Percintaan mereka sangat penuh gairah dan luar biasa nikmatnya. Jaejoong mencengkeram punggung Yunho yang berotot, melupakan rasa sakit di kepalanya, terlalu larut dalam kenikmatan yang mendera tubuhnya. Yunho berusaha bergerak selembut mungkin tetapi gairahnya mengalahkan akal sehatnya, dia bergerak dengan penuh gejolak, membawa Jaejoong bersamanya. Dan akhirnya ketika puncak itu datang, tubuh mereka menyatu dengan begitu eratnya, dalam ombak kepuasan yang bergulung-gulung menghantam tubuh mereka.
Ketika
Yunho menarik tubuhnya dengan hati-hati dari Jaejoong dan berbaring di
sebelahnya dengan lengan masih memeluknya erat, Jaejoong sudah terlalu
kelelahan untuk bergerak. sungguh mimpi yang luar biasa nikmatnya, desah
Jaejoong dalam hati, masih menggelenyar dalam sisa-sisa kenikmatan yang begitu
memuaskan.
Ah,
bahkan dalam mimpinya itu, dia bisa merasakan dengan jelas kecupan lembut Yunho
di dahinya sebelum namja itu pergi.
salang-ui
ba
©Kitahara Saki
Kim
Jaejoong, Jung Yunho
©their self
Sleep with
the Devil
©Shanty Agatha
Ketika
terbangun di pagi harinya, Jaejoong baru sadar bahwa itu semua bukanlah mimpi.
Oh ya, bajunya memang terpasang rapi dan semuanya tampak baik-baik saja. Tetapi
rasa pegal dan kelembapan yang khas di antara ke dua pahanya serta aroma parfum
Yunho yang tertinggal di seluruh tubuhnya membuatnya sadar bahwa semalam, Yunho
benar-benar berkunjung ke kamarnya dan bercinta dengannya.
Namja
itu memperkosanya lagi ketika dia tidak sadar. Jaejoong mengernyit, mencoba
menahan rasa terhina yang menyesakkan dadanya.
Tetapi,
apakah benar itu perkosaan? Malam kemarin Jaejoong amat sangat bersedia untuk
bercinta dengan Yunho. Bahkan dia mengalami orgasme! Ya, bahkan tubuhnya pun
masih mengingat kenikmatan luar biasa yang didapatnya semalam.
Apakah
bisa mencapai kepuasan ketika kau di perkosa? Jaejoong memegang pipinya yang
memanas dengan jemarinya, merasa malu dan jijik pada dirinya sendiri, mungkin
memang benar di dalam dirinya tersembunyi yeoja jalang, yang kemarin akhirnya
keluar dan menguasai tubuhnya.
Jaejoong
telah ditaklukkan dalam pesona gairah Yunho yang luar biasa ahli. Dan sekarang
ketakutan menerpa dirinya, bagaimana kalau pada akhirnya nanti dia menyerah dan
dengan senang hati menjadi yeoja murahan yang bersedia menjadi kekasih Yunho,
bertekuk lutut di kaki namja itu seperti yeoja-yeoja yang Lain?
Bagaimana dia mempertanggung jawabkan
dirinya kepada appa dan eommanya nanti?
"Kau
tampak sedih."
Suara
itu membuat Jaejoong terlonjak kaget, dia menoleh dan mendapati dokter Lee
berdiri di pintu, menatapnya cemas, "Gwenchana?"
Kenapa
hidupku tidak bisa biasa-biasa saja? Tiba-tiba Jaejoong merasa sedih atas perjajaejoongn
hidupnya. Dihadapkan pada dokter Lee yang selalu tampak ceria dan tanpa beban
membuat Jaejoong ingin menangis, dan matanya mulai berkaca-kaca.
"Hei...
Hei." dokter Lee mendekati ranjang dan menyentuh lengan Jaejoong, "Wae
Jae? Gwenchana?"
Jaejoong
menganggukkan kepalanya, mengusap air matanya dengan malu,
"Nan
Gwenchanayo uisanim..."
Dengan
ragu, dokter Lee duduk di tepi ranjang,
"Apakah
kau bertengkar dengan kekasihmu, Tuan Jung...Arra, mengingat sifat keras dan
dominannya yang terkenal itu. Pasti berat menjadi kekasihnya."
Jaejoong
menatap dokter Lee tajam,
"Aku
bukan kekasihnya, aku membencinya setengah mati hingga ingin membunuhnya."
desis Jaejoong penuh kemarahan.
Dokter
Lee terpana kaget,
"Mwo?
Bukankah... Bukankah..."
"Uisanim,
aku bukan kekasihnya, aku disekap dirumahnya selama ini..." dan semua
cerita itu mengalir dari mulut Jaejoong, mulai dari kisah bisnis ayahnya dengan
Yunho, kematian kedua orang tuanya, usahanya membalas dendam, sampai kemudian
dia berakhir dalam sekapan Yunho.
Dokter
Lee mendengarkan semua dengan takjub, dan ketika semua kisah itu berakhir, dokter
Lee menatap Jaejoong tak percaya,
"Wow...chankamman,
beri aku waktu, aku tak tahu harus bicara apa."
Jaejoong
menatap dokter Lee penuh tekat,
"Saya
mohon bantuan dokter untuk melepaskan saya dari sini, hanya dokter dan perawat
dokter yang boleh masuk ke ruangan ini, sedangkan di luar semua penjaga berjaga
ketat, Jebal uisanim, saya sudah melupakan dendam saya, yang saya inginkan
hanyalah melepaskan diri dari cengkeraman Yunho, dia namja yang sangat jahat
dan kejam, mungkin saya akan berakhir mati di tangannya."
Dokter
Lee tercenung mendengar kata-kata Jaejoong,
"Oke...aku
akan mencari cara, meskipun sepertinya sulit," namja itu berdehem,
"Aku tidak menyangka kalau reputasi jahat Tuan jung memang benar adanya,
menyekap yeoja tidak bersalah dan memaksanya menjadi kekasihnya, itu
benar-benar tidak bisa dibenarkan." dengan penuh keyakinan, dokter Lee
menggenggam kedua tangan Jaejoong, "Aku akan mengabarimu nanti, yang
pasti, aku akan membantumu Jae, supaya kau bisa lepas dari Tuan jung yang
jahat."
.
.
.
.
.
Yunho
masuk ke kamar, hanya selang beberapa menit setelah dokter Lee pergi, dan Jaejoong
senang karenanya, itu berarti tidak mungkin Yunho mendengar percakapannya
dengan dokter Lee tadi,
"Bagaimana
keadaanmu?" Yunho menatap Jaejoong tajam tanpa senyum.
ketika Jaejoong
menatap Yunho, mau tak mau kenangan percintaan mereka semalam berkelebatan di
benaknya, tak tahan akan semua bayangan erotis itu, Jaejoong memalingkan
mukanya,
"Bukan
urusanmu."
"Jae,"
Yunho memanggil nama Jaejoong dengan nada jengkel, "Kau harus cepat sehat
supaya aku bisa membawamu pulang, di sini tidak aman."
"Kau
yang diincar oleh musuh-musuhmu, kenapa aku yang harus repot?" sela Jaejoong
marah dengan tatapan berapi-api.
Yunho
membalas tatapan Jaejoong tak kalah tajam,
"Karena
kau adalah kekasihku, dan Jackal sedang mengincar kita berdua."
Jackal,
siapa orang yang mau menyandang nama sebegitu mengerikan? Jaejoong
mengernyitkan alisnya, bingung.
"Jackal
adalah nama pembunuh bayaran yang disewa oleh musuhku." Yunho melirik buku
jarinya yang memar, yang kemarin dipakainya untuk menghajar Siwon habis-habisan,
sampai namja itu terkapar penuh darah, bahkan sudah tak mampu lagi memohon
ampun kepadanya, "Dia selalu berhasil membunuh siapapun yang menjadi
targetnya. Dan kemarin kita berhasil lolos dari kecelakaan yang direncanakan
oleh Jackal...Psikopat itu tidak akan berhenti sebelum dia berhasil membunuh
kita berdua."
Bulu
kuduk Jaejoong meremang, orang bernama Jackal ini terdengar begitu
mengerikan...
"Kau
tidak aman di sini Jae," Yunho mengacak rambutnya frustasi, "Tidak
ada seorangpun yang pernah melihat Jackal, tidak ada yang tahu dia laki-laki
atau yeoja, dia bisa menjadi siapapun, bahkan saat ini aku tidak bisa
mempercayai pengawal-pengawalku sendiri, kecuali Changmin. Disini keadaanmu
sangat riskan, di rumahku kau akan aman." Dengan tercenung Yunho mengawasi
Jaejoong, "Kurasa kau sudah cukup sehat untuk pulang, nanti malam aku akan
mengurus kepulanganmu dari rumah sakit ini."
Kalau
dia pulang, maka kesempatannya untuk melarikan diri akan menguap begitu saja,
pikir Jaejoong panik. Dia tidak boleh pulang ke rumah itu!
Dengan
impulsif Jaejoong memegang kepalanya, pura-pura kesakitan,
"Kenapa
Jae?" Yunho langsung bertanya cemas.
"Kepalaku...Kepalaku..."
Jaejoong mengerang berusaha sebaik mungkin terdengar sakit.
"Uisa!"
Yunho memanggil setengah berteriak dan dokter Lee yang kebetulan ada di dekat
situ langsung masuk dengan cemas,
"Wae
guraeyo Tuan jung?"
"Dia
kesakitan!" suara Yunho meninggi, "Kupikir kondisinya lebih baik
sehingga besok dia bisa pulang, tetapi dia kesakitan, kenapa dia kesakitan??
Kau bilang lukanya akan membaik..."
Dengan
cepat dokter Lee menangkap isyarat mata Jaejoong dan membaca situasi, dia
berdehem mencoba terdengar serius, "Seperti yang saya bilang, kondisinya
masih belum stabil Tuan jung, kadang dia tampak baik, tapi kadang goncangan
sekecil apapun bisa membuatnya kesakitan, saya menganjurkan anda tidak
membawanya pulang dulu, atau kesembuhannya akan terhambat."
Yunho
tercenung dan menatap Jaejoong frustasi, "Oke. Sembuhkan dia dulu!"
gumamnya dingin
Dan Jaejoong
mendesah lega dalam hati, kesempatannya untuk melarikan diri masih ada.
.
.
.
.
.
Malam
itu jam delapan, jadwal pemeriksaan Jaejoong oleh dokter Lee, namja itu datang
tepat waktu, kali ini membawa perawat,
Ketika Jaejoong
menyadari dokter Lee memasuki ruangan, dia langsung terduduk tegak, waspada.
"Uisa.."
Dokter
Lee memberi isyarat, menyuruh Jaejoong menutup mulutnya. Lalu mempersiapkan
jarum suntik.
Yang
tidak disangka Jaejoong, ketika perawat itu sedang memeriksa infus Jaejoong, dokter
Lee tiba-tiba menusukkan jarum suntik itu ke tubuh perawat itu. Dalam hitungan
detik, tubuh perawat itu langsung ambruk tak sadarkan diri. Dokter Lee menopang
tubuh perawat itu dan menyandarkannya di ranjang,
"Kau
bisa bangun?" Tanya dokter Lee cepat.
Jaejoong
masih terpana akan kesigapan gerakan dokter Lee, sampai kemudian dia sadar
bahwa dokter Lee sedang bertanya padanya, dia langsung menganggukkan kepalanya,
"Bagus,
bisakah kau menukar bajumu dengan baju perawat ini? Aku akan menutup tirai
untuk memberi prifasi." dokter Lee langsung menutup tirai dan menunggu di
luar tirai.
Detik
itu juga Jaejoong sadar, ini adalah rencana dokter Lee untuk melepaskannya!
Dengan
sigap, melupakan bahwa kepalanya masih sakit, Jaejoong mencoba berdiri, dan
ketika bisa, dia langsung melepas pakaiannya dan menukarnya dengan baju perawat
itu. Setelah semua beres, Jaejoong memanggil dokter Lee yang segera mengangkat
perawat yang masih pingsan itu dan membaringkannya di ranjang, lalu menyelimuti
perawat itu.
"Kau
harus bersikap biasa dan tidak mencurigakan." gumam dokter Lee ketika Jaejoong
sedang memasang topi perawat di kepalanya, lalu mendekap papan pemeriksaan di
dadanya, "Kkaja."
Jantung
Jaejoong berdegup kencang ketika dokter Lee membuka pintu.
Dua
penjaga yang ditempatkan Yunho di Pintu tampak sedang bercakap-cakap, dokter
Lee mengangguk kepada mereka dan mereka membalas dengan senyum.
Posisi
tubuh dokter Lee menutupi Jaejoong sehingga tidak kelihatan, lalu dia
menggiring Jaejoong menuju lorong meninggalkan pengawal itu jauh di belakang,
Ketika
akhirnya mereka membelok dilorong tanpa ketahuan, Jaejoong menarik napas, lega
luar biasa. Dokter Lee mengajak Jaejoong setengah berlari ke tempat parkir,
menuju kebebasannya.
.
.
.
.
.
Changmin
menyerahkan berkas-berkas itu kepada Yunho yang duduk di sofa,
"Ini
beberapa orang yang mungkin bisa kita curigai."
Yunho
mengambil berkas itu dan membacanya, lalu membolak-baliknya. Matanya terpaku
pada salah satu foto di berkas itu,
"Kenapa
dia masuk ke daftar ini?"
Changmin
melirik berkas itu.
"Karena
kami memfilter semua pegawai rumah sakit yang masuk kurang dari 2 bulan sebelum
kejadian kecelakaan itu."
Yunho
mengernyit lama. Sebelum kemudian wajahnya menegang.
"Dia
punya akses bebas masuk ke ruangan Jaejoong, kita harus ke rumah sakit
segera!"
Yunho
meraih jasnya dan melangkah tergesa ke pintu diikuti Changmin. Dan pada saat
bersamaan, pintu di sisi lainnya terbuka, beberapa pengawal Yunho masuk dengan
wajah panik dan nafas terengah.
"Tuan
jung, Jaejoong melarikan diri dari rumah sakit!!"
.
.
.
.
.
To Be Continue

Dan menurutku, jackal itu ya si doker lee... !!! Bener kan??? Aigooo! Jae dbawa kmana???
ReplyDeleteDr. Lee..wahh psikopat tuh..mn ada dokter selihai itu smpe membius perawat segala
ReplyDeletejangan bilang dokterlee tu jackal?
ReplyDeletejae ketipu sama dr lee pinter bngt dr lee akting nya .....
ReplyDeletepura2 ga tau dan kaget dngr jae cerita padahal ...dia jlas lebih tau
Yah Jae kenapa kabur, jelas Yun berbicara benar, ish jinja~
ReplyDeleteYun emang posesif dan otoriter, tapi dia aslinya baik
Apa mungkin Dr Lee itu?
Aigooo~
Up jghan2 jacky i2 dokter lee ea
ReplyDeletePerasaanku ga enak nih sama dokter Lee...
ReplyDelete