“Ini tak akan berhasil. Aku namja dewasa. Kau tidak
bisa memperdaya atau menggiringku ke dalam sesuatu yang tidak aku inginkan.”
“Ah gurae?” Nada suara Yixing menggambarkan bahwa
dia tidak percaya padanya.
“Aku benar.”
“Hemm.” Yixing menjawab Yifan dengan cara yang
jelas ingin membuat Yifan menjadi lebih marah lagi.
Yixing benar. Jawaban singkat satu katanya membuat
Yifan menjadi lebih marah. Tubuh Yifan maju satu inchi lebih dekat untuk
mengancam dan mulut Yifan terkatup membentuk garis lurus yang rapat.
Yixing menegangkan tubuhnya terhadap tubuh Yifan
dan menghantam Yifan dengan ungkapan yang terkenal tepat di wajahnya. “Baiklah
Yifan. Aku menangkap apa yang kau katakan dengan sangat jelas. Biarkan aku
pergi. Ada namja lain yang tak akan keberatan untuk berdansa denganku.”
Yifan menahan Yixing dengan erat, ekspresinya
berubah menjadi muram.
“Kau harus berhati-hati, yeoja kecil.” Itu sebuah
peringatan. Yifan mengatakannya dengan nada suara rendah, menggertak, suara
Yifan bergetar jauh dari dalam dada Yifan.
Choosey
Lover
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong, Jung
Yunho, Kim Heechul, Choi Siwon, Zhang Yixing, Wu Yifan
©their self
Marga disesuaikan, Remake dari Novel karya Lynda
Chance
“Aku selalu hati-hati. Meskipun itu bukan urusanmu.
Kau bukan kakakku.” Kata-kata Yixing menjadi antagonis.
“kau benar.” Mata Yifan menyapu tubuh Yixing dari
atas ke bawah.
“Bagus. Biarkan aku pergi.” Yixing berkata.
“Sebentar lagi.” Yifan tidak terburu-buru.
“Sekarang.” Tuntut Yixing.
“Tidak. Aku katakan padamu untuk berhati-hati berada
di sekitarku. Hati-hati untuk apa yang kau katakan padaku. Hati-hati untuk
melemparkan omong kosong seperti itu di wajahku. Kau mungkin tak akan suka
dengan konsekuensinya.“
“Kau baru saja bilang padaku bahwa kau tak
menginginkanku, lalu kenapa harus ada konsekuensi? Kau tak perduli dengan apa
yang aku lakukan atau dengan siapa aku melakukannya.”
“Itu sama sekali tidak benar dan aku tak pernah
mengatakan aku tidak menginginkanmu.“
“ini semua tentang hal itu, kan? kau
memperingatkanku karena kau tak menginginkanku, kau ingin aku meninggalkanmu
sendiri.”
“Aku tak ingin mendekatimu karena Jaejoong. Aku
ingin kau menjauh dariku karena kau masih berumur 21 tahun. Aku ingin kau
menjauh dariku karena kau tak akan tahu bagaimana mengatasi laki-laki seperti
aku.“ Dengan fasih, pernyataan non-verbal, tangan Yifan naik ke bahu Yixing,
menyapu kulit lembut Yixing dan memeluk leher Yixing dan meremasnya dengan
lembut. Mata Yifan menyala, ekspresi Yifan kasar. “kau tak tahu bagaimana ini
akan terjadi diantara kita.”
Yifan menekan jemarinya ke leher Yixing dan mata
Yixing melebar saat kebutuhan seksual panas melandanya.
Perasaan ganda dari gairah keingintahuan dan
ketakutan menghantam perut Yixing secara bersamaan. “B-bagaimana ini akan
terjadi diantara kita?”
Yixing merasakan nadi di lehernya berdenyut keras
dibawah sentuhan telapak tangannya yang kasar.
Mata Yifan menyapu wajah Yixing, tulang pipi
Yixing, bibirnya yang bergetar. “Itu akan jadi intens, yeoja manis. Sangat
intens.”
Jantung Yixing berpacu dengan cepat saat
sulur-sulur keinginan melanda dirinya yang hampir melumpuhkannya. “Yifan,
Jebal.”
“Tidak, ini tak akan berhasil.” Suara Yifan datar.
“Jebal,” Yixing berbisik. Yixing tahu saat ini
Yixing memohon kepada Yifan, tapi tampaknya Yixing tidak perduli.
“Tidak, ini tak akan berhasil,“ Yifan mengulangi,
kata-katanya keluar dengan lebih lembut.
Dalam keputus asaan, Yixing mulai mencari dalih.
“Ok. Ini tak akan berhasil. Arratta.” Denyut nadinya berpacu dengan sengit
sampai ke otaknya. Yixing menjilat lidahnya. “Jebal, Satu ciuman saja. Jadi aku
bisa tahu.” Mata Yixing memandang Yifan.
Yifan mempelajari bibir Yixing dan kebutuhan di
dalam mata Yixing. Yifan memindahkan satu tangan dari leher Yixing dan
menyapukannya ke pipinya dengan lembut. Tangannya terus menyapu membentuk alur
ke rambut Yixing dan mencengkeram kulit kepalanya. Tangan Yifan yang lain jatuh
dari leher Yixing dan memeluk pinggangnya, mengangkat tubuhnya hingga berjinjit
dan menarik tubuh Yixing ke tubuhnya.
Pandangan mereka saling bertemu dan tertahan saat
gairah seksual melingkupi di antara mereka.
Paru-paru Yifan menarik masuk oksigen. “Seharusnya
aku tidak melakukan hal ini. Aku hanya akan menghukum diriku sendiri.“
Kata-kata Yifan seperti kesedihan.
“Jebal oppa.” Yixing berbisik.
“Itu terdengar sangat indah saat kau memohon
padaku. Aku sudah membayangkanmu ketika kau memohon padaku.”
.
.
.
.
.
Musik berubah menjadi bernada cepat dan Yunho
menarik Jaejoong ke meja dimana Jaejoong dan teman-temannya berada tadi.
Jaejoong mengatakan pada Heechul bahwa dia akan diantar pulang. Jaejoong
memandang sekeliling untuk mencari Yixing, tapi tidak bisa menemukannya.
Heechul melirik kepada Jaejoong dan Yunho, tapi
Jaejoong bertingkah bagai robot, mengikuti perintah Yunho.
Yunho bicara kepada Heechul, “Kalian akan diantar
oleh Yifan, Ok?”
Mata Heechul menjadi dingin dan dia memandang Yunho
dengan tatapan menuduh. Heechul menunggu sejenak kemudian menjawab “Terserah.”
.
.
.
.
.
.
Kenikmatan bergelung menjalari tubuhnya saat Yixing
menyadari bahwa Yifan juga berpikir tentang bagaimana hal ini akan terjadi
diantara mereka.
Yifan menenggelamkan kepalanya dan mulutnya dekat
ke arah Yixing, membuat Yixing menahan oksigen di paru-parunya. Yixing merintih
saat lidah Yifan mendorong ke dalam mulutnya.
Lutut Yixing mulai gemetar dan kupu-kupu mulai
berkibar di dalam perutnya saat aroma Yifan, rasa Yifan secara ampuh
mempengaruhi dirinya.
Yixing menggelantung di lengan Yifan saat ia
berusaha untuk membuat otaknya berfungsi. Ia hanya memiliki satu pikiran. Yifan
akhirnya menciumnya!
Tapi sesegera pikiran itu datang, keputusasaan
melandanya saat ia menyadari ciuman apa yang diberikan Yifan padanya.
Ciuman hukuman.
Ciuman yang dipenuhi dengan kemarahan dan hukuman
setimpal. Dan kelaparan. Oh, Ya. Yixing merasakannya. Kelaparan Yifan. Tapi
Yixing juga merasakan kemarahan Yifan saat tangannya mengangkat wajah Yixing
dan menahannya, lidah Yifan menusuk secara berulang-ulang ke dalam mulut Yixing
seperti Yifan tak pernah merasa cukup. Seperti Yifan tak bisa merasa cukup dan ingin
menghukumnya untuk itu.
Kenapa begitu banyak kemarahan? Apa yang telah
Yixing lakukan pada Yifan?
Yixing bertahan di lengan Yifan, kesunyian yang
pedih melanda Yixing. Ia tak menginginkan ciuman semacam ini yang diberikan
Yifan padanya. Ia ingin ciuman yang manis, ciuman yang lembut. Penuh dengan
kelaparan, ya. Tapi tidak kemarahan. Ia tak pantas menerima kemarahan Yifan.
Yixing merintih di belakang tenggorokannya,
menyarangkan tangannya di dada Yifan dan mulai mendorong. Tangan Yifan menjadi
lebih erat mencengkeram Yixing dan Yixing sejenak berpikir Yifan tidak akan
melepaskannya. Tapi lalu Mulut Yifan terlepas dari mulutnya dan mereka berdiri
bersama, menghisap oksigen dan saling memandang seperti dua orang petarung
dalam duel untuk memperjuangkan hidup.
Mata Yixing menyipit dan ia melemparkan pandangan
yang panas dan menuduh ke arah Yifan.
Yifan tetap diam dan Yixing memberikan Yifan
balasan atas perlakuannya. “Ok. Sekarang aku tahu bagaimana rasanya. Kau benar.
Ini tidak akan berhasil. Aku ingin kau meninggalkan aku sendiri. Kau kasar,
kacau, bajingan yang egois. Biarkan aku sendiri.” Perasaan benci yang tajam
nampak di dalam suara Yixing.
“Hanya karena hal terjadi tidak sesuai dengan apa
yang kau inginkan…” Api kemarahan bercampur dengan gairah bergejolak ke dalam
diri Yifan.
“Tinggalkan aku sendiri Wu Yifan!” Yixing berteriak
di depan wajah Yifan dan menarik diri dari Yifan.
Tangan Yifan terangkat dari Yixing dan Yixing
menyapukan punggung telapak tangannya ke mulutnya mencoba untuk menghapus ciuman
hukuman darinya, mencoba untuk menunjukkan pada Yifan betapa dalam rasa benci
dirinya.
“Bajingan.” Yixing mengatakan itu sambil mendengus,
berbalik dan mulai berjalan menjauh.
Yifan meraih tangan Yixing dan mencoba untuk, apa?
Minta maaf? “Yixing…”
Yixing menyela Yifan dengan menyentakkan tangannya
dan menjerit. “Pergi.”
Yifan mengangkat tangannya dari Yixing dan
melepaskan pegangannya. Yixing memandang Yifan untuk terakhir kalinya lalu
kembali menuju keramaian dan musik.
.
.
.
.
Jaejoong membiarkan Yunho menuntunnya ke Audi milik
Yunho dan sebelum Jaejoong menyadari mereka sekarang sudah berada di jalan tol
menuju ke arah keluar kota.
“Kemana kita?”
Yunho mengalihkan pandangan sejenak dari jalan dan
memandang tubuh kecil Jaejoong gemetar disebelahnya.
Yunho mengalihkan pandangannya dari Jaejoong dan
menjawab, “Ke suatu tempat dimana kita bisa bicara hal pribadi tanpa sejuta
orang berada di sekitar kita.”
Itu sebuah jawaban yang mengelak dan untuk pertama
kalinya Jaejoong tidak berusaha untuk melawan.
.
.
.
.
Satu setengah jam kemudian, Yifan duduk di atas
kursi barnya dengan marah, tangannya memegang bir keduanya malam ini. Yixing
berubah menjadi bola liar yang panas sebagai balas dendam seorang yeoja saat ia
dengan sengaja membuat malam Yifan menjadi sangat menyedihkan dengan cara
menari dengan semua namja sialan di klub dan tidak pernah sekalipun memandang
Yifan.
Ini sebuah hukuman, Yifan merasakan ini sangat
berat.
Tubuh mungil berlekuk Yixing mengacaukan kepala
Yifan yang Yifan sendiri bahkan tak bisa membuat dirinya berpikir.
klub akan segera tutup dan Yifan duduk menunggu dua
yeoja yang akan memberikannya tumpangan. Yunho sudah menelantarkannya saat dia
mendapatkan kesempatan untuk bersama Jaejoong.
Heechul tadi melintas di hadapannya dan mengatakan
padanya mereka akan memberikan dia tumpangan.
Yifan mengamati kedua sahabat itu di lantai dansa
sekarang. Heechul langsing dengan rambut sewarna milik Yixing. Heechul cantik.
Para namja mendekatinya sepanjang malam. Mata Heechul memandang mereka dengan
tatapan tidak tertarik, dan seperti yang heechul tahu, itu justru membuat para
namja itu semakin tertantang.
Heechul sangat menawan, tapi Yifan harus mengakui
bahwa dirinya tidak tertarik dengan heechul dan matanya terus beralih tanpa
ragu ke teman sekamar heechul. Yifan seketika tersentak lagi, dengan
kefemininan Yixing. Yixing kecil dan mempesona, dengan pinggul yang ramping dan
payudara yang belum lama tadi, berada di bawah sentuhannya.
Yifan gatal untuk merasakannya lagi.
Yifan sudah sangat menginginkan Yixing sejak
bertemu dengannya, tapi Yifan waktu itu sangat sibuk dengan pekerjaannya
sehingga dia tak punya waktu untuk melakukan apa pun. Yifan juga belum
memutuskan apakah dia harus melakukan sesuatu atau tidak soal itu. Umurnya
selalu menjadi penghalang, mengacaukan rencana yang dibuat untuk Yixing.
Yixing hanya 5 tahun lebih muda dari Yifan tapi
karena Yixing 21 tahun maka 5 tahun perbedaan umur itu menjadi berarti. Yifan
sudah berada di wilayah ini cukup lama, sering terlihat. Yifan memiliki
kebaikan di dalam dirinya untuk menyadari bahwa Yixing akan sangat terluka jika
Yifan mempermainkannya. Otak Yifan sudah berdansa menginginkan dia tapi di satu
sisi ingin melindungi Yixing dari dirinya.
Tapi sial, pandangan di mata Yixing saat Yixing memohon
Yifan untuk menciumnya tadi. Itu bukan sesuatu yang dengan mudah dapat
dilupakan oleh Yifan.
Yifan tahu dia harus mencoba. Sial. Yifan
benar-benar tak ada pilihan. Ia punya banyak pilihan tapi sudah berjanji pada
Yunho untuk tidak mendekati Yixing.
Jika dilihat kembali, seharusnya Yifan mengajak
Yixing berkencan pada malam pertama mereka bertemu. Jika waktu itu Yifan
mengajaknya berkencan, mendeklariskannya dari awal, maka Yunho tak akan bisa
memberikannya omong kosong seperti ini. Tapi siapa yang tahu akan ada batas
waktu untuk mengajak Yixing kencan? Yifan mempunyai urusan pada pekerjaannya
yang membutuhkan perhatian penuh dari dirinya. Dan sekarang Yunho menghadapi
masalah ini.
Ini situasi benar-benar kacau. Yifan seharusnya
sudah mendapatkan Yixing di atas tempat tidurnya beberapa minggu lalu. Dan
sekarang Yifan hanya menghadapi kekacauan.
Tangan Yifan terikat.
Oh Tuhan.
Yifan meneguk bir-nya lagi dan meringis saat dia
menyadari dia membiarkan minumannya menjadi hangat.
Yifan meletakkan gelas kosongnya di bar di
hadapannya dan mengalihkan perhatiannya kepada dua yeoja itu. Mereka berdua
minum dan Yifan khawatir tentang mereka yang harus berkendara. Yifan tak tahu
mobil siapa yang mereka bawa, dan Yifan juga tidak perduli.
Yifan yang akan menyetir.
Dengan tujuh gelas yang sudah dihabiskannya, Yifan
tanpa ragu lebih aman berada di belakang kemudi dari pada salah satu dari kedua
yeoja itu.
Yifan duduk, merenung dalam diam dan menunggu
sampai dansa terakhir berakhir dan kedua yeoja itu menyusup ke arahnya. Heechul
bicara, “Ayo kita pulang Kris.”
Yifan berdiri dan memandang ke arah Yixing yang
berdiri di belakang dan merogoh kunci ke dalam kantong celananya.
Jadi mereka memakai mobil Yixing.
Yixing benar-benar mengabaikan Yifan, jadi Yifan
hanya menarik diri ke belakang dan mengikuti kedua yeoja itu ke tempat parkir.
Beberapa namja seperti hendak bergerak menghampiri mereka, tapi kedua yeoja itu
tampak tidak sadar dan Yifan berdiri tegap dan memberikan isyarat pada para
namja itu bahwa mereka jangan mengganggu kedua yeoja ini.
Udara larut malam terasa dingin. Yifan menunggu
sampai Yixing berjalan ke lexus biru dan Yifan bergerak ke depan ke arah Yixing
dengan sangat santai dan membuat Yixing kaget.
“Aku akan membukakan pintunya.” Yifan mengulurkan tangannya
untuk menerima kunci dan Yixing dengan ragu-ragu menyerahkan kepada Yifan.
Setelah Yifan menerima kunci di tangannya, sikap
Yifan berubah. Yifan meraih Yixing dengan tangannya dan mengarahkannya ke kursi
penumpang. Yifan membuka kunci, membuka pintu dan mendorong Yixing ke dalam.
“Aku yang akan menyetir.” Kata-katanya tegas dan menuntut.
Yixing melihat Heechul naik ke kursi belakang mobil
tanpa berdalih dan Yixing memutuskan tak ada gunanya membantah. Jika Yifan
ingin menyetir ke rumahnya itu tidak masalah. Setelah itu Yixing akan menyetir.
Tapi faktanya kemudian, tidak seperti itu.
Yifan sudah pernah ke apartemen mereka sebelumnya
bersama Yunho dan sekarang Yifan menuju ke sana.
Yixing meradang. “Apa…”
“Kau tidak akan menyetir malam ini. Jangan pernah
berpikir untuk itu. Aku akan mengembalikan mobilmu besok.”
“Aku punya banyak hal yang harus aku lakukan besok
pagi. Tugas yang harus aku lakukan. Ini tidak perlu…”
“Diam Yixing. Kau tadi minum dan Aku tidak sedang
mood untuk mendengarkan omong kosongmu.”
Yixing duduk kembali, menutup mulutnya dan
bergolak. Dia hanya minum dua kali selama periode 4 jam. Dia juga minum tiga
gelas air mineral. Dia tidak mabuk. Tapi Yifan terlihat sangat marah dan Yixing
begitu lelah untuk melayani kemarahan Yifan.
Besok. Saat Yifan mengembalikan mobilnya, Yixing
akan mengatakan padanya apa yang Yixing pikirkan tentang sikap dan perlakukan
Yifan.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue
chap ini sm yg sblmnya yj momentnya sdkt;;;; update terus ya^^
ReplyDeleteWahhh sepertinya yifan n yixing akan berteman baik..hahh
ReplyDelete