Friday, February 21

[Remake] Salang-Ui Ba Chapter 10

Jaejoong benar-benar marah kepada Yunho, namja itu benar-benar perpaduan dari semua yang dia benci, kurang ajar, tidak sopan, dan menjengkelkan. Mungkin karena itulah Tuhan menciptakannya dengan kesempurnaan fisik yang luar biasa, untuk mengimbangi sifat buruknya.
Yunho duduk di kursi sebelah Jaejoong dan menatap lurus, "Aku ulangi, jangan pernah kau terpesona pada dokter muda itu, dia pasti dari kalangan keluarga konvensional dan aku yakin, pendidikan moral dan keluarganya tidak akan menoleransi kau, perempuan yang sudah dinodai oleh Jung yunho."
"Hentikan!!" Jaejoong menggeram, tak tahan akan kata-kata Yunho yang sepertinya sengaja digunakan untuk menyakitinya. Kepalanya terasa berdenyut-denyut, seperti ditusuk dengan tongkat besi. Dia meringis dan memegang kepalanya.
Ekspresi Yunho langsung berubah, namja itu berdiri dari kursinya dan setengah duduk di ranjang, memeluk Jaejoong,  "Jae? Gwenchana? Jae...?"
salang-ui ba
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong, Jung Yunho
©their self
Sleep with the Devil
©Shanty Agatha
"Gwenchana, mian, kepalaku cuma sedikit sakit."
"Berbaringlah." Yunho membantu merapikan bantal-bantal di belakang Jaejoong, lalu dengan pelan membaringkan Jaejoong di ranjang.
Jaejoong memejamkan matanya, merasakan denyutan itu mulai mereda, dan mendesah. "Otte?"
Jaejoong menarik napas panjang dan membuka mata, menemukan wajah luar biasa tampan itu menatapnya dengan cemas, benar-benar cemas, bukan sesuatu yang dibuat-buat. Apakah Yunho benar-benar cemas? Tapi bagaimana mungkin? Bukankah namja ini adalah namja kejam yang menghancurkan keluarga dan orangtuanya?
Tapi ingatan Jaejoong kembali kepada malam kecelakaan itu, sekarang terpatri jelas dalam ingatannya kalau Yunho benar-benar merengkuhnya malam itu, memeluknya erat-erat dan menahan guncangan-guncangan untuk melindunginya. Mungkin kalau bukan karena dipeluk Yunho, tubuh Jaejoong sudah terlempar, dan bukan hanya kepalanya saja yang terluka. Malam itu, Yunho jelas-jelas melindunginya. Tapi, kenapa?
Pertanyaan-pertanyaan itu kembali membuat kepala Jaejoong sakit, dia memejamkan matanya lagi.
Hening sejenak, kemudian Yunho menghela napas,
"Istirahatlah, kalau kau perlu apa-apa, kau tinggal menekan tombol di dekat ranjang."
Dan kemudian Yunho pergi menutup pintu dengan pelan dari luar.
.
.
.
Yunho menyandarkan tubuhnya di dinding dan memijit dahinya yang berdenyut, dadanya terasa sakit dan nyeri. Jadi, seperti ini rasanya...Melihat Jaejoong kesakitan hampir membuatnya meledak dalam kecemasan, dan itu semua karena musuh-musuhnya yang hendak mencelakainya.
"Apakah semua baik-baik saja Tuan?" Changmin muncul, dia memang sedang bertugas berjaga di sana dan cemas melihat Yunho hanya bersandar di pintu,
Yunho menoleh, menatap Changmin dan mengernyit, "Ah...Ya, dia baik-baik saja, hanya tadi ada serangan di kepalanya, dia kesakitan."
Changmin menganggukkan kepalanya dan merenung. Yunho juga tampak sibuk dengan pikirannya sendiri, "Kenapa tidak anda katakan saja kepadanya?" gimamnya akhirnya.
Yunho menyentakkan kepalanya, "Apa?"
"Semuanya, seharusnya dia tahu semuanya, itu akan membebaskannya dan juga membebaskan anda."
Yunho menggelengkan kepalanya,
"Itu akan menghancurkan hatinya." Dengan cepat Yunho mengalihkan pembicaraan, "Dokter bilang dia harus seminggu lagi di sini, kau atur penjagaan disini, jangan sampai ada yang lengah. Hanya dokter dan perawat khusus Jaejoong yang boleh masuk ke ruangan itu, instruksikan pada semuanya."
Yunho lalu melangkah pergi, dan Changmin tercenung menatap tuannya itu.
Semua orang selalu takut pada Yunho. Namja itu setampan malaikat, tetapi hatinya sehitam iblis, begitu kata orang-orang. Semua orang memujanya sekaligus menjaga jarak karena ketakutan. Yang mereka tidak tahu, kadang-kadang, Tuannya itu bisa seperti malaikat seutuhnya, baik tampilan fisiknya maupun hatinya.
.
.
.
"Selamat pagi, sepertinya kau sudah lebih sehat." Dokter Lee menyapa lagi di sore harinya setelah memeriksa Jaejoong, "Dan kulihat makan malammu masih utuh, kenapa kau tak memakannya?"
Jaejoong mengernyit meskipun mencoba tersenyum lemah kepada dokter Nam,
"Saya masih mual dan muntah-muntah dokter."
"Tapi kau harus tetap makan, aku akan memesankan menu lain untukmu mungkin sup panas dan jus buah bisa menggugah seleramu?"
Mau tak mau Jaejoong tersenyum melihat betapa bersemangatnya dokter Nam,
"Gomapta uisanim."
Dokter Lee menganggukkan kepalanya,
"Aku cuma tidak menyangka perempuan seperti kau yang menjadi kekasih Tuan jung."
Tertegun Jaejoong mendengar perkataan dokter Lee itu, "Mwo?"
wajah dokter Lee memerah karena malu, dia tampak menyesal telah mengucapkan kata-kata itu,
"Ah mianhe Jae, lupakan aku telah mengucapkannya ya?"
Jaejoong menggelengkan kepalanya, "Gwenchanayo uisanim, semua yang melihat pasti akan menyangka aku adalah kekasih Yunho."
"Apalagi melihat tingkah tuan jung di ruang gawat darurat kemarin." dokter Lee terkekeh.
Jaejoong mengernyitkan matanya lagi, memangnya apa yang dilakukan Yunho di ruang gawat darurat kemarin?
Dokter Lee sepertinya tahu bahwa Jaejoong bertanya-tanya, dia mengangkat bahunya, "Jangan bilang padanya kalau aku membicarakan tentangnya di belakangnya, ya, sampai sekarang aku masih merinding mengingat tatapan membunuhnya ketika mengancam akan menghabisi semua dokter dan perawat disini kalau mereka tidak berhasil menyelamatkanmu,"
ditatapnya Jaejoong dengan tatapan menyesal, "sungguh, siapapun yang melihat kelakuannya kemarin pasti akan mengambil kesimpulan yang sama, bahwa Tuan jung adalah kekasih yang amat sangat mencintai dan mencemaskanmu."
Jaejoong memalingkan muka, tidak tahu harus berkata apa, masih tidak dipercayainya kata-kata dokter Lee kepadanya,
"Ah ya, dan sebenarnya dia turut andil dalam menyelamatkan nyawamu."
Ketika Jaejoong menatap dokter Lee dengan bingung, dokter Lee mendesah, "hmm. Dia tidak bilang padamu, ya? jangan bilang kalau kau tahu dari aku, ya."
"tahu tentang apa?"
"Malam itu kau kehabisan banyak darah, dan Tuan jung yang kebetulan golongan darahnya sama denganmu, memaksa kami mengambil darahnya untukmu. Sebenarnya kami tidak boleh melakukannya, Tuan jung juga baru selamat dari kecelakaan yang sama, tetapi dia memaksa, dan mengancam, dan benar apa kata orang, tidak akan ada seorangpun yang berani melawan apa yang dikatakan oleh Jung. Lagipula dia adalah pemilik rumah sakit ini, perintahnya harus kami laksanakan."
Kejutan Lagi. Jaejoong tidak suka dia harus berhutang nyawa kepada namja iblis itu. Tetapi entah kenapa, perasaan bahwa darah namja itu mengalir di pembuluh nadinya membuat dadanya berdesir oleh suatu perasaan aneh, seolah-olah bagian diri Yunho sekarang ada di dalam tubuhnya, di dalam dirinya.
Dokter Lee menghela napas melihat Jaejoong termenung, "Ah seharusnya aku tidak terlalu banyak bicara, kau harus segera beristirahat."
ketika dokter Lee sudah sampai di pintu, Jaejoong memanggilnya, "Uisanim..."
Langkah dokter Lee berhenti seketika, dia menoleh dan menatap Jaejoong bertanya-tanya, "Ada apa Jae? Ada yang bisa kubantu? Apakah kau kesakitan?"
Jaejoong menggelengkan kepalanya, "Ah tidak apa-apa dokter, lupakan saja, terimakasih sudah merawat saya."
Dokter Lee tersenyum,
"Aku hanya melakukan tugasku, tapi sekaligus aku senang kalau pasienku makin membaik.
Ketika dokter Lee pergi, Jaejoong tercenung. Cerita doker Lee tadi membuatnya bingung. Benarkah itu semua? Bahwa Yunho sangat mencemaskan keselamatannya?
Pikiran Jaejoong teralihkan oleh kesadarannya bahwa dia saat ini tidak sedang dikurung di rumah Yunho yang berpenjagaan ketat, dia ada di area publik, sebuah rumah sakit, dan itu berarti kesempatannya untuk melarikan diri semakin besar. Dia harus melepaskan diri dari cengkeraman Yunho karena dia merasa takut. Ya...Jaejoong takut semakin lama dia berada di bawah Yunho, pada akhirnya dia akan bertekuk lutut di bawah kaki Yunho, jatuh ke dalam pesonanya.
Jaejoong hanya perlu seseorang untuk menolongnya...bisakah dokter Lee menolongnya? Jika Jaejoong meminta tolong padanya, akankah dokter Lee mengerti? Dari perkataannya tadi, tampak jelas kalau dokter Lee menganggap Jaejoong adalah kekasih Yunho, Bagaimana jika dia menceritakan yang sebenarnya? Mungkinkah dokter Lee jatuh simpati dan menolongnya? Atau mungkin dokter Lee malah melaporkannya pada Yunho, mengingat rumah sakit ini adalah milik Yunho. Malam itu Jaejoong tertidur dengan mimpi buruk, dimana Yunho terus menerus mengucapkan ancaman itu di telinganya, bahwa dia akan membunuh siapapun yang menolong Jaejoong dan siapapun yang lengah hingga Jaejoong bisa melarikan diri. Kalimat itu terngiang jelas sepanjang malam
"Kebebasanmu akan digantikan dengan nyawa seseorang, Jae..."
.
.
.
.
Changmin melapor pagi-pagi sekali kepada Yunho, "Kami berhasil menangkap Siwon."
Yunho yang sedang menyesap kopinya langsung membanting gelasnya ke meja, "Hidup-hidup?" tanyanya sambil menyipitkan matanya. Changmin mengangguk.
"Hidup-hidup."
"Bagaimana kondisinya?"
"Kakinya sedikit luka, tetapi tidak parah, dia berusaha melarikan diri dari kami, tetapi kami berhasil menggagalkannya."
"Bagus, bawa dia padaku."
.
.
.
.
Sosok yang selalu berada dalam bayangan gelap itu mengawasi semuanya dari mobil yang diparkir secara tidak kentara dekat dari gerbang Yunho.
Bagus. Mereka sudah menangkap Siwon, itu akan mengalihkan perhatian mereka untuk sementara. Dan dia bisa berbuat apapun yang dia mau untuk menyusun rencana menghabisi Yunho...Dan pelacurnya. Jackal tidak pernah gagal membunuh targetnya. Ketika targetnya terlepas, Jackal akan memburunya sampai mati, dan kali keduanya, dia tak akan pernah gagal.
.
.
.
Yunho masuk ke kamar perawatan Jaejoong tengah malam, saat itu Jaejoong sudah tertidur pulas. Dengan langkah pelan tak bersuara, Yunho berjalan menuju tepi tempat tidur dan berdiri dekat disana mengawasi Jaejoong.
Begitu damai perempuan ini terpejam dalam lelapnya, seolah tak menyadari bahwa sekarang bahaya yang amat besar sedang mengintainya.
Yunho sedikit membungkuk, lalu menyentuh pelan pipi Jaejoong. Perempuan itu mengerang pelan lalu mengubah posisi tidurnya, tetapi tidak terbangun.
Yunho mengambil resiko dengan menunduk dan mengecup bibir Jaejoong, merasakan manisnya bibir itu, sampai kemudian dia larut dalam gairahnya yang tertahan dan melumat bibir Jaejoong.
.
.
.
Jaejoong merasakan gelenyar panas di seluruh tubuhnya, dan dia menggeliat, ada gairah menjalar dari bibirnya yang terasa nikmat dilumat seseorang. Dengan lemah Jaejoong mengerjap setengah tidur dan membuka mata.
Lelaki itu, yang sedang membungkuk di atas tubuhnya dan melumat bibirnya, adalah Jung yunho.
Yunho sedang melumat bibir Jaejoong, kemudian dia berhenti dan menatap mata Jaejoong, menyadari bahwa Jaejoong sudah terbangun.
Dengan lembut Yunho menelusurkan tangannya di pipi Jaejoong, lalu bibirnya mengikuti gerakan jemarinya.
Jaejoong memejamkan matanya, ini pasti mimpi. Jung yunho di dunia nyata tidak mungkin berbuat selembut ini, lelaki itu pasti akan langsung memaksanya, memperkosanya dan memperlakukannya dengan kasar.
Ini pasti mimpi, karena sebelum tidur Jaejoong berbaring dengan gelisah, mencoba menghapus memori bercintanya dengan Yunho yang seolah-olah selalu muncul dalam benaknya.
Dan karena ini mimpi, tak ada salahnya untuk menikmati. Jaejoong setengah tersenyum, lalu menyentuh pipi Yunho dengan lembut. Dalam sekejap tubuh Yunho langsung kaku seperti terkejut merasakan sentuhan lembut jemari Jaejoong di pipinya.
Jaejoong langsung menarik tangannya panik, apakah Yunho dalam mimpinya ini akan berubah lagi menjadi Yunho dalam dunia nyata yang jahat?
Ternyata tidak, Yunho dalam dunia mimpi ini sangat lembut dan penuh kebaikan, lelaki itu mengambil jari Jaejoong dan meletakkannya di pipinya,
"Sentuh aku dimanapun kau suka, jangan berhenti..." bisik Yunho penuh gairah.
Jaejoong tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ini benar-benar mimpi yang sangat menyenangkan, di bawah tatapan tajam Yunho, Jaejoong menyusurkan jemarinya di wajah Yunho, mengagumi setiap kesempurnaan yang terpatri di sana, ketika jemarinya hampir menyentuh bibir Yunho, lelaki itu meraih tangannya, dan mengecupnya lembut, satu persatu jemarinya, Yunho menggulingkan tubuhnya kesamping Jaejoong, ranjang rumah sakit yang lembut itu membuat tubuh mereka bersentuhan rapat, tangan Yunho menggenggam jemari Jaejoong, lalu menyentuhkan jemarinya ke kejantanannya yang sudah sangat siap,
"Sentuh aku boo." bisiknya parau.
Wajah Jaejoong memerah merasakan kekerasan yang panas di telapak tangannya, dengan lembut Yunho membuka ikat pinggangnya dan menurunkan cejaejoongnya, "Rasakanlah tubuhku yang amat sangat mendambamu."
Jaejoong meremas kejantanan itu dan Yunho mengerang, perasaan bahwa Yunho benar-benar bergairah atas sentuhannya membuat Jaejoong merasa senang. Oh ya ampun, ini adalah mimpi erotis terbaik yang pernah dia alami.
Jemari Jaejoong bereksplorasi di tubuh Yunho, dan lelaki itu membiarkannya sebebas-bebasnya. akhirnya, ketika bibir Jaejoong dengan penuh ingin tahu mencecap kejantanan itu, Yunho mengangkat kepala Jaejoong dengan tatapan tajam berkabut yang penuh gairah.
"Giliranku." geramnya serak.
Jaejoong dibaringkan dengan Yunho berbaring miring menghadapnya, lelaki itu mengecup dahinya, pelipisnya, ujung hidungnya, pipinya, bibirnya dengan kecupan-kecupan kecil yang lembut, Lalu bibir itu berhenti di bibir Jaejoong, mencicipinya sedikit-sedikit di tiap ujungnya, meniupkan kehangatan yang basah di sana, membuat Jaejoong membuka bibirnya dengan penuh perasaan mendamba.
Yunho melumat bibir Jaejoong yang membuka itu dan menyelipkan lidahnya ke dalamnya. Lidah mereka bertautan, panas dan basah. Bibir Yunho melumat bibir Jaejoong tanpa ampun, mencecap setiap sisinya, dengan penuh gairah.
Jaejoong merasakan jemari Yunho mulai membuka satu-persatu pakaian rumah sakit Jaejoong, kemudian tangan yang panas itu serasa membakar di kulitnya yang telanjang, menyentuhnya dengan intens di semua sisi, menimbulkan geletar tiada duanya, yang membuat Jaejoong menggeliat penuh gairah.
Jemari Yunho menyentuh kewanitaannya, dan mencumbunya dengan keahlian luar biasa hingga paha Jaejoong terbuka, panas dan basah siap untuknya.
Yunho sudah berada di atasnya dan menindihnya, Jaejoong merasakan kejantanannya yang begitu panas menyentuhnya,
"Apakah..." napas Yunho yang panas sedikit terengah terasa begitu erotis di bibirnya, Yunho mengecupnya lagi, "apakah aku akan menyakitimu kalau aku..."
Jaejoong menggoyangkan pinggulnya putus asa, gairahnya memuncak tanpa ampun, dia ingin Yunho ada di dalam dirinya, oh Ya ampun, dia sangat ingin!
Gerakan-gerakan Jaejoong yang tak berpengalaman itu membuat Yunho menggertakkan giginya menahan gairahnya yang memuncak, akhirnya dengan satu gerakan yang mulus, Yunho menekan dirinya, menyatukan tubuhnya dengan Jaejoong.
Percintaan mereka sangat penuh gairah dan luar biasa nikmatnya. Jaejoong mencengkeram punggung Yunho yang berotot, melupakan rasa sakit di kepalanya, terlalu larut dalam kenikmatan yang mendera tubuhnya. Yunho berusaha bergerak selembut mungkin tetapi gairahnya mengalahkan akal sehatnya, dia bergerak dengan penuh gejolak, membawa Jaejoong bersamanya. Dan akhirnya ketika puncak itu datang, tubuh mereka menyatu dengan begitu eratnya, dalam ombak kepuasan yang bergulung-gulung menghantam tubuh mereka.
Ketika Yunho menarik tubuhnya dengan hati-hati dari Jaejoong dan berbaring di sebelahnya dengan lengan masih memeluknya erat, Jaejoong sudah terlalu kelelahan untuk bergerak - sungguh mimpi yang luar biasa nikmatnya - desah Jaejoong dalam hati, masih menggelenyar dalam sisa-sisa kenikmatan yang begitu memuaskan.
Ah, bahkan dalam mimpinya itu, dia bisa merasakan dengan jelas kecupan lembut Yunho di dahinya sebelum lelaki itu pergi.
.
.
.
.
To Be Continue

6 comments:

  1. Omo! Di rumah sakit malah nc-an...#fiuuuhh
    semoga jae th perasaan yun yg sebenernya

    ReplyDelete
  2. Anonymous1:12 PM

    Jae kira itu mimpi..hahaha

    ReplyDelete
  3. untuk pertama kalinya yunjae NC an ga pke kasar2 an atw pemaksaan makanya jae mau dengan suka rela tapi jae mikir itu cuma mimpi padahal itu jelas nyata. hihihi

    ReplyDelete
  4. Jae itu bukan mimpi loooh, OMG~ #smirk
    Eh Yun nyembunyiin sesuatu, tentang orang tua Jae kah?
    Memang Yun itu jatuh cinta sama Jae, cuma di awali dengan perlakuan yang 'sedikit' atau 'lebih' berbeda dan special pake cinta~

    Ah Jackal nya siapa sih? Berbahaya, Selain ngincer Yun dia juga ngincer Jae

    ReplyDelete
  5. Bgus skrang yunho agak sdikit klem gmna nanti klue ada yg melihat.a

    ReplyDelete
  6. Yunho pervertnya udh ga ketulungan..
    Masa Jae msh sakit gt masih dikerjain jg, di RS lg. ckckck...
    Parahnya Jae mikirnya cm mimpi..

    ReplyDelete