"Kau pikir mereka saja yang menderita
hah??" sela Yunho keras, membuat Junsu tertegun,
"aku
juga menderita! Aku tidak bisa makan, aku tidak bisa tidur! Aku menjalani detik
demi detik, menit demi menit penuh penyiksaan!! Aku sama saja sudah mati
akhir-akhir ini! Aku juga menderita, menyadari bahwa aku bisa memiliki Jaejoong
tetapi tidak bisa berbuat apa-apa untuk membuat yeoja itu memilihku!! Sebelum
kepulanganku aku sudah bertekad akan melakukan ini! Tidak ada yang bisa
mengahalangiku!!
"Yunho,"
Junsu melembut, mencoba meredakan emosi Yunho, "aku mengerti perasaanmu,
tapi bagaimana kalau nanti Changmin ternyata menerima kondisi Jaejoong apa
adanya dan kemudian Jaejoong memutuskan membesarkan anak itu bersama
Changmin?"
"Kalau
itu terjadi, maka tidak ada cara lain kecuali dengan kekerasan," jawab
Yunho dingin,
"aku
akan memberikan ultimatum, Jaejoong memilihku, atau aku akan merenggut anak itu
darinya, kalau perlu aku akan menempuh jalur hukum."
"rencanamu
menakutkan." Junsu bergumam spontan.
Yunho
mengangguk tidak membantah,
"Ya,
apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan BooJae kembali." jawabnya
menyetujui, tanpa penyesalan dan tampak penuh tekad menjalankan rencananya.
Sacrificio de Amor
©Kitahara
Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their
Self
A Romantic Story About Jaejoong
©Santhy Agatha
Dan
sekarang Junsu duduk di ruang makan, mencoba menarik kenangannya kembali.
Dengan pelan disesapnya kopinya lagi,
Semoga
Tuhan melindungi Jaejoong kalau Yunho benar-benar membuatnya hamil malam
kemarin. Semoga Tuhan mengampuninya karena dengan kesadaran penuh dia sudah
mendukung rencana Yunho.
.
.
.
Hampir
sebulan sejak kejadian itu, dan Yunho menepati janjinya. Tidak menemui Jaejoong
lagi. Atas bujukan dan desakan Junsu, Jaejoong kembali bekerja di perusahaan
Yunho, lagipula bujukan Junsu ada benarnya juga, Jaejoong butuh gajinya untuk
menghidupi mereka semua. Dan selama sebulan itu Yunho, sang CEO menjadi orang
yang paling sulit dilihat di kantor, jika tidak sedang melakukan perjalanan
bisnis, namja itu mengurung diri di ruangan kerjanya dan tidak keluar-keluar.
Sesekali Jaejoong masih berpapasan dengan Yoochun, namja itu masih bekerja di
sini, Yunho tidak jadi memecatnya, sepertinya dia dan Yunho sudah berhasil
menyelesaikan kesalahpahaman di antara mereka.
Dan
Jaejoong merindukan Yunho. Dia sudah bertekad melupakan Yunho, tetapi hatinya
punya mau sendiri, kadang dia menatap lift khusus direksi yang menyambung
langsung ke ruangan Yunho dengan penuh harap. Berharap tanpa sengaja dia
melihat Yunho keluar dari sana, melangkah ke parkiran mobilnya. Tuhan tahu
betapa ia bersyukur seandainya saja dia bisa melihat Yunho, biarpun cuma satu
detik, biarpun cuma dari kejauhan. Tapi entah kenapa Yunho seperti punya
pengaturan waktu sendiri agar tidak bertemu Jaejoong.
Sore
itu Jaejoong melangkah memasuki apartemennya dengan lunglai, dia tidak enak
badan, sedikit panas dan meriang, jadi dia minta izin pulang cepat.
Ketika
memasuki ruang tamu, dia mendengar suara tawa dari ruang tengah. Suara Changmin
dan Junsu. Junsu sudah mendapat izin Yunho menggunakan setengah hari kerjanya
untuk melakukan terapi khusus pada Changmin. Terapinya sudah membuahkan hasil, Changmin
sudah bisa menggerakkan jari-jari kakinya, sedikit mengangkatnya dan melatih
saraf-sarafnya. Optimisme bahwa Changmin akan bisa berjalan lagi semakin besar.
Jaejoong melihat mereka berdua semakin dekat dari hari kehari, tapi anehnya dia
tak merasakan apapun melihat kedekatan mereka berdua.
Jaejoong
melangkah ke ruang tamu dan melihat Changmin sedang duduk di kursi rodanya
sedang Junsu menuangkan teh untuknya, sepertinya session terapi sudah selesai.
Changmin
mendongak ketika merasakan kehadiran Jaejoong dan tersenyum lebar, mengulurkan
tangannya,
"Hai
Jaejooongie,"
Dengan
senyum pula Jaejoong melangkah mendekat, menyambut uluran tangan Changmin.
Namja itu membawanya ke mulutnya dan mengecupnya,
"Bagaimana
session terapi kali ini?" tanyanya lembut.
Changmin
tertawa dan Jaejoong mengamatinya dengan bahagia, Changmin banyak tertawa
akhir-akhir ini. Namja itu makin sehat, warna kulitnya juga sudah jadi cokelat
sehat, tidak pucat pasi seperti dulu. Badannya sudah berisi dan tampak lebih
kuat. Changmin sudah menjadi Changminnya yang dulu, yang penuh tawa dan
vitalitas, dengan semangat hidup yang memancar dari dalam dirinya.
"Aku
tadi sudah belajar berdiri, sulit sekali sampai keringatku bercucuran, tapi aku
senang sudah sampai di tahap sejauh ini", jelas Changmin bahagia.
Jaejoong
membelalakkan matanya senang,
"Jinja?",
dengan gembira ditatapnya Junsu, "benarkah Junsu-shi?"
Junsu
mengangguk dengan senyum dikulum,
"Perkembangan
Changmin sangat pesat Jaejoong-shi, saya optimis dia akan bisa berjalan
lagi."
Dengan
bahagia Jaejoong memeluk Changmin erat-erat,
"Oh
aku bangga sekali padamu mendengarnya sayang!" serunya dengan kegembiraan
murni.
Tapi
tiba-tiba Changmin melepaskan pelukannya dan menatap Jaejoong sambil
mengerutkan alisnya,
"Jae,
badanmu panas."
Gantian
Jaejoong yang mengerutkan keningnya lalu meraba dahinya sendiri,
"Benarkah?
Aku memang merasa tidak enak badan, makanya aku pulang cepat."
Dengan
cemas, Changmin menoleh ke arah Junsu,
"Junsu,
badannya panas bukan?"
Junsu
segera mendekat dan menyentuh dahi Jaejoong lembut,
"Benar,
tubuh anda panas Jaejoong-shi, apakah anda terserang flu?"
Jaejoong
menggelengkan kepalanya,
"Aniyo,
saya tidak pilek ataupun batuk dokter, tapi ada masalah dengan perut saya,
akhir-akhir ini saya sering memuntahkan makanan yang saya makan, makanya badan
saya terasa lemah dan..."
"Memuntahkan
makanan?" Junsu mengernyitkan keningnya, begitu serius.
Jaejoong
menganggukkan kepalanya, tidak menyadari betapa seriusnya pandangan Junsu
menelusuri tubuhnya.
"Sudah
berapa lama?" tanya Junsu lagi.
Jaejoong
tampak berpikir,
"Baru
beberapa hari ini, mungkin seminggu terakhir ini."
"Apa
kau terkena maag Jaejoongie?" Changmin menyela tampak semakin cemas.
"Mungkin,"
Jaejoong mengusap perutnya, "Soalnya aku sering mual."
Junsu
mengikuti arah tangan Jaejoong dan menatap perut Jaejoong,
"Kau
tampak pucat Jaejoong-shi, berbaringlah dulu, saya akan menyusul dan
memeriksamu nanti setelah selesai dengan Changmin."
Jaejoong
menganggukkan kepalanya, lalu menunduk dan mengecup dahi Changmin,
"Aku
berbaring dulu ya." bisiknya lembut dan Changmin mengangguk, balas
mengecup dahi Jaejoong.
Seperginya
Jaejoong, Junsu memijit kaki Changmin untuk session pelemasan akhir sambil
berpikir keras.
Tidak
enak badan, mual, memuntahkan makanannya....
Jika
dihitung-hitung tanggalnya, semuanya tepat.
Apakah
Jaejoong sudah hamil dan tidak menyadarinya?
"Junsu?"
Changmin yang menyadari kalau Junsu melamun menegurnya hingga Junsu tergeragap,
"Junsu-ah gwenchana?"
Junsu
berdehem salah tingkah,
"Ah,
maafkan aku Changmin-ah, aku sedang memikirkan Jaejoong-shi."
"Kalau
begitu sebaiknya kau memeriksa Jaejoongie dulu Junsu-ah, aku juga
mencemaskannya," Changmin tersenyum melihat Junsu ragu-ragu, "Gwenchana,
aku sudah lebih kuat sekarang, aku bisa membawa diriku sendiri ke kamar dan
mengurus diriku sendiri. Kumohon, uruslah Jaejoongie dulu."
Sambil
mengangguk, Junsu bergegas menyusul Jaejoong ke kamarnya.
Jaejoong
sedang berbaring miring memegangi perutnya, tampak kesakitan dan pucat pasi.
Junsu
duduk di sebelah ranjang, menyentuh dahi Jaejoong lagi, panas membara, meskipun
keringat dingin mengalir deras,
"Saya
muntah-muntah lagi Junsu-shi." Jaejoong memejamkan matanya dan tidak
berani membukanya, seolah takut kalau dia membuka matanya, rasa mual yang hebat
akan menyerangnya lagi.
"Berbaringlah
dulu, aku akan membuatkan teh mint untukmu, untuk mengurangi mual, nanti aku
akan membuatkan resep obat untukmu."
“obat
untuk yeoja hamil. Tambahnya dalam hati.” Junsu mulai merasa yakin melihat
kondisi Jaejoong. Jaejoong hanya mengangguk patuh masih memejamkan matanya.
Beberapa
saat kemudian, Junsu kembali datang dan membantu Jaejoong duduk, lalu
membantunya meneguk teh mint itu, setelah itu dia membaringkan Jaejoong yang
lemas di ranjang, Jaejoong meletakkan kepalanya di bantal dengan penuh syukur,
"Terima
kasih Junsu-shi, tehnya sangat membantu, perut saya tidak begitu bergolak lagi
seperti tadi."
Junsu
tersenyum lembut,
"Cobalah
untuk tidur." gumamnya sebelum melangkah keluar kamar.
Ketika
merasa suasana cukup aman, dengan Changmin yang sepertinya sudah masuk ke
kamarnya, Junsu meraih ponselnya menghubungi nomor telepon Yunho.
Yunho
memang menghilang dari kehidupan Jaejoong, tetapi namja itu tetap memantau
setiap detik kehidupan Jaejoong, namja itu menuntut laporan yang
sedetail-detailnya dari Junsu setiap saat. Dan menurut Junsu, Yunho berhak mengetahui dugaannya ini.
"Junsu."
Yunho mengangkat teleponnya pada deringan pertama.
"Yun,"
Junsu berbisik pelan, bingung memulai dari mana. Sejenak suasana hening, dan
tiba-tiba suara Yunho memecah keheningan.
"Dia
hamil." itu pernyataan bukan pertanyaan.
.
.
.
.
To Be
Continue
Ye.... Saki is back
Mian ne, kemaren Saki cuma update 1 FF, hari ini Saki tebus deh...
hohoho,,,aq gempor(?) kemaren bolak balik kesini trus lol
ReplyDeleteakhirnya berhasil bikin JJ hamil,,,semoga deh.
berarti 3 chapter lgi ya ?
ahhhhh,,,gak sabar nihhhh
akhirnya Uchun nongol lgi meskipun cuman numpang lewat. Saki,,,,MinSu aja ya ya ya
please !!!! jeballllll !!!!
Yunpa : apa hamil? Uyeee,,
ReplyDeleteJunsu: benar-benar tokcer kamu yun,,hahaha
Yunpa: * ketawaiblis hahaha
Syukurlah jaema hamil,,
Jangan2 pas junsu nepon yunpa minnie denger, atow gak pas junsu blang ma jaema minie denger,,
Mudah2 gak terjadi apa2 ma jaema, mudah2 minnie mengerti,
Yunpa, selamat yak,,,
Aiap2 menghadapi ibu2 hamil..
Hahaha
Makasih saki,,
Fighting,,,
Plisss dehh.. MinSu knp akrab sekaleee.. manggilnya udh pke embel2 "-ah"
ReplyDeleteHhh.. aku kok masuk banget yaa dg keribduannya jae.. ? Apa bgt ya hub yunjae diluar sana. Jd inget lagu umma kitty yg "Sunny Day" umma kitty. Faithing nee
Eh aku kmr. Abis liat vid yunjae moment yg d jepang yg bintang tamunya yunjae. Temanya "type ideal" ihh. Emak senyum2 gaje kala appa nyebutin type idealnya yg bilang ia suka seseorang yg perhatian seperi bilang ' dibajumu ada noda'
Yg bikin aku ketawa ngakak appa bilang gt sambil tangannya menepis tangan presenter cewe yg MEGANG PAHA UMMA...hahahha.. appa posesif bangett euh.. jd inget ff ini
Lhooo... ige mwoya. Hahaha.. miqn saki..peace
Yeayyy akhirnya jae hamil juga
ReplyDeleteternyata berhasil rencana yunho
gimana ntr reaksi jae sama changmin sama khamilan jaejoong
lanjuttt saki
Sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
ReplyDeleteWho are youuuuuuuuuu
Koq blm up date lg siiiihhhhhh
Kalo sibuk yaaaa ;(
Beuh! Yunho mantabs bgt dah!
ReplyDeleteSkali tembak langsung jadi!!