"Aku sudah memastikan ke rumah sakit itu.
Tunangannya, Shim Changmin masih terbaring koma disana dan belum pernah
sadarkan diri sejak dua tahun yang lalu. Kemarin Changmin telah menjalani operasi
ginjal, yang aku tahu biayanya amat mahal, hampir mencapai tiga puluh juta won,
dan sukses. Operasinya sukses, tapi namja itu masih belum sadar", Junsu
memalingkan wajah. Matanya tampak berkaca-kaca menahan haru.
"Aku bertanya tentang Jaejoong kepada
dokter-dokter di rumah sakit itu, dan rupanya kisah Jaejoong dan Changmin
seolah menjadi legenda sendiri di sana. Kisah seorang yeoja yang menunggu tunangannya terbangun tanpa
putus asa selama bertahun-tahun......"
Jadi karena itu. Kebenaran itu menghantam Yoochun
dengan telak. Jadi karena itu Jaejoong menjual dirinya. Jadi karena itu
Jaejoong mempunya hutang begitu besar diperusahaan,
Yoochun menatap Junsu nanar, lalu mengalihkan
tatapannya lagi ke atikel di depannya, dia mengernyit,
Shim Changmin...
Sebuah kebenaran langsung menghantamnya sekali
lagi, sangat keras dan tidak tanggung-tanggung.
“Aku mengenal Shim Changmin”, gumam Yoochun seolah
kesakitan.
Sacrificio de Amor
©Kitahara
Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their
Self
A Romantic Story About Jaejoong
©Santhy
Agatha
Junsu langsung menatap Yoochun tajam.
“Kau mengenalnya?”
Yoochun mengangguk, lunglai.
“Dia… dia pengacara handal dan sukses, seorang
pengacara publik, reputasinya bagus, sangat jujur dan jarang kalah...Aku tidak
begitu mengenalnya, hanya pernah beberapa kali bertemu di pengadilan, menangani
kasus yang berbeda, tetapi dia terkenal sebagai pengacara muda berprospek
paling cerah di antara kami...aku mendengar dia akan menikah, sampai kemudian
dia menghilang begitu saja setelah kecelakaan itu,...ada berita cukup simpang
siur setelahnya, katanya dia kecelakaan
dan kemudian cacat lalu pindah ke luar negeri, bahkan banyak gossip bilang dia
sudah meninggal akibat kecelakaan itu...aku...aku sama sekali tidak menyangka
dia masih bertahan hidup...Dalam kondisi koma”, Yoochun meremas rambutnya
seperti tentara kalah perang, lalu menatap Junsu, mengernyit,
"Kau bilang kapan operasi Changmin tadi?"
"Kemarin malam", Junsu melirik jam
tangannya, sudah jam tiga pagi, "atau bisa dibilang sudah kemarin
lusa?"
"Oh Tuhan!", Yoochun menutup wajahnya
dengan kedua tangannya.
Oh Tuhan!.....Apalagi yang bisa dia katakan? Itu
sebabnya malam itu Jaejoong menghilang tanpa kabar dan tidak bisa ditemukan
dimana-mana. Yeoja itu pasti sedang menunggui operasi tunangannya!! Dan apa
yang dia katakan malam itu pada Jaejoong?
"Kau
mungkin harus belajar lebih bertanggung jawab princess!" , kata-kata
yang sombong dan penuh tuduhan yang sekarang ia tahu, tak pantas ia ucapkan
kepada Jaejoong.
"Kau benar-benar namja paling bodoh dan
gegabah yang pernah aku kenal", dengus Junsu, masih marah atas tindakan
Yoochun tadi. "Jika kau belum babak belur oleh Yunho, aku pasti akan
menamparmu berkali-kali",
Yoochun mengernyit mendengar ancaman Junsu,
"Tapi kau tidak bisa begitu saja menyalahkanku,
suatu hari Yunho menghubungiku untuk mengurus kontrak jual beli tubuh Jaejoong
senilai tiga puluh juta. Kau pikir apa yang bisa kupikirkan selain Jaejoong
adalah pelacur???"
"Jangan sebut-sebut kata pelacur lagi
Yoochun!!!", potong Junsu tajam.
Yoochun bungkam lalu mengangkat bahu.
"Aku memang salah besar, tapi siapa yg tidak
berpikit begitu? Yunho sangat kaya, dan yeoja itu punya reputasi hutang besar
diperusahaannya.....tentu saja sebagai pengacara aku menilai ada niat jahat
dari sisi Jaejoong", Yoochun mencoba membela diri lagi karena dilihatnya
Junsu masih memelototinya dengan tajam,
"Sebagai seorang pengacara kau seharusnya
melakukan penyelidikan", gumam Junsu sinis.
Yoochun menarik napas panjang dan mengangguk.
"Benar, aku terlalu gegabah mengambil
tindakan. Sebenarnya aku sudah bertekad tidak akan ikut campur hubungan Yunho
dan Jaejoong, tapi malam itu, ketika Jaejoong menghilang tanpa kabar, Yunho
mencarinya seperti orang gila, hampir kehilangan akal sehat karena mencemaskan
Jaejoong. Yunho berubah karena yeoja itu, dia begitu emosional. Tidak lagi
berkepala dingin dan tenang", Yoochun menarik napas dalam, "Aku takut
Jaejoong makin lama akan makin membawa pengaruh buruk bagi Yunho, maka aku
memutuskan untuk membuat mereka terpisah sesegera mungkin."
“Memangnya apa yang kau lakukan tadi sampai Yunho
menghajarmu dengan begitu brutalnya?”
Wajah Yoochun tampak memerah malu.
“Aku menciumnya dengan paksa, melecehkan Jaejoong
dan memastikan agar Yunho melihat itu semua,” gumamnya pelan.
Junsu langsung melotot marah mendengarnya.
“Mwo?”
Yoochun memalingkan mukanya, tidak tahan menghadapi
tatapan tajam Junsu.
“Dan aku...”, kata-kata itu seolah susah payah
keluar dari mulut Yoochun, “Dan aku...memfitnahnya, aku bilang Jaejoong mau
kubayar untuk bercumbu denganku selama beberapa jam...”,
“Oh Tuhan, Yoochun!!”, Junsu mengerang tak habis
pikir dengan perlakukan Yoochun, “Pantas saja Yunho menghajarmu habis-habisan,
kalau aku ada disana waktu itu, aku pasti akan memberi semangat padanya agar
menghajarmu lebih keras”,
Yoochun menganggukkan kepalanya,
“Aku...aku pantas menerimanya...”, namja itu
menghela napas panjang, “Tapi Su-ie...Setelah aku mengetahui semua kebenaran
ini, dan melihat tatapan mata Yunho ketika menyeret Jaejoong pulang tadi, entah
kenapa aku...cemas. “
Wajah Junsu mendadak pucat pasi,
“Astaga!!! aku hampir saja lupa, Yunho selalu
mempercayai kata-katamu!! bagaimana kalau Yunho menyangka bahwa Jaejoong
benar-benar menjual dirinya kepadamu? Kalau melihat betapa posesifnya Yunho
pada Jaejoong, aku tidak berani membayangkan betapa marahnya Yunho!! kita harus
menjelaskan semua kepada Yunho sebelum dia melakukan sesuatu yang nantinya akan
dia sesali,“ Junsu langsung meraih gagang telephone dan memencet nomor Yunho.
Lama ia mencoba tanpa hasil, ahkirnya menarik napas
panjang dan menyerah.
“Semua nomornya tidak aktif, kita juga tak bisa
menyerbu ke apartemennya begitu saja karena ini sudah dini hari”, Dengan pasrah
Junsu meletakkan gagang telephone, “Kita harus menunggu sampai besok pagi, dan
jika...dan jika ternyata semuanya sudah terlambat...”, Junsu melemparkan
tatapan tajam ke arah Yoochun yang balas menatapnya penuh rasa bersalah, “Aku
akan membuatmu membayar semua kekacauan yang telah kau buat Park Yoochun.”
.
.
.
.
.
“Seorang
pelacur harus diperlakukan seperti pelacur.”
Kata-kata
Yunho yang diucapkan dengan nada dingin dan ketenangan menakutkan itu
seolah-olah bergaung di ruangan yang hening itu.
Namja
itu sudah melepaskan kemejanya, dan membuka ikat pinggangnya lalu meletakkannya
di ujung ranjang. Matanya begitu dingin, ekspresi wajahnya tenang, terlalu
tenang, hingga membuat Jaejoong gemetar cemas.
“Kau...Harus...Mendengarkan.”
Jaejoong masih mencoba, meskipun melihat ekspresi wajah Yunho, ia tahu ia tidak
akan berhasil.
Yunho
terlalu marah, dia terlalu dibutakan oleh kemurkaannya.
“Lepaskan
kemejamu Jae.” gumam Yunho datar.
“Yun...”
wajah Jaejoong langsung pucat pasi mendengar perintah yang diucapkan tanpa
ekspresi.
“Lepaskan.”
Nada
suara Yunho begitu menakutkan. Mungkin Jaejoong akan lebih berani menghadapi
jika Yunho berteriak-teriak marah dan membentaknya. Tetapi namja ini begitu
tenang hingga menakutkan.
Dengan
gemetar Jaejoong melepas kancing demi kancing kemejanya. Menatap Yunho dengan
wajah memohon, tetapi namja itu tidak terpengaruh.
Setelah
seluruh kancing kemeja Jaejoong terlepas, dia berdiri sambil menggenggam
kemejanya yang terbuka dengan kedua tangannya erat-erat, berlutut di ranjang
itu, memohon belas kasihan kepada namja yang berdiri di tepi ranjang dan tampak
kejam.
“Kim
Jaejoong, Aku bilang lepaskan kemejamu,” suara Yunho tetap lembut dan
terkendali, tapi entah kenapa Jaejoong makin gemetar mendengarnya, dengan sudah
payah dia melepaskan kemejanya dan menjatuhkannya ke kasur, menatap Yunho tanpa
daya.
“Sekarang
roknya.” sambung Yunho setelah mengamati tubuh Jaejoong tanpa malu-malu,
membuat seluruh wajah dan tubuh Jaejoong merah padam.
“Andwae...!”
Jaejoong berusaha membantah, dia tidak mau dilecehkan seperti ini, dipaksa
membuka baju dihadapan namja yang sama sekali tidak menghargainya.
“Aku
bilang roknya!” suara Yunho sedikit naik, tetapi tetap tenang. Matanya menatap
tajam tak terbantahkan, hingga mau tak mau Jaejoong bergerak melepaskan roknya,
air mata mulai mengalir di mata Jaejoong.
Hening
cukup lama, Yunho terdiam sambil menatap Jaejoong tajam. Dan Jaejoong berlutut
di ranjang itu dengan tubuh gemetaran, berusaha memeluk tubuhnya sendiri dengan
kedua tangannya yang kecil.
“Lepas
pakaian dalammu.”
“Tidak!!”
dengan was-was Jaejoong berseru, tanpa sadar tubuhnya beringsut ke ujung ranjang,
ketakutan.
Sikapnya
itu malah menyalakan api kemarahan di wajah Yunho, namja itu sudah tidak
setenang tadi.
“Kenapa
tidak Jae? Kau adalah slaveku, sudah tak terhitung berapa kali aku melihatmu
telanjang, dan kau melakukan semuanya dengan sukarela kan? Demi uang tiga puluh
juta won...“, Suara Yunho terdengar jijik, dia melangkah maju mendekati ranjang
dan secara otomatis Jaejoong langsung beringsut mundur menjauh.
“Aku
membeli tubuhmu seharga tiga puluh juta, seharusnya tubuhmu itu bisa
kupergunakan semauku, tetapi aku terlalu baik padamu, memberimu kemewahan,
tidak menyentuhmu di saat kau sakit, merawatmu...itu semua terlalu baik
untukmu,” Mata Yunho tampak menyala, “Dan kau dasar bitch sialan tak bermoral!
bukannya mensyukuri kebaikan hatiku, kau malah merayu sahabatku...!!!”
“Kau
salah paham Yunho.” Jaejoong mulai menangis terisak.
Tetapi
Yunho tetap mengeraskan hatinya.
“Aku
tidak mungkin salah paham dengan apa yang kulihat dengan mata kepalaku
sendiri.”
Dengan
gerakan secepat kilat Yunho meraih kedua lengan Jaejoong, sebelum Jaejoong
sempat menghindar dan menempelkan tubuh Jaejoong ke tubuhnya sendiri.
“Kalian
berciuman!! kau membiarkan dia menciummu!! menjijikkan sekali dimataku.”
Napas
Yunho mulai terengah-engah, lalu mendorong Jaejoong ke bantal membuatnya
terbanting kasar disana.
Jaejoong
berusaha menghindar, berusaha melepaskan diri dari tindihan badan Yunho yang
keras dan berat, berusaha melepaskan diri dari cengkeraman tangan Yunho yang
kuat dan tanpa ampun.
Tetapi
namja itu terlalu kuat, terlalu marah, bahkan tidak menyadari kalau
kekasarannya melukai tubuh Jaejoong yang rapuh.
Namja
itu seperti kerasukan setan. Matanya menyala penuh kebencian ketika dia menatap
Jaejoong. Dengan ketakutan yang amat sangat, Jaejoong berusaha memberontak dan
turun dari ranjang, tetapi Yunho menangkapnya, membantingnya di ranjang lagi
dengan kasar, lalu menindihnya.
Jaejoong
mengernyit merasakan cengkeraman tangan Yunho yang kasar di tangannya.
“Sakit
Yunho...kumohon...”
“Diam!!“
seru Yunho marah, dan ketika Jaejoong meronta ketakutan, hal itu makin
mendorong kemarahan Yunho, namja itu merobek baju Jaejoong dan mencoba membuka
pahanya.
Jaejoong
berteriak ketakutan, dia tidak siap dan Yunho pasti akan melukainya. Tetapi
Yunho tidak peduli. Ketika merasakan Jaejoong tidak basah dan tidak siap, namja
itu tetap menyatukan dirinya.
Bagi
Jaejoong itu adalah kesakitan yang luar biasa, sakit di tubuhnya dan sakit di
hatinya, diperlakukan seperti pelacur rendahan yang tak ada harganya.
Seluruh
tubuhnya terasa tersobek-sobek oleh gesekan tubuh Yunho, tapi Jaejoong menahan
diri, digigitnya bibirnya hingga hamper berdarah, di tahankannya air matanya
meskipun matanya terasa begitu perih. Dan di tekannya hatinya dalam dalam yang
mulai hancur menjadi serpihan berkeping-keping.
.
.
.
.
Jaejoong
berbaring memunggungi Yunho, matanya nanar, penuh airmata. Napasnya sesak
karena isakan yang ditahannya.
Setelah
semua usai, Yunho menjauh dari tubuhnya dan berbaring hening di sebelahnya,
sampai napas yang terengah berubah menjadi tenang dan hening. Jaejoong tahu
Yunho tidak tidur, namja itu masih berbaring nyalang di sebelahnya, terlentang
menatap langit-langit kamar. Tetapi Jaejoong langsung membalikkan badan dan
berpura-pura tertidur.
Dirasakannya
Yunho bolak-balik menghadap ke arahnya, seperti ingin mengajaknya bicara tetapi
kemudian ragu dan mengehentikan dirinya di detik terakhir.
Saat-saat
hening itu terasa menyiksa. Tubuh Jaejoong tegang meskipun dia berakting sudah
tidur dengan baik, dijaganya agar nafasnya teratur, dijaganya agar tubuhnya
tidak bergerak sama sekali.
Lama-lama
dia merasakan tubuh Yunho berangsur-angsur santai dan namja itu tertidur.
Jaejoong menanti menit demi menit, menyakinkan diri kalau Yunho sudah terlelap,
dan setelah cukup yakin, pelan-pelan dia bergerak.
Tubuhnya
terasa sakit. Itu tadi benar-benar perkosaan, dan Yunho sama sekali tidak mau
repot-repot bersikap lembut. Bibir Jaejoong memar akibat ciuman yang terlalu
kasar, lengannya sedikit lebam karena genggaman yang terlalu keras, dan masih
ada kesakitan-kesakitan lainnya. Di seluruh tubuhnya, di dalam tubuhnya.
Tetapi
yang paling sakit adalah hatinya.
.
.
.
.
.
.
To Be
Continue
Mau tanya dong, tamu dirumah Saki, pasti pembaca setia di FFn kan? Saki denger, telat sih dengernya, FFn katanya mau ditutup, iya kah? kenapa?
Saki sekarang kalau nyari FF YunJae sulitnya minta ampun, adakah rekomen dari kalian blog yang nulis FF tentang YunJae dengan cerita yang bagus?
Gomapta ya yang sudah meninggalkan jejak. sedikit koment dari kalian memberikan banyak semangat untuk Saki.

Kasian bngt jaejoong di kasarin gitu sama yunho
ReplyDeleteYuchun berhutang penjelasan ke yunho ...tapi klo yunho tau tntang changmin itu lebih bahaya lagi
Aku juga denger nya gitu saki ktnya ffn mo hapus krna ktnya ffn itu situs porno
tpi ga tau bner apa gak nya
Setuju ama saki mau baca ff yunjae sekarang susah banget
secara author2 senior kbanyakan dah ga nulis lgi
Mian aku ga bisa rekomen ke saki karna aku jga kurang tau
yg pling aq khawatirin itu gmna nnti reaksi yunho klo tau ttg changmin.
ReplyDeletesemoga yoosu bisa bantuin yunjae,,,
chamii kpan sadarnya ???
klo dah sadar ma aq aja ya lol
pasti yunho nyesel klo tau kebenarannya dan semoga hubungan yunjae ttep 'harmonis'
baca chap ini bikin tegang suasananya.
ReplyDeletemungkin ini bisa dicoba : narayuuki.wp yeyekyunie.wp littledbsk.blogspot, shellarizal.blogspot gygit93.wp
Kasihan Jae difitnah Yoochun. Nggak kebayang gmn Yunho jika tau kebenaran yg sesungguhnya
ReplyDeleteYunho harus tau secepatny.. changmin begitu sempurna.. aku ragu minjae akan pisah.. hiksss
ReplyDeleteOo gosip ffn itu mau tutup. Engga kok...dr 2011 jg udh ada gosip itu. Yg br ini ktny ffn mau tutup tgl 19 maret kmrn (Q liat d twitter ada yg ngomongin) Enggak khan buktinya.
Seperti yg aku bilang.. kt ambil positif nya aja. Jujur lho setelah bc2 ff aq makin pinter nilai orang..hahahah
saki, ceritanya makin daebak. aigo chapter ini pendek, aku gregetan bacanya. haha semangat update yah :)
ReplyDelete#retno
narayuuki.wp, jaexi.wp, boobearyj.wp, shellarizal.blgspt, redgalaxyocean (aq lp wp ato blgspt)
ReplyDeleteHadoooohhhh kasian jae
ReplyDeleteGa bs koment ”silent”
oh......yunho mati saja keneraka
ReplyDeletesaki dari dulu ffn tu gosipnya mau ditutup tp nyatanya sampe sekarang g ditutup kan
bagiku itu hanya gosip
umma,, kasihan umma,, dasar chunie n yunho bodoh,,,
ReplyDeletehua,, aku senang bgt,, hari ini aku ultah, n tadi malam aku mimpi dipeluk junsu,, senang x dapat kado mimpi dari junsu,, hehe
Mau tanya apakah ini lanjutan dari cerita yang pertama?
ReplyDeleteNah kan, Yoochun baru nyesel kan sekarang..
ReplyDeleteLagian siy, sok tau!
Kyanya cm Junsu yg bisa nyelametin Jaejae tp itu Jaejae udh keburu disakitin sma Yunho.
Mudah2an semua baik2 aja..
Kasian bgt Jaejae...