Wednesday, March 26

[Remake] Sacrificio de Amor Chapter XI


"Yoochun ada di luar? Bagaimana jika nanti ada karyawan yang kebetulan ke klinik?"
"Itulah gunanya Yoochun di luar, tapi kalau sampai terjadipun aku akan bilang kalau aku sedang mencarimu meminta resep."
Junsu mengangguk,
"Aku akan bergabung dengan Yoochun di luar, jangan berbuat macam-macam ya!"
Yunho tersenyum mendengar ancaman Junsu. Yeoja itu adalah istri dari sahabatnya, dan merekapun ahkirnya bersahabat. Sayangnya suami Junsu meninggal dalam kecelakaan tragis di jalan tol beberapa tahun lalu, sejak itu Junsu membentengi diri dengan mulut tajam dan sifatnya yang ketus, padahal sebenarnya dia adalah yeoja penyayang, sikap ketusnya itu tidak mempan pada Yunho dan Yoochun, Yunho melirik keluar, seandainya saja Junsu bisa melirik Yoochun, bagus sekali kalau sahabat-sahabatnya itu bersatu.
Dengan langkah pelan Yunho melangkah ke tepi ranjang berdiri di samping Jaejoong yang tertidur pulas,
Benar, wajahnya pucat sekali, kenapa Yunho tidak menyadarinya dari semalam?
Tangan Yunho menyentuh dahi Jaejoong, yeoja ini demam! Badannya panas sekali...
"Jadi kau ingin mengantar pulang Jaejoong?"

Sacrificio de Amor
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their Self
A Romantic Story About Jaejoong
©Santhy Agatha
Junsu tiba-tiba bersuara di pintu dengan agak keras, sengaja memberi peringatan kepada Yunho.
Yunho langsung menjauh dan berdiri di depan meja kerja Junsu.
Pintu terbuka dan tampak seorang namja, rekan kerja Jaejoong tapi Yunho lupa namanya, masuk membawa tas Jaejoong yang tertinggal di ruangannya, disusul oleh Junsu dan Yoochun di belakangnya.
Rekan kerja Jaejoong itu tampak sangat kaget mengetahui Yunho, CEO perusahaan yang hanya pernah dia lihat dari foto, sekarang berdiri langsung di depannya, wajahnya langsung pucat pasi,
"Aaaa...aaandaa....", namja itu bahkan tak sanggup berkata-kata karena kagetnya, Yunho menatap sekilas seolah tak peduli,
"Ya, Saya memang benar Yunho", dipasangnya ekspresi paling dingin,
"Saya ada urusan dengan Junsu uisa, tapi silahkan selesaikan urusan anda dulu, saya bisa menunggu."
"Seunghyun hanya ingin menjemput rekannya yang pingsan dan mengantarkannya pulang Yunho",
Yoochun menyela di belakang Junsu tapi matanya menatap Yunho penuh peringatan.
Pulang? Yunho mengernyit, tapi Jaejoong kan sekarang tinggal di apartement mewah yang dia belikan, tidak mungkin dia membiarkan Seunghyun mengantar Jaejoong pulang!
"Saa ...saya hanya sebentar, saya akan mengangkat Jaejoong dan mengantar pulang, kebetulan saya ada janji temu dengan kilen di dekat apartment Jaejoong jadi sekalian, mohon maaf, silahkan uisanim jika ada urusan dengan tuan Jung"
Seunghyun cepat-cepat membalikkan tubuh tak tahan menghadapi tatapan tajam Yunho, memang benar gosip yang beredar, tuan Jung CEO mereka ini terkenal sangat dingin dan tidak berperasaan, bahkan aslinya lebih menakutkan, wajahnya sangat rupawan tapi aura membunuh disekelilingnya sangat kental.
Yunho masih terpaku di situ, apartment Jaejoong? Si bodoh ini pasti masih mengira Jaejoong masih tinggal di apartmentnya yang lama. Dan.. Apa yang dilakukan namja itu ??? Dia menyentuh tubuh Jaejoong ??!
Yunho hampir menyeberangi ruangan untuk menepiskan tangan Seunghyun yang mencoba menggendong Jaejoong ketika Suara Junsu menyela dengan cepat, menyadari gawatnya situasi yang terjadi,
"Jangan Seunghyun", perintahnya membuat Seunghyun meletakkan tubuh Jaejoong kembali dan menatap Junsu penuh tanda tanya,
"aku memberi obat tidur untuknya supaya dia bisa beristirahat, kalau kau mengantarkannya pulang dalam  kondisi seperti itu, siapa yang akan menjaganya nanti? Lebih baik biarkan dia beristirahat dan tidur di sini dulu"
Seunghyun menyadari kebenaran perkataan dokter Junsu dan cepat-cepat menyetujuinya. Lagipula dia ingin cepat-cepat keluar dari ruangan ini.
Sang CEO hanya berdiri membatu di sudut ruangan tapi tatapan matanya mengerikan, seperti akan membunuhnya dengan tangan kosong!
Ah, mungkin dia hanya sedang tidak enak badan, Seunghyun berusaha menenangkan dirinya, lalu mengangguk,
"Baiklah saya akan meninggalkannya dulu, nanti kalau dia sadar saya akan menjemputnya lagi" gumamnya sambil meletakkan tas Jaejoong di kursi dan hampir melonjak kaget ketika Yunho berseru dalam bahasa cina yang tidak dimengertinya,
Junsu agak menahan  senyum karena dia tahu arti kata-kata Yunho, 'Langkahi dulu mayatku', itu artinya
"Tidak usah Seunghyun, biar aku yang mengantarnya sekalian pulang nanti"
Seunghyun mengangguk, sebenarnya dia ingin membantah, dia ingin mengantar Jaejoong, sebenarnya sejak dulu dia sudah suka pada Jaejoong tetapi belum berani mengungkapkannya karena Jaejoong terlihat begitu tertutup, kejadian ini dianggapnya sebagai kesempatan mendekati Jaejoong, tapi mengingat aura tak nyaman di ruangan ini, Seunghyun memutuskan menyerah, mungkin lain kali, putusnya
Lalu melangkah ke luar setelah mengangguk pada semuanya, tak bisa menahan untuk mempercepat langkahnya keluar dari situ.
"Aku yang akan membawanya pulang", Yunho bergumam memecah keheningan.
"Kau ada rapat satu jam lagi, hyung", sela Yoochun tajam.
"Batalkan, mereka akan menyesuaikan jadwalnya denganku"
Junsu dan Yoochun hanya bisa berpandangan, lalu mengangkat bahu.
.
.
.
.
Ketika Jaejoong membuka mata dia sudah ada di ranjangnya, mengenakan salah satu piyama sutra hitam milik Yunho, namja itu sedang duduk di ranjang di sebelahnya,bersila dengan menghadap notebooknya, wajahnya serius sekali. Jaejoong merasa pusingnya sudah hilang, tapi rasa nyeri di tubuhnya belum hilang juga, sepertinya dia masih demam.
Seolah merasakan gerakan Jaejoong, Yunho menoleh, dan tersenyum.
"Tadi aku mencari piyama untukmu, ternyata kau tak punya piyama ataupun gaun tidur ya? Aku tidak tahu sebelumnya karena aku selalu menelanjangimu sebelum tidur"
Wajah Jaejoong memerah, bisa bisanya Yunho memilih kata-kata itu sebagai kalimat sapaan pembukanya.
"Kenapa aku tiba-tiba sudah di rumah? Jam berapa ini?"
Yunho mengangkat alisnya,
"Kau tidak tahu? Tadi pagi kau pingsan lalu Junsu menyuntikmu dengan obat yang membuatmu tidur, tapi aku harus mengajukan komplain karena sepertinya dosisnya terlalu besar, kau tertidur hampir sepuluh jam....sekarang sudah jam delapan malam"
Jaejoong terperangah,
"Jam delapan malam?"
Yunho tersenyum,
"Besok-besok kalau kau merasa tidak enak badan jangan memaksakan diri untuk masuk, kau sangat merepotkanku, aku terpaksa pulang setengah hari untuk menjagamu"
Wajah Jaejoong memucat, dia telah mengganggu kesibukan Yunho! Padahal namja itu punya jadwal yang sangat padat dan terpaksa meninggalkannya hanya gara-gara dia pingsan.
"Mi...mianhe...", suara Jaejoong terdengar lemah, penuh penyesalan.
Yunho menoleh mendengar nada suara Jaejoong, lalu menutup notebooknya dan meletakkannya di meja samping ranjang,
"Aku tidak memarahimu, lagipula sudah lama aku tidak mengambil cuti", dengan lembut Yunho meletakkan tangannya di dahi Jaejoong, "sudah mendingan, tadi kau panas sekali tahu, aku sampai mengkompresmu dengan air es"
Jaejoong memejamkan matanya merasakan tangan Yunho yang sejuk di dahinya, kenapa namja ini begitu lembut dan penuh perhatian? Sudah lama sekali rasanya sejak ada yang memperhatikan dirinya. Setelah kedua orang tuanya meninggal, Jaejoong selalu berjuang sendirian, tidak pernah sama sekali mengijinkan dirinya menjadi lemah. Sekarang, perhatian yang begitu lembut dari Yunho entah kenapa membuat dadanya sesak,
"Kau sudah bisa minum obatnya? Junsu membawakan obat untuk kau minum, tunggu sebentar",
Yunho bangkit dari ranjang dan melangkah keluar kamar,tak lama kemudian dia kembali membawa nampan, meletakkannya di meja samping ranjang dan membantu Jaejoong duduk,
"Kau harus makan dulu sebelum minum obat",
Aroma kuah yang sangat menggoda itu benar benar membuat air liur menetes, Jaejoong menoleh ke atas nampan yang diletakkan di pangkuannya, semangkuk sup jagung dan daging yang masih panas dengan aroma yang sangat enak,
"Itu bukan bubur ayam, jadi kuharap kau tidak memuntahkannya", ada nada geli dalam suara Yunho,
Mau tak mau Jaejoong tersenyum karena ternyata Yunho masih teringat percakapan mereka kemarin.
Dengan pelan dia berusaha mengangkat sendok sup itu, tapi Yunho menahannya,
"Aku suapi", gumamnya sambil mengambil sendok itu.
Wajah Jaejoong memerah canggung, tapi ketika Yunho mengarahkan sendok itu ke mulutnya ahkirnya dia membuka mulutnya pelan,
Dengan tenang Yunho menyuapi Jaejoong, setelah selesai dia meletakkan mangkuk kosong itu ke sebelah ranjang,
"Ada yang menempel di bibirmu", tanpa disangka Yunho mendekatkan wajahnya, lalu menjilat sudut bibir Jaejoong dengan lembut, "sekarang sudah bersih", Yunho terkekeh melihat wajah Jaejoong yang merah padam.
"Go..gomapta" gumam Jaejoong terbata-bata.
Tiba-tiba saja Yunho meraih pundak Jaejoong dan menciumnya, ciuman yang sangat dalam dan membakar, seolah-olah ingin melumat bibir Jaejoong sampai habis, lama sekali Yunho mencium Jaejoong, sampai napas mereka berdua terengah-engah ketika Yunho melepaskan ciumannya,
"Cheonma", gumam Yunho dengan parau kemudian, "kalau begitu minum obatmu, setelah itu kau harus tidur lagi."
Dengan patuh Jaejoong berbaring lagi di ranjang dan membiarkan Yunho menyelimutinya.
Namja itu lalu duduk di ranjang di samping Jaejoong dan menyalakan notebooknya lagi, lalu mulai tenggelam dalam pekerjaannya.
Jaejoong termenung agak lama, Yunho tidak menyentuhnya malam ini, tetapi namja ini tetap bermalam di apartement ini untuk merawatnya. Ternyata di balik sikap kejam dan arogannya, Masih ada sisi baik di jiwanya.
Dengan pemikiran seperti itu, Jaejoong kembali tertidur lelap.
.
.
.
.
Paginya dia terbangun dengan kondisi demam yang lebih parah, sepertinya pertahanan tubuhnya sedang berperang melawan virus yang menyerang tubuhnya,
Yunho sedang mengenakan dasinya, tapi dia segera menghampiri Jaejoong yang mengerang karena panas tubuhnya tak tertahankan,
Dengan cemas, dia meletakkan tangannya di dahi Jaejoong, astaga! Panas sekali, dengan cepat dia meraih handphonenya dan memencet nomor Junsu, dijelaskannya secara terperinci tentang kondisi Jaejoong, lalu diletakkannya termometer di tubuh Jaejoong sesuai instruksi Junsu,
"39 derajat!", Yunho berteriak tanpa sadar, "Junsu ! Dia panas sekali, kenapa obat yang kau berikan kemarin tidak membuat kondisinya membaik?!"
Didengarnya instruksi-instruksi Junsu di seberang sana,
"Ne! Akan kuminumkan lagi, apa? seka seluruh tubuhnya dengan air dingin? Oke, kapan kau bisa kesini untuk mengecek kondisinya? Aku takut dia harus dibawa ke rumah sakit, baik....baik, kutunggu!"
Yunho mengahkiri pembicaraan, lalu memencet nomor-nomor lain, menelpon Yoochun dan jajaran direksinya, lalu memberikan serentetan instruksi pekerjaan sebelum menutup telephon.
Dengan pelan dilonggarkan dasinya, dan digulungnya lengan kemejanya, lalu dia berusaha mengguncang tubuh Jaejoong,
"Bangun Jae, kau harus mandi, badanmu panas sekali."
Jawaban Jaejoong hanya berupa erangan tak jelas dan seperti kesakitan, tentu saja, gadis ini badannya sangat panas!
Yunho melepas kancing piyama Jaejoong pelan-pelan lalu melepas piyama itu, sampai Jaejoong telanjang. Kulit gadis itu memerah karena suhu tubuhnya yang panas, dengan hati-hati dia mengangkat tubuh Jaejoong ke kamar mandi, meletakkannya ke bathtub, lalu menyalakan keran air dingin.
Tubuh Jaejoong langsung berjingkat ketika air dingin mengenai tubuhnya, tapi Yunho menahan,
"Dingin", erang Jaejoong dalam kondisi setengah sadar.
"Tidak apa-apa,tahan,nanti kau akan kuslimuti", bujuk Yunho lembut
Setelah selesai Yunho mengeringkan tubuh Jaejoong lalu memakaikan piyamanya yang lain untuknya, dan mengangkat Jaejoong kembali ke tempat tidur,lalu menyelimutinya dengan selimut yang tebal. Setelah itu dia memaksa Jaejoong meminum obat yang rasanya pahit dan dengan lembut meminumkan air untuknya.
Dalam kondisi setengah sadar, Jaejoong mengamati keadaan Yunho, kemejanya setengah basah dengan dasi yang sudah dilepas dan beberapa kancing yang terbuka sementara jasnya tergeletak begitu saja di sofa,
"Kau.....ti..dak ..ke kan..tor?", tanya Jaejoong lemah.
Yunho yang sedang membuka kancing kemeja dan melepaskan kemejanya yang basah menoleh dan tersenyum tipis,
"Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu dalam kondisi seperti ini sendirian?"
"Aa...aaku tidak mau...merepotkan...mu", gumam Jaejoong lagi, "i..ni cuma demam bia..sa..nanti juga sembuh"
Yunho mengganti kemejanya dengan t-shirt santai,lalu duduk di tepi ranjang,
"Kau sekarang milikku Jae, kau tanggung jawabku, kalau terjadi apa-apa denganmu,aku juga yang akan kesusahan bukan?", gumamnya lembut tapi penuh makna.
Wajah Jaejoong memerah,dan memalingkan wajah, tapi itu membuat Yunho tidak dapat menahan diri, diraihnya dagu Jaejoong menghadapnya, tubuhnya setengah menindih tubuh Jaejoong, lalu dilumatnya bibir Jaejoong dengan dalam dan penuh gairah, nafas mereka menjadi panas.
Dan Yunho hampir kehilangan kendali diri, dengan sekuat tenaga diangkatnya bibirnya, napasnya terangah-engah. Tubuhnya menegang, berteriak ingin dipuaskan kebutuhannya, tapi Yunho menahan diri.
Demi Tuhan !!!  yeoja ini sedang sakit!
Jaejoong merasakan gairah Yunho yang bangkit, semalam namja ini menahan diri untuk tidak menyentuhnya, padahal Jaejoong tahu Yunho punya kebutuhan fisik yang sangat besar. Melihat namja ini menahan diri sampai menggertakkan gigi menyentuh hati Jaejoong.
Tanggannya menyentuh pipi Yunho, tak disangka Yunho langsung memejamkan mata menempelkan pipinya
"Gwenchana", gumam Jaejoong lembut.
Mata itu terbuka bagaikan api biru yang menyala-nyala,
"Kau sedang sakit!" geramnya.
Jaejoong tersenyum lalu merangkulkan lengannya ke leher Yunho,
"Gwenchana Yunnie."
Dan Yunho menyerah pada gairahnya, sambil mengerang dilumatnya bibir Jaejoong lagi, dan mereka pun tenggelam dalam gairah yang panas.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue

5 comments:

  1. perhatian yunho ke jae waktu sakit sangat luar biasa
    yunho yang workaholic tiba2. lebih memilih untuk jagain jae dari pda prgi krja segitu cinta nya yun ke jae terlihat bngt rasa cemburu yunho yang sangat besar ...jaejoong kaya nya udah mulai membuka hati untuk yunho

    ReplyDelete
  2. Anonymous10:12 PM

    What the "gwenchana yunnie" wahh jeje ga hnya merasa bersalah.. tp jg ada yg lain..apa itu ?

    ReplyDelete
  3. Anonymous6:44 AM

    Yeeee dah mulai nehhh sinyal C I N T A

    Sakiii ng-Butzzzz yaaaaa

    Gomawo ^^

    ReplyDelete
  4. Anonymous9:49 PM

    Ambleessss tuuu jaeomma aigooo appa bearer bener2 weleh-weleh -_-

    ReplyDelete
  5. Ya ampun Yunho...
    Ga kira2 deh... Itu Jaejae lg sakit masih "dihajar" jg..
    Pasrah bgt lg tuh si Jaejae..
    Kyanya udah mulai ketularan pervynya tuh Jaejae..
    Ckckck....

    ReplyDelete