Mata Yunho menelusuri tubuh Jaejoong yang berusaha
menutupinya dengan selimut. Tatapan matanya sangat melecehkan.
"Well kurasa sudah cukup kan penghormatanku
atas virginitasmu?"
Lalu Yunho naik ke ranjang dan merenggut tubuh
Jaejoong. Membawanya ke tempat tidur bersamanya. Kali ini tidak ada kelembutan.
Namja itu tidak menahan-nahan diri lagi. Dan dia sudah siap. Dengan kasar
dibukannya paha Jaejoong dan tanpa basa basi dia menyatukan tubuhnya dengan
Jaejoong, yang entah kenapa sudah siap menerimanya.
Yunho menyatukan tubuhnya dalam-dalam, sebuah
erangan nikmat lolos dari mulutnya ketika dia merasakan kenikmatan yang
menyengat, namja itu menatap Jaejoong, antara bingung dan marah tercampur di
dalam matanya,
“Kau...Sungguh membuatku tergila-gila Jae”,
Erangnya kasar sebelum bergerak dengan begitu ahlinya, membawa Jaejoong menuju
puncak kenikmatan.
Sacrificio de Amor
©Kitahara
Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their
Self
A Romantic Story About Serena
©Santhy
Agatha
Jaejoong menatap tubuh telanjangnya di cermin, air
panas mengalir dari pancuran menimpa tubuhnya, kamar mandi itu beruap, sehingga
bayangan tubuhnya terpantul samar-samar di cermin.
Tadi Yunho tidak lembut, well meskipun tidak sampai
menyakitinya, tetapi namja itu berbeda dari semalam, gairahnya liar dan tidak
ditahan-tahan lagi, meluap-luap seolah olah sudah bertahun-tahun namja itu
tidak melampiaskan hasratnya.
Tapi itu tidak mungkin kan? Jaejoong tanpa sengaja
mengerutkan dahinya, Yunho terkenal suka gonta ganti yeoja, yeoja yang
dipacarinya selalu setipe, cantik bagaikan boneka, langsing, dari kelas atas
dan terkenal, entah itu model, artis dan kebanyakan orang luar. Semua yeoja itu
rela menyerahkan tubuhnya pada Yunho dengan sukarela.
Desas desus berkembang bahwa Yunho kekasih yang
sangat bergairah dan murah hati, tetapi tidak tanggung-tanggung mendepak
pasangannya dengan kejam, karena dia tak
pernah memakai hati dalam berhubungan.
Kekasih terakhir Yunho, yang kemarin baru
digandengya dalam acara pernikahan seorang anak direksi adalah artis film yang
sedang naik daun, keturunan Jepang yang sangat cantik bernama Mizuki, tubuhnya
tinggi langsing semampai dengan rambut cokelat bergelombang yang sangat halus
bagaikan sutera,kulitnyapun tak kalah halusnya seperti buah peach dan dia
tampak sangat serasi, bergelayut manja di lengan Yunho dengan tatapan memuja.
Apakah Yunho juga akan melecehkannya seperti
melecehkanku? Apa yang akan dilakukan Mizuki jika dia mengetahu semua ini?
Tidak, apa yang akan dikatakan semua orang?
Jaejoong mengernyit melihat bekas bekas ciuman
memerah di pundak dan sekitar buah dadanya. Yunho namja yang suka meninggalkan
tanda. Seperti singa jantan yang menandai betinanya, Jaejoong tahu namja itu
sengaja meninggalkan bekas-bekas ciuman di tubuhnya....bahkan ada yang di
sekitar pinggulnya....
Astaga...apa yang telah kulakukan ya Tuhan? Apakah
aku sudah melakukan keputusan yang paling benar? Jaejoong sudah tidak dapat
menangis lagi, air matanya sudah habis dan hatinya sekarang terasa amat hampa.
Dengan pelan Jaejoong meraih handuk dan
mengeringkan tubuhnya lalu meraih jubah mandi yang tadi ditemukannya tergeletak
di karpet, sepertinya Yunho semalam melemparkannya ke lantai.
.
.
.
.
.
Dengan langkah pelan Jaejoong keluar dari kamar
mandi, bingung mau berbuat apa, dan bertanya-tanya dimanakah pakaiannya
sekarang?
Tatapannya menuju ke arah sofa, di situ ada kemasan
pakaian. Jaejoong melangkah dan mengambil kemasan itu, ya, ini pakaian yeoja,
masih baru, dari butik ternama lengkap dengan pakaian dalamnya...Apakah ini
untuknya? Jaejoong memegang kemasan itu dengan ragu.
Tapi dia juga tak mungkin memakai jubah mandi dalam
kondisi telanjang seharian kan?
Dengan hati-hati Jaejoong membuka kemasan itu,
sebuah gaun santai berwarna merah muda dari bahan yang sangat halus, apakah ini
sutra? Dan pakaian dalam senada, Jaejoong melihat ukurannya dan semuanya pas,
Yunhokah yang memesaannya?
Dengan gerakan pelan dan tanpa menimbulkan suara
Jaejoong memakai pakaian itu, gaunnya terasa sangat nyaman menempel ditubuhnya,
sebuah gaun santai satu potong sepanjang bawah lutut yang sangat elegan.
Setelah itu selama beberapa lama Jaejoong berdiri
ditengah kamar itu tanpa berbuat apa-apa.
Pandangannya mengarah ke arah ranjang yang seperti
habis diserang badai,
Dan tubuh Yunho terbaring disana, punggungnya
tampak kecokelatan terlihat di balik selimut kamar yang putih bersih.
Namja itu berbaring tengkurap salah satu lengan
membingkai kepalanya, dan tubuhnya diam tak bergerak,
Kepalanya terbaring miring di atas bantal. Jaejoong
mendekat pelan kesisi ranjang tempat Yunho berbaring, wajahnya tampak damai
sekali, kalau sedang tidur, dia tak tampak berbahaya.
Jaejoong melirik ke arah jam dinding, satu jam
lagi, seperti yang dikatakan oleh Yunho tadi, dia ada janji dengan
pengacaranya....haruskah Jaejoong membangunkannya? Tapi bagaimana nanti kalau
Yunho marah dan menuduhnya berani mengganggunya karena ingin segera mendapatkan
uang pembayaran? Bukannya Jaejoong tidak ingin segera mendapatkan uang itu,
Semakin cepat dia bisa membayar ke rumah sakit, semakin cepat Changmin bisa
dioperasi. Tetapi Yunho sudah cukup banyak memandang rendah dan
melecehkannya...
Tiba-tiba handphone Yunho yang diletakkan di meja
samping ranjang berbunyi keras, membuat Jaejoong hampir terlonjak karena
terkejut.
Tubuh Yunho bergerak dan mata setajam musang itu
terbuka,langsung menatap Jaejoong. Meski baru bangun tidur, rupanya Yunho tipe namja
yang langsung terjaga sepenuhnya detik itu juga.
Matanya langsung menelusuri tubuh Jaejoong dari
atas ke bawah tanpa satu incipun terlewatkan, tersenyum puas melihat penampilan
Jaejoong dengan baju barunya.
"Ternyata pilihanku tepat", desisnya parau
sambil mengangkat telephone.
Telephone itu dari pengacaranya. Yunho menyuruh
Pengacara itu menunggu di restoran hotel satu jam lagi.
Ketika Yunho meletakkan telephonnya, Jaejoong masih
berdiri diam di tempatnya semula, tak tahu musti mengatakan apa.
"Pengacara akan datang sejam lagi",
dengan santai Yunho berdiri dari ranjang, tak peduli dengan ketelanjangan
tubuhnya, dan mengangkat alis tersenyum melihat Jaejoong memalingkan muka.
Dengan sengaja dia mendekat berdiri di depan
Jaejoong dan mengangkat dagu Jaejoong agar menghadapnya,
"Kenapa Jae? Kau malu melihatku telanjang?
Bukankah kita sudah menghabiskan waktu berjam-jam telanjang bersama?"
Wajah Jaejoong merah padam, tapi dia tidak berkata
apa-apa.
Yunho mendengus lalu melepaskan Jaejoong dan
melangkah ke kamar mandi.
"Bagus kau sudah siap. Aku akan mandi setelah
itu kita sarapan, lalu kita akan tandatangani kontrak perjanjian, setelah itu
kau akan mendapatkan uangmu"
.
.
.
.
.
.
.
Jaejoong mengaduk-aduk supnya dengan pikiran
menerawang, dia memikirkan Changmin, kemarin sore dia meninggalkannya dan
menitipkannya pada Boa, sore ini dia harus menjenguknya. Bagaimana kondisi
Changmin? dia habis mengalami serangan, bagaimana kalau dia mengalami serangan
lagi?
Yunho menatap Jaejoong dari seberang meja, apa yang
dipikirkan yeoja itu? Kenapa dia tampak begitu tidak bahagia? Bukankah dia baru
saja mendapatkan uang dalam jumlah banyak yang bebas digunakannya melakukan
apapun?
Ataukah dia menyesal sudah menyerahkan diri
padaku??? Pikiran buruk itu tiba-tiba menyergap otaknya. Dalam Kapasitas apa
dia menyesali sudah menyerahkan diri padaku?
Yunho menggertakkan giginya, seharusnya yeoja ini
Bangga, Jung yunho, pemilik Jung Corp perusahaan terbesar di Korea, yang bisa
mendapatkan yeoja manapun yang dia mau, bersedia menidurinya!
Yunho memikirkan semua keputusannya semalam.
Ternyata ini bukan obsesi mau pun kegilaan sesaat, ternyata bahkan setelah
percintaan marathon mereka semalam dan tadi pagi, dirinya masih menginginkan
Jaejoong. Amat sangat menginginkannya. Bahkan, setelah hasratnya terpuaskan
pada tubuh Jaejoong, bukannya semakin reda dia justru semakin ingin dan ingin
lagi, yeoja itu begitu polos tapi menggairahkan dan di dalam otaknya ini penuh
dengan hasrat untuk mengajari yeoja itu bagaimana cara memuaskannya.
Dengan kesal dia mengutuk pemikirannya itu, “apakah aku sudah menjadi seorang maniak
seks?”
Yunho memikirkan jeda sejenak tadi, ketika dia
menghubungi Yoochun pengacara kepercayaannya dan menyatakan niatnya serta minta
dibuatkan draft surat perjanjiaannya. Yoochun adalah pengacara kepercayaannya
sejak dulu, sekaligus sahabatnya.
Yunho tahu Yoochun tidak akan bertanya apapun yang
tidak perlu tentang keputusannya. Namja itu sudah terbiasa dengan keputusan dan
rencana-rencana bisnis Yunho yang ekstrim.
Tetapi saat Yunho membicarakan hal tersebut, ada
kecemasan dalam suara Yoochun,
"Kau yakin? Ini memang surat jual beli, tapi
ini ekstrin Yun, jual beli manusia, jual beli pelayanan seks. kau bisa dibilang
melanggar hukum malahan kalau suatu saat nanti terjadi masalah, apalagi
mengingat kau warga negara asing"
Yunho tersenyum, Jaejoong tidak akan berpikir
sejauh itu, bukannya yeoja itu bodoh, tapi dia terlalu polos, entah kenapa
Yunho percaya bahwa Jaejoong akan menepati janjinya.
"Buat saja Park, selanjutnya biar aku yang mengurusnya",
gumamnya yakin.
Yoochun tidak mengatakan apa-apa lagi, tetapi Yunho
yakin namja itu menunggu sampai mereka bertatap muka baru dia akan mengajukan
pertanyaan mendetail. Yoochun adalah namja yang sangat analisis, Yunho menahan
senyumnya.
Pikirannya kembali ke masa sekarang, dan menatap
Jaejoong yang seolah tidak selera makan,
"Kenapa kau tidak memakan makananmu?",
desis Yunho, hanya sebuah desisan dan Jaejoong terlonjak kaget, apakah dia
sebegitu menakutkannya bagi Jaejoong.
"Tuan jung", Jaejoong menyebutkan nama
Yunho dengan pelan, di telinga Yunho suaranya terdengar begitu merdu bagaikan
ajakan bercinta."
"Sesuai perjanjian kemarin, saya akan selalu
ada kapanpun anda membutuhkan saya", pipi Jaejoong bersemu merah mengingat
arti dari kata, "Saya...bolehkah saya meminta waktu untuk diri saya
sendiri setiap harinya dari jam pulang kantor sampai jam sembilan malam?",
suara Jaejoong terdengar tertelan dan takut-takut.
Yunho mengerutkan keningnya, sebenarnya itu bukan
masalah, Yunho terbiasa bekerja sampai larut malam, biasanya jam sepuluh atau
sebelas malam dia baru sampai di rumah,
"Bukan masalah, aku selalu pulang larut
malam", Yunho berdehem,
"Aku tak mungkin membawamu setiap malam ke
hotel, karena jam pulang kerjaku yang tak tentu, tidak mungkin pula menyuruhmu
stand by di hotel setiap harinya", Yunho merenung, "Tak mungkin juga
membawamu tinggal di rumahku, kalau sampai ada orang yang tahu bisa berbahaya
untukmu juga",
Dengan santai Yunho menyesap kopinya, "Oke,
nanti siang setelah bertemu dengan pengacaraku, kita cari apartement di dekat
kantor"
Jaejoong hampir menyemburkan teh yang disesapnya
mendengarnya, namja ini gila?
Apartemen? Di dekat kantor? Kantor mereka berada di
kompleks perkantoran dan bisnis yang mewah, apartmen pun pasti juga kelas atas
dan mahal, bagaimana namja itu bisa mengatakan tentang mencari apartemen
semudah itu?
Yunho sepertinya mengetahui pemikiran Jaejoong,
"Lebih mudah bagiku Jae, aku biasanya capek
dan bertemperamen buruk setelah bekerja, aku tak mau repot-repot menjemput atau
tetek bengek reservasi hotel jika tiba-tiba aku menginginkan bersamamu",
Yunho tersenyum," apartemen akan memudahkan
kita, bukan berarti aku akan mengunjungimu setiap malam", tambahnya cepat.
Jaejoong mengangguk gugup, yah, dia kan hanya
mahluk yang sudah dibeli, dia hanya bisa menuruti apapun kemauan Yunho.
“Dan satu lagi jangan memanggilku tuan jika kita
sedang berdua. Bersikaplah seperti kekasih diranjang.”
Setelah menghabiskan kopinya Yunho melirik jam
tangannya,
"Well, pengacaraku pasti sudah menunggu di
bawah, aku akan menemuinya
sebentar",
dengan santai namja itu berdiri, lalu tanpa
diduga-duga menarik Jaejoong berdiri, mendorongnya ke tembok lalu menciumnya
dengan penuh gairah, lama dan hangat dengan teknik yang sangat ahli, sehingga
ketika dia melepas ciumannya, Jaejoong hampir tak bisa berdiri membuat Yunho
musti menahan tubuhnya, dengan lembut namja itu mendudukkan Jaejoong di kursi,
"Sebenarnya sudah sejak tadi aku ingin
melakukan itu", gumamnya dalam senyum puas sebelum pergi meninggalkan
Jaejoong.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be
Continue

Entah knp rasanya yunho seksi bgt disini....#di real jg seksi bgt
ReplyDeletethanks saki udh bikin yunjae versionnya
iya,, appa sekseh sekali,, umma sok polos nih,, haha,,
ReplyDeletemau lagi mau lagi,,
kupikir yang bakalan jadi pacar artisnya yunho ahra. ternyata bukan. hehehe..
ReplyDeletekupikir yang bakalan jadi pacar artisnya yunho ahra. ternyata bukan. hehehe..
ReplyDeletekupikir yang bakalan jadi pacar artisnya yunho ahra. ternyata bukan. hehehe..
ReplyDeletePadahal jae aslinya bnr2 bertolak belakabg ya dr sini. But i love jae gender switch version
ReplyDeleteSukaaaaa,,, Jae yg plos gini bikin gemes ><
ReplyDeleteYun Pervert abiiiisssss ^^
(ʃƪ´⌣`) Ţћǟπƙ γǿΰ (´⌣`ʃƪ). Dah Remake FF ini Sakiii ~~
yunho bener2 tergila2 ke jae ...
ReplyDeletejaejoong yang begitu polos cuma bisa pasrah di apa2 in juga
Ya ampun Yunho... Bnr2 bikin panas dingin d...
ReplyDeleteMudah2an Jaejae kuat ngelayanin "kebutuhannya"..