Tuesday, April 1

[Remake] Sacrificio de Amor Chapter XXVI

Semula Yunho akan membantah, dia ingin melanjutkan pembicaraan dengan Changmin, menjelaskan semuanya. Tetapi Junsu benar, rasa pusing mulai menyerangnya, pusing dan nyeri di bahu dan kepalanya. Obat penghilang rasa sakit yang disuntikkan dokter jaga tadipun mulai bereaksi, membuatnya merasa lemas dan lunglai. Akhirnya Yunho mengangkat bahu dan melangkah ke ranjang kosong itu.
“Kita belum selesai bicara.” gumamnya pada Changmin, mulai menguap.
“Nanti saja.” sela Junsu mengernyit, lalu meraih kursi roda Changmin dan mendorongnya keluar, “Ayo Changmin, kita harus membiarkan mereka beristirahat.” bisiknya lembut dan mendorong mereka keluar dari ruangan perawatan itu.
Junsu mendorong Changmin sampai di ruang tunggu yang tenang dan sepi, lalu duduk di sofa di sebelah Changmin. Suasana hening, dan Changmin hanya termenung tidak berkata-kata sampai lama. Junsu menunggu, menunggu sepatah pertanyaan dari Changmin sebelum menjelaskan semuanya, dan akhirnya pertanyaan itu datang setelah menunggu sekian lama,
“Apa yang sebenarnya terjadi Junsu-ah?” gumam Changmin serak, dia tetap bertanya meskipun kebenaran itu sudah menyeruak dalam kesadarannya, membuat dadanya sesak.

Sacrificio de Amor
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their Self
A Romantic Story About Jaejoong
©Santhy Agatha
Junsu menghela napas mendengarnya,
“Ceritanya panjang...”
“Aku punya banyak waktu”, sela Changmin tak sabar, “Jelaskan semuanya”
“Jaejoong-shi tidak pernah bermaksud mengkhianatimu kau tahu,” gumam Junsu sedih, “Dia selalu berusaha setia kepadamu.”
“Kau bicara begitu padahal jelas-jelas di depan mataku tadi dia jatuh cinta setengah mati kepada namja lain?” gumamnya getir.
“Kau tahu, Jaejoong-shi putus asa ketika dia akhirnya berhubungan dengan Yunho... biaya operasimu... operasi ginjalmu, dokter mengultimatum kau harus segera dioperasi ginjal untuk menyelamatkan nyawamu, sangat mahal, hampir mencapai tiga puluh juta, sementara seluruh harta Jaejoong-shi sudah habis, dia menanggung hutang yang sangat besar di perusahaan... jadi... jadi Jaejoong-shi memutuskan menjual keperawanan dan tubuhnya kepada Yunho.”
“Ya Tuhan!”
Wajah Changmin pucat pasi, keringat dingin mengalir di tubuhnya. Jadi semua ini bermula dari dirinya? Semua kegilaan tak diduga ini bermula dari keinginan Jaejoong menyelamatkan nyawanya?
Menjual keperawanannya!!
Ya Tuhan, Changmin tidak pernah peduli apakah Jaejoong masih suci atau tidak, baginya Jaejoongnya adalah Jaejoong yang sama. Tapi... Mengetahui bahwa Jaejoong melakukan itu demi dirinya benar-benar menghancurkan hatinya. Mengetahui bahwa pada akhirnya Jaejoong menyerahkan hati pada namja lain yang disebabkan oleh dirinya sangat menyakiti perasaannya.
“Dan Yunho-shi, atasan Jaejoongie itu pasti namja brengsek karena mau mengambil manfaat dari yeoja lemah yang sedang kesulitan.” desis Changmin marah.
Junsu menggeleng,
“Tidak seperti itu Changmin-ah, Yunho sangat kaya, dia bisa mendapatkan yeoja manapun yang dia mau, Tapi sudah sejak lama dia menginginkan Jaejoong-shi, menurutku sebenarnya sudah sejak lama Yunho mencintai Jaejoong-shi tetapi dia tidak menyadarinya, karena itu mungkin Yunho menganggap satu-satunya cara untuk memiliki Jaejoong-shi adalah menerima tawarannya.”
Changmin mengernyit mendengar penjelasan Junsu, hatinya sakit menyadari bahwa sekarang dia menjadi penghalang antara dua orang yang saling mencintai.
“Kenapa Jaejoongie tidak membiarkan aku mati saja?” rintihnya dalam geraman penuh kesakitan, “Mungkin lebih baik aku dibiarkan mati saja sehingga aku tidak menghalangi kebahagiannya...”
Junsu menyentuh pundak Changmin lembut,
“Jangan pernah punya pemikiran seperti itu,” selanya tegas, “Jaejoong-shi mencintaimu sepenuh hati, dia berjuang mati-matian demi kehidupanmu, jangan pernah menghancurkan hatinya dengan kata-kata seperti itu.”
“Dia sudah tidak mencintaiku lagi, dia hanya kasihan padaku, tatapan namja itu, tatapan Yunho-shi kepadaku ketika mengatakan bahwa Jaejoongie lebih memilihku dibanding dirinya tadi begitu penuh penghinaan dan kemarahan, seolah lebih baik aku tahu diri dan menyingkir saja.“
“Yunho memang seperti itu, dia marah karena Jaejoong-shi memilih untuk bersamamu. Tapi Yunho mencintai Jaejoong-shi, karena itu dia menghormati keputusan Jaejoong.”
“Namja itu, apakah benar dia mencintai Jaejoongie? dia terlalu berkuasa, terlalu mendominasi, terlalu arogan… aku takut dia hanya ingin menunjukkan kekuasaannya, hanya ingin memuaskan arogansinya untuk memiliki Jaejoongie...”
Junsu menggeleng,“Yunho yang dulu memang seperti itu, tapi ketika bersama Jaejoong-shi, yeoja itu dengan segala kepolosan dan kebaikan hatinya telah merubahnya. Yunho benar-benar mencintai Jaejoong-shi, aku mengenal Yunho sejak dulu kau tahu, dan dia tidak pernah seperti itu sebelumnya, begitu mencintai seorang yeoja, begitu tergila gila hingga hampir dikatakan bisa gila karenanya.”
Changmin menghela nafas panjang,
“Kalau begitu, kau ingin aku yang melepaskan Jaejoong?”
Junsu mengangkat bahunya pedih,
“Keputusan ada di tanganmu Changmin-ah... Jaejoong-shi sendiri tidak akan pernah meninggalkanmu, dia terlalu setia dan menyayangimu untuk meninggalkanmu. Dia rela mengorbankan perasaannya demi kamu. Jadi, kalau kau tidak melepaskannya, dia juga tidak akan pernah mengkhianatimu demi Yunho.”
Changmin memegang pangkal hidungnya, mengernyit seolah kesakitan,
“Aku sangat mencintai Jaejoong.” gumamnya perih.
Air mata Junsu mulai menetes melihat kepedihan Changmin, pelan dia berjongkok di depan Changmin dan memeluk namja itu. Changmin tidak menolak, dia juga tidak menahan air matanya menetes. Kepedihan itu begitu dalam, kepedihan untuk merelakan diri melepaskan sesuatu yang paling berharga di tangannya, agar sesuatu paling berharga itu bisa menemukan kebahagiaannya.
“Aku tahu dan aku bisa mengerti kesedihanmu, kau tak perlu melepaskan Jaejoong-shi kalau kau tak bisa.” bisik Junsu lembut, mengusap kepala Changmin di bahunya, membiarkan namja itu terisak dengan kepedihannya.
Lama Changmin menumpahkan perasaannya, dengan isakan tertahan dan keheningan yang dalam, lalu dia mundur, melepaskan diri dari pelukan Junsu, duduk tegak dengan tekad kuat di matanya.
“Aku tidak mungkin membiarkan Jaejoong menderita dengan bertahan bersamaku, tidak setelah aku melihat betapa dalamnya perasaan Jaejoong kepada Yunho-shi tadi, tapi sebelumnya aku ingin berbicara dengan Yunho.”
.
.
.
.
Jaejoong masih tertidur di ruang perawatan. Junsu menungguinya. Sementara Yunho yang baru terbangun, dua jam setelah kecelakaan itu berjalan pelan, menuju ruang tunggu, dia sudah mencuci muka dan agak segar, tapi mau tak mau nyeri di kepala dan bahunya membuatnya mengernyit ketika berjalan.
Changmin sedang duduk membelakanginya di kursi roda. Menatap ke luar, ke arah jendela lebar yang ada di ruang duduk itu, hujan sedang turun deras di luar membuat suasana ruangan itu begitu suram.
“Bagaimana keadaan Jaejoong?” Tanya Changmin, menyadari kehadiran Yunho tetapi tidak menoleh untuk menatapnya.
“Baik, Junsu sudah mengatur perawatan dan obatnya, sekarang dia masih tertidur.” Yunho berdiri, bersandar di tembok dekat Changmin, ikut menatap hujan yang mengalir deras di luar yang gelap, hanya menyisakan tetes air yang berkilauan terkena cahaya lampu.
“Anda pasti tahu kenapa saya ingin berbicara denganmu.”
Yunho mengangguk meski tahu Changmin tidak menoleh untuk melihatnya.
Hening sejenak, terasa begitu lama sampai kemudian terdengar Changmin menghela nafas panjang.
“Apakah anda mencintainya?” tanyanya pelan.
“Sangat.” jawab Yunho cepat, tulus.
 Changmin memejamkan mata ketika rasa perih menyengat di dadanya mendengar ketulusan Yunho kepada Jaejoong. Mengetahui bahwa ada namja lain yang mencintai Jaejoong dengan intensitas begitu besar kepada Jaejoong ternyata menyakitinya, membuatnya terasa terpuruk dan di kalahkan. Tapi Changmin menguatkan hatinya, semua demi Jaejoong, demi kebahagiaan Jaejoongnya.
“Apakah anda akan membahagiakannya?”
“Kebahagiaannya akan menjadi tujuan hidupku.” gumam Yunho jujur, dia lalu menoleh menatap Changmin yang sedang menatapnya, dua namja yang mencintai satu yeoja saling bertatapan.
“Maafkan aku...” Yunho mengehela nafas, “aku tidak pernah bermaksud mencuri Jaejoong dari anda, aku tidak mengetahui keberadaan anda sampai saat terakhir.”
Changmin mengernyit mendengar informasi yang baru didapatnya itu, Junsu belum menceritakan semua ini padanya, mungkin Junsu ingin Changmin mendengar sendiri dari mulut Yunho.
“Jaejoong tidak menceritakan alasan kenapa dia menjual diri pada anda?”
“Tidak, mungkin semua akan berbeda jika dia menceritakan semuanya dari awal," gumam Yunho penuh penyesalan, “aku memang jahat dan selalu mengambil apa yang kuinginkan tanpa tanggung-tanggung, tapi aku tidak pernah mengambil keuntungan dari penderitaan seseorang. Saat itu dia datang padaku, menjual dirinya padaku...anda tahu apa yang kupikirkan waktu itu?” Yunho menatap Changmin dengan sedih, “Kupikir dia pelacur penggemar barang-barang mahal yang putus asa membutuhkan uang untuk memenuhi hasratnya akan kemewahan.”
“Jaejoong tidak seperti itu.” geram Changmin marah.
“Ya, dia tidak seperti itu,” Yunho setuju, “Tapi waktu itu apa yang bisa dipikirkan namja seperti aku? namja dengan kekayaan yang selalu mendapatkan yeoja karena uang? aku memang salah waktu itu, aku menginginkan Jaejoong dan aku punya uang yang diinginkannya, jadi kuterima tawarannya.”
“Tapi pada akhirnya anda tetap jatuh cinta padanya meskipun anda menganggap dia pelacur murahan.” Changmin merenung.
Sekali lagi Yunho menganggukkan kepalanya.
“Ya, aku jatuh cinta kepadanya, bahkan aku mulai tidak peduli kalau ternyata memang hanya menginginkan uangku, aku berpikir, tidak apa-apa, toh aku punya uang banyak, tidak apa-apa selama dia ada di sisiku.” Yunho menghela nafas panjang.
“Kenyataan tentang keberadaan anda pada akhirnya menghantamku... Bahwa dia melakukan semua ini demi cintanya kepada anda.”
Changmin memejamkan matanya.
“Dia sudah tidak mencintai saya lagi, dia hanya kasihan dan merasa bertanggung jawab.”
“Dia tetap mencintai anda,” Yunho tersenyum sayang ketika membayangkan Jaejoong, “hatinya selalu dipenuhi cinta tanpa pandang bulu, mungkin karena itulah dia berhasil menyentuh hatiku yang gelap.”
Changmin menganggukkan kepala, ikut tersenyum ketika membayangkan Jaejoong.
“Yah... Meskipun begitu, hatinya sudah anda miliki,” Changmin menghela nafas, “saya akan melepaskan Jaejoong.”
“Anda pikir dia akan mau?” sela Yunho sedih, “Dia sudah memutuskan akan menjaga anda, dia tidak akan mau.”
“Dia pasti mau, saya sendiri yang akan berbicara padanya, saya tidak perlu dijaga, terapi ini berhasil dan Junsu meyakinkan kalau aku rutin melakukannya, dalam waktu empat bulan saya sudah akan bisa berjalan dengan normal. Saya masih bisa melanjutkan karir saya sebagai pengacara setelahnya, mungkin butuh waktu lama dan saya harus belajar lagi, tapi saya rasa saya bisa melangkah dengan kekuatan saya sendiri.”
Yunho menganggukkan kepalanya, yakin kalau Changmin pasti mampu melakukan apa yang dikatakannya.
“josonghamnida Changmin-shi.” gumamnya tulus.
“Waeyo”, Changmin mengernyit menatap Yunho ingin tahu.
“Karena sudah mengalihkan hati Jaejoong dari anda.”
Changmin tersenyum, kali ini senyum yang benar-benar tulus,
“Seharusnya saya berterimakasih kepada anda, anda menjaganya selama saya tidak bisa ada untuk menjaganya.”
Yunho terdiam, Changmin juga terdiam lama.
Lalu Yunho mengaku,
“Anda mungkin ingin memukul saya, bahkan membunuh saya setelah saya mengatakannya kepada anda...”
“tentang apa?” mau tak mau Changmin merasakan ingin tahu ketika mendengar nada misterius di suara Yunho.
Sesaat Yunho tampak kesulitan berbicara,
“Saya... saya punya rencana jahat untuk merebut Jaejoong dari anda, saya pikir jika Jaejoong tidak mau memilih saya, saya akan memaksanya memilih saya.”
“Rencana jahat apa?” sela Changmin, langsung waspada.
Yunho tertawa getir,
“Bukan... rencana ini tidak menyakiti siapapun... anda tahu Changmin-shi... saya ingin sengaja membuat Jaejoong hamil... agar mau tidak mau dia menjadi milik saya.”
Sejenak Changmin terdiam, pengakuan Yunho ini mau tak mau menyulut kemarahannya. Menyadari bahwa Yunho memanipulasi kepolosan Jaejoongnya.
“Dasar Brengsek.” geram Changmin pelan.
Yunho menganggukkan kepalanya.
“Ya memang, saya brengsek. saya putus asa, setengah gila untuk memiliki Jaejoong, saya minta maaf.”
“Menurut anda apakah rencana jahat anda sudah berhasil?” Tanya Changmin kemudian, tiba-tiba menghubungkannya dengan kondisi sakit Jaejoong.
Yunho mengangguk, menahan perasaannya untuk menjaga perasaan Changmin, tapi mau tak mau Changmin melihat sorot bahagia yang menyala-nyala di mata Yunho. Tiba-tiba dia merasa tenang, namja ini sungguh mencintai Jaejoong, putusnya dalam hati, mungkin lebih dalam dari cintanya sendiri kepada Jaejoong...
“Junsu tadi sore menghubungi saya, memberitahu kondisi Jaejoong, dan entah kenapa saya tahu. Saya tahu bahkan sebelum mereka melakukan test, saya tahu begitu saja.”
“Dan karena itu anda kecelakaan, anda dalam perjalanan menemui Jaejoong?”
Yunho tersenyum, tidak  berkata-kata, tapi matanya menjelaskan semuanya.
“Namja bodoh.” gumam Changmin getir. Dan Yunho tertawa mendengarnya.
“Ya, saya akui itu,” gumamnya dalam tawa, lalu mengulurkan tangannya kepada Changmin, “Gomapseumnida atas kebaikan hati anda Changmin-shi.”
Changmin menyambut jabatannya dengan hangat.
“Saya melakukannya demi Jaejoong, bukan demi anda, jadi ingat saja, kapanpun anda berani membuat Jaejoong tidak bahagia, anda akan mendapati diri anda berhadapan dengan saya.”
Yunho tersenyum mempererat jabatan tangannya,
“Saya berjanji anda tidak akan pernah berhadapan dengan saya.”
.
.
.
.
To Be Continue

14 comments:

  1. Syukurlah, minnie ngerti,,minnie baek banget,,
    Semoga minnie ketemu kyunie nnti,, haha
    Yunjae, yoosu, minkyu,, hehehe
    Pingin cepet jaema sadar,,,

    Pingin tau reaksi jaema, low minnie udah ngrelain dya ma yunpa,,
    Co cweet
    Saki fighting~~

    ReplyDelete
  2. Jaenna ♥11:36 PM

    Changmin sama aku qja dahh.. ini jihcontoh namja ug bijak n dewasa. Yuk kita cari yg beginian. Hahaha.. aku mau namatin yg ini dl saki.. br bc ff muyg lain.. tinggal 1 chap lg yahhh

    ReplyDelete
  3. Minnie~oppa....masih ada aq disini..

    haaahhhh,,,,tinggal nunggu JJ sadar dan liat endingnya

    Saki,,,aq kecanduan TUS... -_-

    ReplyDelete
  4. Anonymous12:03 PM

    aku cuma mau baca ff yg ini dulu saki...ntar klu sudah and baru baca yang lain

    ReplyDelete
  5. Anonymous12:09 PM

    Sakiiiii kok susah yahh kalo mu komen ;(

    Aku tunggu tinggal 1 chap lagiiiii, jd ga sabaaarrrrr

    Saki figthing ^^

    ReplyDelete
  6. Changmin bae bngt mau nglepasin jaejoong
    Mau gmna lgi jae udah hamil
    yunho jelas2 cinta banget sama jaejoong ga da alesan buat changmin mempertahankan jaejoong
    lanjut saki

    ReplyDelete
  7. Jaenna ♥10:15 PM

    Tok..tok..tok .
    #ketok rmh saki.
    Anybody home????
    Saki kemana yahh..kok ga apdet2...
    We always stay tune ♡♡♥♥

    ReplyDelete
  8. Saki,,,,niga oddiso ???

    ReplyDelete
  9. Jaenna ♥11:16 PM

    Tenang chinggudeul.. saki baik2 aja..aku liat komen saki kmrn d review ff Anjani kim yg judulny REVENGE
    Kyany saki lg sibuk...hehehe..ayo update lg donkkkkkk...sakiiiii..jgn lm2.. nee...neee..jeballyooo

    ReplyDelete
  10. Anonymous8:41 PM

    Apakah ff ini discontinue?hiatus??ataukah ada author ff lain yang membuat cerita mirip dengan ff ini?sehingga author tidak mau melanjutkan..

    ReplyDelete
  11. yes min udh mengndurkan diri

    ReplyDelete
  12. Yg sabar ya Changmin ah...
    Ak yakin Changmin pasti bs sembuh & normal lg, dia pasti masih bisa cari cewe pengganti Jaejae...

    ReplyDelete