Saturday, March 1

[Remake] Salang-Ui Ba Chapter 21


Bagaimana jika nanti tidak ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya? Tuhan...jika dia benar-benar ada, Yunho rela berdoa di setiap detiknya demi keselamatan Jaejoong.
“Kalau booJae tidak dapat diselamatkan...” Suara Yunho tertelan di tenggorokannya, “Aku belum pernah bilang kalau aku mencintainya.”
Changmin menundukkan kepalanya, tidak tahu bagaimana caranya menghibur tuannya yang sedang cemas. Sementara Junsu diam-diam menyusut air matanya. Jadi namja ini, yang katanya begitu kejam dan jahat, ternyata mencintai isterinya. Ternyata mencintai Jaejoong. Dengan sepenuh hatinya Junsu berdoa.
"Kau harus hidup Joongie, suamimu di sini, mencemaskanmu. Dia kelihatan sangat menderita, dulu dia jahat dan kejam dengan hati yang hitam, tetapi kau telah sedikit demi sedikit mengangkatnya ke dalam cahaya. Dan kalau kau meninggalkannya, mungkin dia akan terpuruk lagi, jatuh ke dalam jurang yang lebih kelam."

salang-ui ba
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong, Jung Yunho
©their self
Sleep with the Devil
©Shanty Agatha
Entah berapa jam proses operasi yang menyiksa itu dan Yunho duduk di sofa dengan seluruh tubuh menegang dan tersiksa. Changmin masih menungguinya di sana, sementara Junsu sudah berpamitan, karena puteranya membutuhkannya. Junsu bilang akan kembali besok pagi.
Lalu terdengar tangis bayi. Tangis bayi yang sangat kuat dan keras, seakan memompa seluruh udara yang ada ke dalam paru-parunya.
Yunho terkesiap dan saling berpandangan dengan Changmin, tubuhnya makin menegang. Apakah itu suara anaknya?
Tiba-tiba lampu menyala hijau, dan seorang perawat keluar, memanggilnya, “Tuan Jung yunho.”
Yunho diajak masuk ke ruangan dalam di bagian ruang persiapan operasi, yang menjadi pembatas antara ruang tunggu dengan ruang operasi, “Ini putera anda tuan jung, kami menunjukkannya sebelum dia dibawa ke kamar bayi.”
Bayi itu menangis begitu keras, seolah-olah memprotes kenapa dia direnggut dari kehangatan yang nyaman di perut ibundanya ke dunia yang penuh mara bahaya ini.
Yunho mengamati bayi itu dengan takjub, makhluk kecil tak berdaya itu, yang selama ini tumbuh di perut Jaejoong, darah dagingnya, yang tumbuh dari percintaannya dengan Jaejoong Makhluk itu begitu tak berdaya, dan ingatan bahwa Yunho memusuhinya dulu terasa begitu konyol.
Anak laki-laki ini anaknya. Buah cintanya dengan Jaejoong
Perawat itu menunjukkan alat kelamin bayi itu, anak laki-laki yang sehat. Dan wajahnya itu, yang bahkan sudah menunjukkan kemiripannya dengan seluruh keturunan Jung, lalu membawa sang bayi ke ruangan khusus.
Sejenak Yunho masih tertegun di sana, lalu teringat kepada Jaejoong…Jaejoong..bagaimana isterinya?
“Suster,” Yunho memanggil suster itu, berusaha agar tidak terdengar panik, “Bagaimana dengan isteri saya?”
Suster itu melirik ke ruang operasi, “Masih belum sadar tuan, kondisinya cukup stabil meskipun kita tidak tahu apa yang akan terjadi waktu-waktu mendatang, Anda bisa menengoknya nanti ketika dia sudah dipindah dari ruangan operasi ke ruangan ICCU." Lalu suster itu pergi meninggalkannya, memaksanya menunggu ke dalam ketidakpastian yang menyiksa lagi.
Kalau dulu, Yunho pasti akan membentak, memaksa, menggunakan cara kasar agar bisa dituruti kemauannya. Dia ingin melihat Jaejoong segera! Kenapa para dokter tidak becus itu begitu lama menanganinya???
Tetapi Yunho menahan dirinya. Tidak. Mereka sedang menyelamatkan Jaejoong Dia tidak boleh mengganggu mereka, karena nyawa Jaejoong taruhannya.
.
.
.
.
.
Ruangan ICCU itu sepi, hanya ada Jaejoong dan suara detak jantungnya yang dimonitor. Jaejoong masih belum sadarkan diri, dan menurut penjelasan dokter tadi, kondisinya masih belum lepas dari kritis.
Yunho duduk di sana, di samping ranjang Jaejoong mengamati wajah Jaejoong yang terbaring pucat pasi. Dia pernah mengalami ini sebelumnya dan ternyata Jessica tidak pernah terbangun lagi. Akankah Jaejoong melakukan hal yang sama pada dirinya?
“Kau tidak boleh meninggalkanku Boo” Yunho menggeram parau, “Kau tidak boleh meninggalkanku sebelum aku mengizinkanmu, putera kita menunggu di sana, ingin disusui jadi kau harus bangun dan menyusuinya, membantunya tumbuh menjadi anak yang sehat..yang...” suara Yunho tertelan, menyadari bahwa dia sudah berkata-kata terlalu banyak.
Yunho lalu menyentuh jemari Jaejoong dan menggenggamnya,
“Mianhe,” bisiknya parau, “Mian karena selalu memaksamu, menyakitimu, bahkan ketika kau mengandung anakku, aku tidak pernah memperhatikanmu seperti seharusnya,” Dengan lembut Yunho mengecup jemari Jaejoong “Irona boo, dan akan ku tebus semua kesalahanku.”
Hening, Hanya suara monitor jantung yang terdengar teratur di ruangan itu,
Yunho menggenggam jemari Jaejoong makin erat, “Irona boo, apakah kau akan tega meninggalkanku dan putera kita? Kau bahkan belum memberinya nama, akan aku panggil apa dia?”
Mata Yunho terasa panas membakar. Dia tidak pernah menangis sebelumnya, tetapi kediaman Jaejoong yang begitu berbeda dengan kesehariannya yang berapi-api membuatnya merasakan aliran dingin merayapi benaknya.
Ketika kemudian panas membakar itu berubah menjadi tetesan hangat yang mengalir di sudut matanya, suara Yunho berubah serak, “Aku mencintaimu Jae. isteriku. Dan aku bersumpah akan mengabdikan seluruh kehidupanku kepadamu jika kau mau bangun dari tidur pulasmu yang menakutkan ini.”
Air mata Yunho menetes di jemari Jaejoong Dan kemudian jemari itu bergerak, membuat Yunho terpaku. Jemari itu bergerak lagi, samar. Dan kemudian gerakannya lebih mantap.
Bersamaan dengan itu, bulu mata Jaejoong bergerak-gerak, membuat Yunho menunggu dengan cemas. Lalu setelah penantian yang sepertinya terasa seumur hidupnya, mata Jaejoong terbuka langsung menatap mata Yunho yang basah,
“Kenapa….Kau…menangis...?”
Yunho langsung memasang muka sedatar mungkin meskipun perasaannya meluap-luap,
“Mataku kemasukan debu.”
“Oh,” Jaejoong memejamkan mata lagi, sepertinya percakapan itu membuatnya lelah, “Uri aegi?”
“Dia namja kecil yang sehat dan sempurna, tangisannya sangat keras membuat para suster harus menutup telinga dengan kapas ketika mengurusnya.”
Jaejoong tersenyum, dan mencoba membuka matanya lagi,
“Namanya…”
“Apa Jae?”
“Aku mempersiapkan namanya…” suara Jaejoong melemah, “A…..Angel”
“Angel?” Yunho mengerutkan keningnya, dari sekian banyak nama, kenapa Jaejoong memilih nama Angel?
Jaejoong tersenyum lemah,
“Dia…putera…dari seorang…malaikat”
Aku iblis yang jahat! Bukan malaikat! Batin Yunho berteriak keras membantah. Setelah semua yang dia lakukan kepada Jaejoong perempuan itu masih menganggapnya sebagai malaikat?
“Men…cin….”
“Apa Jae?” Yunho berusaha mendekatkan telinganya ke bibir Jaejoong karena suara Jaejoong semakin lemah,
“Mencintaimu….Yunho.” Lalu Jaejoong kembali tak sadar, meninggalkan Yunho kembali dalam tidur lelapnya.
Air mata mengalir lagi di mata Yunho, mata seorang iblis yang telah disentuh oleh sang malaikat. Jaejoong salah, dia bukanlah malaikat. Jaejoong adalah malaikatnya. Dan pernyataan cinta Jaejoong membuat dada Yunho terasa sesak. Sesak oleh perasaan meluap-luap yang tak pernah terungkapkan sebelumnya.
.
.
.
.
.
Kondisi Jaejoong membaik seiring berjalannya hari, bahkan pagi ini dia sudah diperbolehkan menyusui Angel, untuk pertama kalinya. Jaejoong menerima bayi itu di pelukan lengannya degan takjub. Bayinya, puteranya, yang selama ini bertumbuh di perutnya dan dikandung olehnya. Sekarang ada di dunia nyata, dengan rambut tebal cokelatnya dan mata cokelat milik ayahnya, yang sekarang sedang penuh air mata. Ya, Angel sedang menangis keras-keras sekarang.
“Dia lapar.” suster Boa terkekeh geli dan membantu Jaejoong setengah duduk, Jaejoong membuka gaun pasiennya dan mendekatkan payudaranya, Secara otomatis Angel langsung mencari dan melahap puting itu. Lalu menghisapnya dengan begitu rakus. Jaejoong takjub merasakan bahwa puteranya berbagi makanan dengan dirinya, bahwa tubuhnyalah yang memberikan makanan untuk puteranya.
“Dia sepertinya sangat lapar.” suara itu berasal dari ambang pintu dan Jaejoong menoleh. Mendapati Yunho berdiri di sana. Hari ini jam sembilan pagi, dan Yunho sepertinya belum pernah pulang dari rumah sakit, lelaki itu tampak lelah.
Yunho berjalan mendekat dan duduk di tepi ranjang, matanya tak lepas dari puteranya yang menyusu. Puteranya sedang menyusu di tubuh isterinya. Sungguh pemandangan yang luar biasa indahnya.
“Kau tampak lelah.” Jaejoong menatap Yunho lembut.
Lelaki itu mengalihkan pandangan dari puteranya ke mata Jaejoong menatap Jaejoong dengan mata beningnya yang berwarna cokelat,
“Aku belum pulang, Changmin membawakanku baju ganti dan aku mandi serta bercukur di sini, di lantai atas aku punya kamar sendiri.”
Jaejoong baru sadar bahwa ini rumah sakit yang sama tempatnya dirawat setelah kecelakaan dan kemudian diculik oleh psikopat kejam itu. Ini adalah rumah sakit milik Yunho,
“Yah ini rumah sakit yang sama,” Yunho tersenyum meminta maaf, “Tetapi kali ini tidak ada lagi penjagaan di depan, aku sibuk mengurusmu sampai aku tidak sempat mencari musuh.”
Jaejoong tersenyum mendengarnya. Tepat ketika Angel melepaskan putingnya dan tertidur lelap dengan pipi montoknya masih menempel di payudara ibunya. Diperbaikinya posisi tidur Angel sehingga nyaman, dan Yunho mengikuti semua itu dengan pandangannya.
“Kau mungkin bisa pulang dan beristirahat Yun.”
Yunho mengangkat bahu, “Aku akan pulang untuk beberapa urusan, mungkin beberapa jam, lalu aku akan kembali,” dengan canggung Yunho berdiri, sejenak hanya menatap lama, lalu mengangguk dan melangkah pergi.
Seorang suster masuk dan berpapasan dengan Yunho di pintu, dia bertugas mengambil Angel dan membawanya ke kamar bayi.
“Sungguh Anda isteri yang beruntung memiliki suami sebaik itu,” suster itu tersenyum menatap punggung Yunho yang hilang di balik pintu. “Dan seorang Jung yunho pula, Anda sungguh beruntung dicintai seperti itu.”
Jaejoong mengernyit, menyerahkan Angel untuk digendong sang suster dengan hati-hati.
Beruntung? Apakah maksud suster itu dia beruntung karena memiliki suami seperti Jung yunho?
“Oh Anda tidak tahu ya?” suster itu meletakkan Angel dengan lembut di kereta kaca khusus bayi yang dibawanya, “Tuan jung sangat setia menunggui ketika Anda tak sadarkan diri hampir 2 hari lamanya. Dia selalu ada di sana tak pernah meninggalkan Anda. Kondisi Anda saat itu masih belum pasti, kadang Anda tersadar dan menceracau. Lalu tak sadarkan diri lagi, kadang kondisi Anda sangat drop sehingga kami harus menangani Anda secara intensif, dan tuan jung menuntut untuk ada di sini, setiap detiknya mendampingi Anda. Ketika kondisi Anda stabil, dia ada di sebelah ranjang Anda, mengajak Anda berbicara dan menggenggam tangan Anda. Sepertinya semua penantiannya tidak sia-sia karena akhirnya Anda bangun dan membaik,” suster itu tersenyum memuji, “Sungguh suatu anugerah yang tak terkira, bisa memiliki suami sebaik itu.”
Lalu dengan mendorong kereta bayi suster itu pergi meninggalkan Jaejoong yang masih termenung di atas ranjang. Benarkah Yunho, Beruangnya yang sombong, arogan, dan pemarah itu melakukan semua yang dikatakan oleh suster itu? Benarkah Yunho mencemaskannya sampai sedemikian? Rasanya tidak bisa dipercaya….
.
.
.
.
.
Jaejoong sudah boleh pulang bersama Angel, dan Yunho menjemputnya tepat waktu. Lelaki itu tidak berubah, tetap begitu dingin hingga Jaejoong berpikir jangan-jangan yang dikatakan suster waktu itu hanyalah kebohongan atau khayalan semata. Yunho duduk di sebelah Jaejoong dalam mobil itu diam dan menatap ke jendela, tampak menjaga jarak,
“Kau...eh, sudah baikan,” Akhirnya Yunho memecah keheningan, menatap ringan pada Angel yang tertidur di pelukan Jaejoong dan tatapannya melembut, “Dia sepertinya sangat sehat.”
“Dia menyusu dengan kuat,” Jaejoong tersenyum dan mengecup dahi Angel dengan sayang. Semula Jaejoong merasa sedikit takut atas reaksi Yunho kepada Angel. Lelaki itu membenci Angel dengan alasannya ketika dia di dalam kandungan Jaejoong apakah lelaki itu akan membenci Angel ketika dia sudah lahir ke dunia ini?
Sepertinya Yunho menyayangi Angel, meski tidak ditunjukkannya dengan kata-kata. Jaejoong sering menangkap tatapan penuh kelembutan yang dilemparkan Yunho kepada Angel. Oh ya, Jaejoong mengerti, seorang Jung Yunho mungkin tidak bisa lepas dalam menunjukkan kasih sayangnya kepada anak kecil, tetapi Angel telah mencuri hati Yunho dan Jaejoong mensyukuri itu. Mereka sampai di rumah, dan dengan takjub Jaejoong menyadari bahwa kamar bayi sudah disiapkan. Kamar itu terletak di kamar kecil yang memiliki pintu penghubung dengan kamar mereka sehingga Jaejoong bisa dengan mudah mendatangi Angel ketika putera mereka membutuhkannya.
Dengan lembut, Jaejoong meletakkan Angel yang tertidur pulas di boks bayi barunya. Bayi itu sangat pandai, tidak rewel, dan mudah menyesuaikan diri dengan perubahan suasana di tempat barunya. Yunho berdiri di ambang pintu penghubung dan mengamati Jaejoong kemudian membalikkan badannya hendak pergi,
“Yun,”
Lelaki itu langsung menghentikan langkahnya dan menatap Jaejoong
“Wae?”
“Apakah…apakah setelah sekarang kita mempunyai putera, kau masih menganggapku sebagai pengganti Jessica?” Jaejoong harus bertanya, dia tak tahan lagi memendamnya. Sekarang mereka sudah mempunyai seorang putera dan Jaejoong tidak mampu hidup dalam ketidakpastian semacam ini. Anaknya harus tumbuh di keluarga yang saling mencintai, dan ketika Yunho tidak bisa memberikannya. Maka Jaejoong akan pergi,
“Mwo?” ada nyala di mata Yunho dan itu seharusnya sudah bisa menjadi tanda peringatan buat Jaejoong tetapi dia tidak mau mundur, dan dia tidak bisa.
“Kau selama ini selalu menganggapku sebagai pengganti Jessica. Sekarang kita mempunyai Angel, aku hanya ingin menunjukkan sikapku. Aku tak mau menjadi pengganti seseorang, jadi mungkin aku akan pergi bersama Angel.”
.
.
.
.
.
To Be Continue

6 comments:

  1. jaejae7:10 PM

    saki-yah.. aku lebih suka klu nama anak yunjae jadi angel tpi yg versi korea x.. klu gak salah chonsa.. aku sering dengar junsu dipanggil kyak gtu dlu..

    hehe.. tpi kalau ttap angel jga gak papa..

    hua.. suka bgt, walau pun dulu udah pernah baca, tpi ttap penasaran..

    ReplyDelete
  2. Anonymous9:21 PM

    Susah ya yun nurunin gengsi.. apa salahnua perhatianmi ku tunjukkan langsung

    ReplyDelete
  3. kyaaaa baru nemu nih heheehhe

    aku sangat suka salang ui ba mu . ^_^
    BTW im gothiclolita89 nice to know you.
    kapan2 maen ke blogku ya hehehe

    ReplyDelete
  4. dasar beruang so2 an msih bersikap dingin dan cuek padahal. diam2 merhatiin juga
    yunjae bakalan adu mulut lagi ni

    ReplyDelete
  5. Aigoo Jae~ kenapa gak percaya banget #kecupinAngel
    Say something Yun, Say Something~

    Oke saya kaget nama bayi mereka Angel, dari sekian banyak nama pria Jae milih Angel, oh baik lah Angel juga bagus kalau begitu :D

    ReplyDelete
  6. Kalo nama anaknya Yunjae Cheonsa boleh jg kali ya tp Angel jg gpp siy...

    ReplyDelete