Summary: Jung Yunho, violin jenius, tampan, kaya,
dan sangat mempesona memiliki pengalaman buruk dimasa lalu. Dia disakiti oleh
wanita terdekatnya. Dipisahkan dari appa dan dongsaengnya untuk kemudian
dibuang hanya demi uang. Semenjak itu dia sangat membenci mahluk yang bernama
perempuan. Dia akan menyakiti perempuan untuk membalaskan dendam masa lalunya.
Hingga hadir seorang yang menariknya untuk perduli, dan tanpa disadarinya cinta
mulai membayangi kehidupan mereka.
Embrace The Chord
Remake from Santhy Agatha Novel
Jung Yunho, Kim Jaejoong, Go Ahra, Shim
Changmin, dan lainnya milik diri mereka sendiri
By Kitahara Saki/7ec4df8e
Penonton sangat ramai
memenuhi seluruh tempat duduk elegan yang tersedia. Semua kursi penuh dan
seluruh barisan orkestra telah menempati posisi masing-masing.
Yunho dan Jaejoong
berada di ruang ganti. Yunho mengenakan tuxedonya dan menatap Jaejoong dengan
lembut,
“Gugup?” tanyanya
penuh sayang,
dalam sebulan ini
mereka telah menjadi kekasih yang sedemikian dekat dan saling mencintai.
Benar-benar seperti menemukan pasangan jiwa yang telah terpisah sedemikian
lama.
Tidak seperti sikap
dingin Yunho sebelumnya, lelaki itu ternyata bisa menjadi begitu hangat kepada Jaejoong.
Dia mudah menyatakan cinta, berkali-kali, dan melimpahi Jaejoong dengan penuh
kasih sayang.
Jaejoong sama sekali
tidak menyangka, pertemuannya dengan Yunho yang berlanjut dengan berbagai
permainan biola mereka bersama dan kemudian sambung menyambung oleh berbagai
peristiwa akan berakhir menjadikan mereka sepasang kekasih.
Walaupun
begitu, Jaejoong sungguh berbahagia, cara Yunho memperlakukannya, seolah dia
adalah kekasih yang paling sempurna di dunia, seolah dia adalah satu-satunya
yang berharga bagi Yunho, membuatnya merasa sangat berbahagia.
Mereka berdua sungguh
saling melengkapi baik dalam bermain biola maupun dalam hubungan percintaan
mereka.
Jaejoong
menggelengkan kepalanya, “Tidak, aku tidak merasa gugup. Asal kau ada
disampingku.”
Yunho tersenyum dan
mengecup dahi Jaejoong.
“Kurasa akulah yang
merasa gugup, aku belum pernah melakukan konser dengan tangan kiri sebelumnya.”
“Kau pasti bisa.” Jaejoong
tersenyum lembut,
dengan penuh
sayang.dia merapikan dasi Yunho,
“Ingat, kau adalah
seorang maestro pemain biola yang sangat jenius.”
Dia lalu mengerutkan
keningnya dan menatap Yunho dengan tatapan mata menggoda,
“Sayangnya aku tidak
punya jepit rambut kupu-kupu berlian seperti yang dimiliki eommamu untuk
meredakan rasa gugupmu.”
Yunho tertawa lalu
memeluk Jaejoong dengan sayang,
“Aku tidak butuh
jepit rambut itu, aku sudah memiliki yang paling berharga di dalam genggaman
tanganku, bukan Boo?”
Pipi Jaejoong
memerah, “Terimakasih karena mencintaiku, Yunnie.”
Mata Yunho meredup.
“Dan akupun demikian adanya, BooJae, terimakasih karena telah bersedia
mencintaiku.”
.
.
.
“Nanti setelah konser
kau culik Jaejoong di sini, dia akan keluar dari sisi panggung sebelah sini.” Ahra
berbisik kepada Andrew yang menyamar, berpakaian sebagai salah seorang kru, Ahra
tentu saja sudah berdandan cantik sekali karena dia sudah mempersiapkan diri
untuk berdandan secantik mungkin sebagai pasangan Yunho di pesta nanti. Mereka
berdua sedang berdiri di sisi panggung, berbisik-bisik mencurigakan.
Andrew menganggukkan
kepalanya,
“Oke, jadi nanti
setelah Jaejoong keluar panggung, aku akan membiusnya dengan obat bius dan
membawanya pergi dari sini. Lalu apa yang harus kulakukan kepadanya?”
Ahra terkekeh jahat,
“Kau bisa melakukan apapun kepadanya, kau bisa menjualnya atau bahkan
membunuhnya, aku tidak peduli, yang pasti Jaejoong harus menyingkir dari sisi Yunho!”
Sebelum Andrew sempat
berkata-kata, tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan dari ujung samping
panggung. Ahra menoleh dengan terkejut, tetapi langsung tersenyum lebar ketika
menyadari bahwa yang bertepuk tangan adalah Yunho.
“Yunho! Sayangku!”
Ahra setengah
melompat ingin menghampiri Yunho, tetapi kemudian langkahnya terhenti ketika
dari sisi lain ada banyak polisi yang muncul, dengan posisi melingkar,
mengepungnya dan Andrew. Wajah Ahra langsung pucat pasi, dia menatap Yunho
kebingungan.
“Yunho? Apa-apaan?”
dia bertanya suaranya tercekat di tenggorokannya, ketakutan karena polisi yang
mengepungnya.
Yunho hanya terdiam,
berdiri dan menatap Ahra tanpa ekspresi. Lalu lelaki itu mengeluarkan perekam
dari balik saku jasnya.
Suara perekam itu
sungguh lantang, mengulang kembali semua percakapan Ahra dengan Andrew
sebelumnya yang berencana melukai Jaejoong.
“...........Kau
bisa melakukan apapun kepadanya, kau bisa menjualnya atau bahkan membunuhnya,
aku tidak peduli, yang pasti Jaejoong harus menyingkir dari sisi Yunho!”
Segera setelah
rekaman itu berakhir, polisi bergerak maju dan meringkus Ahra bersama Andrew, Ahra
meronta-ronta, menatap Yunho dengan tidak percaya, benar-benar tidak percaya
bahwa Yunho akan melakukan hal ini kepadanya.
“kenapa kau melakukan
hal ini Yunho? Kenapa kau tega melakukannya kepadaku? Aku mencintaimu Yunho...
Aku mencintaimuuu...”
Ahra berteriak-teriak
seperti orang gila, berusaha meronta-ronta ketika polisi meringkusnya dan
membawanya pergi meninggalkan tempat itu.
Setelah Ahra dan
Andrew menghilang dibawa polisi, Jaejoong muncul di sebelah Yunho.
“Kurasa kita bisa
tenang sekarang.”
Yunho tersenyum. “ya,
kita bisa tenang sekarang BooJae.” Diraihnya jemari Jaejoong dan dikecupnya,
“Ayo, penonton sudah
menunggu, mari kita berikan konser terindah kita.”
Yunho dan Jaejoong,
membawa biola masing-masing, berjalan melangkah menuju panggung yang terbuka.
Suara penonton
langsung riuh menyambut kedatangan mereka, pasangan duet sempurna yang telah
lama dinanti-nanti, apalagi kondisi Yunho yang sudah vakum hampir sebulan
bermain biola karena lukanya, membuat perasaan antisipasi penonton semakin
dalam.
Suara applause semakin
riuh rendah dan beberapa penonton bahkan berdiri, padahal Yunho dan Jaejoong
belum mulai bermain biola.
Jaejoong menatap
penonton yang begitu banyaknya mememenuhi kursi penonton, dia menghela napas
panjang dan menatap ke arah Yunho, lelaki itu tersenyum kepadanya, memberinya
senyuman menguatkan.
I
Love U
Yunho menggerakkan
mulutnya tanpa suara, memberikan Jaejoong ketenangan dan perasaan bahagia yang
luar biasa.
Dia meletakkan biola
itu di pundaknya, dan kemudian menghela napas panjang, menunggu Yunho
menggesekkan nada awal musik mereka, dan menyusulnya dengan permainan biolanya
sendiri yang tak kalah indahnya.
Suara musik yang
begitu sempurna, penuh dengan nada simponi yang mempesona, memenuhi gedung
orkestra yang sangat besar itu, membuat seluruh penonton terpana.
Suara musik yang
indah juga mengalir di benak Yunho dan Jaejoong, benak dua orang yang
diprsatukan oleh nada, dipeluk oleh nada hingga kemudian saling mencintai satu
sama lain.
.
.
.
.
END
Beneran End oke.
Sampai jumpa di cerita selanjutnya

Akhirnya happy end jg deh..
ReplyDeleteSebenernya masih pengen yunjae moment lg.
Tapi apa mau dikata kl emng ceritanya cm sampe disini.
Pokoknya makasih banyak utk Saki yg selalu rajin remake novel2 bagus.
Semangat terus dan kutunggu remake-mu selanjutnya...^^