"Chankamman…",
Suara namja itu terdengar lembut, dan dengan enggan
Jaejoong membalikkan tubuh,
Namja itu ternyata sudah bangkit dari kursinya,
memutari meja dan berdiri berhadap-hadapan dengan Jaejoong,
"Aku meralat ucapanku tadi pagi",gumamnya
misterius.
Jaejoong mengerutkan keningnya,
"Nugunde...?"
"Tentang kau bukan tipeku dan aku tidak
mungkin tertarik padamu, sebenarnya selama ini aku memperhatikanmu karena tak
tahu kenapa, kau membuatku sangat bergairah",
Mulut Jaejoong ternganga dan dia tak mampu berkata-kata,
pernyataan itu begitu mengagetkan bagaikan petir di siang bolong.
"Aku ingin kau menjadi kekasihku,...”
Sacrificio de Amor
©Kitahara
Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their
Self
A Romantic Story About Serena
©Santhy
Agatha
“mmm...,bukan kekasih,...apa ya istilahnya? Yeoja
simpanan?" lanjutnya
Yunho tampak sangat bersemangat dengan tawarannya
sehingga tidak memperhatikan ekspresi shock Jaejoong,
"Kau hanya perlu melayaniku di ranjang,
memuaskanku", Suaranya menjadi rendah dan merayu, "Dan kau tak perlu
kuatir akan rugi, kau tahu aku kekasih yang murah hati, aku akan membelikanmu
apartemen mewah sehingga kau bisa pindah dari apartment kecilmu itu, dengan
begitu aku bisa leluasa mengunjungimu setiap malam, dan aku akan menanggung
biaya kehidupanmu, apapun yang kau inginkan akan kuberikan, mobil mewah,
perhiasan mahal ,baju-baju rancangan disainer terkenal, perawatan di salon
terkemuka, aku tahu kau menyukainya Jae karena gaya hidupmu sepertinya sangat
mahal sampai-sampai kau harus berhutang puluhan juta pada perusahaan. Bahkan
mungkin kalau kau bisa menyenangkanku, hutangmu itu akan kulunasi. Ottokhe Jae?
Aku akan memenuhi semua permintaanmu dan kau hanya harus ada saat aku
membutuhkanmu",
Ketika Tuan jung akhirnya mengakhiri pidatonya,
Jaejoong sudah begitu pucat sampai tak bisa berkata-kata. Tawaran itu memang
amat sangat menggoda, apabila ditawarkan pada pelacur atau yeoja yang tidak
punya harga diri!!! tapi namja itu menawarkan kepadanya??! Kepadanya!!
Berani-Beraninya namja itu! Berani-beraninya dia merendahkannya sampai seperti
ini!,
"Kenapa kau diam saja? Kau tak perlu sok
malu-malu atau sok suci, aku tahu yeoja seperti apa kau dibalik sikapmu yang
sok menjunjung moralitas...."
PLAAAKKK!!!
Tamparan itu begitu keras sampai kepala Yunho
terlempar ke belakang, suara tamparan itu menggema di ruangan yang luas itu,
"Berani-beraninya anda!!,”, napas Jaejoong
terengah-engah, “Berani-beraninya anda menawarkan sesuatu yang begitu
menjijikkan kepada saya!! Anda pikir saya yeoja macam apa?? Anda benar-benar
sesuai dengan apa yang saya pikirkan, namja tak bermoral, bejat, menjijikkan
dan...", suara Jaejoong terhenti melihat ekspresi Yunho.
"Menjijikkan katamu?", jika tadi Yunho
tak marah karena tamparan Jaejoong, sekarang dia benar-benar marah,"jika
menurutmu aku menjijikkan...",
Namja itu mengepalkan kedua tangannya sampai
buku-buku jarinya memutih, "Jika menurutmu aku menjijikkan..."
Entah bagaimana Jaejoong mengetahui kapan kendali
diri namja itu lepas, dengan panik dan takut Jaejoong setengah berlari menuju
pintu,
Tapi terlambat, Yunho bergerak secepat kilat
menerjangnya, Jaejoong berhasil membuka pintu sedikit ketika dengan kasar Yunho
mendorongnya kembali tertutup.
Namja itu menghimpitnya dipintu, desah napas mereka
bersahutan, yang satu ketakutan, yang lain bergairah,
"Le…. lepaskan saya!!!, atau saya akan
berteriak dan menuntut anda atas pelecehan..."
Yunho tak peduli, lagipula ruangan itu kedap suara.
Dengan gerakan impulsif, dibaliknya tubuh Jaejoong,
bibir Yunho mencari-cari bibir Jaejoong, tubuhnya makin menekan Jaejoong ke
pintu,
Jaejoong menggelengkan kepala menghindar dengan
membabi buta hingga bibir Yunho hanya menempel di rahangnya, dia mencoba
meronta melepaskan diri tapi tubuh Yunho menghimpitnya ke pintu dan tangannya
mencengkeram kedua tangan Jaejoong di kiri dan kanan kepalanya.
Mereka bergulat beberapa saat, tetapi Yunho tak mau
menyerah dari perlawanan Jaejoong. Sampai kemudian ketika Jaejoong membuka
mulut untuk berteriak, Yunho memagut bibir itu.
Ciuman itu dari awal sudah sangat sensual karena
bibir mereka terbuka, Yunho melumat bibir Jaejoong seolah sudah tak ada lagi
hari esok. Mulutnya sangat liar dan lapar mengecap, melumat dan menikmati bibir
Jaejoong yang selembut madu.
Jaejoong terpana merasakan ciuman yang sangat intim
ini, yang baru pertama kali dirasakannya. Dan hal itu memberi kesempatan Yunho
untuk mencium semakin dalam, seluruh tubuhnya menempel ditubuh Jaejoong, makin
mendorong Jaejoong ke pintu, setelah menjelajahi dan mencicipi seluruh rasa
bibir Jaejoong, lidah Yunho mulai mencecap dan mencoba-coba mulai membelai
masuk ke dalam bibir Jaejoong.
Jaejoong mengerang mencoba menolak, dia tidak
pernah berciuman seperti itu! Tapi Yunho begitu lembut dan begitu lidahnya
masuk ciumannya menjadi makin bergairah,lidahnya menjelajah masuk, menikmati
seluruh rasa dan manisnya mulut Jaejoong, Yunho mengerang dalam ciumannya, oh
ya Tuhan nikmat sekali! Erangnya dalam hati, dan gairahnya naik begitu cepat
bagaikan roket, Gadis itu terasa begitu nikmat, begitu manis dan menggairahkan,
sekujur tubuh Yunho menginginkan gadis itu, sangat menginginkannya! Tangannya
merayap naik dan menyelinap di antara jari Jaejoong sehingga Jari-jari mereka
saling bertautan, Yunho mencengkeramnya erat-erat seolah itu pegangannya untuk
hidup.
Sejenak Jaejoong merasakan matanya gelap, semua ini
begitu aneh dan mengejutkan, dan ciuman ini begitu asing dan tak terduga, rasa
ciuman ini...Ya Tuhan , Changmin tidak pernah menciumnya dengan cara sekurang
ajar ini, Changmin...Ya Tuhan!!
Jaejoong mengerahkan segenap kekuatan dan seluruh
kendali dirinya untuk melepaskan bibirnya dari pagutan Yunho, Mulut Yunho yang
lapar masih mencari-cari, masih memagutnya sekali lagi, Jaejoong mendorongnya
kuat-kuat hingga bibir mereka terlepas.
Suasana Ruangan itu begitu hening, hanya desah napas
memburu bersahutan, Jaejoong bahkan tak tahu itu napas siapa. Yunho masih
mencengkeram kedua tangannya di sisi kepalanya, Bibirnya begitu dekat dengan
bibir Jaejoong, hingga napasnya yang panas menyatu dengan napas Jaejoong. Mata
Yunho tampak berkabut, tapi ketika menatap mata Jaejoong sinarnya begitu tajam,
"Kau menikmatinya kan? Aku merasakan dari
bibirmu yang melembut ketika lidahku melumatmu, kau bisa berbohong dengan
kata-kata, tapi tubuhmu tak bisa berbohong....",
Dengan tiba-tiba Jaejoong mendorong Yunho hingga
mundur beberapa langkah, ditatapnya Yunho dengan mata marah menyala-nyala,
"Dasar bajingan!!, kau bermimpi kalau aku
menginginkanmu, kau tak akan pernah bisa menyentuh tubuhku lagi!!, kau begitu
menjijikkan!!!"
Suara Jaejoong semakin serak karena menahan tangis,...jangan...! Kau tak boleh menangis Jae!bajingan
itu akan semakin merendahkanmu jika kau menangis! Desisnya dalam hati.
Yunho memandang Jaejoong dengan pandangan tajam
merendahkan,
"Saat ini kau boleh menghina dan menolakku,
tapi aku yakin, nanti kau akan datang padaku, merangkak dan memohon agar aku
mau menerimamu."
"Lebih baik aku mati!!"
Jaejoong setengah berteriak ketika buru-buru
melangkah keluar dan membanting pintu di belakangnya.
Sang sekertaris memandangnya sambil mengerutkan
kening, dan Jaejoong yakin saat itu penampilannya patut dipertanyakan,
rambutnya kusut, dan mukanya merah padam dengan mata berkaca-kaca menahan
tangis.
Tapi Jaejoong tak peduli lagi, yang dia inginkan
hanya menjauh secepatnya dari tempat terkutuk itu! Dengan langkah berderap,
Jaejoong memasuki lift meninggalkan ruangan itu.
.
.
.
.
.
Yunho mengusap mulutnya yang terasa panas, dia
merasa sedikit bodoh, karena bertindak begitu impulsif di kantor, di mana
banyak orang bisa menyebarkan gosip.
Yunho menarik napas dalam-dalam dan berusaha
menghilangkan getaran di tubuhnya. Ciuman tadi terasa begitu nikmat, sudah lama
sekali Yunho tidak merasakan ciuman yang begitu membakar gairahnya sampai ke
tulang sunsum.
Hanya sebuah ciuman dan dia terbakar, Yunho
mengernyit, tidak begitu menyukai kenyataan itu. Selama ini dia dikenal sebagai
kekasih yang sangat ahli di ranjang, selalu mampu mengendalikan pasangannya dan
tidak pernah lepas kendali.
Dan sekarang, dia lepas kendali, semudah itu.
Masih mengernyit Yunho menghempaskan tubuhnya ke
kursi.
Tapi jika gadis itu seperti yang kupikirkan, kenapa
dia semarah itu? Seharusnya gadis itu bahagia bukan kepalang atas tawaran yang
dia berikan. Apakah dia salah? Dan apakah dia telah menyinggung gadis itu?
Tidak! Dengan cepat Yunho menyingkirkan
keragu-raguannya. Semua gadis sama saja, Yunho tidak pernah salah, Beri
gadis-gadis itu kemewahan dan dia akan takluk padamu.
Mungkin tawarannya masih kurang bagi Jaejoong,
Yunho mungkin harus menambahkan akomodasi penuh jalan-jalan keliling eropa
misalnya.
Atau mungkin, Jaejoong hanya mencoba jual mahal.
Wajah Yunho menggelap mengingat kata hinaan Jaejoong barusan, Menjijikkan
katanya ??
"Kita lihat Jae, Setelah kau menyadari betapa
banyaknya yang bisa kuberi padamu, kau akan datang merangkak padaku dan aku
yang akan mempermalukanmu", sumpah Yunho dalam hati.
.
.
.
.
.
.
Suasana hati Jaejoong benar-benar buruk hari itu.
Kemarahan, rasa terhina, kebencian bahkan kesedihan karena dia begitu tidak
berdaya campur aduk dalam hatinya. Jaejoong merasa tubuhnya begitu kotor akibat
pelecehan yang dilakukan Yunho tadi siang, dan dia masih menahan tangis ketika
memasuki ruang perawatan intensif di Rumah Sakit itu, yang sudah sangat
familiar dengannya
Apapun yang ada dipikirannya tadi langsung buyar
begitu melihat Boa menyambutnya dengan wajah pucat pasi,
"Kemana saja kau Jae?!, aku mencoba
menghubungimu sejak dua jam tadi, tapi kau tak bisa dihubungi!"
Wajah Jaejoong langsung berubah seputih kapas,
secepat kilat dia berlari menelusuri lorong menuju kamar tempat Changmin
dirawat.
Boa tergopoh-gopoh berlari mengikuti di
belakangnya.
Jaejoong terpaku di depan ruangan Changmin dengan
napas terengah-engah, dokter dan perawat masih ada di ruangan itu, sedang
berusaha menstabilkan kondisi Changmin,
Boa tiba dibelakang Jaejoong dan menyentuh
pundaknya lembut, mencoba menenangkannya,
"Dia sudah tidak apa-apa Jae, kondisinya sudah
stabil. Tadi dia mengalami serangan lagi tapi dokter sudah menanganinya dengan
cepat, kenapa kau tadi tidak bisa dihubungi? Aku mencoba menghubungimu saat
Changmin dalam kondisi paling kritis, saat itu kau pasti ingin
bersamanya",
Air mata mengalir di pipi Jaejoong. Tadi baterainya
habis dan karena sibuk dengan pikirannya, dia tak sempat mengisinya. Astaga,
betapa bodohnya dia. Changmin kelihatan stabil dan baik-baik saja dan Jaejoong
mulai lengah, melupakan bahwa serangan bisa terjadi setiap saat. Ya Tuhan,
seandainya tadi Changmin....
Jaejoong memejamkan mata rapat-rapat, air matanya
mengalir semakin deras, dia tak berani membayangkan semua itu.
Boa memeluknya dengan penuh keibuan sementara
Jaejoong menumpahkan air matanya.
Ketika dokter datang, tatapan hati-hatinya malah
membuat hati Jaejoong makin cemas,
"Bagaimana kondisinya uisanim?", suara
Jaejoong gemetar, ketakutan
Dokter itu menarik napas panjang
"Changmin pria yang kuat, sungguh suatu
keajaiban dia mampu bertahan sampai sekarang, tetapi kecelakaan itu telah
merusak organ dalamnya. Kami berusaha memperbaikinya dengan obat-obatan dan
penanganan medis terbaik, tapi hal itu berakibat pada ginjalnya, kami harus
mengoperasi ginjalnya Jae",
"Mengoperasi ginjalnya?", Jaejoong
mengulang pernyataan dokter itu dengan histeris, "Mengoperasi ginjalnya?!
Ya Tuhan!!",
Tubuh Jaejoong menjadi lunglai, untung Boa
menyangganya, air mata mengalir semakin deras dipipinya,
"Apakah... Apakah tidak ada cara lain
...?",
Dokter itu menarik napas prihatin,
"Changmin dalam kondisi yang tidak lazim, dia
dalam keadaan koma, dan apapun tindakan medis yang kami lakukan padanya
memiliki resiko tinggi, Tapi akan lebih beresiko lagi jika kita tidak melakukan
operasi itu, operasi itu harus dilakukan sesegera mungkin Jaejoong"
Jaejoong menarik napas dalam dalam, dan menatap
dokter itu dengan penuh tekad,
"Lakukan operasi itu uisanim, apapun agar
Changmin selamat", suaranya mulai gemetar, "Berapa biaya yang harus
saya siapkan untuk melakukan operasi tersebut uisanim?",
Seluruh tubuh Jaejoong menegang, tangannya terkepal
seolah olah menanti hukuman.
Dokter itu menatapnya sedih, rasa kasihan tampak
jelas di matanya ketika menjawab,
"Untuk prosedur operasi ginjal dan perawatan
atas kemungkinan terjadi komplikasi lainnya, kau setidaknya harus memiliki Tiga puluh Juta won, Jae",
.
.
.
.
.
.
.
Hujan turun lagi dengan derasnya, bahkan payung
itupun tak bisa melindungi dirinya dari percikan air hujan. Tapi Jaejoong tak
peduli.
Dimana Dia??!
Jaejoong menatap sekeliling parkiran itu dengan
panik, hari sudah gelap dan hampir tidak ada orang di parkiran itu, apalagi
hujan turun dengan begitu derasnya sehingga tak akan ada orang yang begitu bodohnya
berada diluar ruangan.
Kecuali dirinya sendiri tentunya
Ya Tuhan ... Dimana Dia??!
Jaejoong menatap mobil mercedes mewah yang masih
terparkir di tempat parkir direksi yang tak kalah mewah dengan atap yang luas
dan posisi yang lebih tinggi sehingga terlindung dari derasnya hujan.
Lelaki itu pasti belum pulang, mobilnya masih
terparkir dan semua orang bilang bahwa bos yang satu itu baru pulang setelah
lewat jam 8 malam, dan lebih malam lagi pada hari Jumat karena besoknya akhir
pekan.
Sekarang hari jumat.
Dan Jaejoong menunggu dengan cemas, bagaimana jika
lelaki itu sebenarnya sudah pulang? Jika bukan hari ini, akal sehatnya akan
kembali dan dia akan kehilangan keberanian.
Berbagai pikiran buruk berkelebat hingga Jaejoong
tidak memperhatikan derasnya hujan yang mulai membasahi tempat-tempat yang
tidak terlindung oleh payung kecilnya,
Lalu pintu lobby itu terbuka, dan sosok yang
ditunggu-tunggu Jaejoong akhirnya melangkah keluar.
.
.
.
.
.
.
To Be
Continue

Sakiiiiii d lanjutkan yaaaaa,,, (ง'̀⌣'́)ง
ReplyDeleteye.. akhir x diupdate juga.. senang x..
ReplyDeleteaku suka ama crta yg ini.. ttap diupdate ya saki-ya..
aku tggu lanjtannya..
Sakii fighting!!
ReplyDeletelnjut donk
ReplyDeleteWah makasih udah di lanjut...oh ya aku belum kenalan, qiqi...salam kenal saki...^^
ReplyDeleteYunho ga cari tau yah tentang pinjaman jae, di pake untuk apa???? Kasian jae imej jadi jelek...tapi ini happy end kan????
Keep write saki, fighting!!! :-D
yunho jahat bngt ..main maksa aja udah gtu ngrendahin jae terus dari mna jae bsa dapet duit sbnyak itu ?
ReplyDelete