"Kau tahu Jae, ada beberapa cara yang lebih ringan, dokter memperbolehkan Changmin dirawat dirumah...",
"Andwae!", Jaejoong memandang Boa dengan ngeri dan tanpa
sengaja menaikkan nada suaranya, "Ah, mianhe uisa. Selama ini Changmin
sering mengalami serangan, saya tidak mau Changmin kenapa-kenapa, disini adalah
tempat Changmin akan mengalami penanganan yang paling tepat, dan saya akan
berjuang berapapun biayanya"
Boa memandang Jaejoong dengan penuh kasih sayang, menyadari betapa
keras kepalanya yeoja itu jika dia sudah punya kemauan,
"Ya sudah, pulang dan istirahatlah, jangan lupa untuk makan
malam, dan ingat Jae, kalau kau kekurangan uang, aku punya simpanan uang
yang...",
Jaejoong memeluk Boa sekali lagi dengan penuh rasa sayang,
"Anda tahu uisa, Bantuan uisa sudah lebih dari cukup selama
ini, saya tidak tahu bagaimana lagi saya harus berterimakasih"
Sacrificio de Amor
©Kitahara
Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their
Self
A Romantic Story About Serena
©Santhy
Agatha
Pagi itu hujan deras
sekali, Jaejoong menunggu di halte bus dengan panik, hujan deras akan
menyebabkan kemacetan yang parah, dan sampai sekarang bis yang dia tunggu tak
kunjung kelihatan. Sementara itu, hujan turun semakin deras hingga pemandangan
di depannya makin kabur ,orang-orang disekilingnya mulai menyingkir karena
halte itu tak dapat lagi melindungi mereka dari terpaan hujan, sementara
Jaejoong, Ia masih berdiri sambil mencengkeram payungnya erat-erat, menahan
tiupan angin yang makin kencang. Matanya bergantian melirik jam tangannya dan
ujung jalan dengan cemas, dia pasti akan terlambat hari ini, Kim Kangin, manajer lapangannya yang galak
itu pasti akan marah besar karena pagi ini harusnya Jaejoong ada meeting
dengannya, menejer Jaejoong itu sangat tepat waktu dan benci menunggu.
Tiba-tiba sebuah Audi
hitam legam yang sangat mewah meluncur mulus dan berhenti tepat didepan
Jaejoong. Jaejoong tidak menyadari jika mobil itu berhenti untuknya. Perhatiannya
terfokus pada ujung jalan. Hingga, ketika pintu mobil itu mendadak terbuka,
Jaejoong hampir terlonjak karena kaget,
"Masuklah."
Jaejoong ingin memaki
siapapun pengemudi mobil yang tiba-tiba mengagetkannya. Hey, dan lagi apa
maksudnya menyuruhnya masuk ke mobil orang yang bahkan tidak dikenalnya. Apa
namja ini piker Jaejoong yeoja murahan?
“Chankamman, aku sepertinya pernah mendengar suara namja
ini…”
dengan ragu Jaejoong menundukkan
kepalanya untuk memastikan bahwa pegemudi itu sesuai dengan dugaannya,
Mata musang yang tajam itu membalas tatapannya.
“Aish.. apa lagi yang namja ini mau.”
"Kka masuklah, kau
akan basah kuyup jika berdiri terus disitu, kita pergi ke kantor bersama.",
Yunho agak berteriak mengalahkan derasnya suara hujan dan petir yang
bersahut-sahutan.
“Ah tidak perlu sajangnim,
sebentar lagi bis saya akan datang.”
“Aku tidak suka pegawaiku
yang tidak disiplin. Masuk.”
“Ttt…tapi…” Jaejoong masih
berdiri ragu-ragu, Kantornya lumayan jauh dan berduaan dengan si namja brengsek
ini pasti akan terasa canggung, Jaejoong melirik dengan cemas ke arah
payungnya, payungnya basah kuyup dan menetes-netes dan interior mobil Yunho sangat
bagus, jika kena air.....
"Masuk Jae! Aku tak
peduli dengan payung basah itu! Kau akan membuat kita berdua terlambat!, masuk,
atau aku akan menyeretmu...",
Suara geram Yunholah yang
menyadarkan Jaejoong dari keraguannya, dengan cepat dia memasuki pintu yang
terbuka dan duduk di sebelah Yunho,
Satu detik setelah pintu
tertutup, Yunho langsung menginjak gas menjalankan mobilnya, seolah takut
Jaejoong berubah pikiran.
Yunho melirik sedikit pada
Jaejoong yang memandang cemas pada payung yang meneteskan air di tangannya,
"Taruh saja di jok belakang,
pengurus mobilku akan membersihkannya, dan pasang sabuk pengamanmu",
Secara otomatis Jaejoong
menoleh kebelakang dan menemukan wadah plastik silinder ditengah jok belakang,
mungkin tempat koran atau semacamnya, tapi wadah itu kosong dan Jaejoong
meletakkan payung itu disana, lebih baik daripada payungnya meneteskan air
membasahi kursi kulit yang mewah atau karpet tebal mobil ini,
Setelah memasang sabuk
pengamannya, Jaejoong menyadari bahwa sudut mata Yunho melirik ke arahnya,
"Gomawo",
gumamnya hanya demi menjaga kesopanan.
Yunho tersenyum miring,
"Pasti kau bingung
apakah ini kesialan atau keberuntungan karena akulah yang memberimu
tumpangan", gumamnya tenang.
“Aku bahkan berpikir apa yang telah kulakukan kemarin hingga
mendapatkan kesialan seperti in, tapi tidak mungkin kan aku mengatakannya
padamu.”
Jaejoong memutuskan untuk
membantah kalimat membuka mulut hendak membantah, tetapi akhirnya
mulutnya menutup lagi. Tidak disadarinya Napas Yunho yang mendadak lebih cepat
ketika memperhatikan gerakan mulutnya,
"Kau tinggal di daerah sini?"
Suaran Yunho entah kenapa berubah jadi serak hingga
Jaejoong otomatis menoleh ke arahnya, tetapi namja itu tidak sedang menatapnya
melainkan memandang lurus ke depan,
"Iya, saya menyewa apartment di dekat
sini", jawabnya setengah melamun dan tersentak ketika Yunho mendadak
menoleh ke arahnya.
"Menyewa?", kenapa informasi itu sampai
terlewatkan olehnya?, "kalau begitu di mana orangtuamu?"
"Orangtua saya sudah meninggal, saya
hidup sendirian",jawab Jaejoong
otomatis, "Tuan Jung, mungkin sebaiknya saya diturunkan agak jauh dari
kantor, nanti saya berjalan kaki saja",
Yunho mengerutkan dahinya, tak suka dengan ide itu,
"Kenapa harus begitu?"
"Tempat parkir khusus direksi kan sangat
mencolok, saya tidak mau orang yang melihat saya turun dari mobil anda akan
berpikiran yang tidak-tidak",
"Seperti kita melakukan seks yang hebat
semalam, dan pagi ini berangkat kerja bersama-sama?",
Wajah Jaejoong memucat mendengar ucapan Yunho yang
sangat vulgar itu.
"Dengar Kim Jaejoong, kau dikenal sangat
menjunjung moralitas dikantor, jadi orang tidak mungkin berpikir yang
tidak-tidak tentangmu", Suara Yunho terdengar sinis dan mengejek, "lagipula...", kali ini Yunho sengaja
membiarkan tatapan matanya menelusuri Jaejoong dari ujung kepala sampai ujung
kaki, "Semua orang tahu siapa aku, dan seperti apa pacar-pacarku, mereka tahu persis bahwa kau bahkan tak masuk
ke dalam kategori tipe yeoja kesukaanku, lagipula aku kan tidak mungkin
tertarik padamu,jadi gosip apa yang akan timbul?",
Detik itu juga Jaejoong menyadari bahwa dia tak
akan pernah menyukai bosnya yang satu ini. Dengan geram Jaejoong menggertakkan
giginya lalu mengalihkan pandangan ke jendela luar.
Setelah itu tak ada percakapan lagi di antara
mereka. Ketika Yunho memarkir mobilnya di parkir direksi, Jaejoong segera turun
dan mengucapkan terimakasih dengan kaku,
lalu berlari kecil menembus hujan, meninggalkan Yunho yang masih di
mobil.
Untunglah lobby sudah sepi, hanya petugas keamanan
dan resepsionis saja yang ada di sana, jadi tak perlu kuatir akan terjadi
gosip. Tapi ketika Jaejoong melihat jam besar yang terpasang di lobby dia
langsung mempercepat langkahnya, dia terlambat, Kim Kangin pasti akan marah
besar.
Ketika sampai di ruangannya rekannya menatapnya
sambil mengangkat alis melihat penampilan Jaejoong yang acak-acakan dengan
rambut dan baju setengah basah,
"Tuan Kim menunggumu, dia bilang kalau kau
datang langsung saja ke ruangannya",
Jaejoong mengangguk, hanya mampir sebentar ke
mejanya untuk meletakkan tas dan langsung mengetuk pintu ruangan Kim Kangin,
"Masuk" , gumam suara dari dalam,
Jaejoong melangkah masuk sambil mempersiapkan
dirinya untuk mendengarkan ocehan panjang lebar tentang kedisiplinan yang menjadi
ciri khas bosnya itu.
Tapi di luar dugaan, wajah Kim Kangin bukannya
masam melainkan sangat ramah, dia bahkan mempersilahkan Jaejoong duduk dengan
bersemangat.
"Saya mengerti mengapa kau terlambat Jaejoong,
tadi CEO kita, tuan Jung menelpon dan menjelaskan bahwa kau ikut mobilnya, saya
tidak menyalahkan anda Jaejoong-shi, cuaca sangat buruk pagi ini bukan?",
Jaejoong hanya tertegun menatap senyum bosnya yang
begitu lebar. Ternyata cuma sampai disitu arti kedisiplinan yang
digembar-gemborkan Kim Kangin, begitu kekuasaan berbicara, maka semua tak ada
artinya lagi.
"Eh iya, tadi saya tidak sengaja berpapasan
dengan tuan Jung ketika sedang menunggu
bus dan tuan Jung menawari saya tumpangan",
"Hebat Jaejoong-shi, hebat, ternyata insiden
kecil kemarin yang menyebabkan tuan Jung sendiri sampai turun tangan
memanggilmu itu malah menguntungkan bagi divisi kita. Pimpinan tertinggi
perusahaan kita, bayangkan!, dia mengenalimu dan bahkan mau menawarimu
tumpangan!"
Jaejoong merasa muak melihat kegirangan bosnya yang
tak wajar itu, memangnya Yunho itu siapa? Memang dia CEO perusahaan ini dan
merupakan anak pemilik perusahaan ini. Lalu, apa yang menyenangkan bagi
divisinya?
"Eh kalau begitu, saya ijin kembali sebentar
ke meja saya untuk mengambil bahan meeting kita pagi ini juim-nim", gumam Jaejoong memotong kalimat Kim
Kangin yang masih berceloteh tidak jelas tentang kelebihan-kelebihan Jung yunho
dan betapa beruntungnya Jaejoong.
Ketika Jaejoong hendak melangkah pergi, Kim Kangin
sepertinya baru teringat sesuatu,
"Oh ya Jae, tadi tuan Jung berpesan kalau ada
barang milikmu yang ketinggalan di mobilnya, dia ingin kau mengambilnya nanti
jam 3 sore di ruangannya"
.
.
.
.
.
.
Kenapa dia
harus repot-repot menyuruhku menemuinya sendiri hanya untuk mengambil payung?
Dia kan bisa menyuruh office boy untuk mengembalikannya, atau jika dia tak
sempat, dia kan bisa menyuruh sekertarisnya untuk mengurus payung itu.
Jaejoong sangat tahu betapa sibuknya bosnya itu.
Gosip yang terdengar mengatakan Jung Yunho adalah
workaholic sejati yang menghabiskan waktu 20 jam sehari untuk bekerja.
Atau, kenapa
tidak dia buang saja payung itu? Toh aku juga tak akan berani menagihnya,
pikir Jaejoong sambil mengerutkan kening di dalam lift yang mengarah ke lantai
14, lantai khusus CEO mereka. Ini kali kedua dia ke ruangan ini, sungguh tak
disangka, dua tahun bekerja disini dia hampir tak pernah bertatapan langsung
dengan sang pemimpin tertinggi yang diagung-agungkan itu, tetapi sekarang, dua
hari berturut-turut dia dipanggil menghadap Tuan jung.
Lift terbuka dan dia dihadapkan pada ruang tunggu
yang nyaman dan mewah. Sekertaris yang sama, yeoja setengah baya yang terlihat
kaku dan efisien itu menatap Jaejoong dengan skeptis, sepertinya dia juga
bertanya-tanya kenapa pegawai rendahan macam ini sampai dua kali dipanggil
menghadap langsung ke sang CEO, padahal setahunya Tuan Jung hanya berkomunikasi
dengan anggota direksi, manajer dan kepala bagian unit perusahaannya, itupun
lewat meeting resmi perusahaan dan
melalui seleksi janji temu yang rumit.
"Tuan jung sudah ada di dalam, beliau sudah
menunggu anda, saya sudah menginformasikan kedatangan anda lewat intercom dan
beliau mempersilahkan anda langsung masuk", gumam sekertaris itu dingin.
.
.
.
.
.
Yunho baru saja menyelesaikan meeting penting dan
dengan segera kembali ke ruangannya. Mengingat alasan yang membuat dia begitu
terburu-buru kembali, membuatnya mengerutkan dahi, dia sudah menelpon atasan
Jaejoong tadi pagi, menjelaskan alasan keterlambatan gadis itu. Dan atasan
Jaejoong begitu kegirangan karena teleponnya, hingga seolah-olah tak peduli
lagi kenapa Jaejoong sampai terlambat.
mungkin
setidaknya yeoja itu akan berterimakasih padaku,...atau justru jengkel?
Yunho tersenyum sinis, melihat sifat
gadis itu, aku yakin dia akan semakin benci padaku.
Setelah dengan serius mempelajari berkas-berkas
yang diantarkan bagian personalia padanya, Yunho termenung.
Gadis itu tidak bohong, kedua orang tuanya memang
telah meninggal, bahkan gadis itu tidak mengisi nama saudara atau kerabat dekat
yang bisa dihubungi,
“Saya tinggal sendirian”, begitu ucapnya tadi.
Apakah gadis itu benar-benar sebatang kara seperti ceritanya. Kalau dia tanpa
keluarga dan hanya tinggal di apartement sewa di daerah kumuh, untuk apa dia
meminjam uang sebesar 40 juta ke perusahaan yang harus dilunasi dengan memotong
gajinya selama bertahun-tahun?
Apakah dia
sakit? Memikirkan kemungkinan itu, Dada Yunho langsung merasa nyeri,
Ani!
Putusnya setelah termenung sejenak, gadis itu sehat, kalau tidak dia pasti
tidak akan lolos seleksi test kesehatan yang sangat ketat untuk masuk ke
perusahaan ini.
Kalau begitu, dia pasti gadis yang suka
menghambur-hamburkan uang, Yunho menyimpulkan. Yeah, segalanya akan menjadi
lebih mudah. Yunho rela memberikan uang sebanyak yang Jaejoong mau asal
Jaejoong mau melayaninya.
Ia sangat kaya, dan memiliki gadis seperti Jaejoong
yang benar-benar memacu hasratnya memang layak diberi sedikit pengorbanan.
Lamunannya terhenti ketika intercom berbunyi memberitahukan kedatangan Jaejoong.
Yunho menunggu penuh antisipasi, seperti seekor
singa yang menanti mangsanya, Dia punya penawaran bagus, dan jika gadis itu
seperti yang diduganya, Jaejoong pasti tak akan mampu menolaknya.
.
.
.
.
.
.
.
"Kata tuan Kim anda memanggil saya untuk
mengambil payung saya yang tadi tertinggal", gumam Jaejoong sopan ketika
Yunho mempersilahkannya duduk.
Yunho tidak menjawab hingga Jaejoong menatap Yunho
bingung, namja itu sedang menatapnya dalam seolah sedang berkonsentrasi pada
sesuatu tetapi pikirannya seolah tak ada di situ.
"Tuan jung?",
Namja itu mengerjap.
"Oh! Payung" gumamnya seolah baru
teringat akan hal itu, "ada di meja sekertarisku, kau bisa memintanya
padanya",
Lalu kenapa dia
menyuruhku menghadapnya ditengah jadwal super sibuknya? Jaejoong
mengerutkan kening,
Ketika Tuan jung sepertinya tidak akan berkata
apa-apa lagi, Jaejoong segera bangkit dari kursinya,
"Kalau begitu saya akan segera
mengambilnya,jeosonghamnida sudah merepotkan anda, permisi Tuan jung",
gumamnya setengah berbalik,
"Chankamman…",
Suara namja itu terdengar lembut, dan dengan enggan
Jaejoong membalikkan tubuh,
Namja itu ternyata sudah bangkit dari kursinya,
memutari meja dan berdiri berhadap-hadapan dengan Jaejoong,
"Aku meralat ucapanku tadi pagi",gumamnya
misterius.
Jaejoong mengerutkan keningnya,
"Nugunde...?"
"Tentang kau bukan tipeku dan aku tidak
mungkin tertarik padamu, sebenarnya selama ini aku memperhatikanmu karena tak
tahu kenapa, kau membuatku sangat bergairah",
Mulut Jaejoong ternganga dan dia tak mampu
berkata-kata, pernyataan itu begitu mengagetkan bagaikan petir di siang bolong.
"Aku ingin kau menjadi kekasihku,...
.
.
.
.
.
.
To Be
Continue
Kemaren Saki gak sengaja nemu Remake dari karya kak Santhy yang ini juga dengan cast Ryewook-Yeesung, Saki agak takut ngelanjutin FF ini lagi, Saki gak mau ada kejadian Salang-Ui Ba terjadi lagi,itu kenapa kemaren2 Saki gak update lagi FF Remake ini. tapi kemaren ada yang minta FF ini lanjut. jadi Saki mau nanya ketemen2 yang baca enaknya FF ini dilanjut atau Saki fokus ke Choosey Lover aja? Saki tau banyak yang males buat komen, Jaadi Saki bikin polling, biar lebih mudah buat kalian juga. Jadi tolong kasih jawaban kalian ya... pollingnya ada di rightbar atas.. Gomawo cingudeul...
Saki Kitahara anyoong..

oi saki yup harus lanjut dong jangan menyerah ok...biarin aja mereka q jg udah baca vers english nya ..yang juga yunjae dan tunangan jae jg changmin yg sorang pengacara.tapi lom tamat bkn q geregetan ....tapi disinin tanpa q bersusah payah mengartikan ke dlm bahasa.....klo bleh update kilat ya...../ maksa.,.pokok nta semangat.......
ReplyDeleteGa apa Saki.. lnjut aja.. kt tetep support kok
ReplyDeleteSebenernya remake ff ini g cm yewook couple aja, tp ada yg kyumin malah ada 2 versi yaoi en gs (kebetulan yg gs ver. udh tamat), gpp lanjutin aja saki, tiap org pny couple fave beda2, anggap aja km bikin remake ini bwt fans/shipper yunjae
ReplyDeleteSaki d lanjutkan ajaaaaaaa, sy suka crita'y ><
ReplyDeletesaki lanjutin donk!!!!
ReplyDeleteaku memilih Sacrificio de Amor & Choosey Lover
dua"ny lanjutin aj
aku ga sabar nungguin
saki semangat !!!!
kamu adlh author favorite ku yg pertama
jd apa pun yg kamu buat akan slalu ku baca
Aku baru nemu blog ini.......bingung juga udah banyak isinya...tapi aku baca post terbaru aja biar gak jauh ubek ubek...
ReplyDeleteAku gatau santi agatha tapi aku suka Yunjae jadi please lanjutin yah Saki... :-)
yah emng bnr jdul ini emng udh ada yg remake kyumin & yg terbaru yewook tapi q g prnh bc yg kyumin q cm bc yg yewook krn mnrtku yewook atw yunjae yg lbh kerasa feelnya (g tau jg apa efek jiwa shipper) mnrtq jg so2k cwonya lbh pas sama yesung atopun yunho jd pliiss lnjut aja klo di ffn gak direspon post di blog aja q bakal komen kok suer dah
ReplyDeleteyunho mikir klo jae itu sama kaya. yeoja lainnya matre gampangan dan hal buruk lainnya ...
ReplyDeletejae mau ga yah jadi kekasih yunho ....
Moga s jae ga mau ma yunho kekeke...biar merana s beruang tu
ReplyDeleteUgh! Yunho bnr2 playboy kelas kakap.
ReplyDeleteKasian jg sma Jae, tp ga yakin kl Jae ga akan tergoda sma seorang Jung Yunho.. /smirk/