Summary: Jaejoong dan Yunho sebelumnya tidak saling mengenal. Permasalahan diantara orang tua mereka membuat Yunho harus membenci Jaejoong. Tapi sikap Jaejoong membuat Yunho mulai ragu. Haruskah ia membenci Jaejoong dan menutup hatinya agar tidak tertaeik pada anak dari appa tirinya?
The Untitled Story
Kitahara Saki
Remake from Abby Glines Story
Remake from Abby Glines Story
Staring: Jung Yunho, Kim
Jaejoong
Marga disesuaikan untuk
kepentingan cerita
Chapter 13
Junsu menunjukkan Yunho arah menuju Mirotic. Ah ternyata
tempatnya ada di perbatasan gyongju. Sekitar satu jam dari rumah pantai Yunho.
Tidak terlalu mengejutkan memang. Karena daerah sekitar rumah Yunho adalah
kawasan rumah yang digunakan untuk menenangkan diri, sehingga tempat seperti
Mirotic dipastikan jauh dari sana.
Bar itu sangat luas dan keseluruhannya terbuat dari papan
kayu. Rupanya, tempat ini sangat terkenal. Mungkin karena didaerah ini tidak
terlalu banyak ditemukan tempat semacam ini. Bir-bir terang yang berpijar
menandakan hiasan dinding didalam dan diluar ruangan.
Lagu “Choosey Lover” milik DBSK berdentum keras melalui
stereo saat kami melangkah masuk kedalam.
“Mereka akan memulai live musik sekitar tiga puluh menit
lagi. Itu adalah waktu terbaik untuk berdansa. Kami memiliki banyak waktu untuk
menemukan tempat yang bagus dan minum segelas tequila dengan sekali tegukan,”
teriak Junsu ditengah hingar bingar bar.
Aku tidak pernah meneguk tequila. Bahkan bir sekalipun, aku
tidak pernah. Tapi malam ini aku akan mencobanya. Aku ingin menjadi bebas.
Menikmati malam ini. Yunho bergerak dibelakangku dan tangannya berada
dipunggungku. Ini bukanlah posisi seorang teman... bukan?
Aku memutuskan untuk tidak menegurnya disini karena kalau
begitu aku harus berteriak melawan suara musik yang berdentum keras. Yunho
mengajak kami ke meja kosong yang berada
jauh dari lantai dansa. Dia berdiri dan mempersilahkan aku duduk. Junsu masuk
dan duduk diseberangku sedangkan Yunho duduk disebelahku.
Junsu memberengut kepadanya.
“Kau ingin minum apa?” Tanya Yunho, menunduk kearah
telingaku jadi dia tidak perlu berteriak.
“Aku tidak tahu,” jawabku, melirik kearah Junsu untuk
meminta bantuan. “Apa yang harus aku minum?”
Mata Junsu melebar lalu dia tertawa. “Kau tidak pernah minum
sebelumnya, ya?”
Aku menggelengkan kepalaku. “Aku belum dewasa untuk bisa
membeli alkohol untuk diriku sendiri. Kau?”
Dia menepuk tangannya. “Ini akan menjadi sangat
menyenangkan. Aku dua puluh satu tahun, setidaknya ID-ku menyatakan seperti
itu.” Dia melempar pandangan kearah Yunho. “Kau harus membiarkannya pergi
keluar. Aku akan mengajaknya ke bar.”
Yunho tidak bergeming. Dia kembali menatapku, “Kau tidak
pernah sekalipun meminum alkohol?”
“Tidak. Tapi aku akan mencobanya malam ini,” Aku
meyakinkannya.
“Kau harus perlahan-lahan. Kau tidak memiliki toleransi yang
cukup tinggi untuk itu. “Dia meraih lengan pelayan. “Kami ingin menu.”
Junsu meletakkan tangannya dipinggang. “Kenapa kau memesan
makanan? Kita disini untuk minum dan berdansa. Bukannya makan.”
Yunho memutar kepala kearahnya jadi aku tidak bisa melihat
dengan pasti wajahnya tapi yang aku tahu bahunya menegang. “Dia tidak pernah
mabuk sebelumnya. Dia butuh makan terlebih dahulu atau dia akan membungkuk
untuk memuntahkannya dan aku akan memarahimu selama dua jam.”
Oh. Aku tidak ingin muntah. Tidak untuk itu.
Junsu memutar matanya dan melambaikan tangannya didepan
wajah Yunho seakan Yunho adalah seorang idiot. “Baiklah. Terserah padamu ABOJI?.
Yang pasti aku akan mendapatkan sesuatu yang bisa diminum dan memberikannya
juga. Jadi suruh dia makan dengan cepat.”
Pelayan itu kembali dengan membawa menu sebelum Junsu
menyelesaikan pembicaraannya. Yunho mengambilnya dan berbalik kearahku sambil
membuka menu. “Pilih sesuatu untuk dimakan. Tidak usah memperdulikan kata-kata
diva pemabuk itu, kau harus makan terlebih dahulu.”
Aku mengangguk. Aku tidak ingin sakit.
“Kentang goreng keju kelihatannya enak.”
Yunho mengangkat menunya dan pelayan kembali berlari kearah
kami.
“Kentang goreng keju. Dua porsi dan segelas penuh air.”
Pelayan itu mengangguk dan berjalan meninggalkan kami, Yunho
menyenderkan punggungnya dan memiringkan kepalanya untuk melihatku. “Jadi saat
ini kau berada di Mirotic. Apakah itu yang benar-benar kau harapkan? Karena
jujur saja, bagiku musik ini sangat menyakitkan.”
Sambil tersenyum, aku mengangkat bahu dan melihat
sekelilingku. Aku sadar jika bar yang biasa dikunjungi Yunho sangat berbeda
dengan bar yang seperti ini.
“Aku baru disini dan aku belum mabuk ataupun menari, jadi
aku akan memberitahumu setelah itu terjadi.”
Yunho menyeringai, “Kau ingin menari?”
Aku ingin menari tapi tidak dengan Yunho. Aku tahu bagaimana
gampangnya untuk melupakan bahwa ia adalah seorang teman. “Ya, aku ingin. Tapi
pertama aku butuh dorongan keberanian dan aku juga butuh seseorang untuk
memintaku menari.”
“Aku pikir aku hanya bertanya,” jawabnya.
Aku meletakkan siku diatas meja dan mengistirahatkan dagu
ditanganku. “Apa kau pikir itu sebuah ide yang bagus?” Aku ingin ia mengakui
bahwa itu bukanlah sebuah ide yang bagus.
Yunho mendesah, “Mungkin tidak.”
Aku mengangguk.
Dua piring kentang goreng keju diletakkan didepan kami dan
sebuah gelas yang berisi air dingin diletakkan didepan Yunho. Makanan itu
terlihat sangat baik. Aku tidak menyadari bahwa sebenarnya aku sangat lapar.
Aku harus menjaga berapa banyak makanan yang aku habiskan. Ini seharga tujuh
dollar. Dan aku tidak ingin menghabiskan lebih dari dua puluh dollar.
Sebenarnya aku hanya ingin segelas minuman tapi Yunho bilang bahwa aku
membutuhkan makanan untuk dimakan.
Aku mengambil kentang goreng lembut yang disiram keju lalu
menggigitnya.
“Rasanya lebih baik daripada roti dengan topping selai kacang, bukan?” Yunho bertanya sambil
tersenyum menggoda. Aku mengangguk dan mengambil makanan yang lain.
Junsu meluncur dari sisi Yunho masuk ke dalam ruangan sambil
membawa dua minuman yang dituang dalam gelas kecil. Minuman itu terlihat
berwarna kuning. “Aku pikir aku harus memulainya dengan minuman yang paling
ringan. Tequila adalah minuman untuk wanita dewasa. Kau belum siap untuk itu.
Jadi, ini adalah lemon drop (tequila lemon). Rasanya manis dan enak.”
“Makanlah dulu,” Yunho menginterupsinya.
Aku mengambil makanan lagi dan makan dengan cepat, sampai
habis. Lalu aku meraih gelas minuman lemon. “Okay, aku siap,” Aku memberitahu Junsu
dan dia mengambil miliknya lalu menyeringai. Aku menontonnya saat dia meletakan
itu dibibirnya dan memiringkan kepalanya ke belakang. Aku pun melakukan hal
yang sama.
Rasanya sangat enak. Hanya ada sedikit rasa terbakar
ditenggorokanku. Aku suka lemon. rasa. Rasanya enak.Aku meletakkan gelas kosong
ke meja dan tersenyum pada Yunho yang sedang menatap ku.
“Makan,” balasnya.
Aku mencoba untuk tidak tertawa padanya tapi aku tidak bisa
menahannya. Aku tertawa. Yunho terlihat sangat konyol.
Aku mengambil kentang goreng lagi dan menggigitnya, lalu Junsu
mengulurkan tangannya dan mengambil beberapa kentang goreng juga.
“Aku bertemu beberapa pria di bar. Aku menunjukmu dan mereka
sudah mengawasi kita sejak kita duduk disini. Kau siap untuk mulai berkenalan
dan menambah teman baru?”
Yunho bergerak lebih dekat ke sisiku dan kehangatan yang
berasal dari dirinya serta yang berasal dari perutku membuat aku ingin tetap
disini dengan... Yunho. Tapi yang aku butuhkan adalah aku harus bangun dari
tempat ini. Aku mengangguk.
“Biarkan dia keluar, Yunho. Kau bisa menjaga kehangatan di
ruangan ini sampai saat kami kembali nanti,” kata Junsu.
Yunho tidak segera beranjak dan aku mulai berpikir bahwa ia
mengabaikannya atau dia akan menyuruhku untuk
makan. Akhirnya dia bergerak dan berdiri.
Aku ingin mengatakan sesuatu kepadanya. Apapun yang bisa
membuatnya tersenyum dan berhenti cemberut tapi aku tidak tahu apa yang harus
aku katakan.
“Hati-hati. Aku ada disini jika kau membutuhkanku,”bisik nya
pelan saat dia melangkah lebih dekat kearahku. Aku hanya mengangguk. Hatiku
terasa sesak dan aku ingin kembali ke
ruangan itu bersamanya.
“Ayolah Jae. Waktu nya kau untuk mendapatkan minuman gratis
dan pria. Kau adalah teman terpanas yang pernah aku miliki. Ini seharusnya bisa
menyenangkan.Jangan bilang mereka kau masih berusia sembilan belas tahun.
Beritahu mereka kalau usiamu dua puluh satu tahun.”
“Okay.”
Junsu menarikku kearah dua pria yang jelas-jelas mengawasi
kami. Satu jangkung dengan rambut pirang panjang yang diselipkan dibelakang
telinganya. Dia terlihat belum bercukur selama beberapa hari, tapi kemeja
flanel yang melekat ditubuhnya kelihatan keren.Matanya melirik kearahku, lalu
kearah Junsu, dan kembali lagi kearahku. Dia belum mengambil keputusan, ingin
bersamaku atau Junsu.
Pria lain berambut ikal pendek hitam kecoklatan dan sepasang
mata coklat yang cantik. Warna coklat yang membuatmu ingin menatapnya. Kaus
berkerah putihnya tidak banyak meninggalkan banyak hal untuk diimajinasikan dan
dadanya yang bidang itu terasa sangat indah untuk dilihat. Dia sudah terlihat
memakai kerah terbuka yang berwarna biru sama seperti saat mereka datang.
Matanya melirikku. Tidak bergerak ataupun bergeser. Sebuah senyuman kecil
terlihat dibibirnya dan aku memutuskan ini bukanlah hal yang buruk untuk aku
lanjutkan.
“Boys, kenalkan ini adalah Jae. Aku menjauhkannya dari
kakaknya dan sekarang dia butuh minum.”
Pria berambut hitam gelap berdiri dan mengulurkan tangannya,
“Seunghyun. Senang berkenalan denganmu Jae.”
Aku menyelipkan tanganku ditangannya dan menjabatnya.
“Senang berkenalan denganmu juga Seunghyun.”
“Kau ingin minum apa?” Tanyanya,
sebuah senyum membentang diwajahnya sebagai tanda perkenalan.
“Dia ingin lemon drop. Hanya itu yang dia inginkan untuk
saat ini,” Kata Junsu disampingku.
“Hey, Jae, Aku Enhyuk.” Kata si pirang, mengulurkan
tangannya dan aku menjabatnya. “Hello, Enhyuk.”
“Okay boys, jangan bertengkar. Disini ada kita berdua.
Tenanglah, Enhyuk. Kepolosannya membuatmu panas,” Kata Junsu dengan nada kesal.
“Ayo menari bersamaku dan aku akan menunjukkan bagaimana wanita nakal bisa
menyembuhkan penyakit gatal kalian.”
Junsu memiliki perhatian penuh Enhyuk sekarang. Aku menutup
mulutku agar tidak tertawa. Dia sangat baik. Junsu berkedip kearahku dan
membiarkan Enhyuk membawanya ke lantai dansa.
“Temanmu yang ada
disana. Dia ingin kita untuk berkenalan. Aku bilang bahwa aku tidak tertarik
dan dia menunjuk kau. Yang bisa kulihat adalah rambut hitam menawanmu dan aku
tertarik.” Kata Seunghyun sambil menyodorkan segelas lemon drop.
“Terima kasih. Dan
ya, Junsu sangat menyenangkan. Dia membawaku malam ini. Ini adalah pertama
kalinya aku pergi ketempat seperti ini.”
Seunghyun menganggukkan kepalanya ke arah Yunho. Seorang berkaki
panjang dengan rambut pirang bersandar ditepi meja kami. Aku melihat
jari-jarinya digerakkan disepanjang pahanya. Jelas itu tidak akan membuatnya
bertahan.
“Itu alasan mengapa
kakakmu ikut denganmu malam ini?”
Pertanyaan Seunghyun mengingatkanku mengapa aku berada disini
dan aku membuang tatapanku dari Yunho dan kaki gadis itu.
“Um, uh... seperti itu lah.”
Aku meletakkan gelas pada bibirku dan meminumnya dengan
cepat.
“Bisakah kita...
Maksudku, maukah kau menari bersamaku?” Tanyaku saat aku meletakkan kembali
gelas diatas meja bar.
Seunghyun berdiri dan mengarahkanku ke lantai dansa. Junsu sudah
menekankan tubuhnya kepada Enhyuk dengan cara yang illegal untuk di depan umum.
Aku tidak akan menari dengan cara seperti itu. Dan juga ku harap kalau Yihan
tidak menginginkannya.
Seunghyun mengambil tanganku dan meletakkan disekitar lehernya
sebelum dia meletakkan tangannya sendiri disekitar pinggangku dan menarikku
untuk lebih dekat dengannya. Itu sangat bagus. Semacam itu lah.Musiknya
mengalun pelan dan sexy. Bukan seperti
yang aku inginkan, untuk menari dengan
orang yang baru saja aku kenal.
“Apakah kau tinggal disekitar sini? Aku tidak pernah
melihatmu disini sebelumnya,” Kata Seunghyun, menundukkan kepalanya agar sejajar
dengan telingaku sehingga aku bisa mendengarnya.
Aku menggelengkan kepalaku. “ Tempat tinggalku sekitar empat
puluh menit dari sini dan aku baru saja
pindah.”
Dia menyeringai. “Pantas saja, terdengar dari logatmu. Aku
tahu itu lebih tebal dari pada penduduk
lokal disini.”
Tangan Seunghyun menyelinap semakin bawah hingga jari-jarinya
menyentuh lekukan dibawah pinggangku. Ini sedikit mengganggu ku.
“Apakah kau kuliah?” Tanyanya, tangannya meluncur satu inci
lebih bawah.
Aku menggelengkan kepalaku, “Tidak. Aku... uh... bekerja.”
Aku mencari Junsu ditengah keramaian tapi aku tidak bisa
melihatnya dimana-mana. Kemana dia pergi? Sebenci-bencinya aku untuk melihat ke
arah Yunho, aku tetap melihat kearah ruangan untuk melihat apakah Yunho masih
ada disana. Si rambut pirang sudah bersama Yunho didalam ruangan sekarang.
Matanya terlihat seperti bibir Yunho sedang berada didalam bibir si pirang.
Tangan Seunghyun meluncur ke pantatku sepenuhnya sekarang.
“Sialan, tubuhmu sangat luar biasa.” Bisiknya ditelingaku. Gawat. Aku butuhkan
bantuan.
Tunggu. Sejak kapan aku membutuhkan bantuan? Aku tidak
pernah bisa mengandalkan siapapun dalam setahun ini. Aku tidak ingin bertingkah
seperti orang yang tidak berdaya sekarang. Aku meletakkan tanganku di dada Seunghyun
untuk mendorongnya. “Aku butuh udara segar dan aku tidak suka orang yang baru
saja aku kenal meraba pantatku.” Aku memberitahunya dan sesegera mungkin
berputar menuju kearah pintu keluar. Aku tidak ingin kembali ke dalam ruangan
dan melihat Yunho bersama dengan beberapa wanita dan aku yakin saat ini aku
tidak akan memikirkan untuk mencari teman berdansa dulu. Yang aku butuhkan
hanya udara segar.
Berjalan keluar, menerobos ke dalam gelapnya malam aku
menarik nafas dalam-dalam dan menyandarkan tubuhku pada sisi gedung. Mungkin
aku tidak cocok untuk hal seperti ini? Atau mungkin ini sudah berlebihan dan
terlalu cepat untuk pemula sepertiku. Di sisi lain aku butuh bernafas dan
seorang teman berdansa yang baru. Seunghyun bukanlah pasangan yang baik.
.
.
.
.
To Be Continue

Seneng yunho mulai baik ke jae kyaaaaaaa duh yunho bilang aja gak rela kalo jae pergi dari rumah, ya kan? Hahahahahaha suka! Semangat kak saki!
ReplyDeleteSaki~chan akhirnya update juga,,,,
ReplyDeleteDan aku bisa komen jga ,, tapi gak bisa pake akunku yg kazjj_saranghae.......
Gak tau kenapa gak bisa dibuka hukzzz
Tapi yg penting bisa baca apdetanmu
Kapan YunJae lebih dari sekedar teman ?
Alhamdulillah bisa pake akun ini lgi heeee
Delete