“Kita belum selesai bicara.” gumamnya pada
Changmin, mulai menguap.
“Nanti saja.” sela Junsu mengernyit, lalu meraih
kursi roda Changmin dan mendorongnya keluar, “Ayo Changmin, kita harus
membiarkan mereka beristirahat.” bisiknya lembut dan mendorong mereka keluar
dari ruangan perawatan itu.
Junsu mendorong Changmin sampai di ruang tunggu
yang tenang dan sepi, lalu duduk di sofa di sebelah Changmin. Suasana hening,
dan Changmin hanya termenung tidak berkata-kata sampai lama. Junsu menunggu,
menunggu sepatah pertanyaan dari Changmin sebelum menjelaskan semuanya, dan
akhirnya pertanyaan itu datang setelah menunggu sekian lama,
“Apa yang sebenarnya terjadi Junsu-ah?” gumam Changmin
serak, dia tetap bertanya meskipun kebenaran itu sudah menyeruak dalam
kesadarannya, membuat dadanya sesak.
Sacrificio de Amor
©Kitahara
Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their
Self
A Romantic Story About Jaejoong
©Santhy
Agatha
Junsu menghela napas mendengarnya,
“Ceritanya panjang...”
“Aku punya banyak waktu”, sela Changmin tak sabar,
“Jelaskan semuanya”
“Jaejoong-shi tidak pernah bermaksud mengkhianatimu
kau tahu,” gumam Junsu sedih, “Dia selalu berusaha setia kepadamu.”
“Kau bicara begitu padahal jelas-jelas di depan
mataku tadi dia jatuh cinta setengah mati kepada namja lain?” gumamnya getir.
“Kau tahu, Jaejoong-shi putus asa ketika dia
akhirnya berhubungan dengan Yunho... biaya operasimu... operasi ginjalmu, dokter
mengultimatum kau harus segera dioperasi ginjal untuk menyelamatkan nyawamu, sangat
mahal, hampir mencapai tiga puluh juta, sementara seluruh harta Jaejoong-shi
sudah habis, dia menanggung hutang yang sangat besar di perusahaan... jadi...
jadi Jaejoong-shi memutuskan menjual keperawanan dan tubuhnya kepada Yunho.”
“Ya Tuhan!”
Wajah Changmin pucat pasi, keringat dingin mengalir
di tubuhnya. Jadi semua ini bermula dari dirinya? Semua kegilaan tak diduga ini
bermula dari keinginan Jaejoong menyelamatkan nyawanya?
Menjual keperawanannya!!
Ya Tuhan, Changmin tidak pernah peduli apakah
Jaejoong masih suci atau tidak, baginya Jaejoongnya adalah Jaejoong yang sama.
Tapi... Mengetahui bahwa Jaejoong melakukan itu demi dirinya benar-benar
menghancurkan hatinya. Mengetahui bahwa pada akhirnya Jaejoong menyerahkan hati
pada namja lain yang disebabkan oleh dirinya sangat menyakiti perasaannya.
“Dan Yunho-shi, atasan Jaejoongie itu pasti namja
brengsek karena mau mengambil manfaat dari yeoja lemah yang sedang kesulitan.”
desis Changmin marah.
Junsu menggeleng,
“Tidak seperti itu Changmin-ah, Yunho sangat kaya,
dia bisa mendapatkan yeoja manapun yang dia mau, Tapi sudah sejak lama dia
menginginkan Jaejoong-shi, menurutku sebenarnya sudah sejak lama Yunho
mencintai Jaejoong-shi tetapi dia tidak menyadarinya, karena itu mungkin Yunho
menganggap satu-satunya cara untuk memiliki Jaejoong-shi adalah menerima
tawarannya.”
Changmin mengernyit mendengar penjelasan Junsu,
hatinya sakit menyadari bahwa sekarang dia menjadi penghalang antara dua orang
yang saling mencintai.
“Kenapa Jaejoongie tidak membiarkan aku mati saja?”
rintihnya dalam geraman penuh kesakitan, “Mungkin lebih baik aku dibiarkan mati
saja sehingga aku tidak menghalangi kebahagiannya...”
Junsu menyentuh pundak Changmin lembut,
“Jangan pernah punya pemikiran seperti itu,”
selanya tegas, “Jaejoong-shi mencintaimu sepenuh hati, dia berjuang mati-matian
demi kehidupanmu, jangan pernah menghancurkan hatinya dengan kata-kata seperti
itu.”
“Dia sudah tidak mencintaiku lagi, dia hanya
kasihan padaku, tatapan namja itu, tatapan Yunho-shi kepadaku ketika mengatakan
bahwa Jaejoongie lebih memilihku dibanding dirinya tadi begitu penuh penghinaan
dan kemarahan, seolah lebih baik aku tahu diri dan menyingkir saja.“
“Yunho memang seperti itu, dia marah karena
Jaejoong-shi memilih untuk bersamamu. Tapi Yunho mencintai Jaejoong-shi, karena
itu dia menghormati keputusan Jaejoong.”
“Namja itu, apakah benar dia mencintai Jaejoongie?
dia terlalu berkuasa, terlalu mendominasi, terlalu arogan… aku takut dia hanya
ingin menunjukkan kekuasaannya, hanya ingin memuaskan arogansinya untuk
memiliki Jaejoongie...”
Junsu menggeleng,“Yunho yang dulu memang seperti
itu, tapi ketika bersama Jaejoong-shi, yeoja itu dengan segala kepolosan dan
kebaikan hatinya telah merubahnya. Yunho benar-benar mencintai Jaejoong-shi,
aku mengenal Yunho sejak dulu kau tahu, dan dia tidak pernah seperti itu
sebelumnya, begitu mencintai seorang yeoja, begitu tergila gila hingga hampir
dikatakan bisa gila karenanya.”
Changmin menghela nafas panjang,
“Kalau begitu, kau ingin aku yang melepaskan
Jaejoong?”
Junsu mengangkat bahunya pedih,
“Keputusan ada di tanganmu Changmin-ah... Jaejoong-shi
sendiri tidak akan pernah meninggalkanmu, dia terlalu setia dan menyayangimu
untuk meninggalkanmu. Dia rela mengorbankan perasaannya demi kamu. Jadi, kalau
kau tidak melepaskannya, dia juga tidak akan pernah mengkhianatimu demi Yunho.”
Changmin memegang pangkal hidungnya, mengernyit
seolah kesakitan,
“Aku sangat mencintai Jaejoong.” gumamnya perih.
Air mata Junsu mulai menetes melihat kepedihan Changmin,
pelan dia berjongkok di depan Changmin dan memeluk namja itu. Changmin tidak
menolak, dia juga tidak menahan air matanya menetes. Kepedihan itu begitu
dalam, kepedihan untuk merelakan diri melepaskan sesuatu yang paling berharga
di tangannya, agar sesuatu paling berharga itu bisa menemukan kebahagiaannya.
“Aku tahu dan aku bisa mengerti kesedihanmu, kau
tak perlu melepaskan Jaejoong-shi kalau kau tak bisa.” bisik Junsu lembut,
mengusap kepala Changmin di bahunya, membiarkan namja itu terisak dengan
kepedihannya.
Lama Changmin menumpahkan perasaannya, dengan
isakan tertahan dan keheningan yang dalam, lalu dia mundur, melepaskan diri
dari pelukan Junsu, duduk tegak dengan tekad kuat di matanya.
“Aku tidak mungkin membiarkan Jaejoong menderita
dengan bertahan bersamaku, tidak setelah aku melihat betapa dalamnya perasaan
Jaejoong kepada Yunho-shi tadi, tapi sebelumnya aku ingin berbicara dengan
Yunho.”
.
.
.
.
Jaejoong masih tertidur di ruang perawatan. Junsu
menungguinya. Sementara Yunho yang baru terbangun, dua jam setelah kecelakaan
itu berjalan pelan, menuju ruang tunggu, dia sudah mencuci muka dan agak segar,
tapi mau tak mau nyeri di kepala dan bahunya membuatnya mengernyit ketika
berjalan.
Changmin sedang duduk membelakanginya di kursi
roda. Menatap ke luar, ke arah jendela lebar yang ada di ruang duduk itu, hujan
sedang turun deras di luar membuat suasana ruangan itu begitu suram.
“Bagaimana keadaan Jaejoong?” Tanya Changmin,
menyadari kehadiran Yunho tetapi tidak menoleh untuk menatapnya.
“Baik, Junsu sudah mengatur perawatan dan obatnya,
sekarang dia masih tertidur.” Yunho berdiri, bersandar di tembok dekat Changmin,
ikut menatap hujan yang mengalir deras di luar yang gelap, hanya menyisakan tetes
air yang berkilauan terkena cahaya lampu.
“Anda pasti tahu kenapa saya ingin berbicara
denganmu.”
Yunho mengangguk meski tahu Changmin tidak menoleh
untuk melihatnya.
Hening sejenak, terasa begitu lama sampai kemudian
terdengar Changmin menghela nafas panjang.
“Apakah anda mencintainya?” tanyanya pelan.
“Sangat.” jawab Yunho cepat, tulus.
Changmin
memejamkan mata ketika rasa perih menyengat di dadanya mendengar ketulusan
Yunho kepada Jaejoong. Mengetahui bahwa ada namja lain yang mencintai Jaejoong
dengan intensitas begitu besar kepada Jaejoong ternyata menyakitinya,
membuatnya terasa terpuruk dan di kalahkan. Tapi Changmin menguatkan hatinya,
semua demi Jaejoong, demi kebahagiaan Jaejoongnya.
“Apakah anda akan membahagiakannya?”
“Kebahagiaannya akan menjadi tujuan hidupku.” gumam
Yunho jujur, dia lalu menoleh menatap Changmin yang sedang menatapnya, dua
namja yang mencintai satu yeoja saling bertatapan.
“Maafkan aku...” Yunho mengehela nafas, “aku tidak
pernah bermaksud mencuri Jaejoong dari anda, aku tidak mengetahui keberadaan
anda sampai saat terakhir.”
Changmin mengernyit mendengar informasi yang baru
didapatnya itu, Junsu belum menceritakan semua ini padanya, mungkin Junsu ingin
Changmin mendengar sendiri dari mulut Yunho.
“Jaejoong tidak menceritakan alasan kenapa dia
menjual diri pada anda?”
“Tidak, mungkin semua akan berbeda jika dia
menceritakan semuanya dari awal," gumam Yunho penuh penyesalan, “aku
memang jahat dan selalu mengambil apa yang kuinginkan tanpa tanggung-tanggung,
tapi aku tidak pernah mengambil keuntungan dari penderitaan seseorang. Saat itu
dia datang padaku, menjual dirinya padaku...anda tahu apa yang kupikirkan waktu
itu?” Yunho menatap Changmin dengan sedih, “Kupikir dia pelacur penggemar
barang-barang mahal yang putus asa membutuhkan uang untuk memenuhi hasratnya
akan kemewahan.”
“Jaejoong tidak seperti itu.” geram Changmin marah.
“Ya, dia tidak seperti itu,” Yunho setuju, “Tapi
waktu itu apa yang bisa dipikirkan namja seperti aku? namja dengan kekayaan
yang selalu mendapatkan yeoja karena uang? aku memang salah waktu itu, aku
menginginkan Jaejoong dan aku punya uang yang diinginkannya, jadi kuterima
tawarannya.”
“Tapi pada akhirnya anda tetap jatuh cinta padanya
meskipun anda menganggap dia pelacur murahan.” Changmin merenung.
Sekali lagi Yunho menganggukkan kepalanya.
“Ya, aku jatuh cinta kepadanya, bahkan aku mulai
tidak peduli kalau ternyata memang hanya menginginkan uangku, aku berpikir,
tidak apa-apa, toh aku punya uang banyak, tidak apa-apa selama dia ada di
sisiku.” Yunho menghela nafas panjang.
“Kenyataan tentang keberadaan anda pada akhirnya
menghantamku... Bahwa dia melakukan semua ini demi cintanya kepada anda.”
Changmin memejamkan matanya.
“Dia sudah tidak mencintai saya lagi, dia hanya
kasihan dan merasa bertanggung jawab.”
“Dia tetap mencintai anda,” Yunho tersenyum sayang
ketika membayangkan Jaejoong, “hatinya selalu dipenuhi cinta tanpa pandang
bulu, mungkin karena itulah dia berhasil menyentuh hatiku yang gelap.”
Changmin menganggukkan kepala, ikut tersenyum ketika
membayangkan Jaejoong.
“Yah... Meskipun begitu, hatinya sudah anda
miliki,” Changmin menghela nafas, “saya akan melepaskan Jaejoong.”
“Anda pikir dia akan mau?” sela Yunho sedih, “Dia
sudah memutuskan akan menjaga anda, dia tidak akan mau.”
“Dia pasti mau, saya sendiri yang akan berbicara
padanya, saya tidak perlu dijaga, terapi ini berhasil dan Junsu meyakinkan
kalau aku rutin melakukannya, dalam waktu empat bulan saya sudah akan bisa
berjalan dengan normal. Saya masih bisa melanjutkan karir saya sebagai
pengacara setelahnya, mungkin butuh waktu lama dan saya harus belajar lagi,
tapi saya rasa saya bisa melangkah dengan kekuatan saya sendiri.”
Yunho menganggukkan kepalanya, yakin kalau Changmin
pasti mampu melakukan apa yang dikatakannya.
“josonghamnida Changmin-shi.” gumamnya tulus.
“Waeyo”, Changmin mengernyit menatap Yunho ingin
tahu.
“Karena sudah mengalihkan hati Jaejoong dari anda.”
Changmin tersenyum, kali ini senyum yang
benar-benar tulus,
“Seharusnya saya berterimakasih kepada anda, anda
menjaganya selama saya tidak bisa ada untuk menjaganya.”
Yunho terdiam, Changmin juga terdiam lama.
Lalu Yunho mengaku,
“Anda mungkin ingin memukul saya, bahkan membunuh
saya setelah saya mengatakannya kepada anda...”
“tentang apa?” mau tak mau Changmin merasakan ingin
tahu ketika mendengar nada misterius di suara Yunho.
Sesaat Yunho tampak kesulitan berbicara,
“Saya... saya punya rencana jahat untuk merebut
Jaejoong dari anda, saya pikir jika Jaejoong tidak mau memilih saya, saya akan
memaksanya memilih saya.”
“Rencana jahat apa?” sela Changmin, langsung
waspada.
Yunho tertawa getir,
“Bukan... rencana ini tidak menyakiti siapapun... anda
tahu Changmin-shi... saya ingin sengaja membuat Jaejoong hamil... agar mau tidak
mau dia menjadi milik saya.”
Sejenak Changmin terdiam, pengakuan Yunho ini mau
tak mau menyulut kemarahannya. Menyadari bahwa Yunho memanipulasi kepolosan
Jaejoongnya.
“Dasar Brengsek.” geram Changmin pelan.
Yunho menganggukkan kepalanya.
“Ya memang, saya brengsek. saya putus asa, setengah
gila untuk memiliki Jaejoong, saya minta maaf.”
“Menurut anda apakah rencana jahat anda sudah
berhasil?” Tanya Changmin kemudian, tiba-tiba menghubungkannya dengan kondisi
sakit Jaejoong.
Yunho mengangguk, menahan perasaannya untuk menjaga
perasaan Changmin, tapi mau tak mau Changmin melihat sorot bahagia yang
menyala-nyala di mata Yunho. Tiba-tiba dia merasa tenang, namja ini sungguh
mencintai Jaejoong, putusnya dalam hati, mungkin lebih dalam dari cintanya
sendiri kepada Jaejoong...
“Junsu tadi sore menghubungi saya, memberitahu
kondisi Jaejoong, dan entah kenapa saya tahu. Saya tahu bahkan sebelum mereka
melakukan test, saya tahu begitu saja.”
“Dan karena itu anda kecelakaan, anda dalam
perjalanan menemui Jaejoong?”
Yunho tersenyum, tidak berkata-kata, tapi matanya menjelaskan
semuanya.
“Namja bodoh.” gumam Changmin getir. Dan Yunho
tertawa mendengarnya.
“Ya, saya akui itu,” gumamnya dalam tawa, lalu
mengulurkan tangannya kepada Changmin, “Gomapseumnida atas kebaikan hati anda
Changmin-shi.”
Changmin menyambut jabatannya dengan hangat.
“Saya melakukannya demi Jaejoong, bukan demi anda,
jadi ingat saja, kapanpun anda berani membuat Jaejoong tidak bahagia, anda akan
mendapati diri anda berhadapan dengan saya.”
Yunho tersenyum mempererat jabatan tangannya,
“Saya berjanji anda tidak akan pernah berhadapan
dengan saya.”
.
.
.
.
To Be Continue
Syukurlah, minnie ngerti,,minnie baek banget,,
ReplyDeleteSemoga minnie ketemu kyunie nnti,, haha
Yunjae, yoosu, minkyu,, hehehe
Pingin cepet jaema sadar,,,
Pingin tau reaksi jaema, low minnie udah ngrelain dya ma yunpa,,
Co cweet
Saki fighting~~
Changmin sama aku qja dahh.. ini jihcontoh namja ug bijak n dewasa. Yuk kita cari yg beginian. Hahaha.. aku mau namatin yg ini dl saki.. br bc ff muyg lain.. tinggal 1 chap lg yahhh
ReplyDeleteMinnie~oppa....masih ada aq disini..
ReplyDeletehaaahhhh,,,,tinggal nunggu JJ sadar dan liat endingnya
Saki,,,aq kecanduan TUS... -_-
aku cuma mau baca ff yg ini dulu saki...ntar klu sudah and baru baca yang lain
ReplyDeleteSakiiiii kok susah yahh kalo mu komen ;(
ReplyDeleteAku tunggu tinggal 1 chap lagiiiii, jd ga sabaaarrrrr
Saki figthing ^^
Changmin bae bngt mau nglepasin jaejoong
ReplyDeleteMau gmna lgi jae udah hamil
yunho jelas2 cinta banget sama jaejoong ga da alesan buat changmin mempertahankan jaejoong
lanjut saki
Tok..tok..tok .
ReplyDelete#ketok rmh saki.
Anybody home????
Saki kemana yahh..kok ga apdet2...
We always stay tune ♡♡♥♥
Saki,,,,niga oddiso ???
ReplyDeleteSaki, Gwenchanayo?
ReplyDeleteSaki gi UTS ya ???
ReplyDeleteTenang chinggudeul.. saki baik2 aja..aku liat komen saki kmrn d review ff Anjani kim yg judulny REVENGE
ReplyDeleteKyany saki lg sibuk...hehehe..ayo update lg donkkkkkk...sakiiiii..jgn lm2.. nee...neee..jeballyooo
Apakah ff ini discontinue?hiatus??ataukah ada author ff lain yang membuat cerita mirip dengan ff ini?sehingga author tidak mau melanjutkan..
ReplyDeleteyes min udh mengndurkan diri
ReplyDeleteYg sabar ya Changmin ah...
ReplyDeleteAk yakin Changmin pasti bs sembuh & normal lg, dia pasti masih bisa cari cewe pengganti Jaejae...