"Tidak
perlu selimut boo, aku sudah mengenal setiap jengkal tubuhmu secara intim, tak
ada yang terlewatkan....begitu juga sebaliknya hmmm?"
Wajah
Jaejoong memerah sampai semerah-merahnya, bahkan telinganyapun memerah dan
Yunho terkekeh melihatnya,
Lalu
tiba tiba tawa itu hilang dan Jaejoong merasakan gairah Yunho bangkit lagi,
Dengan
bingung dia menolehkan kepalanya dan langsung bertatapan dengan mata musang
Yunho yang menyala penuh gairah,
"Tto?",
Jaejoong tanpa sadar mengucapkan ketakjubannya, sebegitu cepat Yunho
menginginkannya lagi setelah semalam?, hanya Tuhan dan dirinya yang tahu
bagaimana bergairahnya Yunho semalam, Jaejoong pikir Yunho sudah terpuaskan,
tetapi sepertinya dia salah.
"Aku
juga tidak menyangka", gumam Yunho parau, "Sepertinya kau akan
menjadi penyebab kematianku"
kemudian
Yunho meraih Jaejoong lagi ke dalam pelukan penuh gairahnya.
Sacrificio de Amor
©Kitahara
Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their
Self
A Romantic Story About Serena
©Santhy
Agatha
Jaejoong hampir saja terlambat kerja, dia menarik
napas panjang melihat jam absennya...hanya kurang satu menit.
Dengan segera dia melangkah masuk ke mejanya,
teman-teman seruangannya sudah mulai sibuk bekerja. Jaejoongpun mulai
berkonsentrasi, tapi matanya hanya menatap kosong ke layar komputer, pikirannya
mengingat ke kejadian semalam dan dia mengernyit, Dia merasa murahan sekali,
menjual diri kepada namja itu tetapi terlena dengan rayuannya. Mau bagaimana
lagi, namja itu adalah jelmaan dewa Eros penakluk yeoja dengan segala
pengalaman dan keahliannya, sementara Jaejoong baru pertama kalinya bercinta.
Tuhan, ampunilah dosa-dosaku. Jaejoong memejamkan
matanya dan menundukkan kepalanya sebelum mulai menenggelamkan diri dalam
pekerjaan.
"Iya, aku juga tidak menyangka", suara
berbisik dua rekan disebelahnya menarik perhatian Jaejoong, "Rasanya
seperti bukan tuan Jung."
Mendengar nama namja itu disebut mau tak mau
Jaejoong menajamkan telinganya, mendengarkan.
"Tadi kami serombongan habis sarapan
berpapasan dengan Tuan Jung, kami hanya
menunduk karena biasanya Bos besar itu hanya melirik dari sudut matanya,
mengangguk selama sedetik lalu pergi dengan acuh tak acuh."
Yeoja itu menghembuskan napas takjub, "tapi
tadi,,,, astaga! Tuan Jung bahkan berhenti, tersenyum ramah dan menanyakan
kabar kita semua....", suaranya terpekik hampir histeris, "Dan
senyumnya yang sangat jarang itu,,,bukannya menjawab semuanya malah terpesona
dengan mulut menganga, ada yang mencoba menjawab tapi yang keluar hanya suara
tercekik", lanjutnya menggebu-gebu.
"Tuan Jung sama sekali tidak merasa terganggu
dengan sikap konyol kami. Dia malah tertawa geli dan melambaikan tangan ramah
sebelum pergi......benar benar anugerah tak terlupakan!
Menurutmu.........."
Jaejoong beranjak berdiri ke kamar mandi, tak tahan
mendengarkan pemujaan pemujaan terhadap namja musang itu.
Tapi tetap saja dia ikut bertanya tanya, Jaejoong
terpekur di depan pintu kamar mandi.
Dia berpikir mengenai perubahan sikap Yunho
dikantor, bosnya itu memang selalu memasang wajah dingin, ketus dan jarang
bicara, banyak yeoja di sini yang takut sekaligus memujanya karena sikapnya
itu........tapi kenapa dia berubah ramah?
"Memikirkanku?"
Suara yang diucapkan dengan pelan dan lembut itu
membuat Jaejoong membalikkan tubuhnya mendadak dengan terlonjak kaget dan
hampir menabrak orang yang berdiri dibelakangnya.
Matanya langsung bertatapan dengan mata musangnya
yang tajam, obyek pikirannya.
Dan kenapa si bos ada di sini? Di lorong menuju
kamar mandi lantai 3 padahal dia punya kamar mandi sendiri di ruangannya?
Tanpa sadar Jaejoong mengucapkan pertanyaannya
keras-keras,
Yunho tertawa,
"Aku sedang menemui kepala personalia di
lantai yang sama, tiba tiba ingin ke toilet, tidak bolehkah?", suaranya
makin melembut, lalu matanya berubah tajam. Dan Jaejoong mengenali tatapan itu,
tatapan kalau....
"Damn! Aku sudah amat sangat
merindukanmu!"
Dengan cepat Yunho meraih Jaejoong,lalu menciumnya,
dengan gairah menggebu-gebu seolah-olah sudah lama tidak berciuman, padahal
baru tadi pagi mereka.....
Suara percakapan yang sayup-sayup mendekat membuat
Jaejoong terperanjat,dengan secepat kilat didorongnya Yunho dan dia setengah
berlari masuk ke toilet yeoja.
Didengarnya suara Yunho dengan ramah membalas
sapaan orang-orang yang baru datang ke toliet, Suaranya terdengar biasa saja
bahkan sedikit kegembiraan kecil terselip di sana. Apakah namja itu geli atas
sikapnya?
Sialan dia! Tak sadarkah dia kalau menyergapnya
seperti itu di toilet kantor benar-benar tindakan nekat? Jantungnya masih
berdentam-dentam dengan kuatnya seakan ingin meloncat dari tempatnya....
Tapi...Jaejoong mengernyit, apakah jantungnya
berdetak keras karena ketakutan....ataukah karena ciuman spontan yang tidak
diduganya itu.....?
.
.
.
.
.
.
"Kau kelihatan bahagia hyung", Yoochun
menatap Yunho yang sedang memeriksa berkas kontrak kerja mereka dengan supplier
baru.
Yunho mengalihkan tatapannya dari berkas di mejanya
dan menatap Yoochun muram,
"Bukannya itu bagus? Tapi kenapa aku mendengar
nada mencela dari suaramu?"
Yoochun mengangkat bahu,
"Aku cuma tak ingin kau mabuk kepayang dan
melakukan hal-hal yang akan kau sesali nanti."
Tatapan Yunho berubah tajam,
"Aku??,,,, Mabuk kepayang???... Apakah kau
sedang bercanda?"
"Bukan begitu maksudku, tapi sepertinya kau
agak berubah, kau tahu, agak tidak fokus, bahkan kata sekertarismu tadi pagi
kau terlambat, pertama kalinya, katanya."
"Dan kau kira itu karna aku mabuk kepayang
pada Jaejoong, begitu????...baik !!
Memang aku terlambat karena terlalu asyik bercinta dengan Jaejoong, lalu
kenapa?? Perusahaan ini milikku!! Apakah seorang pemilik tidak diperbolehkan
terlambat??, toh keterlambatanku tidak merugikan perusahaan ini!!
"Hyung", Yoochun berusaha meredakan emosi
Yunho, "Aku tidak bermaksud membuatmu marah, aku hanya
mencemaskanmu."
Sejenak Yunho tidak berkata-kata, tatapannya
menyala-nyala, mata musangnya menyorot tajam. Tapi kemudian dia berhasil mengendalikan emosinya.
Dihelanya napas keras-keras.
"Kau benar, maafkan aku Chun."
Sebelum Yoochun dapat menjawab, ponsel Yunho
berdering, Yunho meliriknya dan dahinya berkerut melihat siapa yang
menelponnya.
"Ada apa Ahra?"
Mendengar nama Ahra disebut, Yoochun langsung
berdiri dan memberi isyarat berpamitan pada Yunho, Yunho mengangguk
mempersilahkan dan Yoochun berjalan keluar ruangan.
Di seberang, suara Ahra yang lembut dan elegan
terdengar mengalun.
"Aku bertanya-tanya, kenapa kau tak
menghubungiku sayang, sabtu kemarin kau mendadak membatalkan acara makan malam
kita, dan kemudian aku sama sekali tak bisa menemukanmu, apakah ada pekerjaan
mendadak yang menyulitkanmu?"
Wajah Yunho berubah dingin, dia sama sekali tidak
pernah menjalin komitmen dengan Ahra. Mereka diperkenalkan pada suatu acara
makan malam, setelah itu Ahra menghubunginya, mengajak makan malam berdua
karena ingin mengenal lebih dekat. Yunho tidak menolaknya.
baginya Ahra cukup cantik dan saat yeoja itu
mendekatinya, kenapa tidak? Pertemuan mereka berlanjut ke pertemuan-pertemuan
berikutnya, Tetapi di saat awal Yunho
sudah menegaskan kepada Ahra bahwa hubungan yang mereka jalin adalah
hubungan tanpa ikatan. Saat Ahra mengundangnya
ke tempat tidurnyapun Yunho sudah menegaskan itu dia lakukan tanpa ikatan dan
tanpa cinta.
Tapi sekarang Ahra sepertinya besar kepala karena
Yunho saat itu tidak dekat dengan yeoja lain selain dirinya, dalam otaknya dia
mengira bahwa dirinya telah berhasil menaklukkan Yunho dan membuat namja itu
setia padanya, Dia tidak tahu bahwa saat itu pikiran Yunho sedang terpaku untuk
mendapatkan yeoja lain, Jaejoong.
Sekarang Yunho merasa muak dengan tingkah Ahra yang
bertindak seolah-olah mereka sepasang kekasih, yang harus selalu mengetahui
kegiatan Yunho dan merasa berhak mengatur-atur Yunho.
"Sayang, Yun? Kau masih disana?"
"Ahra, maafkan aku sedang sibuk sekali."
Terdengar helaan napas dramatis di sana, sudah
pasti yeoja ini tidak akan menyerah, dia terbiasa dikejar kejar dan dipuja
namja, penolakan hanya membuatnya lebih gigih mengejar.
"Begini sayang, aku ada undangan pesta di
rumah Richard, kau tau kan pelukis terkenal itu? Dia mengadakan pesta di
pembukaan pameran lukisannya....Aku belum punya pasangan untuk datang ke sana,
kau mau kan menemaniku?"
Yunho menghela napas keras.
"Ahra, sudah kubilang aku sibuk, aku tak bisa
menemanimu ke pesta manapun, lebih baik kau ajak kekasihmu atau namja lain,
pasti mereka dengan senang hati akan menemanimu."
"Tapi Yun, aku mencintaimu dan aku ingin kau...."
"Aku bukan kekasihmu Ahra, dan tak akan
pernah, ingat itu, jadi jangan meminta macam-macam dariku, Oke ?", Yunho
langsung menyela dengan kesal.
"Oke, Oke !!" Ahra setengah menjerit,
"kau sudah pernah mengatakan itu berulang kali padaku, tapi tidakkah
kebersamaan kita selama ini....."
"Ahra, aku sibuk. Maaf!", Yunho langsung
menutup percakapan, menyudahinya karena dia yakin Ahra tidak akan menyerah
dengan segera.
.
.
.
.
.
.
Jaejoong baru saja membuka pintu apartemen ketika
teleponnya berdering, dia segera mengangkatnya dan langsung terdengar suara
Yunho diseberang sana,
"Kau suka masakan cina?"
"Nde?", Jaejoong terperangah mendengar
sapaan pertama Yunho yang tanpa basa-basi, baru ketika Yunho mengulang pertanyaannya
dia mengerti, dan tanpa sadar mengangguk.
"Jae?"
Mendengar pertanyaan Yunho Jaejoong baru sadar
kalau dari tadi dia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ah...N...Nde.."
"Oke, kalau begitu jangan memasak malam ini,
kubawakan dua porsi untuk kita."
Telepon ditutup. Meninggalkan Jaejoong yang yang
masih terperangah.
Satu jam kemudian, ketika Jaejoong menyeduh kopi,
Yunho datang, langsung ke dapur, masih mengenakan jas resminya, tapi dengan
dasi yang sudah dikendorkan. Dia meletakkan Kantong kertas berisi makanan yang
masih panas, berlogokan nama hotel bintang lima.
"Tadi ada undangan pertemuan dengan kilen di
sana, hanya minum kopi, tapi aku lalu ingat kalau masakan cina di hotel ini terkenal
enaknya, dan aku ingat kau."
Yunho mengedipkan sebelah matanya, "Siapkan
ya, aku mandi dulu."
Dengan langkah anggun Yunho membalikkan badan
menuju kamar.
Jaejoong mengatur masakan berbau harum itu pada
piring saji, sambil mengatur poci kopi di nampan untuk Yunho, untuk dirinya dia
menyeduh secangkir teh.
Yunho muncul di dapur setengah jam kemudian, dengan
piyama sutra hitam, lali duduk di kursi di meja dapur.
"Aku lapar sekali, tadi jalanan macet."
Jaejoong duduk di hadapan Yunho, memperhatikan
namja itu mulai menyantap hidangannya dengan penuh minat.
"Tadi, di pertemuan tidak ada makan
malam?", setahu Jaejoong pertemuan bisnis di hotel seperti itu selalu
disertai dengan jamuan makan malam.
"Ada, tapi aku menolaknya, hanya minum kopi
tadi", Yunho menatap Jaejoong dengan tiba-tiba hingga Jaejoong kaget,
"Kenapa tidak kau makan ? Kka, enak lho."
Dengan gugup Jaejoong menyantap makanannya, memang
enak sekali, guman Jaejoong pada suapan pertama, Tanpa sadar dia makan dengan
lahap, dan baru berhenti ketika menyadari Yunho menatapnya geli, pipinya
langsung bersemu merah.
Yunho langsung terkekeh geli.
Jaejoong baru mengetahui kepribadian Yunho yang
seperti ini, santai dan penuh tawa, berbeda sekali dengan apa yang
ditampilkannya di kantor.
Selesai makan seperti biasa Yunho minta ditemani
saat mengerjakan tugas kantornya, namja itu tampak serius mengahadapi
notebooknya, sambil sesekali menyesap kopi, sementara Jaejoong menyibukkan
diri denga menonton chanel masak memasak
di TV kabel. Benaknya berkecamuk, apakah Yunho akan bercinta dengannya lagi?
Bodoh! Tentu saja, kalau bukan untuk itu buat apa namja itu menginap disini?
"Kau bisa memasak yang seperti itu?"
Suara celetukan Yunho hampir membuat Jaejoong terlonjak karena kaget.
Jaejoong menatap ke arah Yunho, namja itu sudah
bersandar di sofa, dengan santai menyesap kopinya sambil menatap televisi.
Notebooknya sudah tertutup dan berkas-berkasnya sudah tersusun rapi,
Astaga...berapa lama tadi dia melamun? Sudah berapa lama Yunho menyelesaikan
pekerjaannya?
Dengan buru buru Jaejoong menoleh ke televisi,
adegan disana menampilkan cara memasak sup jagung dengan berbagai
modifikasinya.
"Bisa...aku pernah membuatnya meski tidak
persis seperti itu."
Yunho tersenyum.
"Aku jadi ingat saat aku sakit waktu kecil
dulu, eommaku selalu membuatkanku sup jagung, tidak ada yang mengalahkan rasa
sup buatannya."
Jaejoong ikut tersenyum mengenang.
“eomma dulu
membuatkanku bubur ayam. Rasanya tidak enak hingga aku selalu ingin
memuntahkannya."
Yunho tertawa geli mendengarnya.
"Aku belum pernah menemui yeoja sepertimu
sebelumnya", gumamnya dalam tawa.
Jaejoong menoleh pada Yunho dengan bingung.
"Yeoja sepertiku.....?"
"Polos, jujur dan tidak berusaha
memanipulasiku", senyum Yunho berubah sensual," dan masih bisa
tersipu sampai memerah di sekujur kulitnya,padahal sudah berkali-kali
kusentuh."
Kali ini Jaejoong hampir tersedak tehnya,dengan
cepat diletakkannya cangkirnya dan ditatapnya Yunho dengan waspada. Namja itu
juga sedang menyesap kopinya, tapi mata sipitnya yang tajam itu menatap serius
pada Jaejoong.
"Kau seperti kelinci yang terjebak ketakutan",
gumam Yunho sambil menyipitkan matanya, "apakah cara bercintaku
menyakitimu?"
Pipi Jaejoong langsung memerah mendengar pertanyaan
Yunho yang blak-blakan itu,
"A..ani, bukan begitu...aku....aku hanya
belum....terbiasa..."
Jaejoong menelan ludah ketika Yunho beranjak dari
sofanya dan berdiri di depan Jaejoong,lalu menarik Jaejoong berdiri dan
langsung mencium bibirnya dengan lembut,
"Kalau begitu, tidak ada yang bisa kulakukan
selain membuatmu terbiasa bukan?", suara Yunho berubah serak, lalu dengan
cepat mengangkat Jaejoong dan membawanya ke kamar.
.
.
.
.
.
.
To Be
Continue

Ahra masih aja ngejar2 yunho jlas2 yunho ga mau
ReplyDeleteklo ahra tau yunho udah punya jaejoong pasti ahra bkalan marah
yunho udah berani nyentuh jae di kantor gimana klo ada yng liat bisa ada gosip besar2 an
lanjut saki ....
Ahra masih aja ngejar2 yunho jlas2 yunho ga mau
ReplyDeleteklo ahra tau yunho udah punya jaejoong pasti ahra bkalan marah
yunho udah berani nyentuh jae di kantor gimana klo ada yng liat bisa ada gosip besar2 an
lanjut saki ....
Hi saki.. aku suka tampilan baru blog mu.. fresh..
ReplyDeleteok.. ahra..apa yg akan org ini lakukan selanjutny.
Yunjae makin romantis aja..
Sakiii.... Seneng deh update kilat
ReplyDeleteGomawo ^^
D tunggu chap selanjut'y ><
Huwaaaaa lama ga kesini....dan aku ketinggalan jauuuuuh....haaah lanjut next chap dulu lah ya....
ReplyDeleteAwww.... Gara2 Jaejae Yunho bisa berubah ternyata..
ReplyDeleteWell done Jae..