Monday, March 31

[Remake] Sacrificio de Amor Chapter XXIV


"Kau pikir mereka saja yang menderita hah??" sela Yunho keras, membuat Junsu tertegun,
"aku juga menderita! Aku tidak bisa makan, aku tidak bisa tidur! Aku menjalani detik demi detik, menit demi menit penuh penyiksaan!! Aku sama saja sudah mati akhir-akhir ini! Aku juga menderita, menyadari bahwa aku bisa memiliki Jaejoong tetapi tidak bisa berbuat apa-apa untuk membuat yeoja itu memilihku!! Sebelum kepulanganku aku sudah bertekad akan melakukan ini! Tidak ada yang bisa mengahalangiku!!
"Yunho," Junsu melembut, mencoba meredakan emosi Yunho, "aku mengerti perasaanmu, tapi bagaimana kalau nanti Changmin ternyata menerima kondisi Jaejoong apa adanya dan kemudian Jaejoong memutuskan membesarkan anak itu bersama Changmin?"
"Kalau itu terjadi, maka tidak ada cara lain kecuali dengan kekerasan," jawab Yunho dingin,
"aku akan memberikan ultimatum, Jaejoong memilihku, atau aku akan merenggut anak itu darinya, kalau perlu aku akan menempuh jalur hukum."
"rencanamu menakutkan." Junsu bergumam spontan.
Yunho mengangguk tidak membantah,
"Ya, apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan BooJae kembali." jawabnya menyetujui, tanpa penyesalan dan tampak penuh tekad menjalankan rencananya.

Sacrificio de Amor
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their Self
A Romantic Story About Jaejoong
©Santhy Agatha
Dan sekarang Junsu duduk di ruang makan, mencoba menarik kenangannya kembali. Dengan pelan disesapnya kopinya lagi,
Semoga Tuhan melindungi Jaejoong kalau Yunho benar-benar membuatnya hamil malam kemarin. Semoga Tuhan mengampuninya karena dengan kesadaran penuh dia sudah mendukung rencana Yunho.
.
.
.
Hampir sebulan sejak kejadian itu, dan Yunho menepati janjinya. Tidak menemui Jaejoong lagi. Atas bujukan dan desakan Junsu, Jaejoong kembali bekerja di perusahaan Yunho, lagipula bujukan Junsu ada benarnya juga, Jaejoong butuh gajinya untuk menghidupi mereka semua. Dan selama sebulan itu Yunho, sang CEO menjadi orang yang paling sulit dilihat di kantor, jika tidak sedang melakukan perjalanan bisnis, namja itu mengurung diri di ruangan kerjanya dan tidak keluar-keluar. Sesekali Jaejoong masih berpapasan dengan Yoochun, namja itu masih bekerja di sini, Yunho tidak jadi memecatnya, sepertinya dia dan Yunho sudah berhasil menyelesaikan kesalahpahaman di antara mereka.
Dan Jaejoong merindukan Yunho. Dia sudah bertekad melupakan Yunho, tetapi hatinya punya mau sendiri, kadang dia menatap lift khusus direksi yang menyambung langsung ke ruangan Yunho dengan penuh harap. Berharap tanpa sengaja dia melihat Yunho keluar dari sana, melangkah ke parkiran mobilnya. Tuhan tahu betapa ia bersyukur seandainya saja dia bisa melihat Yunho, biarpun cuma satu detik, biarpun cuma dari kejauhan. Tapi entah kenapa Yunho seperti punya pengaturan waktu sendiri agar tidak bertemu Jaejoong.
Sore itu Jaejoong melangkah memasuki apartemennya dengan lunglai, dia tidak enak badan, sedikit panas dan meriang, jadi dia minta izin pulang cepat.
Ketika memasuki ruang tamu, dia mendengar suara tawa dari ruang tengah. Suara Changmin dan Junsu. Junsu sudah mendapat izin Yunho menggunakan setengah hari kerjanya untuk melakukan terapi khusus pada Changmin. Terapinya sudah membuahkan hasil, Changmin sudah bisa menggerakkan jari-jari kakinya, sedikit mengangkatnya dan melatih saraf-sarafnya. Optimisme bahwa Changmin akan bisa berjalan lagi semakin besar. Jaejoong melihat mereka berdua semakin dekat dari hari kehari, tapi anehnya dia tak merasakan apapun melihat kedekatan mereka berdua.
Jaejoong melangkah ke ruang tamu dan melihat Changmin sedang duduk di kursi rodanya sedang Junsu menuangkan teh untuknya, sepertinya session terapi sudah selesai.
Changmin mendongak ketika merasakan kehadiran Jaejoong dan tersenyum lebar, mengulurkan tangannya,
"Hai Jaejooongie,"
Dengan senyum pula Jaejoong melangkah mendekat, menyambut uluran tangan Changmin. Namja itu membawanya ke mulutnya dan mengecupnya,
"Bagaimana session terapi kali ini?" tanyanya lembut.
Changmin tertawa dan Jaejoong mengamatinya dengan bahagia, Changmin banyak tertawa akhir-akhir ini. Namja itu makin sehat, warna kulitnya juga sudah jadi cokelat sehat, tidak pucat pasi seperti dulu. Badannya sudah berisi dan tampak lebih kuat. Changmin sudah menjadi Changminnya yang dulu, yang penuh tawa dan vitalitas, dengan semangat hidup yang memancar dari dalam dirinya.
"Aku tadi sudah belajar berdiri, sulit sekali sampai keringatku bercucuran, tapi aku senang sudah sampai di tahap sejauh ini", jelas Changmin bahagia.
Jaejoong membelalakkan matanya senang,
"Jinja?", dengan gembira ditatapnya Junsu, "benarkah Junsu-shi?"
Junsu mengangguk dengan senyum dikulum,
"Perkembangan Changmin sangat pesat Jaejoong-shi, saya optimis dia akan bisa berjalan lagi."
Dengan bahagia Jaejoong memeluk Changmin erat-erat,
"Oh aku bangga sekali padamu mendengarnya sayang!" serunya dengan kegembiraan murni.
Tapi tiba-tiba Changmin melepaskan pelukannya dan menatap Jaejoong sambil mengerutkan alisnya,
"Jae, badanmu panas."
Gantian Jaejoong yang mengerutkan keningnya lalu meraba dahinya sendiri,
"Benarkah? Aku memang merasa tidak enak badan, makanya aku pulang cepat."
Dengan cemas, Changmin menoleh ke arah Junsu,
"Junsu, badannya panas bukan?"
Junsu segera mendekat dan menyentuh dahi Jaejoong lembut,
"Benar, tubuh anda panas Jaejoong-shi, apakah anda terserang flu?"
Jaejoong menggelengkan kepalanya,
"Aniyo, saya tidak pilek ataupun batuk dokter, tapi ada masalah dengan perut saya, akhir-akhir ini saya sering memuntahkan makanan yang saya makan, makanya badan saya terasa lemah dan..."
"Memuntahkan makanan?" Junsu mengernyitkan keningnya, begitu serius.
Jaejoong menganggukkan kepalanya, tidak menyadari betapa seriusnya pandangan Junsu menelusuri tubuhnya.
"Sudah berapa lama?" tanya Junsu lagi.
Jaejoong tampak berpikir,
"Baru beberapa hari ini, mungkin seminggu terakhir ini."
"Apa kau terkena maag Jaejoongie?" Changmin menyela tampak semakin cemas.
"Mungkin," Jaejoong mengusap perutnya, "Soalnya aku sering mual."
Junsu mengikuti arah tangan Jaejoong dan menatap perut Jaejoong,
"Kau tampak pucat Jaejoong-shi, berbaringlah dulu, saya akan menyusul dan memeriksamu nanti setelah selesai dengan Changmin."
Jaejoong menganggukkan kepalanya, lalu menunduk dan mengecup dahi Changmin,
"Aku berbaring dulu ya." bisiknya lembut dan Changmin mengangguk, balas mengecup dahi Jaejoong.
Seperginya Jaejoong, Junsu memijit kaki Changmin untuk session pelemasan akhir sambil berpikir keras.
Tidak enak badan, mual, memuntahkan makanannya....
Jika dihitung-hitung tanggalnya, semuanya tepat.
Apakah Jaejoong sudah hamil dan tidak menyadarinya?
"Junsu?" Changmin yang menyadari kalau Junsu melamun menegurnya hingga Junsu tergeragap, "Junsu-ah gwenchana?"
Junsu berdehem salah tingkah,
"Ah, maafkan aku Changmin-ah, aku sedang memikirkan Jaejoong-shi."
"Kalau begitu sebaiknya kau memeriksa Jaejoongie dulu Junsu-ah, aku juga mencemaskannya," Changmin tersenyum melihat Junsu ragu-ragu, "Gwenchana, aku sudah lebih kuat sekarang, aku bisa membawa diriku sendiri ke kamar dan mengurus diriku sendiri. Kumohon, uruslah Jaejoongie dulu."
Sambil mengangguk, Junsu bergegas menyusul Jaejoong ke kamarnya.
Jaejoong sedang berbaring miring memegangi perutnya, tampak kesakitan dan pucat pasi.
Junsu duduk di sebelah ranjang, menyentuh dahi Jaejoong lagi, panas membara, meskipun keringat dingin mengalir deras,
"Saya muntah-muntah lagi Junsu-shi." Jaejoong memejamkan matanya dan tidak berani membukanya, seolah takut kalau dia membuka matanya, rasa mual yang hebat akan menyerangnya lagi.
"Berbaringlah dulu, aku akan membuatkan teh mint untukmu, untuk mengurangi mual, nanti aku akan membuatkan resep obat untukmu."
“obat untuk yeoja hamil. Tambahnya dalam hati.” Junsu mulai merasa yakin melihat kondisi Jaejoong. Jaejoong hanya mengangguk patuh masih memejamkan matanya.
Beberapa saat kemudian, Junsu kembali datang dan membantu Jaejoong duduk, lalu membantunya meneguk teh mint itu, setelah itu dia membaringkan Jaejoong yang lemas di ranjang, Jaejoong meletakkan kepalanya di bantal dengan penuh syukur,
"Terima kasih Junsu-shi, tehnya sangat membantu, perut saya tidak begitu bergolak lagi seperti tadi."
Junsu tersenyum lembut,
"Cobalah untuk tidur." gumamnya sebelum melangkah keluar kamar.
Ketika merasa suasana cukup aman, dengan Changmin yang sepertinya sudah masuk ke kamarnya, Junsu meraih ponselnya menghubungi nomor telepon Yunho.
Yunho memang menghilang dari kehidupan Jaejoong, tetapi namja itu tetap memantau setiap detik kehidupan Jaejoong, namja itu menuntut laporan yang sedetail-detailnya dari Junsu setiap saat. Dan menurut Junsu,  Yunho berhak mengetahui dugaannya ini.
"Junsu." Yunho mengangkat teleponnya pada deringan pertama.
"Yun," Junsu berbisik pelan, bingung memulai dari mana. Sejenak suasana hening, dan tiba-tiba suara Yunho memecah keheningan.
"Dia hamil." itu pernyataan bukan pertanyaan.
.
.
.
.
To Be Continue
Ye.... Saki is back
Mian ne, kemaren Saki cuma update 1 FF, hari ini Saki tebus deh... 

6 comments:

  1. hohoho,,,aq gempor(?) kemaren bolak balik kesini trus lol

    akhirnya berhasil bikin JJ hamil,,,semoga deh.

    berarti 3 chapter lgi ya ?
    ahhhhh,,,gak sabar nihhhh

    akhirnya Uchun nongol lgi meskipun cuman numpang lewat. Saki,,,,MinSu aja ya ya ya
    please !!!! jeballllll !!!!

    ReplyDelete
  2. Yunpa : apa hamil? Uyeee,,
    Junsu: benar-benar tokcer kamu yun,,hahaha

    Yunpa: * ketawaiblis hahaha

    Syukurlah jaema hamil,,
    Jangan2 pas junsu nepon yunpa minnie denger, atow gak pas junsu blang ma jaema minie denger,,
    Mudah2 gak terjadi apa2 ma jaema, mudah2 minnie mengerti,
    Yunpa, selamat yak,,,
    Aiap2 menghadapi ibu2 hamil..
    Hahaha

    Makasih saki,,
    Fighting,,,

    ReplyDelete
  3. Jaenna ♥9:21 PM

    Plisss dehh.. MinSu knp akrab sekaleee.. manggilnya udh pke embel2 "-ah"

    Hhh.. aku kok masuk banget yaa dg keribduannya jae.. ? Apa bgt ya hub yunjae diluar sana. Jd inget lagu umma kitty yg "Sunny Day" umma kitty. Faithing nee

    Eh aku kmr. Abis liat vid yunjae moment yg d jepang yg bintang tamunya yunjae. Temanya "type ideal" ihh. Emak senyum2 gaje kala appa nyebutin type idealnya yg bilang ia suka seseorang yg perhatian seperi bilang ' dibajumu ada noda'
    Yg bikin aku ketawa ngakak appa bilang gt sambil tangannya menepis tangan presenter cewe yg MEGANG PAHA UMMA...hahahha.. appa posesif bangett euh.. jd inget ff ini

    Lhooo... ige mwoya. Hahaha.. miqn saki..peace

    ReplyDelete
  4. Yeayyy akhirnya jae hamil juga
    ternyata berhasil rencana yunho
    gimana ntr reaksi jae sama changmin sama khamilan jaejoong
    lanjuttt saki

    ReplyDelete
  5. Anonymous2:27 PM

    Sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

    Who are youuuuuuuuuu

    Koq blm up date lg siiiihhhhhh

    Kalo sibuk yaaaa ;(

    ReplyDelete
  6. Beuh! Yunho mantabs bgt dah!
    Skali tembak langsung jadi!!

    ReplyDelete