Monday, March 10

[Remake] Sacrificio De Amor Part III


"Chankamman…",
Suara namja itu terdengar lembut, dan dengan enggan Jaejoong membalikkan tubuh,
Namja itu ternyata sudah bangkit dari kursinya, memutari meja dan berdiri berhadap-hadapan dengan Jaejoong,
"Aku meralat ucapanku tadi pagi",gumamnya misterius.
Jaejoong mengerutkan keningnya,
"Nugunde...?"
"Tentang kau bukan tipeku dan aku tidak mungkin tertarik padamu, sebenarnya selama ini aku memperhatikanmu karena tak tahu kenapa, kau membuatku sangat bergairah",
Mulut Jaejoong ternganga dan dia tak mampu berkata-kata, pernyataan itu begitu mengagetkan bagaikan petir di siang bolong.
"Aku ingin kau menjadi kekasihku,...”

Sacrificio de Amor
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their Self
A Romantic Story About Serena
©Santhy Agatha
“mmm...,bukan kekasih,...apa ya istilahnya? Yeoja simpanan?" lanjutnya
Yunho tampak sangat bersemangat dengan tawarannya sehingga tidak memperhatikan ekspresi shock Jaejoong,
"Kau hanya perlu melayaniku di ranjang, memuaskanku", Suaranya menjadi rendah dan merayu, "Dan kau tak perlu kuatir akan rugi, kau tahu aku kekasih yang murah hati, aku akan membelikanmu apartemen mewah sehingga kau bisa pindah dari apartment kecilmu itu, dengan begitu aku bisa leluasa mengunjungimu setiap malam, dan aku akan menanggung biaya kehidupanmu, apapun yang kau inginkan akan kuberikan, mobil mewah, perhiasan mahal ,baju-baju rancangan disainer terkenal, perawatan di salon terkemuka, aku tahu kau menyukainya Jae karena gaya hidupmu sepertinya sangat mahal sampai-sampai kau harus berhutang puluhan juta pada perusahaan. Bahkan mungkin kalau kau bisa menyenangkanku, hutangmu itu akan kulunasi. Ottokhe Jae? Aku akan memenuhi semua permintaanmu dan kau hanya harus ada saat aku membutuhkanmu",
Ketika Tuan jung akhirnya mengakhiri pidatonya, Jaejoong sudah begitu pucat sampai tak bisa berkata-kata. Tawaran itu memang amat sangat menggoda, apabila ditawarkan pada pelacur atau yeoja yang tidak punya harga diri!!! tapi namja itu menawarkan kepadanya??! Kepadanya!! Berani-Beraninya namja itu! Berani-beraninya dia merendahkannya sampai seperti ini!,
"Kenapa kau diam saja? Kau tak perlu sok malu-malu atau sok suci, aku tahu yeoja seperti apa kau dibalik sikapmu yang sok menjunjung moralitas...."
PLAAAKKK!!!
Tamparan itu begitu keras sampai kepala Yunho terlempar ke belakang, suara tamparan itu menggema di ruangan yang luas itu,
"Berani-beraninya anda!!,”, napas Jaejoong terengah-engah, “Berani-beraninya anda menawarkan sesuatu yang begitu menjijikkan kepada saya!! Anda pikir saya yeoja macam apa?? Anda benar-benar sesuai dengan apa yang saya pikirkan, namja tak bermoral, bejat, menjijikkan dan...", suara Jaejoong terhenti melihat ekspresi Yunho.
"Menjijikkan katamu?", jika tadi Yunho tak marah karena tamparan Jaejoong, sekarang dia benar-benar marah,"jika menurutmu aku menjijikkan...",
Namja itu mengepalkan kedua tangannya sampai buku-buku jarinya memutih, "Jika menurutmu aku menjijikkan..."
Entah bagaimana Jaejoong mengetahui kapan kendali diri namja itu lepas, dengan panik dan takut Jaejoong setengah berlari menuju pintu,
Tapi terlambat, Yunho bergerak secepat kilat menerjangnya, Jaejoong berhasil membuka pintu sedikit ketika dengan kasar Yunho mendorongnya kembali tertutup.
Namja itu menghimpitnya dipintu, desah napas mereka bersahutan, yang satu ketakutan, yang lain bergairah,
"Le…. lepaskan saya!!!, atau saya akan berteriak dan menuntut anda atas pelecehan..."
Yunho tak peduli, lagipula ruangan itu kedap suara.
Dengan gerakan impulsif, dibaliknya tubuh Jaejoong, bibir Yunho mencari-cari bibir Jaejoong, tubuhnya makin menekan Jaejoong ke pintu,
Jaejoong menggelengkan kepala menghindar dengan membabi buta hingga bibir Yunho hanya menempel di rahangnya, dia mencoba meronta melepaskan diri tapi tubuh Yunho menghimpitnya ke pintu dan tangannya mencengkeram kedua tangan Jaejoong di kiri dan kanan kepalanya.
Mereka bergulat beberapa saat, tetapi Yunho tak mau menyerah dari perlawanan Jaejoong. Sampai kemudian ketika Jaejoong membuka mulut untuk berteriak, Yunho memagut bibir itu.
Ciuman itu dari awal sudah sangat sensual karena bibir mereka terbuka, Yunho melumat bibir Jaejoong seolah sudah tak ada lagi hari esok. Mulutnya sangat liar dan lapar mengecap, melumat dan menikmati bibir Jaejoong yang selembut madu.
Jaejoong terpana merasakan ciuman yang sangat intim ini, yang baru pertama kali dirasakannya. Dan hal itu memberi kesempatan Yunho untuk mencium semakin dalam, seluruh tubuhnya menempel ditubuh Jaejoong, makin mendorong Jaejoong ke pintu, setelah menjelajahi dan mencicipi seluruh rasa bibir Jaejoong, lidah Yunho mulai mencecap dan mencoba-coba mulai membelai masuk ke dalam bibir Jaejoong.
Jaejoong mengerang mencoba menolak, dia tidak pernah berciuman seperti itu! Tapi Yunho begitu lembut dan begitu lidahnya masuk ciumannya menjadi makin bergairah,lidahnya menjelajah masuk, menikmati seluruh rasa dan manisnya mulut Jaejoong, Yunho mengerang dalam ciumannya, oh ya Tuhan nikmat sekali! Erangnya dalam hati, dan gairahnya naik begitu cepat bagaikan roket, Gadis itu terasa begitu nikmat, begitu manis dan menggairahkan, sekujur tubuh Yunho menginginkan gadis itu, sangat menginginkannya! Tangannya merayap naik dan menyelinap di antara jari Jaejoong sehingga Jari-jari mereka saling bertautan, Yunho mencengkeramnya erat-erat seolah itu pegangannya untuk hidup.
Sejenak Jaejoong merasakan matanya gelap, semua ini begitu aneh dan mengejutkan, dan ciuman ini begitu asing dan tak terduga, rasa ciuman ini...Ya Tuhan , Changmin tidak pernah menciumnya dengan cara sekurang ajar ini, Changmin...Ya Tuhan!!
Jaejoong mengerahkan segenap kekuatan dan seluruh kendali dirinya untuk melepaskan bibirnya dari pagutan Yunho, Mulut Yunho yang lapar masih mencari-cari, masih memagutnya sekali lagi, Jaejoong mendorongnya kuat-kuat hingga bibir mereka terlepas.
Suasana Ruangan itu begitu hening, hanya desah napas memburu bersahutan, Jaejoong bahkan tak tahu itu napas siapa. Yunho masih mencengkeram kedua tangannya di sisi kepalanya, Bibirnya begitu dekat dengan bibir Jaejoong, hingga napasnya yang panas menyatu dengan napas Jaejoong. Mata Yunho tampak berkabut, tapi ketika menatap mata Jaejoong sinarnya begitu tajam,
"Kau menikmatinya kan? Aku merasakan dari bibirmu yang melembut ketika lidahku melumatmu, kau bisa berbohong dengan kata-kata, tapi tubuhmu tak bisa berbohong....",
Dengan tiba-tiba Jaejoong mendorong Yunho hingga mundur beberapa langkah, ditatapnya Yunho dengan mata marah menyala-nyala,
"Dasar bajingan!!, kau bermimpi kalau aku menginginkanmu, kau tak akan pernah bisa menyentuh tubuhku lagi!!, kau begitu menjijikkan!!!"
Suara Jaejoong semakin serak karena menahan tangis,...jangan...! Kau tak boleh menangis Jae!bajingan itu akan semakin merendahkanmu jika kau menangis! Desisnya dalam hati.
Yunho memandang Jaejoong dengan pandangan tajam merendahkan,
"Saat ini kau boleh menghina dan menolakku, tapi aku yakin, nanti kau akan datang padaku, merangkak dan memohon agar aku mau menerimamu."
"Lebih baik aku mati!!"
Jaejoong setengah berteriak ketika buru-buru melangkah keluar dan membanting pintu di belakangnya.
Sang sekertaris memandangnya sambil mengerutkan kening, dan Jaejoong yakin saat itu penampilannya patut dipertanyakan, rambutnya kusut, dan mukanya merah padam dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.
Tapi Jaejoong tak peduli lagi, yang dia inginkan hanya menjauh secepatnya dari tempat terkutuk itu! Dengan langkah berderap, Jaejoong memasuki lift meninggalkan ruangan itu.
.
.
.
.
.
Yunho mengusap mulutnya yang terasa panas, dia merasa sedikit bodoh, karena bertindak begitu impulsif di kantor, di mana banyak orang bisa menyebarkan gosip.
Yunho menarik napas dalam-dalam dan berusaha menghilangkan getaran di tubuhnya. Ciuman tadi terasa begitu nikmat, sudah lama sekali Yunho tidak merasakan ciuman yang begitu membakar gairahnya sampai ke tulang sunsum.
Hanya sebuah ciuman dan dia terbakar, Yunho mengernyit, tidak begitu menyukai kenyataan itu. Selama ini dia dikenal sebagai kekasih yang sangat ahli di ranjang, selalu mampu mengendalikan pasangannya dan tidak pernah lepas kendali.
Dan sekarang, dia lepas kendali, semudah itu.
Masih mengernyit Yunho menghempaskan tubuhnya ke kursi.
Tapi jika gadis itu seperti yang kupikirkan, kenapa dia semarah itu? Seharusnya gadis itu bahagia bukan kepalang atas tawaran yang dia berikan. Apakah dia salah? Dan apakah dia telah menyinggung gadis itu?
Tidak! Dengan cepat Yunho menyingkirkan keragu-raguannya. Semua gadis sama saja, Yunho tidak pernah salah, Beri gadis-gadis itu kemewahan dan dia akan takluk padamu.
Mungkin tawarannya masih kurang bagi Jaejoong, Yunho mungkin harus menambahkan akomodasi penuh jalan-jalan keliling eropa misalnya.
Atau mungkin, Jaejoong hanya mencoba jual mahal. Wajah Yunho menggelap mengingat kata hinaan Jaejoong barusan, Menjijikkan katanya ??
"Kita lihat Jae, Setelah kau menyadari betapa banyaknya yang bisa kuberi padamu, kau akan datang merangkak padaku dan aku yang akan mempermalukanmu", sumpah Yunho dalam hati.
.
.
.
.
.
.
Suasana hati Jaejoong benar-benar buruk hari itu. Kemarahan, rasa terhina, kebencian bahkan kesedihan karena dia begitu tidak berdaya campur aduk dalam hatinya. Jaejoong merasa tubuhnya begitu kotor akibat pelecehan yang dilakukan Yunho tadi siang, dan dia masih menahan tangis ketika memasuki ruang perawatan intensif di Rumah Sakit itu, yang sudah sangat familiar dengannya
Apapun yang ada dipikirannya tadi langsung buyar begitu melihat Boa menyambutnya dengan wajah pucat pasi,
"Kemana saja kau Jae?!, aku mencoba menghubungimu sejak dua jam tadi, tapi kau tak bisa dihubungi!"
Wajah Jaejoong langsung berubah seputih kapas, secepat kilat dia berlari menelusuri lorong menuju kamar tempat Changmin dirawat.
Boa tergopoh-gopoh berlari mengikuti di belakangnya.
Jaejoong terpaku di depan ruangan Changmin dengan napas terengah-engah, dokter dan perawat masih ada di ruangan itu, sedang berusaha menstabilkan kondisi Changmin,
Boa tiba dibelakang Jaejoong dan menyentuh pundaknya lembut, mencoba menenangkannya,
"Dia sudah tidak apa-apa Jae, kondisinya sudah stabil. Tadi dia mengalami serangan lagi tapi dokter sudah menanganinya dengan cepat, kenapa kau tadi tidak bisa dihubungi? Aku mencoba menghubungimu saat Changmin dalam kondisi paling kritis, saat itu kau pasti ingin bersamanya",
Air mata mengalir di pipi Jaejoong. Tadi baterainya habis dan karena sibuk dengan pikirannya, dia tak sempat mengisinya. Astaga, betapa bodohnya dia. Changmin kelihatan stabil dan baik-baik saja dan Jaejoong mulai lengah, melupakan bahwa serangan bisa terjadi setiap saat. Ya Tuhan, seandainya tadi Changmin....
Jaejoong memejamkan mata rapat-rapat, air matanya mengalir semakin deras, dia tak berani membayangkan semua itu.
Boa memeluknya dengan penuh keibuan sementara Jaejoong menumpahkan air matanya.
Ketika dokter datang, tatapan hati-hatinya malah membuat hati Jaejoong makin cemas,
"Bagaimana kondisinya uisanim?", suara Jaejoong gemetar, ketakutan
Dokter itu menarik napas panjang
"Changmin pria yang kuat, sungguh suatu keajaiban dia mampu bertahan sampai sekarang, tetapi kecelakaan itu telah merusak organ dalamnya. Kami berusaha memperbaikinya dengan obat-obatan dan penanganan medis terbaik, tapi hal itu berakibat pada ginjalnya, kami harus mengoperasi ginjalnya Jae",
"Mengoperasi ginjalnya?", Jaejoong mengulang pernyataan dokter itu dengan histeris, "Mengoperasi ginjalnya?! Ya Tuhan!!",
Tubuh Jaejoong menjadi lunglai, untung Boa menyangganya, air mata mengalir semakin deras dipipinya,
"Apakah... Apakah tidak ada cara lain ...?",
Dokter itu menarik napas prihatin,
"Changmin dalam kondisi yang tidak lazim, dia dalam keadaan koma, dan apapun tindakan medis yang kami lakukan padanya memiliki resiko tinggi, Tapi akan lebih beresiko lagi jika kita tidak melakukan operasi itu, operasi itu harus dilakukan sesegera mungkin Jaejoong"
Jaejoong menarik napas dalam dalam, dan menatap dokter itu dengan penuh tekad,
"Lakukan operasi itu uisanim, apapun agar Changmin selamat", suaranya mulai gemetar, "Berapa biaya yang harus saya siapkan untuk melakukan operasi tersebut uisanim?",
Seluruh tubuh Jaejoong menegang, tangannya terkepal seolah olah menanti hukuman.
Dokter itu menatapnya sedih, rasa kasihan tampak jelas di matanya ketika menjawab,
"Untuk prosedur operasi ginjal dan perawatan atas kemungkinan terjadi komplikasi lainnya, kau setidaknya harus memiliki Tiga puluh Juta won, Jae",
.
.
.
.
.
.
.
Hujan turun lagi dengan derasnya, bahkan payung itupun tak bisa melindungi dirinya dari percikan air hujan. Tapi Jaejoong tak peduli.
Dimana Dia??!
Jaejoong menatap sekeliling parkiran itu dengan panik, hari sudah gelap dan hampir tidak ada orang di parkiran itu, apalagi hujan turun dengan begitu derasnya sehingga tak akan ada orang yang begitu bodohnya berada diluar ruangan.
Kecuali dirinya sendiri tentunya
Ya Tuhan ... Dimana Dia??!
Jaejoong menatap mobil mercedes mewah yang masih terparkir di tempat parkir direksi yang tak kalah mewah dengan atap yang luas dan posisi yang lebih tinggi sehingga terlindung dari derasnya hujan.
Lelaki itu pasti belum pulang, mobilnya masih terparkir dan semua orang bilang bahwa bos yang satu itu baru pulang setelah lewat jam 8 malam, dan lebih malam lagi pada hari Jumat karena besoknya akhir pekan.
Sekarang hari jumat.
Dan Jaejoong menunggu dengan cemas, bagaimana jika lelaki itu sebenarnya sudah pulang? Jika bukan hari ini, akal sehatnya akan kembali dan dia akan kehilangan keberanian.
Berbagai pikiran buruk berkelebat hingga Jaejoong tidak memperhatikan derasnya hujan yang mulai membasahi tempat-tempat yang tidak terlindung oleh payung kecilnya,
Lalu pintu lobby itu terbuka, dan sosok yang ditunggu-tunggu Jaejoong akhirnya melangkah keluar.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue

6 comments:

  1. Anonymous5:37 AM

    Sakiiiiii d lanjutkan yaaaaa,,, (ง'̀⌣'́)ง

    ReplyDelete
  2. jaejae7:34 AM

    ye.. akhir x diupdate juga.. senang x..
    aku suka ama crta yg ini.. ttap diupdate ya saki-ya..

    aku tggu lanjtannya..

    ReplyDelete
  3. Anonymous12:12 AM

    Wah makasih udah di lanjut...oh ya aku belum kenalan, qiqi...salam kenal saki...^^

    Yunho ga cari tau yah tentang pinjaman jae, di pake untuk apa???? Kasian jae imej jadi jelek...tapi ini happy end kan????
    Keep write saki, fighting!!! :-D

    ReplyDelete
  4. yunho jahat bngt ..main maksa aja udah gtu ngrendahin jae terus dari mna jae bsa dapet duit sbnyak itu ?

    ReplyDelete