Saturday, February 22

[Remake] Salang-Ui Ba Chapter 11


Percintaan mereka sangat penuh gairah dan luar biasa nikmatnya. Jaejoong mencengkeram punggung Yunho yang berotot, melupakan rasa sakit di kepalanya, terlalu larut dalam kenikmatan yang mendera tubuhnya. Yunho berusaha bergerak selembut mungkin tetapi gairahnya mengalahkan akal sehatnya, dia bergerak dengan penuh gejolak, membawa Jaejoong bersamanya. Dan akhirnya ketika puncak itu datang, tubuh mereka menyatu dengan begitu eratnya, dalam ombak kepuasan yang bergulung-gulung menghantam tubuh mereka.
Ketika Yunho menarik tubuhnya dengan hati-hati dari Jaejoong dan berbaring di sebelahnya dengan lengan masih memeluknya erat, Jaejoong sudah terlalu kelelahan untuk bergerak. sungguh mimpi yang luar biasa nikmatnya, desah Jaejoong dalam hati, masih menggelenyar dalam sisa-sisa kenikmatan yang begitu memuaskan.
Ah, bahkan dalam mimpinya itu, dia bisa merasakan dengan jelas kecupan lembut Yunho di dahinya sebelum namja itu pergi.

salang-ui ba
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong, Jung Yunho
©their self

Sleep with the Devil
©Shanty Agatha
Ketika terbangun di pagi harinya, Jaejoong baru sadar bahwa itu semua bukanlah mimpi. Oh ya, bajunya memang terpasang rapi dan semuanya tampak baik-baik saja. Tetapi rasa pegal dan kelembapan yang khas di antara ke dua pahanya serta aroma parfum Yunho yang tertinggal di seluruh tubuhnya membuatnya sadar bahwa semalam, Yunho benar-benar berkunjung ke kamarnya dan bercinta dengannya.
Namja itu memperkosanya lagi ketika dia tidak sadar. Jaejoong mengernyit, mencoba menahan rasa terhina yang menyesakkan dadanya.
Tetapi, apakah benar itu perkosaan? Malam kemarin Jaejoong amat sangat bersedia untuk bercinta dengan Yunho. Bahkan dia mengalami orgasme! Ya, bahkan tubuhnya pun masih mengingat kenikmatan luar biasa yang didapatnya semalam.
Apakah bisa mencapai kepuasan ketika kau di perkosa? Jaejoong memegang pipinya yang memanas dengan jemarinya, merasa malu dan jijik pada dirinya sendiri, mungkin memang benar di dalam dirinya tersembunyi yeoja jalang, yang kemarin akhirnya keluar dan menguasai tubuhnya.
Jaejoong telah ditaklukkan dalam pesona gairah Yunho yang luar biasa ahli. Dan sekarang ketakutan menerpa dirinya, bagaimana kalau pada akhirnya nanti dia menyerah dan dengan senang hati menjadi yeoja murahan yang bersedia menjadi kekasih Yunho, bertekuk lutut di kaki namja itu seperti yeoja-yeoja yang Lain?
Bagaimana dia mempertanggung jawabkan dirinya kepada appa dan eommanya nanti?
"Kau tampak sedih."
Suara itu membuat Jaejoong terlonjak kaget, dia menoleh dan mendapati dokter Lee berdiri di pintu, menatapnya cemas, "Gwenchana?"
Kenapa hidupku tidak bisa biasa-biasa saja? Tiba-tiba Jaejoong merasa sedih atas perjajaejoongn hidupnya. Dihadapkan pada dokter Lee yang selalu tampak ceria dan tanpa beban membuat Jaejoong ingin menangis, dan matanya mulai berkaca-kaca.
"Hei... Hei." dokter Lee mendekati ranjang dan menyentuh lengan Jaejoong, "Wae Jae? Gwenchana?"
Jaejoong menganggukkan kepalanya, mengusap air matanya dengan malu,
"Nan Gwenchanayo uisanim..."
Dengan ragu, dokter Lee duduk di tepi ranjang,
"Apakah kau bertengkar dengan kekasihmu, Tuan Jung...Arra, mengingat sifat keras dan dominannya yang terkenal itu. Pasti berat menjadi kekasihnya."
Jaejoong menatap dokter Lee tajam,
"Aku bukan kekasihnya, aku membencinya setengah mati hingga ingin membunuhnya." desis Jaejoong penuh kemarahan.
Dokter Lee terpana kaget,
"Mwo? Bukankah... Bukankah..."
"Uisanim, aku bukan kekasihnya, aku disekap dirumahnya selama ini..." dan semua cerita itu mengalir dari mulut Jaejoong, mulai dari kisah bisnis ayahnya dengan Yunho, kematian kedua orang tuanya, usahanya membalas dendam, sampai kemudian dia berakhir dalam sekapan Yunho.
Dokter Lee mendengarkan semua dengan takjub, dan ketika semua kisah itu berakhir, dokter Lee menatap Jaejoong tak percaya,
"Wow...chankamman, beri aku waktu, aku tak tahu harus bicara apa."
Jaejoong menatap dokter Lee penuh tekat,
"Saya mohon bantuan dokter untuk melepaskan saya dari sini, hanya dokter dan perawat dokter yang boleh masuk ke ruangan ini, sedangkan di luar semua penjaga berjaga ketat, Jebal uisanim, saya sudah melupakan dendam saya, yang saya inginkan hanyalah melepaskan diri dari cengkeraman Yunho, dia namja yang sangat jahat dan kejam, mungkin saya akan berakhir mati di tangannya."
Dokter Lee tercenung mendengar kata-kata Jaejoong,
"Oke...aku akan mencari cara, meskipun sepertinya sulit," namja itu berdehem, "Aku tidak menyangka kalau reputasi jahat Tuan jung memang benar adanya, menyekap yeoja tidak bersalah dan memaksanya menjadi kekasihnya, itu benar-benar tidak bisa dibenarkan." dengan penuh keyakinan, dokter Lee menggenggam kedua tangan Jaejoong, "Aku akan mengabarimu nanti, yang pasti, aku akan membantumu Jae, supaya kau bisa lepas dari Tuan jung yang jahat."
.
.
.
.
.
Yunho masuk ke kamar, hanya selang beberapa menit setelah dokter Lee pergi, dan Jaejoong senang karenanya, itu berarti tidak mungkin Yunho mendengar percakapannya dengan dokter Lee tadi,
"Bagaimana keadaanmu?" Yunho menatap Jaejoong tajam tanpa senyum.
ketika Jaejoong menatap Yunho, mau tak mau kenangan percintaan mereka semalam berkelebatan di benaknya, tak tahan akan semua bayangan erotis itu, Jaejoong memalingkan mukanya,
"Bukan urusanmu."
"Jae," Yunho memanggil nama Jaejoong dengan nada jengkel, "Kau harus cepat sehat supaya aku bisa membawamu pulang, di sini tidak aman."
"Kau yang diincar oleh musuh-musuhmu, kenapa aku yang harus repot?" sela Jaejoong marah dengan tatapan berapi-api.
Yunho membalas tatapan Jaejoong tak kalah tajam,
"Karena kau adalah kekasihku, dan Jackal sedang mengincar kita berdua."
Jackal, siapa orang yang mau menyandang nama sebegitu mengerikan? Jaejoong mengernyitkan alisnya, bingung.
"Jackal adalah nama pembunuh bayaran yang disewa oleh musuhku." Yunho melirik buku jarinya yang memar, yang kemarin dipakainya untuk menghajar Siwon habis-habisan, sampai namja itu terkapar penuh darah, bahkan sudah tak mampu lagi memohon ampun kepadanya, "Dia selalu berhasil membunuh siapapun yang menjadi targetnya. Dan kemarin kita berhasil lolos dari kecelakaan yang direncanakan oleh Jackal...Psikopat itu tidak akan berhenti sebelum dia berhasil membunuh kita berdua."
Bulu kuduk Jaejoong meremang, orang bernama Jackal ini terdengar begitu mengerikan...
"Kau tidak aman di sini Jae," Yunho mengacak rambutnya frustasi, "Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Jackal, tidak ada yang tahu dia laki-laki atau yeoja, dia bisa menjadi siapapun, bahkan saat ini aku tidak bisa mempercayai pengawal-pengawalku sendiri, kecuali Changmin. Disini keadaanmu sangat riskan, di rumahku kau akan aman." Dengan tercenung Yunho mengawasi Jaejoong, "Kurasa kau sudah cukup sehat untuk pulang, nanti malam aku akan mengurus kepulanganmu dari rumah sakit ini."
Kalau dia pulang, maka kesempatannya untuk melarikan diri akan menguap begitu saja, pikir Jaejoong panik. Dia tidak boleh pulang ke rumah itu!
Dengan impulsif Jaejoong memegang kepalanya, pura-pura kesakitan,
"Kenapa Jae?" Yunho langsung bertanya cemas.
"Kepalaku...Kepalaku..." Jaejoong mengerang berusaha sebaik mungkin terdengar sakit.
"Uisa!" Yunho memanggil setengah berteriak dan dokter Lee yang kebetulan ada di dekat situ langsung masuk dengan cemas,
"Wae guraeyo Tuan jung?"
"Dia kesakitan!" suara Yunho meninggi, "Kupikir kondisinya lebih baik sehingga besok dia bisa pulang, tetapi dia kesakitan, kenapa dia kesakitan?? Kau bilang lukanya akan membaik..."
Dengan cepat dokter Lee menangkap isyarat mata Jaejoong dan membaca situasi, dia berdehem mencoba terdengar serius, "Seperti yang saya bilang, kondisinya masih belum stabil Tuan jung, kadang dia tampak baik, tapi kadang goncangan sekecil apapun bisa membuatnya kesakitan, saya menganjurkan anda tidak membawanya pulang dulu, atau kesembuhannya akan terhambat."
Yunho tercenung dan menatap Jaejoong frustasi, "Oke. Sembuhkan dia dulu!" gumamnya dingin
Dan Jaejoong mendesah lega dalam hati, kesempatannya untuk melarikan diri masih ada.
.
.
.
.
.
Malam itu jam delapan, jadwal pemeriksaan Jaejoong oleh dokter Lee, namja itu datang tepat waktu, kali ini membawa perawat,
Ketika Jaejoong menyadari dokter Lee memasuki ruangan, dia langsung terduduk tegak, waspada.
"Uisa.."
Dokter Lee memberi isyarat, menyuruh Jaejoong menutup mulutnya. Lalu mempersiapkan jarum suntik.
Yang tidak disangka Jaejoong, ketika perawat itu sedang memeriksa infus Jaejoong, dokter Lee tiba-tiba menusukkan jarum suntik itu ke tubuh perawat itu. Dalam hitungan detik, tubuh perawat itu langsung ambruk tak sadarkan diri. Dokter Lee menopang tubuh perawat itu dan menyandarkannya di ranjang,
"Kau bisa bangun?" Tanya dokter Lee cepat.
Jaejoong masih terpana akan kesigapan gerakan dokter Lee, sampai kemudian dia sadar bahwa dokter Lee sedang bertanya padanya, dia langsung menganggukkan kepalanya,
"Bagus, bisakah kau menukar bajumu dengan baju perawat ini? Aku akan menutup tirai untuk memberi prifasi." dokter Lee langsung menutup tirai dan menunggu di luar tirai.
Detik itu juga Jaejoong sadar, ini adalah rencana dokter Lee untuk melepaskannya!
Dengan sigap, melupakan bahwa kepalanya masih sakit, Jaejoong mencoba berdiri, dan ketika bisa, dia langsung melepas pakaiannya dan menukarnya dengan baju perawat itu. Setelah semua beres, Jaejoong memanggil dokter Lee yang segera mengangkat perawat yang masih pingsan itu dan membaringkannya di ranjang, lalu menyelimuti perawat itu.
"Kau harus bersikap biasa dan tidak mencurigakan." gumam dokter Lee ketika Jaejoong sedang memasang topi perawat di kepalanya, lalu mendekap papan pemeriksaan di dadanya, "Kkaja."
Jantung Jaejoong berdegup kencang ketika dokter Lee membuka pintu.
Dua penjaga yang ditempatkan Yunho di Pintu tampak sedang bercakap-cakap, dokter Lee mengangguk kepada mereka dan mereka membalas dengan senyum.
Posisi tubuh dokter Lee menutupi Jaejoong sehingga tidak kelihatan, lalu dia menggiring Jaejoong menuju lorong meninggalkan pengawal itu jauh di belakang,
Ketika akhirnya mereka membelok dilorong tanpa ketahuan, Jaejoong menarik napas, lega luar biasa. Dokter Lee mengajak Jaejoong setengah berlari ke tempat parkir, menuju kebebasannya.
.
.
.
.
.
Changmin menyerahkan berkas-berkas itu kepada Yunho yang duduk di sofa,
"Ini beberapa orang yang mungkin bisa kita curigai."
Yunho mengambil berkas itu dan membacanya, lalu membolak-baliknya. Matanya terpaku pada salah satu foto di berkas itu,
"Kenapa dia masuk ke daftar ini?"
Changmin melirik berkas itu. 
"Karena kami memfilter semua pegawai rumah sakit yang masuk kurang dari 2 bulan sebelum kejadian kecelakaan itu."
Yunho mengernyit lama. Sebelum kemudian wajahnya menegang.
"Dia punya akses bebas masuk ke ruangan Jaejoong, kita harus ke rumah sakit segera!"
Yunho meraih jasnya dan melangkah tergesa ke pintu diikuti Changmin. Dan pada saat bersamaan, pintu di sisi lainnya terbuka, beberapa pengawal Yunho masuk dengan wajah panik dan nafas terengah.
"Tuan jung, Jaejoong melarikan diri dari rumah sakit!!"
.
.
.
.
.
To Be Continue

7 comments:

  1. Dan menurutku, jackal itu ya si doker lee... !!! Bener kan??? Aigooo! Jae dbawa kmana???

    ReplyDelete
  2. Anonymous10:33 PM

    Dr. Lee..wahh psikopat tuh..mn ada dokter selihai itu smpe membius perawat segala

    ReplyDelete
  3. jangan bilang dokterlee tu jackal?

    ReplyDelete
  4. jae ketipu sama dr lee pinter bngt dr lee akting nya .....
    pura2 ga tau dan kaget dngr jae cerita padahal ...dia jlas lebih tau

    ReplyDelete
  5. Yah Jae kenapa kabur, jelas Yun berbicara benar, ish jinja~
    Yun emang posesif dan otoriter, tapi dia aslinya baik

    Apa mungkin Dr Lee itu?
    Aigooo~

    ReplyDelete
  6. Up jghan2 jacky i2 dokter lee ea

    ReplyDelete
  7. Perasaanku ga enak nih sama dokter Lee...

    ReplyDelete