"Yoochun ada di luar? Bagaimana jika nanti ada karyawan yang kebetulan ke klinik?"
"Itulah gunanya Yoochun di luar, tapi kalau
sampai terjadipun aku akan bilang kalau aku sedang mencarimu meminta
resep."
Junsu mengangguk,
"Aku akan bergabung dengan Yoochun di luar,
jangan berbuat macam-macam ya!"
Yunho tersenyum mendengar ancaman Junsu. Yeoja itu
adalah istri dari sahabatnya, dan merekapun ahkirnya bersahabat. Sayangnya
suami Junsu meninggal dalam kecelakaan tragis di jalan tol beberapa tahun lalu,
sejak itu Junsu membentengi diri dengan mulut tajam dan sifatnya yang ketus,
padahal sebenarnya dia adalah yeoja penyayang, sikap ketusnya itu tidak mempan
pada Yunho dan Yoochun, Yunho melirik keluar, seandainya saja Junsu bisa
melirik Yoochun, bagus sekali kalau sahabat-sahabatnya itu bersatu.
Dengan langkah pelan Yunho melangkah ke tepi
ranjang berdiri di samping Jaejoong yang tertidur pulas,
Benar, wajahnya pucat sekali, kenapa Yunho tidak
menyadarinya dari semalam?
Tangan Yunho menyentuh dahi Jaejoong, yeoja ini
demam! Badannya panas sekali...
"Jadi kau ingin mengantar pulang
Jaejoong?"
Sacrificio de Amor
©Kitahara
Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their
Self
A Romantic Story About Jaejoong
©Santhy
Agatha
Junsu tiba-tiba bersuara di pintu dengan agak
keras, sengaja memberi peringatan kepada Yunho.
Yunho langsung menjauh dan berdiri di depan meja
kerja Junsu.
Pintu terbuka dan tampak seorang namja, rekan kerja
Jaejoong tapi Yunho lupa namanya, masuk membawa tas Jaejoong yang tertinggal di
ruangannya, disusul oleh Junsu dan Yoochun di belakangnya.
Rekan kerja Jaejoong itu tampak sangat kaget
mengetahui Yunho, CEO perusahaan yang hanya pernah dia lihat dari foto,
sekarang berdiri langsung di depannya, wajahnya langsung pucat pasi,
"Aaaa...aaandaa....", namja itu bahkan
tak sanggup berkata-kata karena kagetnya, Yunho menatap sekilas seolah tak
peduli,
"Ya, Saya memang benar Yunho",
dipasangnya ekspresi paling dingin,
"Saya ada urusan dengan Junsu uisa, tapi
silahkan selesaikan urusan anda dulu, saya bisa menunggu."
"Seunghyun hanya ingin menjemput rekannya yang
pingsan dan mengantarkannya pulang Yunho",
Yoochun menyela di belakang Junsu tapi matanya
menatap Yunho penuh peringatan.
Pulang? Yunho mengernyit, tapi Jaejoong kan
sekarang tinggal di apartement mewah yang dia belikan, tidak mungkin dia
membiarkan Seunghyun mengantar Jaejoong pulang!
"Saa ...saya hanya sebentar, saya akan
mengangkat Jaejoong dan mengantar pulang, kebetulan saya ada janji temu dengan
kilen di dekat apartment Jaejoong jadi sekalian, mohon maaf, silahkan uisanim
jika ada urusan dengan tuan Jung"
Seunghyun cepat-cepat membalikkan tubuh tak tahan
menghadapi tatapan tajam Yunho, memang benar gosip yang beredar, tuan Jung CEO
mereka ini terkenal sangat dingin dan tidak berperasaan, bahkan aslinya lebih
menakutkan, wajahnya sangat rupawan tapi aura membunuh disekelilingnya sangat
kental.
Yunho masih terpaku di situ, apartment Jaejoong? Si
bodoh ini pasti masih mengira Jaejoong masih tinggal di apartmentnya yang lama.
Dan.. Apa yang dilakukan namja itu ??? Dia menyentuh tubuh Jaejoong ??!
Yunho hampir menyeberangi ruangan untuk menepiskan
tangan Seunghyun yang mencoba menggendong Jaejoong ketika Suara Junsu menyela
dengan cepat, menyadari gawatnya situasi yang terjadi,
"Jangan Seunghyun", perintahnya membuat
Seunghyun meletakkan tubuh Jaejoong kembali dan menatap Junsu penuh tanda
tanya,
"aku memberi obat tidur untuknya supaya dia
bisa beristirahat, kalau kau mengantarkannya pulang dalam kondisi seperti itu, siapa yang akan
menjaganya nanti? Lebih baik biarkan dia beristirahat dan tidur di sini
dulu"
Seunghyun menyadari kebenaran perkataan dokter
Junsu dan cepat-cepat menyetujuinya. Lagipula dia ingin cepat-cepat keluar dari
ruangan ini.
Sang CEO hanya berdiri membatu di sudut ruangan
tapi tatapan matanya mengerikan, seperti akan membunuhnya dengan tangan kosong!
Ah, mungkin dia hanya sedang tidak enak badan,
Seunghyun berusaha menenangkan dirinya, lalu mengangguk,
"Baiklah saya akan meninggalkannya dulu, nanti
kalau dia sadar saya akan menjemputnya lagi" gumamnya sambil meletakkan
tas Jaejoong di kursi dan hampir melonjak kaget ketika Yunho berseru dalam
bahasa cina yang tidak dimengertinya,
Junsu agak menahan
senyum karena dia tahu arti kata-kata Yunho, 'Langkahi dulu mayatku',
itu artinya
"Tidak usah Seunghyun, biar aku yang
mengantarnya sekalian pulang nanti"
Seunghyun mengangguk, sebenarnya dia ingin
membantah, dia ingin mengantar Jaejoong, sebenarnya sejak dulu dia sudah suka
pada Jaejoong tetapi belum berani mengungkapkannya karena Jaejoong terlihat begitu
tertutup, kejadian ini dianggapnya sebagai kesempatan mendekati Jaejoong, tapi
mengingat aura tak nyaman di ruangan ini, Seunghyun memutuskan menyerah,
mungkin lain kali, putusnya
Lalu melangkah ke luar setelah mengangguk pada
semuanya, tak bisa menahan untuk mempercepat langkahnya keluar dari situ.
"Aku yang akan membawanya pulang", Yunho
bergumam memecah keheningan.
"Kau ada rapat satu jam lagi, hyung",
sela Yoochun tajam.
"Batalkan, mereka akan menyesuaikan jadwalnya
denganku"
Junsu dan Yoochun hanya bisa berpandangan, lalu
mengangkat bahu.
.
.
.
.
Ketika Jaejoong membuka mata dia sudah ada di
ranjangnya, mengenakan salah satu piyama sutra hitam milik Yunho, namja itu
sedang duduk di ranjang di sebelahnya,bersila dengan menghadap notebooknya,
wajahnya serius sekali. Jaejoong merasa pusingnya sudah hilang, tapi rasa nyeri
di tubuhnya belum hilang juga, sepertinya dia masih demam.
Seolah merasakan gerakan Jaejoong, Yunho menoleh,
dan tersenyum.
"Tadi aku mencari piyama untukmu, ternyata kau
tak punya piyama ataupun gaun tidur ya? Aku tidak tahu sebelumnya karena aku
selalu menelanjangimu sebelum tidur"
Wajah Jaejoong memerah, bisa bisanya Yunho memilih
kata-kata itu sebagai kalimat sapaan pembukanya.
"Kenapa aku tiba-tiba sudah di rumah? Jam
berapa ini?"
Yunho mengangkat alisnya,
"Kau tidak tahu? Tadi pagi kau pingsan lalu
Junsu menyuntikmu dengan obat yang membuatmu tidur, tapi aku harus mengajukan
komplain karena sepertinya dosisnya terlalu besar, kau tertidur hampir sepuluh
jam....sekarang sudah jam delapan malam"
Jaejoong terperangah,
"Jam delapan malam?"
Yunho tersenyum,
"Besok-besok kalau kau merasa tidak enak badan
jangan memaksakan diri untuk masuk, kau sangat merepotkanku, aku terpaksa
pulang setengah hari untuk menjagamu"
Wajah Jaejoong memucat, dia telah mengganggu
kesibukan Yunho! Padahal namja itu punya jadwal yang sangat padat dan terpaksa
meninggalkannya hanya gara-gara dia pingsan.
"Mi...mianhe...", suara Jaejoong
terdengar lemah, penuh penyesalan.
Yunho menoleh mendengar nada suara Jaejoong, lalu
menutup notebooknya dan meletakkannya di meja samping ranjang,
"Aku tidak memarahimu, lagipula sudah lama aku
tidak mengambil cuti", dengan lembut Yunho meletakkan tangannya di dahi
Jaejoong, "sudah mendingan, tadi kau panas sekali tahu, aku sampai
mengkompresmu dengan air es"
Jaejoong memejamkan matanya merasakan tangan Yunho
yang sejuk di dahinya, kenapa namja ini begitu lembut dan penuh perhatian?
Sudah lama sekali rasanya sejak ada yang memperhatikan dirinya. Setelah kedua
orang tuanya meninggal, Jaejoong selalu berjuang sendirian, tidak pernah sama
sekali mengijinkan dirinya menjadi lemah. Sekarang, perhatian yang begitu
lembut dari Yunho entah kenapa membuat dadanya sesak,
"Kau sudah bisa minum obatnya? Junsu
membawakan obat untuk kau minum, tunggu sebentar",
Yunho bangkit dari ranjang dan melangkah keluar
kamar,tak lama kemudian dia kembali membawa nampan, meletakkannya di meja
samping ranjang dan membantu Jaejoong duduk,
"Kau harus makan dulu sebelum minum
obat",
Aroma kuah yang sangat menggoda itu benar benar
membuat air liur menetes, Jaejoong menoleh ke atas nampan yang diletakkan di
pangkuannya, semangkuk sup jagung dan daging yang masih panas dengan aroma yang
sangat enak,
"Itu bukan bubur ayam, jadi kuharap kau tidak
memuntahkannya", ada nada geli dalam suara Yunho,
Mau tak mau Jaejoong tersenyum karena ternyata
Yunho masih teringat percakapan mereka kemarin.
Dengan pelan dia berusaha mengangkat sendok sup
itu, tapi Yunho menahannya,
"Aku suapi", gumamnya sambil mengambil
sendok itu.
Wajah Jaejoong memerah canggung, tapi ketika Yunho
mengarahkan sendok itu ke mulutnya ahkirnya dia membuka mulutnya pelan,
Dengan tenang Yunho menyuapi Jaejoong, setelah
selesai dia meletakkan mangkuk kosong itu ke sebelah ranjang,
"Ada yang menempel di bibirmu", tanpa
disangka Yunho mendekatkan wajahnya, lalu menjilat sudut bibir Jaejoong dengan
lembut, "sekarang sudah bersih", Yunho terkekeh melihat wajah
Jaejoong yang merah padam.
"Go..gomapta" gumam Jaejoong
terbata-bata.
Tiba-tiba saja Yunho meraih pundak Jaejoong dan
menciumnya, ciuman yang sangat dalam dan membakar, seolah-olah ingin melumat
bibir Jaejoong sampai habis, lama sekali Yunho mencium Jaejoong, sampai napas
mereka berdua terengah-engah ketika Yunho melepaskan ciumannya,
"Cheonma", gumam Yunho dengan parau
kemudian, "kalau begitu minum obatmu, setelah itu kau harus tidur
lagi."
Dengan patuh Jaejoong berbaring lagi di ranjang dan
membiarkan Yunho menyelimutinya.
Namja itu lalu duduk di ranjang di samping Jaejoong
dan menyalakan notebooknya lagi, lalu mulai tenggelam dalam pekerjaannya.
Jaejoong termenung agak lama, Yunho tidak
menyentuhnya malam ini, tetapi namja ini tetap bermalam di apartement ini untuk
merawatnya. Ternyata di balik sikap kejam dan arogannya, Masih ada sisi baik di
jiwanya.
Dengan pemikiran seperti itu, Jaejoong kembali
tertidur lelap.
.
.
.
.
Paginya dia terbangun dengan kondisi demam yang
lebih parah, sepertinya pertahanan tubuhnya sedang berperang melawan virus yang
menyerang tubuhnya,
Yunho sedang mengenakan dasinya, tapi dia segera
menghampiri Jaejoong yang mengerang karena panas tubuhnya tak tertahankan,
Dengan cemas, dia meletakkan tangannya di dahi
Jaejoong, astaga! Panas sekali, dengan cepat dia meraih handphonenya dan
memencet nomor Junsu, dijelaskannya secara terperinci tentang kondisi Jaejoong,
lalu diletakkannya termometer di tubuh Jaejoong sesuai instruksi Junsu,
"39 derajat!", Yunho berteriak tanpa
sadar, "Junsu ! Dia panas sekali, kenapa obat yang kau berikan kemarin
tidak membuat kondisinya membaik?!"
Didengarnya instruksi-instruksi Junsu di seberang
sana,
"Ne! Akan kuminumkan lagi, apa? seka seluruh
tubuhnya dengan air dingin? Oke, kapan kau bisa kesini untuk mengecek
kondisinya? Aku takut dia harus dibawa ke rumah sakit, baik....baik,
kutunggu!"
Yunho mengahkiri pembicaraan, lalu memencet
nomor-nomor lain, menelpon Yoochun dan jajaran direksinya, lalu memberikan
serentetan instruksi pekerjaan sebelum menutup telephon.
Dengan pelan dilonggarkan dasinya, dan digulungnya
lengan kemejanya, lalu dia berusaha mengguncang tubuh Jaejoong,
"Bangun Jae, kau harus mandi, badanmu panas
sekali."
Jawaban Jaejoong hanya berupa erangan tak jelas dan
seperti kesakitan, tentu saja, gadis ini badannya sangat panas!
Yunho melepas kancing piyama Jaejoong pelan-pelan
lalu melepas piyama itu, sampai Jaejoong telanjang. Kulit gadis itu memerah
karena suhu tubuhnya yang panas, dengan hati-hati dia mengangkat tubuh Jaejoong
ke kamar mandi, meletakkannya ke bathtub, lalu menyalakan keran air dingin.
Tubuh Jaejoong langsung berjingkat ketika air
dingin mengenai tubuhnya, tapi Yunho menahan,
"Dingin", erang Jaejoong dalam kondisi
setengah sadar.
"Tidak apa-apa,tahan,nanti kau akan
kuslimuti", bujuk Yunho lembut
Setelah selesai Yunho mengeringkan tubuh Jaejoong
lalu memakaikan piyamanya yang lain untuknya, dan mengangkat Jaejoong kembali
ke tempat tidur,lalu menyelimutinya dengan selimut yang tebal. Setelah itu dia
memaksa Jaejoong meminum obat yang rasanya pahit dan dengan lembut meminumkan
air untuknya.
Dalam kondisi setengah sadar, Jaejoong mengamati
keadaan Yunho, kemejanya setengah basah dengan dasi yang sudah dilepas dan
beberapa kancing yang terbuka sementara jasnya tergeletak begitu saja di sofa,
"Kau.....ti..dak ..ke kan..tor?", tanya
Jaejoong lemah.
Yunho yang sedang membuka kancing kemeja dan
melepaskan kemejanya yang basah menoleh dan tersenyum tipis,
"Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu dalam
kondisi seperti ini sendirian?"
"Aa...aaku tidak mau...merepotkan...mu",
gumam Jaejoong lagi, "i..ni cuma demam bia..sa..nanti juga sembuh"
Yunho mengganti kemejanya dengan t-shirt
santai,lalu duduk di tepi ranjang,
"Kau sekarang milikku Jae, kau tanggung
jawabku, kalau terjadi apa-apa denganmu,aku juga yang akan kesusahan
bukan?", gumamnya lembut tapi penuh makna.
Wajah Jaejoong memerah,dan memalingkan wajah, tapi
itu membuat Yunho tidak dapat menahan diri, diraihnya dagu Jaejoong
menghadapnya, tubuhnya setengah menindih tubuh Jaejoong, lalu dilumatnya bibir
Jaejoong dengan dalam dan penuh gairah, nafas mereka menjadi panas.
Dan Yunho hampir kehilangan kendali diri, dengan
sekuat tenaga diangkatnya bibirnya, napasnya terangah-engah. Tubuhnya menegang,
berteriak ingin dipuaskan kebutuhannya, tapi Yunho menahan diri.
Demi Tuhan !!!
yeoja ini sedang sakit!
Jaejoong merasakan gairah Yunho yang bangkit,
semalam namja ini menahan diri untuk tidak menyentuhnya, padahal Jaejoong tahu
Yunho punya kebutuhan fisik yang sangat besar. Melihat namja ini menahan diri
sampai menggertakkan gigi menyentuh hati Jaejoong.
Tanggannya menyentuh pipi Yunho, tak disangka Yunho
langsung memejamkan mata menempelkan pipinya
"Gwenchana", gumam Jaejoong lembut.
Mata itu terbuka bagaikan api biru yang
menyala-nyala,
"Kau sedang sakit!" geramnya.
Jaejoong tersenyum lalu merangkulkan lengannya ke
leher Yunho,
"Gwenchana Yunnie."
Dan Yunho menyerah pada gairahnya, sambil mengerang
dilumatnya bibir Jaejoong lagi, dan mereka pun tenggelam dalam gairah yang
panas.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue

perhatian yunho ke jae waktu sakit sangat luar biasa
ReplyDeleteyunho yang workaholic tiba2. lebih memilih untuk jagain jae dari pda prgi krja segitu cinta nya yun ke jae terlihat bngt rasa cemburu yunho yang sangat besar ...jaejoong kaya nya udah mulai membuka hati untuk yunho
What the "gwenchana yunnie" wahh jeje ga hnya merasa bersalah.. tp jg ada yg lain..apa itu ?
ReplyDeleteYeeee dah mulai nehhh sinyal C I N T A
ReplyDeleteSakiii ng-Butzzzz yaaaaa
Gomawo ^^
Ambleessss tuuu jaeomma aigooo appa bearer bener2 weleh-weleh -_-
ReplyDeleteYa ampun Yunho...
ReplyDeleteGa kira2 deh... Itu Jaejae lg sakit masih "dihajar" jg..
Pasrah bgt lg tuh si Jaejae..
Kyanya udah mulai ketularan pervynya tuh Jaejae..
Ckckck....