Yunho sangat hati-hati kalau bercinta dengannya.
Bahkan dalam kondisi berhasratpun dia selalu ingat untuk memakai pelindung,
jadi Jaejoong tak mungkin hamil. Karena itulah meskipun tubuh Jaejoong
menunjukkan gejala seperti perempuan hamil, tidak datang bulan, mual, kram di
perut dan sebagainya, tidak pernah sedikitpun terlintas di benaknya kalau dia
sedang mengandung.
Kemudian kesadaran itu melintas di benaknya,
Jaejoong tidak mungkin mengandung, kecuali kalau Yunho menginginkannya,
Jaejoong tidak mungkin mengandung, kecuali kalau Yunho sengaja....
"Kau selalu menggunakan pelindung," gumam
Jaejoong menatap Yunho dengan waspada, "Malam itu kau tidak
memakainya."
Pipi Yunho agak memerah tapi dia menatap mata
Jaejoong tanpa penyesalan.
"Aku memang sengaja, semua yang terjadi malam
itu memang sudah kurencanakan," dengan angkuh Yunho mengangkat dagunya,
"aku ingin kau memilihku."
Pipi Jaejoong memucat sedikit marah.
"Kau berencana menjebakku dengan kehamilan
Jung?"
Sacrificio de Amor
©Kitahara
Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their
Self
A Romantic Story About Jaejoong
©Santhy
Agatha
Yunho menggenggam tangan Jaejoong erat-erat
memejamkan matanya penuh kepedihan.
"Aku memang brengsek dan licik, tapi itu semua
kulakukan karena aku hampir gila putus asa ingin memilikimu, aku mencintaimu
dan menderita karenanya, aku bersedia minta maaf kalau kau menginginkannya,
tapi aku tidak pernah menyesal sudah membuatmu hamil..."
Kata-kata itu, yang diungkapkan dengan sepenuh
hari, melelehkan kemarahan Jaejoong, dengan lembut diraihnya kepala Yunho dan
dipeluknya. Lama mereka berpelukan dalam diam.
"Karena itu kau mencium perutku." gumam Jaejoong,
teringat keanehan perilaku Yunho saat itu.
"Ya," Yunho tersenyum bangga, "saat
itu aku yakin dia sedang terbentuk, aku memerintahkannya supaya tumbuh sehat
agar aku bisa memiliki eommanya," Yunho mengangkat bahu, "aku konyol
sekali ya."
Jaejoong tertawa mendengarnya, sisi santai Yunho
yang jarang diperlihatkannya ini juga sudah membuatnya jatuh cinta. Ya, dia
benar-benar mencintai namja ini, dengan segala arogansinya, dengan segala
kekeras kepalaannya, sekaligus dengan segala kasih sayangnya yang Jaejoong
tahu, melimpah untuknya.
Dengan lembut Jaejoong mengelus perutnya, menyadari
bahwa buah cinta mereka sedang bertumbuh di perutnya, semakin lama semakin
kuat, hingga akhirnya nanti akan terlahir ke dunia.
Mata Yunho mengikuti gerakan Jaejoong. Lalu
tangannya mengikuti Jaejoong, mengusap perutnya lembut.
"Dia kuat dan baik-baik saja di sana."
gumam Yunho setengah berbisik.
"Ya." Jaejoong berbisik juga.
"Mungkin nanti dia akan mulai
menendang-nendang." dahi Yunho berkerut, mengingat isi buku-buku referensi
kehamilan yang mulai dibacanya.
Jaejoong, mengangguk, tersenyum simpul.
"Pasti, seperti pemain sepakbola."
"Aku lebih suka dia seperti CEO handal."
dahi Yunho tetap berkerut.
Jaejoong terkekeh.
"Ya, seperti CEO handal," suara Jaejoong
berubah seperti bisikan, "Seperti appanya."
Mereka bertatapan, mata Jaejoong berkaca-kaca, mata
Yunho berkilauan penuh perasaan. Diantara tatapan mereka terjalin setiap impian
orang tua tentang anaknya di masa depan.
Lalu Yunho mengecup dahi Jaejoong.
"Gomapta boo sudah hadir di hidupku,"
bisiknya serak penuh perasaan, "Gomapta sudah mengajari aku mencintai dengan
begitu dalam, gomapta sudah menyentuh hatiku yang gelap dan jahat sehingga bisa
merasakan indahnya mencintai seseorang, dan yang terpenting gomapta sudah mau
mencintaiku."
Yunho meraih dagu Jaejoong dan mengecup bibirnya
lembut, kecupan penuh kasih sayang yang dengan segera berubah menjadi panas dan
bergairah.
Lama kemudian Yunho baru mengangkat kepalanya,
meninggalkan bibir Jaejoong yang panas dan basah, matanya berkilat-kilat penuh
gairah, tetapi dia menahan diri dan mencoba tersenyum, mengusap rambut Jaejoong
dengan lembut.
"Nanti, setelah kau sehat," janjinya
penuh arti, membuat pipi Jaejoong memerah, lalu memeluk Jaejoong lagi,
"Aku mencintaimu Boo, dan aku berjanji akan membuatmu sertauri aegya
bahagia, kau boleh pegang janjiku itu."
Jaejoong tersenyum mendengar tekad kuat dalam suara
Yunho.
"Arra bear, arra. Nado saranghae, jeongmal."
Mereka tetap berpelukan, dipenuhi perasaan cinta
yang hangat. Hanya ada mereka berdua dan kebersamaan mereka, Jaejoong dengan Yunhonya
yang akhirnya menyerahkan hatinya untuk termiliki satu sama lain. Yang pada
akhirnya bisa saling memiliki satu sama lain.
.
.
.
.
.
♥♥♥ END ♥♥♥
Ye Akhirnya selesai juga 28 chapter, Saki lega
banget akhirnya hutang Saki ke penggemar SdA LUNAS!!!! Gomapta ya untuk kalian
semua yang selalu menunggu datangnya 28 chapter ini… chapter ini special untuk
kalian semua yang udah mau repot-repot meninggalkan jejak dirumah Saki. Saki
sayang kalian
.
.
.
♥♥♥ EPILOG ♥♥♥
Jaejoong mulai larut dalam kantuknya ketika suara
berderap terdengar di lorong kamar rumah sakit itu. Matanya terbuka, bersamaan
dengan sosok Yunho, acak-acakan dengan rambut berantakan, dasi dilonggarkan
seadanya dan mata yang menatap tajam. Setengah panik.
Dengan menahan geli, Jaejoong menatap Yunho yang
sedang mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tempat Jaejoong
berbaring. Ketika pada akhirnya mata mereka bertatapan, seulas senyum tampak di
mata mereka. Senyum yang sama yang selalu mereka bagi ketika mereka bertatapan,
bahkan sejak 5 tahun yang lalu di hari pernikahan mereka.
"Aku pikir aku terlambat," Yunho
mengusapkan jemari di rambutnya yang berantakan, "Mereka menelepon kantor
dan bilang kau di bawa ke rumah sakit karena sudah kontraksi, aku tadi ke
sekolah Monbin dulu baru kesini."
Jaejoong tersenyum, menatap perutnya yang
membuncit. "Belum bear, kata dokter
aku harus menunggu sebentar lagi."
Yunho mendesah melangkah masuk, dan duduk di tepi
ranjang, digenggamnya tangan Jaejoong penuh kasih.
"Aku panik," matanya menatap Jaejoong
cemas, "Bagaimana rasanya boo? Mani appo? Oddie ni?"
“Gwenchanta bear.” Jaejoong membalas remasan jemari
Yunho, kemudian seperti menyadari sesuatu, tatapannya melirik ke belakang
punggung Yunho,
"Dimana Monbin?"
Dengan senyum dikulum, Yunho ikut menoleh ke arah
pintu.
"Tertahan di pintu seperti biasanya,
suster-suster sibuk mengagumi dan merubunginya, dan meskipun masih kecil
sepertinya dia menikmati banyaknya perhatian dari yeoja-yeoja itu," Alis Yunho
tampak berkerut bersungguh-sungguh ketika mengucapkan kata-kata itu sehingga Jaejoong
terkekeh geli,
"Mungkin karena dia putra Jung Yunho, sang
playboy sejati." canda Jaejoong sambil menahan tawa.
Jaejoong menatap suaminya dengan penuh perasaan
sayang. selama lima tahun perkawinan mereka, Cintanya kepada suaminya semakin
dan semakin dalam, oh... Yunho memang tidak berubah, dia masih namja yang sama,
yang arogan dan keras kepala dengan mata musangnya yang memikat, tetapi namja
itu sekaligus berubah menjadi lembut dan... Banyak tertawa. Pada awal mulanya Yunho
masih membatasi diri, tetapi sekarang sudah tidak ada lagi batasan di antara
mereka. Yunho ternyata bisa menjadi suami yang begitu penyayang dan lembut,
membuat Jaejoong merasa menjadi isteri yang luar biasa bahagia dan dicintai.
Mendengar perkataan Jaejoong, Yunho cemberut
meskipun ada senyum menari-nari di matanya, dikecupnya jemari Jaejoong lalu
matanya mendongak, menatap nakal,
"Playboy sejati yang akhirnya tunduk di bawah
kuasa nyonya Jung yang mempesona." godanya setengah berbisik.
Pipi Jaejoong memerah, dalam kondisi hamil sembilan
bulan, dia tampak cantik dan berisi, apalagi dengan pipi merona yg begitu
menggoda.
Tatapan Yunho meredup penuh arti, "Dan
sekarang Jung boojaejoongie yang cantik, mengingat sudah cukup lama aku
tidak menyentuhmu, maukah kau setidaknya
memberikan kecupan dibibir suamimu yang merana ini?" tambahnya nakal
Pipi Jaejoong makin terasa panas oleh godaan Yunho
itu, dan rupanya itu , membuat Yunho gemas, dengan lembut disentuhnya dagu Jaejoong,
di dekatkannya bibirnya ke bibir ranum Jaejoong yang sedikit membuka, menanti.
Napasnya mulai terengah, ah... Betapa manisnya ciuman ini...Yunho amat rindu
merasakan bibir mereka berpadu dalam tautan panas yang....
Suara berdehem keras membuat bibir mereka yang
hampir bersentuhan menjauh seketika. Yunho mengumpat pelan, sedangkan Jaejoong
menoleh dengan penuh rasa bersalah ke arah pintu.
"Aku harap aku tidak mengganggu," gumam Boa
dengan senyuman lebar tanpa rasa bersalah, "Tetapi bocah kecil yang kalian
lepaskan ini membuat para perawat sibuk merubunginya dan lupa pada
pekerjaannya."
Dalam gendongan Boa, tampak Jung Monbin, putra
pertama Yunho dan Jaejoong yang baru berusia 4 tahun. Namja kecil itu layaknya
replica kecil dari Jung Yunho, dengan wajah kecilnya dilengkapi dengan mata bak
musang yang sangat mempesona, kulitnya yang berwarna tan, hanya cherry lips
yang diwariskan dari eommanya, sudah pasti di tahun-tahun mendatang dia akan
memikat hati banyak yeoja.
Monbin meluncur turun dari gendongan Boa begitu
melihat Jaejoong, lalu berlari ke arah ranjang,
Yunho langsung mengangkat Monbin dan meletakkannya
ke pangkuannya, bocah kecil itu tampak begitu pas dalam pelukan ayahnya.
"Lihat eomma yang aku bawa." seru Monbin
memamerkan barang bawaannya.
Jaejoong mengernyit melihat barang-barang yang
dibawa oleh Monbin, ada sekantong permen, cokelat, berbagai kembang gula dan
makanan-makanan manis lainnya, dan senyumnya muncul, "Darimana kau mendapatkannya
beruang kecil?"
"Dari suster-suster yang berlomba-lomba
memberikannya hadiah," Boa mendekat dan tersenyum pada Jaejoong, lalu
menatap serius pada Yunho, "Kau benar-benar harus menjaga bocah kecil ini Yunho,
dia benar-benar menimbulkan keributan di divisiku tadi," gumamnya dalam
tawa,
lalu matanya menatap Serius ke arah Jaejoong,
"Bagaimana kondisimu Jae? Apakah kau dan putri kecil di dalam perutmu
baik-baik saja?"
Jaejoong mengangguk, tanpa sadar mengusap perutnya,
diikuti tatapan lembut Yunho,
"Dokter bilang tinggal tunggu... Sudah
pembukaan empat, biasanya kontraksi makin cepat....." wajah Jaejoong
tiba-tiba mengerut, "Tapi perutku terasa sakit..." Jaejoong memegang
perutnya.
Wajah Yunho langsung pucat pasi, "Boo? BooJae?
Gwnchanta?"
Boa langsung bergerak sigap keluar, memanggil
dokter supaya datang ke ruangan,
"Sepertinya aku kontraksi lagi..." Jaejoong menatap Yunho panik, "Sepertinya si
kecil tak mau menunggu lebih lama..."
"Tahan Boo." kali ini wajah Yunho
benar-benar pucat sehingga mau tak mau meskipun menahan nyeri kontraksi di
perutnya, Jaejoong tertawa.
"Kenapa kau tertawa?!" Yunho mengerutkan
keningnya setengah membentak, tetapi kemudian ikut tertawa melihat ekspresi Jaejoong,
namja itu mengacak-acak rambutnya dengan gugup, "Mian boo...aku terlalu
berlebihan ya?"
"Dari ekspresi kalian, kupikir Yunholah yang
akan melahirkan, bukan Jaejoong," Boa terkekeh ketika masuk bersama dokter
dan beberapa perawat, menyiapkan Jaejoong untuk dibawa ke ruangan bersalin, Boa
menatap Jaejoong dan tersenyum, "Tenang sayang, si kecil yang ini
sepertinya ingin cepat keluar."
Jaejoong tersenyum dan menggenggam tangan Yunho
yang langsung merangkumnya erat dalam jemarinya. Yunho selalu ada. Kapanpun dia
membutuhkannya, Yunho selalu ada untuknya. Perasaan Jaejoong menjadi hangat,
kenangan akan hari kelahiran Monbin, putera pertama mereka menyeruak, Ketika
itu dia melahirkan tengah malam, dan lebih cepat tiga minggu dari jadwal yang
seharusnya, Yunho mengebut seperti orang gila dan menyumpahi siapapun yang menghalangi
jalannya ke rumah sakit malam itu, dan mereka sampai tepat waktu. Ketika proses
kelahiran Monbin pun, Yunho ada di sampingnya, Ketika Jaejoong mengerang Yunho
mengerang, seolah ikut merasakan sakit, dan selama proses itu, Yunho
menyediakan lengannya yang kuat sebagai pegangan bagi Jaejoong.
Jaejoong meringis lagi ketika rasa nyeri bercampur
ketegangan kontraksi menyerangnya lagi, dan makin lama jedanya semakin cepat.
"Mari kita lahirkan putri kecil kita di
dunia." bisik Jaejoong dalam senyum, menenangkan Yunho.
.
.
.
.
Proses kelahiran bayi mungil mereka berlangsung
cepat dan lancar, selama proses itu, Yunho terus mendampingi Jaejoong,
memberikan semangat dan kekuatan sampai akhir. Dan akhirnya Jung Jiyol, putri
bungsu keluarga Jung lahir ke dunia ini.
Bayi itu sangat cantik. Bahkan dalam kondisi
tertidurpun, dia begitu mempesona bagaikan malaikat. Rambutnya lebat dan
berwarna cokelat muda, dengan cherry lips yang merona, dengan tubuh yang montok
dan sehat khas bayi.
Jaejoong mengecup dahi bayi dalam gendongannya dan
menghirup aroma khas bayi dengan bahagia. Gerakannya membuat Jiyol terbangun,
bayi kecil itu membuka doe eyesnya, mata yang serupa dengan mata eommanya. Dan
kemudian, memutuskan untuk menangis keras-keras sebagai bentuk protesnya karena
diganggu dari tidur nyenyaknya.
Yunho, yang duduk di tepi ranjang terkekeh
melihatnya, "Satu lagi keturunan Jung yang keras kepala." gumamnya
geli melihat Jiyol yang menangis sambil mengepalkan kepalanya, memutuskan bahwa
dia sudah merasa lapar dan memprotes karena belum disusui.
Jaejoong membalas senyum Yunho, lalu menyusui Jiyol,
bayi itu langsung melahap puting Jaejoong dan mengisapnya kuat sehingga
menimbulkan bunyi isapan keras.
"Iya, dan putrimu ini sepertinya akan menjadi
putri yang tangguh." Diusapnya dahi
Jiyol dengan penuh rasa sayang
"Seperti eommanya," bisik Yunho lembut,
menikmati pemandangan menakjubkan di depannya, dimana yeoja yang dicintainya
sedang menyusui anaknya, buah cinta mereka. “Putri tangguh yang berjuang dengan
penuh keyakinan, hingga membuatku bertekuk lutut di pelukannya.”
Jaejoong tersenyum lembut mendengar kata-kata Yunho
dan melanjutkan menyusui Jiyol. Beberapa menit kemudian, Jiyol rupanya
memutuskan bahwa dia sudah kenyang, dia langsung tertidur dan melepaskan puting
ibunya, tampak begitu damai dalam pelukan Jaejoong.
Jaejoong mengamati Yunho yang menatapnya penuh
sayang, lalu engamati Monbin, yang tertidur pulas, berbaring meringkuk
dipangkuan Yunho, bagaikan miniatur dari sang ayah.
Keluarganya. Jaejoong dulu pernah kehilangan
seluruh keluarganya, berjuang sendirian atas dasar keyakinannya. Dan Tuhan
begitu baik kepadanya, dia memberikan seorang suami yang luar biasa dan dua
malaikat kecil yang membahagiakan. Tidak henti-hentinya Jaejoong bersyukur atas
semua anugerah ini,
"Changmin menitip salam tadi lewat telepon
ketika kau masih beristirahat," Yunho tersenyum lembut, "Kata Changmin,
dengan terapi dari Junsu dan teman ahlinya di sana, dia sudah bisa berjalan
tanpa bantuan kruk sekarang, dan beberapa saat lagi dia pasti sudah bisa
berlari. Sembuh sepenuhnya." mata Yunho melembut melihat kebahagiaan di
mata Jaejoong yang berkaca-kaca, "Katanya dia dan Junsu akan pulang tiga
bulan lagi. Mereka berdua tampaknya mulai berani ke tahap yang serius boo."
Jaejoong mengangguk, "Aku lega Bear akhirnya
Changmin dan Junsu mau saling membuka hati mereka. Kau tahu dari awal aku
merasa kalau mereka sudah saling menyukai, hanya saja Junsu masih belum mau
menggantikan posisi Enhyuk. Tapi untunglah perjuangan Changmin akhirnya bisa
membuat Junsu mau membuka hatinya."
"Seperti aku yang akhirnya bisa menemukanmu,
yeoja yang berhasil membuka pintu hatiku," Yunho menggenggam tangan Jaejoong,
"Terimakasih waktu itu sudah memilihku boo, terimakasih sudah menjadi
isteriku, mengandung dan melahirkan anak-anakku, terimakasih sudah menjadikanku
Namja paling bahagia di dunia."
Air mata mengalir di pipi Jaejoong, mengenang
masa-masa dulu. Segala kesakitan, kelelahan, kebahagiaan bercampur aduk, dan
pada akhirnya cintalah yang memenangkan segalanya. Perasaan cinta yang membuncah membuat dadanya
terasa penuh sehingga dia tak mampu berkata-kata.
Dengan lembut, meskipun gerakannya terbatasi oleh Monbin
yang masih lelap dipangkuannya, Yunho mengusap dahi Jaejoong. lalu merangkum
pipi Jaejoong di kedua tangannya, "Saranghae boo."
Jaejoong mengangguk dan mengecup jemari Yunho,
"nado bear, nado.”."
Namja itu mendekatkan bibirnya, dan mengecup bibir Jaejoong,
mulanya adalah ciuman yang lembut, tetapi kemudian menjadi bergairah, bibir Yunho
menikmati bibir Jaejoong, mencecap rasanya dan menghirupnya, lidahnya
menelusuri bibir lembut Jaejoong dan kemudian berpadu dengan lidah Jaejoong.
Geliat Monbin dalam tidurnya di pangkuan Yunho
membuat bibir mereka terlepas, Yunho memandang Jaejoong lalu mereka tertawa
bersama-sama.
Dua anak manusia itu berpelukan, dengan buah cinta
yang terlelap di antara mereka. Dua anak manusia yang pada akhirnya berpadu,
dalam suatu ikatan perkawinan yang luar biasa indahnya. Penuh kebahagiaan.
.
.
.
END OF EPILOG
Buat para YooSu shipper jangan timpukin Saki ne…
Saki lebih suka MinSu, hehehe
Kalau YooSu yg semakin dekat rasanya aneh.
Ah mian, kemaren laptop Saki bermasalah, data juga
ilang semua jadi gak bisa upload
Mian sudah membuat kalian kecewa….
Well tiap orang pny couple fave yg berbeda so saling menghormati aja...btw saki, kpn nih ff nya? #ceritanya nagih nih...
ReplyDeleteakhirnya HAPPY ENDING.
ReplyDeletekemaren bner2 gk ada kabar apa2 darimu, Saki~chan.
ampe ngira yang 'iya-iya' LOL
tapi alhamdulillah dah bisa diapdet lgi nih, dan dah baca lgi. meskipun sempet lumutan (lebay) nungguin lnjutannya.
Saki,,ditunggu "The Untitled Story" & "Maze" nya ya.
tetap berkarya, Saki n FIGHTING !!!!!
Romantiiiissss'yaaaaaaa
ReplyDeleteOwww mslh d laptop ya, aq kira dirimu mau hiatus jd ga muncul2
Next ff Maze aq tunggu yaaa
~Figthing~
hua... baca ff ini bkin aku pengen juga dpat suami kyk yunho.. oh God, bhagia bgt hidup umma..
ReplyDeletesaki, kamu gmbarin keadaan x bnar2 detil n ngena bgt..
sumpah, aku juga mau kwin ama laki kyk yunho..
Huaaa.. happy end... yunjae daebaaakkkkk... ini bnr2 ff fav dah .Gumawoo Saki
ReplyDeleteHallo, Saki. salam kenal. ^^
ReplyDeletesemalam cri ff yunjae gs dan berakhir dengan tak sengaja menemukan cerita ini.
aku benaran penasaran ama cerita ini sampe rela tidur subuh buat menamatkan cerita na. cerita na keren, berdebar2, lucu dan menyentuh banget. pengen banget dicintai sebegitu na sama yunho. mnjadi sosok yg benar special yg bisa menggugah bagian terdalam hati na yunho >♡< aku harus ucapin thanks banget udah remake ini ke versi yunjae na dan buat aku jdi kenal novelis indo keren seperti sathy agatha. Thanks banget ya.. good job saki. maaf baru bsa komen akhir disini ^^ Hwaiting! (^o^)9
ceritanya keren...
ReplyDeleteendingnya keren dan romantis...
ditunggu ya ff yang lain...
fighting :)
bagus aku suka :)
ReplyDeletekeren
ReplyDeleteFinally it's happy end...
ReplyDeleteWow.. romance nya keren.. :)
ReplyDeleteAku sampe terharu bacanya.. :')
Sama kaya saki.. aku juga lebih suka MinSu dari pada YooSu.. hehe
Akhirnya ending jg..
ReplyDeleteNovel yg di remake jd ff yunjae ini emng menginspirasi bgt.
Perjuangan hidup Jaejoong yg ga mudah bnr2 menginspirasi, asal ati2 aja jgn sampe kejebak sma beruang mesum mcm Yunho gt. hahaha....