Friday, March 28

[Remake] Sacrificio de Amor Chapter XVI

Junsu menatap Yoochun tajam, tampak puas dengan penyesalan Yoochun.
"Aku sudah memastikan ke rumah sakit itu. Tunangannya, Shim Changmin masih terbaring koma disana dan belum pernah sadarkan diri sejak dua tahun yang lalu. Kemarin Changmin telah menjalani operasi ginjal, yang aku tahu biayanya amat mahal, hampir mencapai tiga puluh juta won, dan sukses. Operasinya sukses, tapi namja itu masih belum sadar", Junsu memalingkan wajah. Matanya tampak berkaca-kaca menahan haru.
"Aku bertanya tentang Jaejoong kepada dokter-dokter di rumah sakit itu, dan rupanya kisah Jaejoong dan Changmin seolah menjadi legenda sendiri di sana. Kisah seorang yeoja  yang menunggu tunangannya terbangun tanpa putus asa selama bertahun-tahun......"
Jadi karena itu. Kebenaran itu menghantam Yoochun dengan telak. Jadi karena itu Jaejoong menjual dirinya. Jadi karena itu Jaejoong mempunya hutang begitu besar diperusahaan,
Yoochun menatap Junsu nanar, lalu mengalihkan tatapannya lagi ke atikel di depannya, dia mengernyit,
Shim Changmin...
Sebuah kebenaran langsung menghantamnya sekali lagi, sangat keras dan tidak tanggung-tanggung.
“Aku mengenal Shim Changmin”, gumam Yoochun seolah kesakitan.

Sacrificio de Amor
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their Self
A Romantic Story About Jaejoong
©Santhy Agatha

Junsu langsung menatap Yoochun tajam.
“Kau mengenalnya?”
Yoochun mengangguk, lunglai.
“Dia… dia pengacara handal dan sukses, seorang pengacara publik, reputasinya bagus, sangat jujur dan jarang kalah...Aku tidak begitu mengenalnya, hanya pernah beberapa kali bertemu di pengadilan, menangani kasus yang berbeda, tetapi dia terkenal sebagai pengacara muda berprospek paling cerah di antara kami...aku mendengar dia akan menikah, sampai kemudian dia menghilang begitu saja setelah kecelakaan itu,...ada berita cukup simpang siur setelahnya, katanya dia  kecelakaan dan kemudian cacat lalu pindah ke luar negeri, bahkan banyak gossip bilang dia sudah meninggal akibat kecelakaan itu...aku...aku sama sekali tidak menyangka dia masih bertahan hidup...Dalam kondisi koma”, Yoochun meremas rambutnya seperti tentara kalah perang, lalu menatap Junsu, mengernyit,
"Kau bilang kapan operasi Changmin tadi?"
"Kemarin malam", Junsu melirik jam tangannya, sudah jam tiga pagi, "atau bisa dibilang sudah kemarin lusa?"
"Oh Tuhan!", Yoochun menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Oh Tuhan!.....Apalagi yang bisa dia katakan? Itu sebabnya malam itu Jaejoong menghilang tanpa kabar dan tidak bisa ditemukan dimana-mana. Yeoja itu pasti sedang menunggui operasi tunangannya!! Dan apa yang dia katakan malam itu pada Jaejoong?
"Kau mungkin harus belajar lebih bertanggung jawab princess!" , kata-kata yang sombong dan penuh tuduhan yang sekarang ia tahu, tak pantas ia ucapkan kepada Jaejoong.
"Kau benar-benar namja paling bodoh dan gegabah yang pernah aku kenal", dengus Junsu, masih marah atas tindakan Yoochun tadi. "Jika kau belum babak belur oleh Yunho, aku pasti akan menamparmu berkali-kali",
Yoochun mengernyit mendengar ancaman Junsu,
"Tapi kau tidak bisa begitu saja menyalahkanku, suatu hari Yunho menghubungiku untuk mengurus kontrak jual beli tubuh Jaejoong senilai tiga puluh juta. Kau pikir apa yang bisa kupikirkan selain Jaejoong adalah pelacur???"
"Jangan sebut-sebut kata pelacur lagi Yoochun!!!", potong Junsu tajam.
Yoochun bungkam lalu mengangkat bahu.
"Aku memang salah besar, tapi siapa yg tidak berpikit begitu? Yunho sangat kaya, dan yeoja itu punya reputasi hutang besar diperusahaannya.....tentu saja sebagai pengacara aku menilai ada niat jahat dari sisi Jaejoong", Yoochun mencoba membela diri lagi karena dilihatnya Junsu masih memelototinya dengan tajam,
"Sebagai seorang pengacara kau seharusnya melakukan penyelidikan", gumam Junsu sinis.
Yoochun menarik napas panjang dan mengangguk.
"Benar, aku terlalu gegabah mengambil tindakan. Sebenarnya aku sudah bertekad tidak akan ikut campur hubungan Yunho dan Jaejoong, tapi malam itu, ketika Jaejoong menghilang tanpa kabar, Yunho mencarinya seperti orang gila, hampir kehilangan akal sehat karena mencemaskan Jaejoong. Yunho berubah karena yeoja itu, dia begitu emosional. Tidak lagi berkepala dingin dan tenang", Yoochun menarik napas dalam, "Aku takut Jaejoong makin lama akan makin membawa pengaruh buruk bagi Yunho, maka aku memutuskan untuk membuat mereka terpisah sesegera mungkin."
“Memangnya apa yang kau lakukan tadi sampai Yunho menghajarmu dengan begitu brutalnya?”
Wajah Yoochun tampak memerah malu.
“Aku menciumnya dengan paksa, melecehkan Jaejoong dan memastikan agar Yunho melihat itu semua,” gumamnya pelan.
Junsu langsung melotot marah mendengarnya.
“Mwo?”
Yoochun memalingkan mukanya, tidak tahan menghadapi tatapan tajam Junsu.
“Dan aku...”, kata-kata itu seolah susah payah keluar dari mulut Yoochun, “Dan aku...memfitnahnya, aku bilang Jaejoong mau kubayar untuk bercumbu denganku selama beberapa jam...”,
“Oh Tuhan, Yoochun!!”, Junsu mengerang tak habis pikir dengan perlakukan Yoochun, “Pantas saja Yunho menghajarmu habis-habisan, kalau aku ada disana waktu itu, aku pasti akan memberi semangat padanya agar menghajarmu lebih keras”,
Yoochun menganggukkan kepalanya,
“Aku...aku pantas menerimanya...”, namja itu menghela napas panjang, “Tapi Su-ie...Setelah aku mengetahui semua kebenaran ini, dan melihat tatapan mata Yunho ketika menyeret Jaejoong pulang tadi, entah kenapa aku...cemas. “
Wajah Junsu mendadak pucat pasi,
“Astaga!!! aku hampir saja lupa, Yunho selalu mempercayai kata-katamu!! bagaimana kalau Yunho menyangka bahwa Jaejoong benar-benar menjual dirinya kepadamu? Kalau melihat betapa posesifnya Yunho pada Jaejoong, aku tidak berani membayangkan betapa marahnya Yunho!! kita harus menjelaskan semua kepada Yunho sebelum dia melakukan sesuatu yang nantinya akan dia sesali,“ Junsu langsung meraih gagang telephone dan memencet nomor Yunho.
Lama ia mencoba tanpa hasil, ahkirnya menarik napas panjang dan menyerah.
“Semua nomornya tidak aktif, kita juga tak bisa menyerbu ke apartemennya begitu saja karena ini sudah dini hari”, Dengan pasrah Junsu meletakkan gagang telephone, “Kita harus menunggu sampai besok pagi, dan jika...dan jika ternyata semuanya sudah terlambat...”, Junsu melemparkan tatapan tajam ke arah Yoochun yang balas menatapnya penuh rasa bersalah, “Aku akan membuatmu membayar semua kekacauan yang telah kau buat Park Yoochun.”
.
.
.
.
.
“Seorang pelacur harus diperlakukan seperti pelacur.”
Kata-kata Yunho yang diucapkan dengan nada dingin dan ketenangan menakutkan itu seolah-olah bergaung di ruangan yang hening itu.
Namja itu sudah melepaskan kemejanya, dan membuka ikat pinggangnya lalu meletakkannya di ujung ranjang. Matanya begitu dingin, ekspresi wajahnya tenang, terlalu tenang, hingga membuat Jaejoong gemetar cemas.
“Kau...Harus...Mendengarkan.” Jaejoong masih mencoba, meskipun melihat ekspresi wajah Yunho, ia tahu ia tidak akan berhasil.
Yunho terlalu marah, dia terlalu dibutakan oleh kemurkaannya.
“Lepaskan kemejamu Jae.” gumam Yunho datar.
“Yun...” wajah Jaejoong langsung pucat pasi mendengar perintah yang diucapkan tanpa ekspresi.
“Lepaskan.”
Nada suara Yunho begitu menakutkan. Mungkin Jaejoong akan lebih berani menghadapi jika Yunho berteriak-teriak marah dan membentaknya. Tetapi namja ini begitu tenang hingga menakutkan.
Dengan gemetar Jaejoong melepas kancing demi kancing kemejanya. Menatap Yunho dengan wajah memohon, tetapi namja itu tidak terpengaruh.
Setelah seluruh kancing kemeja Jaejoong terlepas, dia berdiri sambil menggenggam kemejanya yang terbuka dengan kedua tangannya erat-erat, berlutut di ranjang itu, memohon belas kasihan kepada namja yang berdiri di tepi ranjang dan tampak kejam.
“Kim Jaejoong, Aku bilang lepaskan kemejamu,” suara Yunho tetap lembut dan terkendali, tapi entah kenapa Jaejoong makin gemetar mendengarnya, dengan sudah payah dia melepaskan kemejanya dan menjatuhkannya ke kasur, menatap Yunho tanpa daya.
“Sekarang roknya.” sambung Yunho setelah mengamati tubuh Jaejoong tanpa malu-malu, membuat seluruh wajah dan tubuh Jaejoong merah padam.
“Andwae...!” Jaejoong berusaha membantah, dia tidak mau dilecehkan seperti ini, dipaksa membuka baju dihadapan namja yang sama sekali tidak menghargainya.
“Aku bilang roknya!” suara Yunho sedikit naik, tetapi tetap tenang. Matanya menatap tajam tak terbantahkan, hingga mau tak mau Jaejoong bergerak melepaskan roknya, air mata mulai mengalir di mata Jaejoong.
Hening cukup lama, Yunho terdiam sambil menatap Jaejoong tajam. Dan Jaejoong berlutut di ranjang itu dengan tubuh gemetaran, berusaha memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya yang kecil.
“Lepas pakaian dalammu.”
“Tidak!!” dengan was-was Jaejoong berseru, tanpa sadar tubuhnya beringsut ke ujung ranjang, ketakutan.
Sikapnya itu malah menyalakan api kemarahan di wajah Yunho, namja itu sudah tidak setenang tadi.
“Kenapa tidak Jae? Kau adalah slaveku, sudah tak terhitung berapa kali aku melihatmu telanjang, dan kau melakukan semuanya dengan sukarela kan? Demi uang tiga puluh juta won...“, Suara Yunho terdengar jijik, dia melangkah maju mendekati ranjang dan secara otomatis Jaejoong langsung beringsut mundur menjauh.
“Aku membeli tubuhmu seharga tiga puluh juta, seharusnya tubuhmu itu bisa kupergunakan semauku, tetapi aku terlalu baik padamu, memberimu kemewahan, tidak menyentuhmu di saat kau sakit, merawatmu...itu semua terlalu baik untukmu,” Mata Yunho tampak menyala, “Dan kau dasar bitch sialan tak bermoral! bukannya mensyukuri kebaikan hatiku, kau malah merayu sahabatku...!!!”
“Kau salah paham Yunho.” Jaejoong mulai menangis terisak.
Tetapi Yunho tetap mengeraskan hatinya.
“Aku tidak mungkin salah paham dengan apa yang kulihat dengan mata kepalaku sendiri.”
Dengan gerakan secepat kilat Yunho meraih kedua lengan Jaejoong, sebelum Jaejoong sempat menghindar dan menempelkan tubuh Jaejoong ke tubuhnya sendiri.
“Kalian berciuman!! kau membiarkan dia menciummu!! menjijikkan sekali dimataku.”
Napas Yunho mulai terengah-engah, lalu mendorong Jaejoong ke bantal membuatnya terbanting kasar disana.
Jaejoong berusaha menghindar, berusaha melepaskan diri dari tindihan badan Yunho yang keras dan berat, berusaha melepaskan diri dari cengkeraman tangan Yunho yang kuat dan tanpa ampun.
Tetapi namja itu terlalu kuat, terlalu marah, bahkan tidak menyadari kalau kekasarannya melukai tubuh Jaejoong yang rapuh.
Namja itu seperti kerasukan setan. Matanya menyala penuh kebencian ketika dia menatap Jaejoong. Dengan ketakutan yang amat sangat, Jaejoong berusaha memberontak dan turun dari ranjang, tetapi Yunho menangkapnya, membantingnya di ranjang lagi dengan kasar, lalu menindihnya.
Jaejoong mengernyit merasakan cengkeraman tangan Yunho yang kasar di tangannya.
“Sakit Yunho...kumohon...”
“Diam!!“ seru Yunho marah, dan ketika Jaejoong meronta ketakutan, hal itu makin mendorong kemarahan Yunho, namja itu merobek baju Jaejoong dan mencoba membuka pahanya.
Jaejoong berteriak ketakutan, dia tidak siap dan Yunho pasti akan melukainya. Tetapi Yunho tidak peduli. Ketika merasakan Jaejoong tidak basah dan tidak siap, namja itu tetap menyatukan dirinya.
Bagi Jaejoong itu adalah kesakitan yang luar biasa, sakit di tubuhnya dan sakit di hatinya, diperlakukan seperti pelacur rendahan yang tak ada harganya.
Seluruh tubuhnya terasa tersobek-sobek oleh gesekan tubuh Yunho, tapi Jaejoong menahan diri, digigitnya bibirnya hingga hamper berdarah, di tahankannya air matanya meskipun matanya terasa begitu perih. Dan di tekannya hatinya dalam dalam yang mulai hancur menjadi serpihan berkeping-keping.
.
.
.
.
Jaejoong berbaring memunggungi Yunho, matanya nanar, penuh airmata. Napasnya sesak karena isakan yang ditahannya.
Setelah semua usai, Yunho menjauh dari tubuhnya dan berbaring hening di sebelahnya, sampai napas yang terengah berubah menjadi tenang dan hening. Jaejoong tahu Yunho tidak tidur, namja itu masih berbaring nyalang di sebelahnya, terlentang menatap langit-langit kamar. Tetapi Jaejoong langsung membalikkan badan dan berpura-pura tertidur.
Dirasakannya Yunho bolak-balik menghadap ke arahnya, seperti ingin mengajaknya bicara tetapi kemudian ragu dan mengehentikan dirinya di detik terakhir.
Saat-saat hening itu terasa menyiksa. Tubuh Jaejoong tegang meskipun dia berakting sudah tidur dengan baik, dijaganya agar nafasnya teratur, dijaganya agar tubuhnya tidak bergerak sama sekali.
Lama-lama dia merasakan tubuh Yunho berangsur-angsur santai dan namja itu tertidur. Jaejoong menanti menit demi menit, menyakinkan diri kalau Yunho sudah terlelap, dan setelah cukup yakin, pelan-pelan dia bergerak.
Tubuhnya terasa sakit. Itu tadi benar-benar perkosaan, dan Yunho sama sekali tidak mau repot-repot bersikap lembut. Bibir Jaejoong memar akibat ciuman yang terlalu kasar, lengannya sedikit lebam karena genggaman yang terlalu keras, dan masih ada kesakitan-kesakitan lainnya. Di seluruh tubuhnya, di dalam tubuhnya.
Tetapi yang paling sakit adalah hatinya.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue
Mau tanya dong, tamu dirumah Saki, pasti pembaca setia di FFn kan? Saki denger, telat sih dengernya, FFn katanya mau ditutup, iya kah? kenapa?
Saki sekarang kalau nyari FF YunJae sulitnya minta ampun, adakah rekomen dari kalian blog yang nulis FF tentang YunJae dengan cerita yang bagus?
Gomapta ya yang sudah meninggalkan jejak. sedikit koment dari kalian memberikan banyak semangat untuk Saki.

12 comments:

  1. Kasian bngt jaejoong di kasarin gitu sama yunho
    Yuchun berhutang penjelasan ke yunho ...tapi klo yunho tau tntang changmin itu lebih bahaya lagi

    Aku juga denger nya gitu saki ktnya ffn mo hapus krna ktnya ffn itu situs porno
    tpi ga tau bner apa gak nya

    Setuju ama saki mau baca ff yunjae sekarang susah banget
    secara author2 senior kbanyakan dah ga nulis lgi
    Mian aku ga bisa rekomen ke saki karna aku jga kurang tau

    ReplyDelete
  2. yg pling aq khawatirin itu gmna nnti reaksi yunho klo tau ttg changmin.
    semoga yoosu bisa bantuin yunjae,,,
    chamii kpan sadarnya ???
    klo dah sadar ma aq aja ya lol
    pasti yunho nyesel klo tau kebenarannya dan semoga hubungan yunjae ttep 'harmonis'

    ReplyDelete
  3. baca chap ini bikin tegang suasananya.
    mungkin ini bisa dicoba : narayuuki.wp yeyekyunie.wp littledbsk.blogspot, shellarizal.blogspot gygit93.wp

    ReplyDelete
  4. Kasihan Jae difitnah Yoochun. Nggak kebayang gmn Yunho jika tau kebenaran yg sesungguhnya

    ReplyDelete
  5. Jaenna ♥10:25 PM

    Yunho harus tau secepatny.. changmin begitu sempurna.. aku ragu minjae akan pisah.. hiksss

    Oo gosip ffn itu mau tutup. Engga kok...dr 2011 jg udh ada gosip itu. Yg br ini ktny ffn mau tutup tgl 19 maret kmrn (Q liat d twitter ada yg ngomongin) Enggak khan buktinya.
    Seperti yg aku bilang.. kt ambil positif nya aja. Jujur lho setelah bc2 ff aq makin pinter nilai orang..hahahah

    ReplyDelete
  6. Anonymous11:08 PM

    saki, ceritanya makin daebak. aigo chapter ini pendek, aku gregetan bacanya. haha semangat update yah :)
    #retno

    ReplyDelete
  7. narayuuki.wp, jaexi.wp, boobearyj.wp, shellarizal.blgspt, redgalaxyocean (aq lp wp ato blgspt)

    ReplyDelete
  8. Anonymous5:16 AM

    Hadoooohhhh kasian jae

    Ga bs koment ”silent”

    ReplyDelete
  9. Anonymous5:44 AM

    oh......yunho mati saja keneraka

    saki dari dulu ffn tu gosipnya mau ditutup tp nyatanya sampe sekarang g ditutup kan
    bagiku itu hanya gosip

    ReplyDelete
  10. jaejae2:07 PM

    umma,, kasihan umma,, dasar chunie n yunho bodoh,,,
    hua,, aku senang bgt,, hari ini aku ultah, n tadi malam aku mimpi dipeluk junsu,, senang x dapat kado mimpi dari junsu,, hehe

    ReplyDelete
  11. Anonymous4:00 AM

    Mau tanya apakah ini lanjutan dari cerita yang pertama?

    ReplyDelete
  12. Nah kan, Yoochun baru nyesel kan sekarang..
    Lagian siy, sok tau!
    Kyanya cm Junsu yg bisa nyelametin Jaejae tp itu Jaejae udh keburu disakitin sma Yunho.
    Mudah2an semua baik2 aja..
    Kasian bgt Jaejae...

    ReplyDelete