, Seorang pelacur harus diperlakukan seperti pelacur!!.

Sacrificio de Amor
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their Self
A Romantic Story About Serena
©Santhy Agatha
Jaejoong masih terkejut ketika tiba-tiba saja tubuhnya dibalik dan dicium habis-habisan, dia masih setengah tertidur tadi dan benar-benar tak berdaya, Yunho sudah melampiaskan hasratnya tanpa ditahan-tahan, ciuman-ciumannya tanpa jeda seolah-olah lelaki itu tak tahan sedetikpun tidak berciuman dengannya.
Ketika Yunho mengangkat kepalanya, matanya berkabut, pupil matanya membesar terlihat kontras dengan iris matanya yang berubah menjadi biru pucat,
“aku ingin bercinta, aku ingin memasukimu...Ah kau tidak tahu betapa aku...“, suara Yunho tersengal, lalu melumat bibir Jaejoong lagi dengan membabi buta,
Kata-kata vulgar Yunho itu membuat pipi Jaejoong merona malu. Tidak terbayangkan, dia, perempuan yang tidak pernah intim dengan lelaki manapun, sekarang terbaring dengan jubah mandi yang sudah acak-acakan, ditindih oleh lelaki yang mungkin sampai beberapa hari yang lalu tidak dikenalnya dengan baik.
Tangan Yunho menelusup di balik jubah mandinya, menemukan payudaranya yang hangat dan lembut, lalu meremasnya. Sedikit terlalu bergairah sehingga Jaejoong mengerang.
Yunho menghentikan gerakannya, lalu menatap Jaejoong lembut,
“Appo?”, bisiknya parau
Jaejoong terpaku, suaranya seakan tertelan di tenggorokan, bagaimana dia harus menjawabnya?
Tetapi Yunho tidak memerlukan jawaban, lelaki itu tersenyum, lalu menggerakkan tangannya lagi menyentuh payudara Jaejoong, dengan ahli dia menyingkirkan jubah mandi Jaejoong yang menghalangi, dan menemukan keindahan ranum di baliknya,
“Oh Indahnya”, bisik Yunho serak, membiarkan Jaejoong memalingkan muka dengan malu dibawah tatapan tajam dan memuja lelaki itu.
Lalu bibir Yunho yang panas menelungkupi puting payudaranya, lidahnya bermain di sana terasa panas, membakar seluruh tubuh Jaejoong, membuatnya terpaksa merintih. Bingung dengan gejolak yang menyebar di seluruh tubuhnya. Yunho begitu ahli sedang Jaejoong sama sekali tidak berpengalaman, dan lelaki itu tampaknya tidak merasa perlu menahan dirinya.
Entah kapan, mereka sudah telanjang bersama di atas tempat tidur itu, Tubuh Yunho yang keras, melingkupi tubuh Jaejoong yang mungil di bawahnya, menggodanya, menggeseknya dengan kekuatannya, membawa gairah Jaejoong makin naik, sedikit demi sedikit ke puncaknya.
Kemudian Jaejoong merasakan kejantanan Yunho, yang tidak terhalang apapun menyentuh pusat dirinya. Pelan, tapi membuatnya terkesiap. Jaejoong membuka matanya yang terpejam, menatap Yunho di atasnya. Lelaki itu menatapnya dengan tajam, matanya berkabut, napasnya terengah, dan sejumput rambut tampak jatuh di dahinya, membuatnya tampak begitu liar.
“Ah, ya Jae...Kau pasti akan sangat menyukainya”, geram Yunho pelan, lalu mulai mendorong, menekan dan menyentuh Jaejoong, “Kau sudah siap”, erang Yunho, “Kau sudah basah dan panas, siap untuk diriku...”
Jantung Jaejoong berdegup kencang, beriringan dengan detak jantung Yunho yang bahkan lebih parah. Dengan perlahan, Jaejoong memejamkan matanya, melepaskan hatinya,
”Demi Minnie”, bisiknya dalam hati bagaikan mantra yang menyelamatkan jiwanya.
Ini adalah sensasi baru bagi Jaejoong, merasakan kejantanan seorang lelaki yang mencoba memasukinya, menyatu dengannya. Rasanya panas dan membuat seluruh saraf ditubuhnya menggila, membuatnya begitu sensitif oleh kebutuhan yang sampai saat ini tidak pernah diketahuinya, kebutuhan untuk mencapai puncak.
Hingga rasa sakit yang menyengat tiba-tiba menyentakkannya ke alam sadar, Jaejoong mengerang kesakitan, tubuhnya mengejang, dengan panik dicengkeramnya pundak Yunho dan menggeleng-gelengkan kepala ketakutan atas usaha Yunho untuk menyatu semakin dalam dengannya.
.
.
.
.
.
.
Dan ketika merasakan sesuatu yang menghalanginya, mendengar erangan Jaejoong yang jelas-jelas kesakitan serta pandangan ketakutan yang membayangi mata Jaejoong, Yunho sadar bahwa semua prasangkanya itu salah, meski tetap tak bisa menjelaskan kenapa Jaejoong dengan mudahnya menjual dirinya, tapi ini sudah menunjukkan bahwa Jaejoong bukan wanita gampangan, Yunho adalah lelaki pertamanya.
Menyadari kesakitan yang mendera Jaejoong, Yunho mengalihkan perhatian Jaejoong dengan cumbuannya dengan segenap keahliannya, rasa senang tak tertahankan membanjiri pikirannya ketika menyadari dirinya adalah lelaki pertama gadis itu.
Diciumnya bibir Jaejoong dengan lembut, bibir ranum yang sekarang menjadi miliknya. Napas Jaejoong terengah-engah dan Yunho melihat di matanya, ada ketakutan dan kesakitan. Yunho tidak pernah bercinta dengan perawan sebelumnya, dia tidak tahu seperti apa rasa sakitnya, dia tidak mengerti bagaimana meredakannya. Tetapi Yunho tidak suka melihat rasa sakit itu mendera di mata Jaejoong,
“Sssh...Jae, aku tidak bermaksud menyakitimu”, Dengan lembut Yunho menelusurkan tangannya di sisi tubuh Jaejoong, lalu berhenti di pinggul Jaejoong, menahan pinggangnya yang sedikit meronta, mencegah tubuh mereka yang sudah setengah menyatu supaya tidak terpisah, “Mungkin akan sedikit sakit tapi semua akan baik, tubuhmu akan menerimaku seutuhnya...”, Suara Yunho terhenti ketika dia mendorong dengan kuat, menembus batas keperawanan Jaejoong dan menyatukan tubuhnya sepenuhnya dengan Jaejoong.
Jaejoong berteriak kencang merasakan pedih yang amat sangat ketika Yunho menembusnya, jemarinya tanpa sadar mencengkeram pundak Yunho dengan keras. Tetapi Yunho tidak berhenti karena dia sadar kalau dia berhenti dia akan menyakiti Jaejoong. Dengan perlahan, Yunho menggerakkan tubuhnya. Oh Tuhan ! Sekujur tubuhnya terasa nyeri menahan diri. Jaejoong terlalu rapat, terlalu basah, terlalu panas, mencengkeram tubuhnya di bawah sana. Dia hampir-hampir tidak tahan dan dorongan untuk memuaskan diri dengan brutal di tubuh Jaejoong semakin menyiksa.
Tetapi Yunho sadar, ini pengalaman pertama bagi Jaejoong, dia harus membuatnya seindah mungkin, dia tidak boleh menyakiti Jaejoong. Karena itu sambil menggertakkan diri menahan gairahnya, Yunho mencoba bergerak selembut mungkin, menarik tubuhnya pelan dari balutan sutra basah dan panas itu, untuk kemudian menghujamkannya lembut. Lagi dan lagi.
Lalu ketika desah napas Jaejoong menjadi pendek-pendek serta pegangannya pada pundak Yunho makin kencang, Yunho sadar, dia telah membuat Jaejoong mencapai orgasme pertamanya. Pemandangan ekspresi wajah Jaejoong saat itu sungguh tak tergantikan, mendorongnya terlempar menuju puncak kepuasan yang sangat tinggi, sangat tak tertahankan seolah-olah dunia melededak dibawahnya. Dan Yunho benar-benar meledak di dalam tubuh Jaejoong.
Orgasme ini terasa begitu dasyat, sebuah pelepasan dari akumulasi gejolak yang ditahannya selama ini. Kenikmatan yang luar biasa ini membuat Yunho merasa sedikit sesak napas,seolah olah dia terhanyut dalam pusaran gairah yang tak tertahankan terus menerus menghantamnya tanpa henti,erangan parau keluar dari bibirnya ketika dia menenggelamkan wajahnya dalam-dalam di sisi leher Jaejoong.
Ketika usai, mereka berbaring berpelukan sambil berusaha menormalkan napasnya.
"Wow"
hanya itu yang terlintas dipikiran Yunho, dan dia tak sadar telah mengucapkannya keras setelah menyadari rona merah yang merayap di leher Jaejoong.
Dengan lembut dikecupnya leher Jaejoong,,,diangkatnya kepalanya, dan mereka bertatapan, mata musang yang tajam,yang agak berkabut setelah mencapai orgasme terhebat sepanjang eksistensi kehidupannya bertemu dengan doe eyes kelam yang berkaca-kaca.
"Apakah kau...", Yunho berdehem ketika menyadari suaranya sangat parau,"apakah kau baik-baik saja?"
Jaejoong tampak tidak tahan ditatap dengan sedemikian intens apalagi dalam posisi yang sangat intim, dipalingkannya kepalanya setelah mengangguk pelan.Yunho menarik napas pelan, kemudian dengan hati-hati, sangat berhati-hati, dia mengangkat tubuhnya dari atas Jaejoong dan bergeser ke samping, menyadari kernyitan tidak nyaman di wajah Jaejoong ketika dia menarik diri.
Tanpa sadar Yunho bersikap begitu lembut, sikap yang tidak pernah ditunjukkannya ketika usai bercinta dengan wanita-wanita yang lain.
Direngkuhnya tubuh mungil Jaejoong, diletakkannya kepalanya di lengannya, gadis itu tampak pasrah, mungkin sudah terlalu lelah, kasihan, kasihan Jaejoongnya yang masih suci. Ternyata selama ini dia salah paham, gadis ini benar-benar masih suci.
Kepuasan seksual yang luar biasa masih mempengaruhi pikirannya yang berkabut, tangannya dengan santai mengelus punggung Jaejoong yang bergelung dipelukannya, sampai lama kemudian disadarinya pundak Jaejoong berubah santai dan napasnya mulai teratur pelan. Gadis itu tertidur. Yunho mengatur posisinya dengan lebih nyaman. tak pernah sebelumnya dia seintim ini setelah bercinta, gadis ini benar-benar mempengaruhinya...
.
.
.
.
.
.
.
Jaejoong merasakan seluruh tubuhnya sakit dan pegal. Dengan mengerutkan dahi dia mencoba menggerakkan badannya. Oh...memang pegal sekali rasanya, pelan pelan dibukanya matanya, cahaya kamar masih tampak redup, suasana kamar terasa sejuk dan menyenangkan,
"Selamat pagi"
Sapaan itu begitu mengejutkan, menembus kesadarannya yang masih berkabut, hingga badan Jaejoong terlonjak duduk,lalu selimutnya turun sampai ke pinggang dan barulah Jaejoong menyadari kalau dia telanjang. Dengan gugup ditariknya selimut menutup dadanya. Matanya langsung bertatapan dengan Yunho yang duduk disofa,tepat dihadapannya. Sedikit senyum tersirat di sana melihat kegugupan Jaejoong.
Sekali lagi Jaejoong benar-benar malu, Yunho sudah tampil sangat rapi dan elegan dengan pakaian santai dan sedang menyesap kopi sambil membaca koran paginya, penampilannya benar-benar sempurna di pagi hari, sedangkan Jaejoong....Astaga, jam berapakah ini?
"Ini masih pagi sekali, masih gelap, tadi aku bangun dan memutuskan mandi air dingin, kalau tidak aku tidak akan bisa menahan diri untuk membangunkanmu dan bercinta lagi denganmu",
Suara lelaki itu datar seperti sedang membicarakan acara televisi favoritnya, tak dipedulikannya wajah Jaejoong yang memerah.
"Bukannya aku tidak bisa, tapi sepertinya aku harus menghormati virginitasmu yang baru hilang",
Tatapan Yunho berubah tajam, seperti yang selalu dilakukannya di saat meeting di saat dia membuat lawan-lawan bisnisnya mengekeret ketakutan.
"Kenapa kau yang masih perawan itu bisa dengan mudahnya menjual diri padaku? Apa tujuanmu sebenarnya"
Tanya Yunho tanpa ampun.
Jaejoong duduk disana dalam kondisi paling tidak siap dan Yunho melemparkan pertanyaan paling sulit untuk di jawab, apakah laki-laki itu sengaja?
Tentu saja Yunho sengaja! Seru Jaejoong dalam hati, lelaki seperti dia tak akan sesukses ini dalam bisnis jika tidak tahu cara menyerang lawannya di titik lemah.
Sekarang dia harus menjawab apa? Jaejoong benar-benar kebingungan. Kalau dia menceritakan seluruh kisahnya, akankah Yunho percaya? Lagipula dia tidak ingin melibatkan Changmin disini, jangan sampai Yunho tahu tentang Changminnya, dia harus melindungi Changmin dari lelaki kejam seperti Yunho, siapa yang tahu apa yang akan dilakukan Yunho kepada Changmin hanya untuk memerasnya nanti?
Dengan tegar Jaejoong menegakkan dagunya,
"Saya rasa alasan saya melakukan ini bukan urusan anda, yang penting saya tidak akan merugikan diri anda."
Rahang Yunho mengeras mendengar jawaban Jaejoong tadi. Sejenak tadi dia merasa Jaejoong patut diberi kesempatan, mungkin saja Jaejoong melakukan itu untuk membiayai saudaranya atau apa, Tetapi ternyata dia salah, bodohnya dia, wanita dimanapun sama saja.
Jaejoong mungkin hanya menunggu kesempatan untuk menjual keperawanannya dengan harga mahal, bukan bermaksud menjaganya. Bodohnya dia sempat berpikir untuk mempercayai gadis itu.
"Oke, bussiness is bussiness, aku tidak akan bertanya lagi tentang tujuanmu, asal jangan sampai kau merugikanku...", mata Yunho menyipit kejam, "kalau kau berani berani melakukannya, aku akan membuatmu menderita."
Jaejoong tanpa sadar beringsut menjauh, ketakutan dengan nada suara dan tatapan kejam Yunho.
Tiba-tiba saja laki-laki itu berdiri dari duduknya setelah membanting gelas kopinya di meja,
Jaejoong menatap lelaki itu dengan cemas, apa yang salah dari ucapannya? Kenapa lelaki itu tampak begitu marah padanya?
Yunho melirik jam tangannya,
"Aku sudah membuat janji dengan pengacaraku tiga jam lagi, akan kubuat kontrak hitam di atas putih atas perjanjian jual beli kita ini, dan selama aku menunggu jam itu.....",
Mata Yunho menelusuri tubuh Jaejoong yang berusaha menutupinya dengan selimut. Tatapan matanya sangat melecehkan.
"Well kurasa sudah cukup kan penghormatanku atas virginitasmu?"
Lalu Yunho naik ke ranjang dan merenggut tubuh Jaejoong. Membawanya ke tempat tidur bersamanya. Kali ini tidak ada kelembutan. Lelaki itu tidak menahan-nahan diri lagi. Dan dia sudah siap. Dengan kasar dibukannya paha Jaejoong dan tanpa basa basi dia menyatukan tubuhnya dengan Jaejoong, yang entah kenapa sudah siap menerimanya.
Yunho menyatukan tubuhnya dalam-dalam, sebuah erangan nikmat lolos dari mulutnya ketika dia merasakan kenikmatan yang menyengat, lelaki itu menatap Jaejoong, antara bingung dan marah tercampur di dalam matanya,
“Kau...Sungguh membuatku tergila-gila”, Erangnya kasar sebelum bergerak dengan begitu ahlinya, membawa Jaejoong menuju puncak kenikmatan.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue
Mian ne, kemaren2 Saki cuma update yang Choosey, sebernarnya beberapa hari yang lalu Saki gak buka blog Saki. Saki itu sistemnya ngerjain beberapa chapter sekaligus tapi emang Saki updatenya sengaja dijadwal. jadi meski Saki gak buka blog, tiap harinya blog Saki tetep jalan. oh ya FF ini udah saki selesaiin sampai chap 10 jadi 6 hari kedepan pasti tiap hari FF ini update... So, tungguin aja ya...

5 comments:

  1. Gomawo apdetnya...

    Huft~ tetep aja aku sedih sama nasib Joongie... :'-(
    changminie nanti sembuh ga???? Klo sembuh kasian dong joongie nya udah.....

    Pokoknya makasih apdetnya saki...

    ReplyDelete
  2. Anonymous1:25 PM

    Sakiiiiiii up date kilat yaaaa
    Maap kalo aq lbh tertarik sma cerita yg ini ktimbang choosey lover

    Piss V (:

    Saki kira2 ini brp chap ya???

    ReplyDelete
  3. Anonymous11:06 AM

    Mungkin karna yg choosey lover yunjae ny kurang gress gitu ya.. aku jg lbh suka yg ini.. daebak.. aq jg mikirin minnie..hehehe.. apdet terus saki.. than thanks banyak yahh

    ReplyDelete
  4. sikap yunho ke jae sering berubah ubah kadang lembut kadang berubah jadi kejam
    kasian bngt jj jadi pemuas napsu beruang mesum itu

    ReplyDelete
  5. OMO!! Ya ampun!!
    Jadi jg gawangnya Jaejae dibobol sama Yunho..
    Sshhh....Kyanya sakit ya? Yg sabar ya Jae...xD

    ReplyDelete