Thursday, March 6

[Remake] Sacrificio de Amor Chapter II+Pemberitahuan


"Kau tahu Jae, ada beberapa cara yang lebih ringan, dokter memperbolehkan Changmin dirawat dirumah...",
"Andwae!", Jaejoong memandang Boa dengan ngeri dan tanpa sengaja menaikkan nada suaranya, "Ah, mianhe uisa. Selama ini Changmin sering mengalami serangan, saya tidak mau Changmin kenapa-kenapa, disini adalah tempat Changmin akan mengalami penanganan yang paling tepat, dan saya akan berjuang berapapun biayanya"
Boa memandang Jaejoong dengan penuh kasih sayang, menyadari betapa keras kepalanya yeoja itu jika dia sudah punya kemauan,
"Ya sudah, pulang dan istirahatlah, jangan lupa untuk makan malam, dan ingat Jae, kalau kau kekurangan uang, aku punya simpanan uang yang...",
Jaejoong memeluk Boa sekali lagi dengan penuh rasa sayang,
"Anda tahu uisa, Bantuan uisa sudah lebih dari cukup selama ini, saya tidak tahu bagaimana lagi saya harus berterimakasih"

Sacrificio de Amor
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their Self
A Romantic Story About Serena
©Santhy Agatha
Pagi itu hujan deras sekali, Jaejoong menunggu di halte bus dengan panik, hujan deras akan menyebabkan kemacetan yang parah, dan sampai sekarang bis yang dia tunggu tak kunjung kelihatan. Sementara itu, hujan turun semakin deras hingga pemandangan di depannya makin kabur ,orang-orang disekilingnya mulai menyingkir karena halte itu tak dapat lagi melindungi mereka dari terpaan hujan, sementara Jaejoong, Ia masih berdiri sambil mencengkeram payungnya erat-erat, menahan tiupan angin yang makin kencang. Matanya bergantian melirik jam tangannya dan ujung jalan dengan cemas, dia pasti akan terlambat hari ini,  Kim Kangin, manajer lapangannya yang galak itu pasti akan marah besar karena pagi ini harusnya Jaejoong ada meeting dengannya, menejer Jaejoong itu sangat tepat waktu dan benci menunggu.
Tiba-tiba sebuah Audi hitam legam yang sangat mewah meluncur mulus dan berhenti tepat didepan Jaejoong. Jaejoong tidak menyadari jika mobil itu berhenti untuknya. Perhatiannya terfokus pada ujung jalan. Hingga, ketika pintu mobil itu mendadak terbuka, Jaejoong hampir terlonjak karena kaget,
"Masuklah."
Jaejoong ingin memaki siapapun pengemudi mobil yang tiba-tiba mengagetkannya. Hey, dan lagi apa maksudnya menyuruhnya masuk ke mobil orang yang bahkan tidak dikenalnya. Apa namja ini piker Jaejoong yeoja murahan?
“Chankamman, aku sepertinya pernah mendengar suara namja ini…”
dengan ragu Jaejoong menundukkan kepalanya untuk memastikan bahwa pegemudi itu sesuai dengan dugaannya,
Mata musang  yang tajam itu membalas tatapannya.
“Aish.. apa lagi yang namja ini mau.”
"Kka masuklah, kau akan basah kuyup jika berdiri terus disitu, kita pergi ke kantor bersama.", Yunho agak berteriak mengalahkan derasnya suara hujan dan petir yang bersahut-sahutan.
“Ah tidak perlu sajangnim, sebentar lagi bis saya akan datang.”
“Aku tidak suka pegawaiku yang tidak disiplin. Masuk.”
“Ttt…tapi…” Jaejoong masih berdiri ragu-ragu, Kantornya lumayan jauh dan berduaan dengan si namja brengsek ini pasti akan terasa canggung, Jaejoong melirik dengan cemas ke arah payungnya, payungnya basah kuyup dan menetes-netes dan interior mobil Yunho sangat bagus, jika kena air.....
"Masuk Jae! Aku tak peduli dengan payung basah itu! Kau akan membuat kita berdua terlambat!, masuk, atau aku akan menyeretmu...",
Suara geram Yunholah yang menyadarkan Jaejoong dari keraguannya, dengan cepat dia memasuki pintu yang terbuka dan duduk di sebelah Yunho,
Satu detik setelah pintu tertutup, Yunho langsung menginjak gas menjalankan mobilnya, seolah takut Jaejoong berubah pikiran.
Yunho melirik sedikit pada Jaejoong yang memandang cemas pada payung yang meneteskan air di tangannya,
"Taruh saja di jok belakang, pengurus mobilku akan membersihkannya, dan pasang sabuk pengamanmu",
Secara otomatis Jaejoong menoleh kebelakang dan menemukan wadah plastik silinder ditengah jok belakang, mungkin tempat koran atau semacamnya, tapi wadah itu kosong dan Jaejoong meletakkan payung itu disana, lebih baik daripada payungnya meneteskan air membasahi kursi kulit yang mewah atau karpet tebal mobil ini,
Setelah memasang sabuk pengamannya, Jaejoong menyadari bahwa sudut mata Yunho  melirik ke arahnya,
"Gomawo", gumamnya hanya demi menjaga kesopanan.
Yunho tersenyum miring,
"Pasti kau bingung apakah ini kesialan atau keberuntungan karena akulah yang memberimu tumpangan", gumamnya tenang.
“Aku bahkan berpikir apa yang telah kulakukan kemarin hingga mendapatkan kesialan seperti in, tapi tidak mungkin kan aku mengatakannya padamu.”
Jaejoong memutuskan untuk membantah kalimat membuka mulut hendak membantah, tetapi akhirnya mulutnya menutup lagi. Tidak disadarinya Napas Yunho yang mendadak lebih cepat ketika memperhatikan gerakan mulutnya,
"Kau tinggal di daerah sini?"
Suaran Yunho entah kenapa berubah jadi serak hingga Jaejoong otomatis menoleh ke arahnya, tetapi namja itu tidak sedang menatapnya melainkan memandang lurus ke depan,
"Iya, saya menyewa apartment di dekat sini", jawabnya setengah melamun dan tersentak ketika Yunho mendadak menoleh ke arahnya.
"Menyewa?", kenapa informasi itu sampai terlewatkan olehnya?, "kalau begitu di mana orangtuamu?"
"Orangtua saya sudah meninggal, saya hidup  sendirian",jawab Jaejoong otomatis, "Tuan Jung, mungkin sebaiknya saya diturunkan agak jauh dari kantor, nanti saya berjalan kaki saja",
Yunho mengerutkan dahinya, tak suka dengan ide itu,
"Kenapa harus begitu?"
"Tempat parkir khusus direksi kan sangat mencolok, saya tidak mau orang yang melihat saya turun dari mobil anda akan berpikiran yang tidak-tidak",
"Seperti kita melakukan seks yang hebat semalam, dan pagi ini berangkat kerja bersama-sama?",
Wajah Jaejoong memucat mendengar ucapan Yunho yang sangat vulgar itu.
"Dengar Kim Jaejoong, kau dikenal sangat menjunjung moralitas dikantor, jadi orang tidak mungkin berpikir yang tidak-tidak tentangmu", Suara Yunho terdengar sinis dan mengejek,  "lagipula...", kali ini Yunho sengaja membiarkan tatapan matanya menelusuri Jaejoong dari ujung kepala sampai ujung kaki, "Semua orang tahu siapa aku, dan seperti apa pacar-pacarku,  mereka tahu persis bahwa kau bahkan tak masuk ke dalam kategori tipe yeoja kesukaanku, lagipula aku kan tidak mungkin tertarik padamu,jadi gosip apa yang akan timbul?",
Detik itu juga Jaejoong menyadari bahwa dia tak akan pernah menyukai bosnya yang satu ini. Dengan geram Jaejoong menggertakkan giginya lalu mengalihkan pandangan ke jendela luar.
Setelah itu tak ada percakapan lagi di antara mereka. Ketika Yunho memarkir mobilnya di parkir direksi, Jaejoong segera turun dan mengucapkan terimakasih dengan kaku,  lalu berlari kecil menembus hujan, meninggalkan Yunho yang masih di mobil.
Untunglah lobby sudah sepi, hanya petugas keamanan dan resepsionis saja yang ada di sana, jadi tak perlu kuatir akan terjadi gosip. Tapi ketika Jaejoong melihat jam besar yang terpasang di lobby dia langsung mempercepat langkahnya, dia terlambat, Kim Kangin pasti akan marah besar.
Ketika sampai di ruangannya rekannya menatapnya sambil mengangkat alis melihat penampilan Jaejoong yang acak-acakan dengan rambut dan baju setengah basah,
"Tuan Kim menunggumu, dia bilang kalau kau datang langsung saja ke ruangannya",
Jaejoong mengangguk, hanya mampir sebentar ke mejanya untuk meletakkan tas dan langsung mengetuk pintu ruangan Kim Kangin,
"Masuk" , gumam suara dari dalam,
Jaejoong melangkah masuk sambil mempersiapkan dirinya untuk mendengarkan ocehan panjang lebar tentang kedisiplinan yang menjadi ciri khas bosnya itu.
Tapi di luar dugaan, wajah Kim Kangin bukannya masam melainkan sangat ramah, dia bahkan mempersilahkan Jaejoong duduk dengan bersemangat.
"Saya mengerti mengapa kau terlambat Jaejoong, tadi CEO kita, tuan Jung menelpon dan menjelaskan bahwa kau ikut mobilnya, saya tidak menyalahkan anda Jaejoong-shi, cuaca sangat buruk pagi ini bukan?",
Jaejoong hanya tertegun menatap senyum bosnya yang begitu lebar. Ternyata cuma sampai disitu arti kedisiplinan yang digembar-gemborkan Kim Kangin, begitu kekuasaan berbicara, maka semua tak ada artinya lagi.
"Eh iya, tadi saya tidak sengaja berpapasan dengan tuan Jung  ketika sedang menunggu bus dan tuan Jung menawari saya tumpangan",
"Hebat Jaejoong-shi, hebat, ternyata insiden kecil kemarin yang menyebabkan tuan Jung sendiri sampai turun tangan memanggilmu itu malah menguntungkan bagi divisi kita. Pimpinan tertinggi perusahaan kita, bayangkan!, dia mengenalimu dan bahkan mau menawarimu tumpangan!"
Jaejoong merasa muak melihat kegirangan bosnya yang tak wajar itu, memangnya Yunho itu siapa? Memang dia CEO perusahaan ini dan merupakan anak pemilik perusahaan ini. Lalu, apa yang menyenangkan bagi divisinya?
"Eh kalau begitu, saya ijin kembali sebentar ke meja saya untuk mengambil bahan meeting kita pagi ini juim-nim", gumam Jaejoong memotong kalimat Kim Kangin yang masih berceloteh tidak jelas tentang kelebihan-kelebihan Jung yunho dan betapa beruntungnya Jaejoong.
Ketika Jaejoong hendak melangkah pergi, Kim Kangin sepertinya baru teringat sesuatu,
"Oh ya Jae, tadi tuan Jung berpesan kalau ada barang milikmu yang ketinggalan di mobilnya, dia ingin kau mengambilnya nanti jam 3 sore di ruangannya"
.
.
.
.
.
.
Kenapa dia harus repot-repot menyuruhku menemuinya sendiri hanya untuk mengambil payung? Dia kan bisa menyuruh office boy untuk mengembalikannya, atau jika dia tak sempat, dia kan bisa menyuruh sekertarisnya untuk mengurus payung itu. Jaejoong sangat tahu betapa sibuknya bosnya itu.
Gosip yang terdengar mengatakan Jung Yunho adalah workaholic sejati yang menghabiskan waktu 20 jam sehari untuk bekerja.
Atau, kenapa tidak dia buang saja payung itu? Toh aku juga tak akan berani menagihnya, pikir Jaejoong sambil mengerutkan kening di dalam lift yang mengarah ke lantai 14, lantai khusus CEO mereka. Ini kali kedua dia ke ruangan ini, sungguh tak disangka, dua tahun bekerja disini dia hampir tak pernah bertatapan langsung dengan sang pemimpin tertinggi yang diagung-agungkan itu, tetapi sekarang, dua hari berturut-turut dia dipanggil menghadap Tuan jung.
Lift terbuka dan dia dihadapkan pada ruang tunggu yang nyaman dan mewah. Sekertaris yang sama, yeoja setengah baya yang terlihat kaku dan efisien itu menatap Jaejoong dengan skeptis, sepertinya dia juga bertanya-tanya kenapa pegawai rendahan macam ini sampai dua kali dipanggil menghadap langsung ke sang CEO, padahal setahunya Tuan Jung hanya berkomunikasi dengan anggota direksi, manajer dan kepala bagian unit perusahaannya, itupun lewat meeting resmi perusahaan dan  melalui seleksi janji temu yang rumit.
"Tuan jung sudah ada di dalam, beliau sudah menunggu anda, saya sudah menginformasikan kedatangan anda lewat intercom dan beliau mempersilahkan anda langsung masuk", gumam sekertaris itu dingin.
.
.
.
.
.
Yunho baru saja menyelesaikan meeting penting dan dengan segera kembali ke ruangannya. Mengingat alasan yang membuat dia begitu terburu-buru kembali, membuatnya mengerutkan dahi, dia sudah menelpon atasan Jaejoong tadi pagi, menjelaskan alasan keterlambatan gadis itu. Dan atasan Jaejoong begitu kegirangan karena teleponnya, hingga seolah-olah tak peduli lagi kenapa Jaejoong sampai terlambat.
mungkin setidaknya yeoja itu akan berterimakasih padaku,...atau justru jengkel? Yunho tersenyum sinis, melihat sifat gadis itu, aku yakin dia akan semakin benci padaku.
Setelah dengan serius mempelajari berkas-berkas yang diantarkan bagian personalia padanya, Yunho termenung.
Gadis itu tidak bohong, kedua orang tuanya memang telah meninggal, bahkan gadis itu tidak mengisi nama saudara atau kerabat dekat yang bisa dihubungi,
“Saya tinggal sendirian”, begitu ucapnya tadi. Apakah gadis itu benar-benar sebatang kara seperti ceritanya. Kalau dia tanpa keluarga dan hanya tinggal di apartement sewa di daerah kumuh, untuk apa dia meminjam uang sebesar 40 juta ke perusahaan yang harus dilunasi dengan memotong gajinya selama bertahun-tahun?
Apakah dia sakit? Memikirkan kemungkinan itu, Dada Yunho langsung merasa nyeri,
Ani! Putusnya setelah termenung sejenak, gadis itu sehat, kalau tidak dia pasti tidak akan lolos seleksi test kesehatan yang sangat ketat untuk masuk ke perusahaan ini.
Kalau begitu, dia pasti gadis yang suka menghambur-hamburkan uang, Yunho menyimpulkan. Yeah, segalanya akan menjadi lebih mudah. Yunho rela memberikan uang sebanyak yang Jaejoong mau asal Jaejoong mau melayaninya.
Ia sangat kaya, dan memiliki gadis seperti Jaejoong yang benar-benar memacu hasratnya memang layak diberi sedikit pengorbanan.
Lamunannya terhenti ketika intercom  berbunyi memberitahukan kedatangan Jaejoong.
Yunho menunggu penuh antisipasi, seperti seekor singa yang menanti mangsanya, Dia punya penawaran bagus, dan jika gadis itu seperti yang diduganya, Jaejoong pasti tak akan mampu menolaknya.
.
.
.
.
.
.
.
"Kata tuan Kim anda memanggil saya untuk mengambil payung saya yang tadi tertinggal", gumam Jaejoong sopan ketika Yunho mempersilahkannya duduk.
Yunho tidak menjawab hingga Jaejoong menatap Yunho bingung, namja itu sedang menatapnya dalam seolah sedang berkonsentrasi pada sesuatu tetapi pikirannya seolah tak ada di situ.
"Tuan jung?",
Namja itu mengerjap.
"Oh! Payung" gumamnya seolah baru teringat akan hal itu, "ada di meja sekertarisku, kau bisa memintanya padanya",
Lalu kenapa dia menyuruhku menghadapnya ditengah jadwal super sibuknya? Jaejoong mengerutkan kening,
Ketika Tuan jung sepertinya tidak akan berkata apa-apa lagi, Jaejoong segera bangkit dari kursinya,
"Kalau begitu saya akan segera mengambilnya,jeosonghamnida sudah merepotkan anda, permisi Tuan jung", gumamnya setengah berbalik,
"Chankamman…",
Suara namja itu terdengar lembut, dan dengan enggan Jaejoong membalikkan tubuh,
Namja itu ternyata sudah bangkit dari kursinya, memutari meja dan berdiri berhadap-hadapan dengan Jaejoong,
"Aku meralat ucapanku tadi pagi",gumamnya misterius.
Jaejoong mengerutkan keningnya,
"Nugunde...?"
"Tentang kau bukan tipeku dan aku tidak mungkin tertarik padamu, sebenarnya selama ini aku memperhatikanmu karena tak tahu kenapa, kau membuatku sangat bergairah",
Mulut Jaejoong ternganga dan dia tak mampu berkata-kata, pernyataan itu begitu mengagetkan bagaikan petir di siang bolong.
"Aku ingin kau menjadi kekasihku,...
.
.
.
.
.
.
To Be Continue
Kemaren Saki gak sengaja nemu Remake dari karya kak Santhy yang ini juga dengan cast Ryewook-Yeesung, Saki agak takut ngelanjutin FF ini lagi, Saki gak mau ada kejadian Salang-Ui Ba terjadi lagi,itu kenapa kemaren2 Saki gak update lagi FF Remake ini. tapi kemaren ada yang minta FF ini lanjut. jadi Saki mau nanya ketemen2 yang baca enaknya FF ini dilanjut atau Saki fokus ke Choosey Lover aja? Saki tau banyak yang males buat komen, Jaadi Saki bikin polling, biar lebih mudah buat kalian juga. Jadi tolong kasih jawaban kalian ya... pollingnya ada di rightbar atas.. Gomawo cingudeul...
Saki Kitahara anyoong..

10 comments:

  1. oi saki yup harus lanjut dong jangan menyerah ok...biarin aja mereka q jg udah baca vers english nya ..yang juga yunjae dan tunangan jae jg changmin yg sorang pengacara.tapi lom tamat bkn q geregetan ....tapi disinin tanpa q bersusah payah mengartikan ke dlm bahasa.....klo bleh update kilat ya...../ maksa.,.pokok nta semangat.......

    ReplyDelete
  2. Anonymous8:34 PM

    Ga apa Saki.. lnjut aja.. kt tetep support kok

    ReplyDelete
  3. Sebenernya remake ff ini g cm yewook couple aja, tp ada yg kyumin malah ada 2 versi yaoi en gs (kebetulan yg gs ver. udh tamat), gpp lanjutin aja saki, tiap org pny couple fave beda2, anggap aja km bikin remake ini bwt fans/shipper yunjae

    ReplyDelete
  4. Anonymous1:00 PM

    Saki d lanjutkan ajaaaaaaa, sy suka crita'y ><

    ReplyDelete
  5. nyna cassie3:30 PM

    saki lanjutin donk!!!!
    aku memilih Sacrificio de Amor & Choosey Lover
    dua"ny lanjutin aj
    aku ga sabar nungguin
    saki semangat !!!!
    kamu adlh author favorite ku yg pertama
    jd apa pun yg kamu buat akan slalu ku baca

    ReplyDelete
  6. Anonymous7:36 PM

    Aku baru nemu blog ini.......bingung juga udah banyak isinya...tapi aku baca post terbaru aja biar gak jauh ubek ubek...

    Aku gatau santi agatha tapi aku suka Yunjae jadi please lanjutin yah Saki... :-)

    ReplyDelete
  7. yah emng bnr jdul ini emng udh ada yg remake kyumin & yg terbaru yewook tapi q g prnh bc yg kyumin q cm bc yg yewook krn mnrtku yewook atw yunjae yg lbh kerasa feelnya (g tau jg apa efek jiwa shipper) mnrtq jg so2k cwonya lbh pas sama yesung atopun yunho jd pliiss lnjut aja klo di ffn gak direspon post di blog aja q bakal komen kok suer dah

    ReplyDelete
  8. yunho mikir klo jae itu sama kaya. yeoja lainnya matre gampangan dan hal buruk lainnya ...
    jae mau ga yah jadi kekasih yunho ....

    ReplyDelete
  9. Anonymous6:58 AM

    Moga s jae ga mau ma yunho kekeke...biar merana s beruang tu

    ReplyDelete
  10. Ugh! Yunho bnr2 playboy kelas kakap.
    Kasian jg sma Jae, tp ga yakin kl Jae ga akan tergoda sma seorang Jung Yunho.. /smirk/

    ReplyDelete