Friday, April 25

[Remake] Sacrificio de Amor episode 28+epilog



Yunho sangat hati-hati kalau bercinta dengannya. Bahkan dalam kondisi berhasratpun dia selalu ingat untuk memakai pelindung, jadi Jaejoong tak mungkin hamil. Karena itulah meskipun tubuh Jaejoong menunjukkan gejala seperti perempuan hamil, tidak datang bulan, mual, kram di perut dan sebagainya, tidak pernah sedikitpun terlintas di benaknya kalau dia sedang mengandung.
Kemudian kesadaran itu melintas di benaknya, Jaejoong tidak mungkin mengandung, kecuali kalau Yunho menginginkannya, Jaejoong tidak mungkin mengandung, kecuali kalau Yunho sengaja....
"Kau selalu menggunakan pelindung," gumam Jaejoong menatap Yunho dengan waspada, "Malam itu kau tidak memakainya."
Pipi Yunho agak memerah tapi dia menatap mata Jaejoong tanpa penyesalan.
"Aku memang sengaja, semua yang terjadi malam itu memang sudah kurencanakan," dengan angkuh Yunho mengangkat dagunya, "aku ingin kau memilihku."
Pipi Jaejoong memucat sedikit marah.
"Kau berencana menjebakku dengan kehamilan Jung?"
Sacrificio de Amor
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their Self
A Romantic Story About Jaejoong
©Santhy Agatha
Yunho menggenggam tangan Jaejoong erat-erat memejamkan matanya penuh kepedihan.
"Aku memang brengsek dan licik, tapi itu semua kulakukan karena aku hampir gila putus asa ingin memilikimu, aku mencintaimu dan menderita karenanya, aku bersedia minta maaf kalau kau menginginkannya, tapi aku tidak pernah menyesal sudah membuatmu hamil..."
Kata-kata itu, yang diungkapkan dengan sepenuh hari, melelehkan kemarahan Jaejoong, dengan lembut diraihnya kepala Yunho dan dipeluknya. Lama mereka berpelukan dalam diam.
"Karena itu kau mencium perutku." gumam Jaejoong, teringat keanehan perilaku Yunho saat itu.
"Ya," Yunho tersenyum bangga, "saat itu aku yakin dia sedang terbentuk, aku memerintahkannya supaya tumbuh sehat agar aku bisa memiliki eommanya," Yunho mengangkat bahu, "aku konyol sekali ya."
Jaejoong tertawa mendengarnya, sisi santai Yunho yang jarang diperlihatkannya ini juga sudah membuatnya jatuh cinta. Ya, dia benar-benar mencintai namja ini, dengan segala arogansinya, dengan segala kekeras kepalaannya, sekaligus dengan segala kasih sayangnya yang Jaejoong tahu, melimpah untuknya.
Dengan lembut Jaejoong mengelus perutnya, menyadari bahwa buah cinta mereka sedang bertumbuh di perutnya, semakin lama semakin kuat, hingga akhirnya nanti akan terlahir ke dunia.
Mata Yunho mengikuti gerakan Jaejoong. Lalu tangannya mengikuti Jaejoong, mengusap perutnya lembut.
"Dia kuat dan baik-baik saja di sana." gumam Yunho setengah berbisik.
"Ya." Jaejoong berbisik juga.
"Mungkin nanti dia akan mulai menendang-nendang." dahi Yunho berkerut, mengingat isi buku-buku referensi kehamilan yang mulai dibacanya.
Jaejoong, mengangguk, tersenyum simpul.
"Pasti, seperti pemain sepakbola."
"Aku lebih suka dia seperti CEO handal." dahi Yunho tetap berkerut.
Jaejoong terkekeh.
"Ya, seperti CEO handal," suara Jaejoong berubah seperti bisikan, "Seperti appanya."
Mereka bertatapan, mata Jaejoong berkaca-kaca, mata Yunho berkilauan penuh perasaan. Diantara tatapan mereka terjalin setiap impian orang tua tentang anaknya di masa depan.
Lalu Yunho mengecup dahi Jaejoong.
"Gomapta boo sudah hadir di hidupku," bisiknya serak penuh perasaan, "Gomapta sudah mengajari aku mencintai dengan begitu dalam, gomapta sudah menyentuh hatiku yang gelap dan jahat sehingga bisa merasakan indahnya mencintai seseorang, dan yang terpenting gomapta sudah mau mencintaiku."
Yunho meraih dagu Jaejoong dan mengecup bibirnya lembut, kecupan penuh kasih sayang yang dengan segera berubah menjadi panas dan bergairah.
Lama kemudian Yunho baru mengangkat kepalanya, meninggalkan bibir Jaejoong yang panas dan basah, matanya berkilat-kilat penuh gairah, tetapi dia menahan diri dan mencoba tersenyum, mengusap rambut Jaejoong dengan lembut.
"Nanti, setelah kau sehat," janjinya penuh arti, membuat pipi Jaejoong memerah, lalu memeluk Jaejoong lagi, "Aku mencintaimu Boo, dan aku berjanji akan membuatmu sertauri aegya bahagia, kau boleh pegang janjiku itu."
Jaejoong tersenyum mendengar tekad kuat dalam suara Yunho.
"Arra bear, arra. Nado saranghae, jeongmal."
Mereka tetap berpelukan, dipenuhi perasaan cinta yang hangat. Hanya ada mereka berdua dan kebersamaan mereka, Jaejoong dengan Yunhonya yang akhirnya menyerahkan hatinya untuk termiliki satu sama lain. Yang pada akhirnya bisa saling memiliki satu sama lain.
.
.
.
.
.
♥♥♥ END ♥♥♥
Ye Akhirnya selesai juga 28 chapter, Saki lega banget akhirnya hutang Saki ke penggemar SdA LUNAS!!!! Gomapta ya untuk kalian semua yang selalu menunggu datangnya 28 chapter ini… chapter ini special untuk kalian semua yang udah mau repot-repot meninggalkan jejak dirumah Saki. Saki sayang kalian
.
.
.
♥♥♥ EPILOG ♥♥♥
Jaejoong mulai larut dalam kantuknya ketika suara berderap terdengar di lorong kamar rumah sakit itu. Matanya terbuka, bersamaan dengan sosok Yunho, acak-acakan dengan rambut berantakan, dasi dilonggarkan seadanya dan mata yang menatap tajam. Setengah panik.
Dengan menahan geli, Jaejoong menatap Yunho yang sedang mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tempat Jaejoong berbaring. Ketika pada akhirnya mata mereka bertatapan, seulas senyum tampak di mata mereka. Senyum yang sama yang selalu mereka bagi ketika mereka bertatapan, bahkan sejak 5 tahun yang lalu di hari pernikahan mereka.
"Aku pikir aku terlambat," Yunho mengusapkan jemari di rambutnya yang berantakan, "Mereka menelepon kantor dan bilang kau di bawa ke rumah sakit karena sudah kontraksi, aku tadi ke sekolah Monbin dulu baru kesini."
Jaejoong tersenyum, menatap perutnya yang membuncit.  "Belum bear, kata dokter aku harus menunggu sebentar lagi."
Yunho mendesah melangkah masuk, dan duduk di tepi ranjang, digenggamnya tangan Jaejoong penuh kasih.
"Aku panik," matanya menatap Jaejoong cemas, "Bagaimana rasanya boo? Mani appo? Oddie ni?"
“Gwenchanta bear.” Jaejoong membalas remasan jemari Yunho, kemudian seperti menyadari sesuatu, tatapannya melirik ke belakang punggung Yunho,
"Dimana Monbin?"
Dengan senyum dikulum, Yunho ikut menoleh ke arah pintu.
"Tertahan di pintu seperti biasanya, suster-suster sibuk mengagumi dan merubunginya, dan meskipun masih kecil sepertinya dia menikmati banyaknya perhatian dari yeoja-yeoja itu," Alis Yunho tampak berkerut bersungguh-sungguh ketika mengucapkan kata-kata itu sehingga Jaejoong terkekeh geli,
"Mungkin karena dia putra Jung Yunho, sang playboy sejati." canda Jaejoong sambil menahan tawa.
Jaejoong menatap suaminya dengan penuh perasaan sayang. selama lima tahun perkawinan mereka, Cintanya kepada suaminya semakin dan semakin dalam, oh... Yunho memang tidak berubah, dia masih namja yang sama, yang arogan dan keras kepala dengan mata musangnya yang memikat, tetapi namja itu sekaligus berubah menjadi lembut dan... Banyak tertawa. Pada awal mulanya Yunho masih membatasi diri, tetapi sekarang sudah tidak ada lagi batasan di antara mereka. Yunho ternyata bisa menjadi suami yang begitu penyayang dan lembut, membuat Jaejoong merasa menjadi isteri yang luar biasa bahagia dan dicintai.
Mendengar perkataan Jaejoong, Yunho cemberut meskipun ada senyum menari-nari di matanya, dikecupnya jemari Jaejoong lalu matanya mendongak, menatap nakal,
"Playboy sejati yang akhirnya tunduk di bawah kuasa nyonya Jung yang mempesona." godanya setengah berbisik.
Pipi Jaejoong memerah, dalam kondisi hamil sembilan bulan, dia tampak cantik dan berisi, apalagi dengan pipi merona yg begitu menggoda.
Tatapan Yunho meredup penuh arti, "Dan sekarang Jung boojaejoongie yang cantik, mengingat sudah cukup lama aku tidak  menyentuhmu, maukah kau setidaknya memberikan kecupan dibibir suamimu yang merana ini?" tambahnya nakal
Pipi Jaejoong makin terasa panas oleh godaan Yunho itu, dan rupanya itu , membuat Yunho gemas, dengan lembut disentuhnya dagu Jaejoong, di dekatkannya bibirnya ke bibir ranum Jaejoong yang sedikit membuka, menanti. Napasnya mulai terengah, ah... Betapa manisnya ciuman ini...Yunho amat rindu merasakan bibir mereka berpadu dalam tautan panas yang....
Suara berdehem keras membuat bibir mereka yang hampir bersentuhan menjauh seketika. Yunho mengumpat pelan, sedangkan Jaejoong menoleh dengan penuh rasa bersalah ke arah pintu.
"Aku harap aku tidak mengganggu," gumam Boa dengan senyuman lebar tanpa rasa bersalah, "Tetapi bocah kecil yang kalian lepaskan ini membuat para perawat sibuk merubunginya dan lupa pada pekerjaannya."
Dalam gendongan Boa, tampak Jung Monbin, putra pertama Yunho dan Jaejoong yang baru berusia 4 tahun. Namja kecil itu layaknya replica kecil dari Jung Yunho, dengan wajah kecilnya dilengkapi dengan mata bak musang yang sangat mempesona, kulitnya yang berwarna tan, hanya cherry lips yang diwariskan dari eommanya, sudah pasti di tahun-tahun mendatang dia akan memikat hati banyak yeoja.
Monbin meluncur turun dari gendongan Boa begitu melihat Jaejoong, lalu berlari ke arah ranjang,
Yunho langsung mengangkat Monbin dan meletakkannya ke pangkuannya, bocah kecil itu tampak begitu pas dalam pelukan ayahnya.
"Lihat eomma yang aku bawa." seru Monbin memamerkan barang bawaannya.
Jaejoong mengernyit melihat barang-barang yang dibawa oleh Monbin, ada sekantong permen, cokelat, berbagai kembang gula dan makanan-makanan manis lainnya, dan senyumnya muncul, "Darimana kau mendapatkannya beruang kecil?"
"Dari suster-suster yang berlomba-lomba memberikannya hadiah," Boa mendekat dan tersenyum pada Jaejoong, lalu menatap serius pada Yunho, "Kau benar-benar harus menjaga bocah kecil ini Yunho, dia benar-benar menimbulkan keributan di divisiku tadi," gumamnya dalam tawa,
lalu matanya menatap Serius ke arah Jaejoong, "Bagaimana kondisimu Jae? Apakah kau dan putri kecil di dalam perutmu baik-baik saja?"
Jaejoong mengangguk, tanpa sadar mengusap perutnya, diikuti tatapan lembut Yunho,
"Dokter bilang tinggal tunggu... Sudah pembukaan empat, biasanya kontraksi makin cepat....." wajah Jaejoong tiba-tiba mengerut, "Tapi perutku terasa sakit..." Jaejoong memegang perutnya.
Wajah Yunho langsung pucat pasi, "Boo? BooJae? Gwnchanta?"
Boa langsung bergerak sigap keluar, memanggil dokter supaya datang ke ruangan,
"Sepertinya aku kontraksi lagi..." Jaejoong  menatap Yunho panik, "Sepertinya si kecil tak mau menunggu lebih lama..."
"Tahan Boo." kali ini wajah Yunho benar-benar pucat sehingga mau tak mau meskipun menahan nyeri kontraksi di perutnya, Jaejoong tertawa.
"Kenapa kau tertawa?!" Yunho mengerutkan keningnya setengah membentak, tetapi kemudian ikut tertawa melihat ekspresi Jaejoong, namja itu mengacak-acak rambutnya dengan gugup, "Mian boo...aku terlalu berlebihan ya?"
"Dari ekspresi kalian, kupikir Yunholah yang akan melahirkan, bukan Jaejoong," Boa terkekeh ketika masuk bersama dokter dan beberapa perawat, menyiapkan Jaejoong untuk dibawa ke ruangan bersalin, Boa menatap Jaejoong dan tersenyum, "Tenang sayang, si kecil yang ini sepertinya ingin cepat keluar."
Jaejoong tersenyum dan menggenggam tangan Yunho yang langsung merangkumnya erat dalam jemarinya. Yunho selalu ada. Kapanpun dia membutuhkannya, Yunho selalu ada untuknya. Perasaan Jaejoong menjadi hangat, kenangan akan hari kelahiran Monbin, putera pertama mereka menyeruak, Ketika itu dia melahirkan tengah malam, dan lebih cepat tiga minggu dari jadwal yang seharusnya, Yunho mengebut seperti orang gila dan menyumpahi siapapun yang menghalangi jalannya ke rumah sakit malam itu, dan mereka sampai tepat waktu. Ketika proses kelahiran Monbin pun, Yunho ada di sampingnya, Ketika Jaejoong mengerang Yunho mengerang, seolah ikut merasakan sakit, dan selama proses itu, Yunho menyediakan lengannya yang kuat sebagai pegangan bagi Jaejoong.
Jaejoong meringis lagi ketika rasa nyeri bercampur ketegangan kontraksi menyerangnya lagi, dan makin lama jedanya semakin cepat.
"Mari kita lahirkan putri kecil kita di dunia." bisik Jaejoong dalam senyum, menenangkan Yunho.
.
.
.
.
Proses kelahiran bayi mungil mereka berlangsung cepat dan lancar, selama proses itu, Yunho terus mendampingi Jaejoong, memberikan semangat dan kekuatan sampai akhir. Dan akhirnya Jung Jiyol, putri bungsu keluarga Jung lahir ke dunia ini.
Bayi itu sangat cantik. Bahkan dalam kondisi tertidurpun, dia begitu mempesona bagaikan malaikat. Rambutnya lebat dan berwarna cokelat muda, dengan cherry lips yang merona, dengan tubuh yang montok dan sehat khas bayi.
Jaejoong mengecup dahi bayi dalam gendongannya dan menghirup aroma khas bayi dengan bahagia. Gerakannya membuat Jiyol terbangun, bayi kecil itu membuka doe eyesnya, mata yang serupa dengan mata eommanya. Dan kemudian, memutuskan untuk menangis keras-keras sebagai bentuk protesnya karena diganggu dari tidur nyenyaknya.
Yunho, yang duduk di tepi ranjang terkekeh melihatnya, "Satu lagi keturunan Jung yang keras kepala." gumamnya geli melihat Jiyol yang menangis sambil mengepalkan kepalanya, memutuskan bahwa dia sudah merasa lapar dan memprotes karena belum disusui.
Jaejoong membalas senyum Yunho, lalu menyusui Jiyol, bayi itu langsung melahap puting Jaejoong dan mengisapnya kuat sehingga menimbulkan bunyi isapan keras.
"Iya, dan putrimu ini sepertinya akan menjadi putri yang  tangguh." Diusapnya dahi Jiyol dengan penuh rasa sayang
"Seperti eommanya," bisik Yunho lembut, menikmati pemandangan menakjubkan di depannya, dimana yeoja yang dicintainya sedang menyusui anaknya, buah cinta mereka. “Putri tangguh yang berjuang dengan penuh keyakinan, hingga membuatku bertekuk lutut di pelukannya.”
Jaejoong tersenyum lembut mendengar kata-kata Yunho dan melanjutkan menyusui Jiyol. Beberapa menit kemudian, Jiyol rupanya memutuskan bahwa dia sudah kenyang, dia langsung tertidur dan melepaskan puting ibunya, tampak begitu damai dalam pelukan Jaejoong.
Jaejoong mengamati Yunho yang menatapnya penuh sayang, lalu engamati Monbin, yang tertidur pulas, berbaring meringkuk dipangkuan Yunho, bagaikan miniatur dari sang ayah.
Keluarganya. Jaejoong dulu pernah kehilangan seluruh keluarganya, berjuang sendirian atas dasar keyakinannya. Dan Tuhan begitu baik kepadanya, dia memberikan seorang suami yang luar biasa dan dua malaikat kecil yang membahagiakan. Tidak henti-hentinya Jaejoong bersyukur atas semua anugerah ini,
"Changmin menitip salam tadi lewat telepon ketika kau masih beristirahat," Yunho tersenyum lembut, "Kata Changmin, dengan terapi dari Junsu dan teman ahlinya di sana, dia sudah bisa berjalan tanpa bantuan kruk sekarang, dan beberapa saat lagi dia pasti sudah bisa berlari. Sembuh sepenuhnya." mata Yunho melembut melihat kebahagiaan di mata Jaejoong yang berkaca-kaca, "Katanya dia dan Junsu akan pulang tiga bulan lagi. Mereka berdua tampaknya mulai berani ke tahap yang serius boo."
Jaejoong mengangguk, "Aku lega Bear akhirnya Changmin dan Junsu mau saling membuka hati mereka. Kau tahu dari awal aku merasa kalau mereka sudah saling menyukai, hanya saja Junsu masih belum mau menggantikan posisi Enhyuk. Tapi untunglah perjuangan Changmin akhirnya bisa membuat Junsu mau membuka hatinya."
"Seperti aku yang akhirnya bisa menemukanmu, yeoja yang berhasil membuka pintu hatiku," Yunho menggenggam tangan Jaejoong, "Terimakasih waktu itu sudah memilihku boo, terimakasih sudah menjadi isteriku, mengandung dan melahirkan anak-anakku, terimakasih sudah menjadikanku Namja paling bahagia di dunia."
Air mata mengalir di pipi Jaejoong, mengenang masa-masa dulu. Segala kesakitan, kelelahan, kebahagiaan bercampur aduk, dan pada akhirnya cintalah yang memenangkan segalanya.  Perasaan cinta yang membuncah membuat dadanya terasa penuh sehingga dia tak mampu berkata-kata.
Dengan lembut, meskipun gerakannya terbatasi oleh Monbin yang masih lelap dipangkuannya, Yunho mengusap dahi Jaejoong. lalu merangkum pipi Jaejoong di kedua tangannya, "Saranghae boo."
Jaejoong mengangguk dan mengecup jemari Yunho, "nado bear, nado.”."
Namja itu mendekatkan bibirnya, dan mengecup bibir Jaejoong, mulanya adalah ciuman yang lembut, tetapi kemudian menjadi bergairah, bibir Yunho menikmati bibir Jaejoong, mencecap rasanya dan menghirupnya, lidahnya menelusuri bibir lembut Jaejoong dan kemudian berpadu dengan lidah Jaejoong.
Geliat Monbin dalam tidurnya di pangkuan Yunho membuat bibir mereka terlepas, Yunho memandang Jaejoong lalu mereka tertawa bersama-sama.
Dua anak manusia itu berpelukan, dengan buah cinta yang terlelap di antara mereka. Dua anak manusia yang pada akhirnya berpadu, dalam suatu ikatan perkawinan yang luar biasa indahnya. Penuh kebahagiaan.
.
.
.
END OF EPILOG
Buat para YooSu shipper jangan timpukin Saki ne…
Saki lebih suka MinSu, hehehe
Kalau YooSu yg semakin dekat rasanya aneh.
Ah mian, kemaren laptop Saki bermasalah, data juga ilang semua jadi gak bisa upload
Mian sudah membuat kalian kecewa….

12 comments:

  1. Well tiap orang pny couple fave yg berbeda so saling menghormati aja...btw saki, kpn nih ff nya? #ceritanya nagih nih...

    ReplyDelete
  2. akhirnya HAPPY ENDING.
    kemaren bner2 gk ada kabar apa2 darimu, Saki~chan.
    ampe ngira yang 'iya-iya' LOL

    tapi alhamdulillah dah bisa diapdet lgi nih, dan dah baca lgi. meskipun sempet lumutan (lebay) nungguin lnjutannya.

    Saki,,ditunggu "The Untitled Story" & "Maze" nya ya.

    tetap berkarya, Saki n FIGHTING !!!!!

    ReplyDelete
  3. Anonymous6:43 PM

    Romantiiiissss'yaaaaaaa

    Owww mslh d laptop ya, aq kira dirimu mau hiatus jd ga muncul2

    Next ff Maze aq tunggu yaaa

    ~Figthing~

    ReplyDelete
  4. jaejae11:55 PM

    hua... baca ff ini bkin aku pengen juga dpat suami kyk yunho.. oh God, bhagia bgt hidup umma..
    saki, kamu gmbarin keadaan x bnar2 detil n ngena bgt..
    sumpah, aku juga mau kwin ama laki kyk yunho..

    ReplyDelete
  5. Jaenna ♡♥2:20 AM

    Huaaa.. happy end... yunjae daebaaakkkkk... ini bnr2 ff fav dah .Gumawoo Saki

    ReplyDelete
  6. Hallo, Saki. salam kenal. ^^
    semalam cri ff yunjae gs dan berakhir dengan tak sengaja menemukan cerita ini.
    aku benaran penasaran ama cerita ini sampe rela tidur subuh buat menamatkan cerita na. cerita na keren, berdebar2, lucu dan menyentuh banget. pengen banget dicintai sebegitu na sama yunho. mnjadi sosok yg benar special yg bisa menggugah bagian terdalam hati na yunho >♡< aku harus ucapin thanks banget udah remake ini ke versi yunjae na dan buat aku jdi kenal novelis indo keren seperti sathy agatha. Thanks banget ya.. good job saki. maaf baru bsa komen akhir disini ^^ Hwaiting! (^o^)9

    ReplyDelete
  7. Anonymous12:51 AM

    ceritanya keren...
    endingnya keren dan romantis...
    ditunggu ya ff yang lain...
    fighting :)

    ReplyDelete
  8. Anonymous1:58 PM

    bagus aku suka :)

    ReplyDelete
  9. Finally it's happy end...

    ReplyDelete
  10. Wow.. romance nya keren.. :)
    Aku sampe terharu bacanya.. :')
    Sama kaya saki.. aku juga lebih suka MinSu dari pada YooSu.. hehe

    ReplyDelete
  11. Akhirnya ending jg..
    Novel yg di remake jd ff yunjae ini emng menginspirasi bgt.
    Perjuangan hidup Jaejoong yg ga mudah bnr2 menginspirasi, asal ati2 aja jgn sampe kejebak sma beruang mesum mcm Yunho gt. hahaha....

    ReplyDelete