"Kau tidak bisa membohongiku bitch!!",
Yoochun menggeram pelan.
"Meski dulu aku terpaksa membuatkan kontrak
tiga puluh juta won yang konyol itu, jangan kira aku akan membiarkanmu menyetir
Yunho untuk membuat kekonyolan lain yang merugikannya!!!"
"Anda salah paham!!", Jaejoong setengah
berteriak, semakin meronta dari cengkeraman Yoochun yang sangat keras.
"Kau yeoja yang menjual tubuhmu seharga tiga
puluh juta won", Yoochun mulai merapat ke tubuh Jaejoong.
“Aku mulai bertanya-tanya, apakah hargamu sepadan
dengan pelayananmu???"
“Andwe!!! Lepaskan saya!!!", Jaejoong mulai
berteriak membabi buta, berusaha melepaskan diri dari Yoochun yang semakin
gelap mata.
Namja itu mencengkeramnya kuat, mendorongnya ke
tembok dan berusaha menciumnya dengan kasar
Jaejoong meronta membabi buta, berusaha menghindari
ciuman itu sekuat tenaga, memalingkan kepalanya seperti orang gila, dia tak mau
disentuh Yoochun, dia tidak mau!!!!
Yunho!!! Yunho!!! Tolong aku!!!!
Sacrificio de Amor
©Kitahara
Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their Self
A Romantic Story About Jaejoong
©Santhy
Agatha
Junsu sedang duduk di ruang tamu rumahnya,
merenung.
Ada yang mengganjal di pikirannya, terus
mengganggu. Sesuatu yang diketahuinya sejak dulu tapi di lupakannya.
Sesuatu tentang Jaejoong, dia merasa dia seharusnya
mengetahui sesuatu tentang yeoja itu, tapi apa?
Apa itu Junsu?
Bukankah kau merasa sudah pernah mengenal yeoja itu
sebelumnya?
Sebelum yeoja itu bekerja di perusahaan ini?
Bukankah yeoja itu terasa begitu familiar?
Dengan gelisah Junsu berdiri, melangkah ke depan
lemari putih yang terpajang rapi di ruang tamunya....
Sebenarnya dia punya firasat Jaejoong berhubungan
dengan masa lalunya, masa lalu yang ingin dilupakannya, karena terlalu pedih
untuk diingatnya.
Kenangan tentang almarhum suaminya, Enhyuk.....
Dengan gemetar Junsu membuka laci lemari putih itu,
lalu mengeluarkan sebuah kotak putih yang tidak pernah disentuhnya sejak dua
tahun lalu.
Hati-hati dibukanya kotak itu dan dikeluarkannya
isinya, sebuah map tebal berisi berkas-berkas.
Junsu duduk, menarik napas panjang dan membuka map
itu, isinya adalah kliping, potongan berita-berita tentang tragedi dua tahun
lalu.
Tragedi kecelakaan beruntun di jalan tol yang
menewaskan Enhyuk suaminya.
Saat itu, dalam kesedihannya, Junsu mengumpulkan
semua berita yang memuat tentang tragedi itu, menjadikannya satu di dalam satu
map besar, memasukkannya ke kotak, dan menyimpannya, menyimpannya bersama
segenap kepedihan yang dia rasakan.
Sekarang dia membuka lagi kotak kepedihan itu,
hatinya terasa nyeri, tangannya gemetar ketika membuka halaman demi halaman.
Potongan artikel itu.
Sampai kemudian dia menemukan apa yang dia cari.
Gambar sosok itu persis sama, meski terlihat muda,
rapuh dan remuk redam, itu Jaejoong yang sama, di gambar artikel itu, dia
sedang menunduk mengenakan pakaian serba hitam di ruang tunggu sebuah rumah
sakit,
SELURUH
KELUARGA TEWAS MENJADI KORBAN TABRAKAN BERUNTUN
Begitu judul artikel itu,
Disitu dijelaskan bagaimana Jaejoong kehilangan
kedua orang tuanya dan ditinggalkan sebatang kara sendirian. Sedangkan
tunangannya, seorang pengacara bernama Shim Changmin terbaring koma tak
sadarkan diri.
Tunangan???
Koma???
Junsu membaca artikel itu dengan teliti, lalu
mengamati background rumah sakit pada gambar artikel Jaejoong itu.
Dia tahu rumah sakit ini karena pernah praktek
lapangan disana beberapa tahun lalu.
Dengan segera dia menelephone rumah sakit itu,
menggunakan berbagai koneksi profesi dokternya
untuk memperoleh info dari dokter- dokter yang dikenalnya, Junsu mencari
informasi sebanyak-banyaknya,
dan pada akhirnya menemukan kebenaran.
Kebenaran yang pasti akan menyentuh hati siapapun
yang mendengarnya. Bahkan matanyapun berkaca-kaca karena terharu.
Tiba-tiba Junsu teringat akan kata-kata Yoochun
ketika mereka makan siang bersama tadi, mengenai rencana namja itu untuk
memberi Jaejoong pelajaran....
Malam ini.....
Oh My God Sun!!
Dengan segera, seolah tersadarkan, Junsu segera
meraih dompet dan kunci mobilnya,
Dia harus mencegah Yoochun melakukan apapun
rencananya untuk memberi pelajaran pada Jaejoong!!
Yoochun sudah salah paham, dan apapun yang
dilakukan namja itu, dia pasti akan menyesal begitu mengetahui kenyataan yang
sebenarnya!!
Junsu harus mencegahnya sebelum terlambat!!
.
.
.
.
Tamu penting itu akhirnya pulang juga, beres sudah,
semua berjalan sesuai keinginannya.
Yunho mengacak rambutnya kesal,
Kalau begitu kenapa dia tidak merasa lega??
Kau tahu kenapa
Bisik suara hatinya,
Ah ya, aku tahu kenapa.
Yunho mengakuinya.
Jaejoong.
Cukup satu nama yang mewakili segalanya. Satu nama
yang sedari tadi menghantui pikirannya.
Dia masih marah pada Jaejoong, marah besar. Tapi
bahkan meskipun dia marah, dia tak ingin membuat Jaejoong sedih dengan
kemarahannya.
Sungguh ironis.
Yunho tersenyum sinis, menertawakan dirinya
sendiri.
Tanpa terasa , yeoja itu, Jaejoong telah menjadi
harta yang begitu berharga untuknya.
Tidak pernah dia secemas itu untuk siapapun,
seperti yang dia lakukan untuk Jaejoong kemarin malam,
Akuilah Yunho, kau menyayangi yeoja itu.
Suara hatinya menekannya lagi. Dan Yunho tidak membantahnya,
dia sudah terlalu lelah membantahnya.
Yeoja itu dengan sifat polos, jujur dan
kekanak-kanakannya telah menyentuh sisi hatinya yang tidak pernah diijinkan
tersentuh oleh siapapun.
Ah ya, Jaejoong pasti sudah menunggunya di
ruangannya. Tamu penting yang datang mendadak ini membuatnya terpaksa
menghubungi Yoochun agar menunggu di ruangannya kalau-kalau Jaejoong datang.
Membayangkan Jaejoong sedang menunggunya membuat
Yunho tergesa melangkah menaiki lift, menuju lantai pribadinya.
Dengan tenang dia membuka pintu ruangannya.
Pemandangan di depannya adalah pemandangan yang
tidak disangkanya sekaligus pemandangan yang paling tidak disukainya.
Yoochun sedang berdiri menekan Jaejoong ke tembok,
memeluknya erat-erat dan menciumnya, tubuh Jaejoong yang mungil tenggelam dalam
pelukannya.
Ketika menyadari pintu terbuka, Yoochun mengangkat
kepalanya, dan menatap Yunho yang terpaku di pintu, membeku seperti batu.
"Oh, hai hyung," Yoochun tersenyum,
mengusap bibirnya yang sedikit bengkak karena berciuman dengan kasar,
"Aku menawar yeojamu ini dengan harga beberapa
juta, dan dia bersedia menemaniku selama beberapa jam, boleh kan?"
Jaejoong yang masih berada dalam cengkeraman
Yoochun menjadi pucat pasi mendengar fitnah Yoochun yang begitu kejam.
Yunho tidak akan percaya kata-kata Yoochun kan?
Yunho tidak akan percaya kan?
Tapi ekspresi Yunho begitu susah dibaca, namja itu
seperti membeku.
"Dan kau tahu hyung, kau memang benar- benar
tidak rugi", Yoochun menyambung, menyeringai menghina kepada Jaejoong,
"Ciumannya lumayan WOW"
"Ani Yun!!", Jaejoong akhirnya berhasil
bersuara, mencoba membantah kata-kata Yunho, "Ani! Jangan percaya padanya
Yun!! Ya Tuhan!! Yunho!!!!"
Suara Jaejoong berubah menjadi jeritan ketika
dengan secepat kilat tanpa di duga-duga, Yunho menerjang Yoochun.
Menarik namja itu dengan kasar dari Jaejoong, lalu
menyarangkan pukulan keras di rahang Yoochun, kemudian di perutnya sampai
Yoochun terbungkuk-bungkuk menahan sakit,
Tetapi Yunho masih belum puas. Dia menyarangkan
lagi pukulan telak bertubi-tubi ke semua bagian tubuh Yoochun, tanpa memberi
Yoochun kesempatan melawan,
"Yunho!!! Stop!! Kumohon!! Kau bisa
membunuhnya!!", Jaejoong berteriak panik ketika Yunho menghajar Yoochun
seperti kesetanan.
Dan terus menghajarnya, terus tanpa henti tidak
peduli Yoochun sudah terkulai tanpa memberikan perlawanan. Aura membunuh
memancar dari mata Yunho, menakutkan.
"Jung Yunho!!!", Jaejoong menjerit sekuat
tenaga, berusaha mengembalikan akal sehat namja itu.
Kali ini berhasil, Yunho berhenti. Matanya nyalang,
napasnya terengah-engah.
Sedangkan kondisi Yoochun sungguh mengenaskan,
namja itu berbaring tak berdaya, wajahnya penuh darah, mungkin hidungnya patah.
Dan sepertinya dia tidak sadarkan diri.
"Oh my god son."
sebuah suara tercekat yang berasal dari pintu
membuat Jaejoong dan Yunho menoleh bersamaan, Junsu berdiri di sana, pucat
pasi.
Seolah disadarkan, Yunho langsung berdiri,
menghampiri Jaejoong dengan bara kemarahan yang membuat Jaejoong beringsut
menjauh.
Namja itu tidak peduli, dengan kasar dia menarik
lengan Jaejoong, setengah menyeretnya keluar ruangan.
"Sakit Yun", Jaejoong merintih karena
perlakuan kasar Yunho, tetapi namja itu tidak peduli, seolah tidak mendengar
apa yang diserukan Jaejoong.
Junsu berusaha menghentikan langkah Yunho,
"Yunho, kau harus mendengar penjelasanku,
semua ini......"
"Diam!!!", teriakan Yunho yang
menggelegar membuat suara Junsu tertelan kembali," Kau urus saja bajingan
disana itu sebelum dia mati kehabisan darah!! Dan begitu dia sadar, katakan
padanya bahwa dia dipecat!!"
Yunho menggeram marah sambil menyeret Jaejoong
menaiki lift.
meninggalkan Junsu yang masih berdiri terpaku,
bingung.
.
.
.
.
.
"Yunho! Semua yang Yoochun katakan itu
bohong!", Jaejoong berusaha menjelaskan ketika mereka sampai di apartemen,
dan namja itu masih menggelandangnya dengan kasar.
Tubuh Jaejoong dihempaskan dengan sangat kasar ke
tempat tidur.
"Dia bohong Yunho...", Jaejoong
tersengal, putus asa mencoba meyakinkan Yunho.
"Yoochun tidak pernah berbohong padaku",
jawab Yunho datar, tangannya bergerak membuka kancing bajunya.
"Dia bohong...kumohon percayalah", air
mata mulai mengalir di sudut mata Jaejoong.
"Tidak ada untungnya baginya berbohong
padaku."
"Ada!!!", jerit Jaejoong, "Dia
membenciku, dia ingin menyingkirkanku...."
"Wah...Kau pikir kau seberharga itu? Kau tidak
lebih dari pelacur kecil dengan tampilan tanpa dosa....Berapa dia membayarmu
untuk sebuah ciuman hah?! Satu juta won?? Dua juta?? Kau pikir kau bisa
mendapatkan uang keuntungan dari kami berdua??"
"Kumohon Yunho, kau tahu dia berbohong....Kumohon...Kumohon...Percayalah
padaku...", Jaejoong mulai panik ketika Yunho melepas kemejanya,
"Ke... Kenapa kau melepas pakaianmu?"
Dengan takut Jaejoong beringsut di ranjang mencoba
sejauh mungkin dari Yunho.
"Yah...Aku sudah pernah bilang kan?",
namja itu tersenyum kejam sambil mulai melepas ikat pinggangnya, tatapan
matanya tak lepas dari Jaejoong yang meringkuk ketakutan seperti sekor mangsa
yang menghadapi predator kejam.
"Seorang pelacur harus diperlakukan seperti
pelacur!", desis Yunho penuh penghinaan.
.
.
.
.
"Sakit", Yoochun mengernyit ketika Junsu
mengusap luka di bibirnya dengan kapas.
"Kau pantas mendapatkannya", gumam Junsu
tanpa perasaan, malah semakin kasar mengusap luka itu.
Mereka baru pulang dari rumah sakit, hidung Yoochun
patah, dan tiga tulang rusuknya retak sehinga harus ditahan dengan perban.
Belum lagi lebam lebam di tubuh dan mukanya. Mata Yoochun sudah mulai bengkak
membiru. Pukulan pukulan yang diberikan Yunho benar-benar brutal.
"Aku kan cuma membantu Yunho dengan
menunjukkan padanya kalau yeoja yang di peliharanya itu tidak lebih dari
seorang pelacur", Yoochun tampak kesusahan bicara, tapi ia masih membela
diri.
"Jangan sebut dia pelacur!!! Kau mungkin lebih
kotor darinya!", potong Junsu marah, melemparkan kapas yang di celup alkohol
itu ke samping, "Kau sudah bertindak kejam dan gegabah pada Jaejoong....
Ya Tuhan! Kau pasti akan menyesal begitu mengetahui semuanya!!"
"Mengetahui apa?", kali ini Yoochun mulai
cemas. Junsu tampak begitu marah sekaligus begitu sedih. Bertahun-tahun dia
mengenal Junsu, tak pernah yeoja itu tampak begitu dikuasai emosi. Kecuali pada
saat pemakaman Enhyuk.....
"Aku mulai ketakutan", gumam Yoochun
ketika Junsu tidak berkata apa-apa, "Mengetahui apa , Su-ie?"
"Kebenaran tentang Jaejoong", jawab Junsu
lirih lalu mendesah seolah-olah tak mampu melanjutkan penjelasannya,
"Mungkin kau harus melihat ini dulu."
Junsu mengambil bundelan artikel itu dari kotak
putihnya, membukanya dan meletakkannya di pangkuan Yoochun.
Begitu melihat foto yang menyertai artikel itu
Yoochun terhenyak, dan ketika membaca judul artikel itu yang ditulis dengan
huruf besar-besar, keringat dingin mengalir di dahinya.
Dan begitu selesai membaca keseluruhan artikel itu,
wajahnya benar-benar pucat pasi.
"Astaga.....", akhirnya Yoochun mampu
berkata-kata, suaranya lemah dan diliputi shock yang mendalam.
"Ah ya, astaga". Gumam Junsu mengejek,
"sekarang kau mengerti kan kenapa aku begitu membela Jaejoong?"
Yoochun memejamkan matanya, meringis merasakan
matanya yang sakit. Hidungnya sakit, bibirnya sakit, sekujur tubuhnya sakit.
Tapi yang paling sakit adalah hatinya. Penyesalan itu datang menghantamnya
tanpa ampun sehingga yang bisa dilakukan Yoochun hanya diam dan menahankan
sesak di dadanya.
Dia pantas mendapatkan ini!!!
"Jadi jaejoong melakukan ini semua karena
itu...", suara Yoochun diwarnai kesakitan,
lalu dia menatap Junsu penuh harap, berharap kalau
artikel ini salah. Sebab jika artikel ini benar, apapun yang dilakukan Yoochun
tadi benar-benar tak termaafkan, "apakah kau sudah memastikan kebenaran
artikel ini?"
Junsu menatap Yoochun tajam, tampak puas dengan
penyesalan Yoochun.
"Aku sudah memastikan ke rumah sakit itu.
Tunangannya, Shim Changmin masih terbaring koma disana dan belum pernah
sadarkan diri sejak dua tahun yang lalu. Kemarin Changmin telah menjalani
operasi ginjal, yang aku tahu biayanya amat mahal, hampir mencapai tiga puluh
juta won, dan sukses. Operasinya sukses, tapi namja itu masih belum
sadar", Junsu memalingkan wajah. Matanya tampak berkaca-kaca menahan haru.
"Aku bertanya tentang Jaejoong kepada
dokter-dokter di rumah sakit itu, dan rupanya kisah Jaejoong dan Changmin
seolah menjadi legenda sendiri di sana. Kisah seorang yeoja yang menunggu tunangannya terbangun tanpa
putus asa selama bertahun-tahun......"
Jadi karena itu. Kebenaran itu menghantam Yoochun
dengan telak. Jadi karena itu Jaejoong menjual dirinya. Jadi karena itu
Jaejoong mempunya hutang begitu besar diperusahaan,
Yoochun menatap Junsu nanar, lalu mengalihkan
tatapannya lagi ke atikel di depannya, dia mengernyit,
Shim Changmin...
Sebuah kebenaran langsung menghantamnya sekali
lagi, sangat keras dan tidak tanggung-tanggung.
“Aku mengenal Shim Changmin”, gumam Yoochun seolah
kesakitan.
.
.
.
.
.
To Be Continue
Anyong, para pengunjung setia rumah Saki...
menuruti keinginan Jaena, salah satu peninggal jejak... Un, lain kali pake nama aja ya, jangan anonim... kebanyakan anonim Saki jadi bingung, haha
Hayo lo, kira-kira apa yang bakalan terjadi pada YunJae setelah ini, heum?
ah, iya, kemaren ada yang tanya, apa yang akan Ahra lakuin setelah ini? Ahra cuma numpang lewat doang kok un, dia gak muncul lagi...
yang minta YoSu endingnya bersama, kalau lebih dari sepuluh orang yang minta, Saki mungkin akan jadiin mereka bersama, tapi mungkin nanti ceritanya jadi jelek, soalnya yang asli mereka cuma teman. dan kemampuan Saki menulis yang masih dibawah standard.
emang kalau mau ninggalin jejak dirumah Saki susah ya un, kok banyak banget yang bilang gitu ke Saki... apa yang salah dengan rumah Saki? hikz...hikz...
hasil diagnosis Jae? ah kok kamu teliti banget sih dear, Seneng deh punya pembaca macem kamu... di novel asli gak diurusin sih hasil dari sampel darah, hehe... anggep aja, hasilnya tidak ada yang salah ne... udah kelewat juga kalau Saki tiba2 masukin karangan Saki
ah, kemaren ada yang nanya ini FF panjangnya berapa chapt, hemm... kayaknya sih lebih panjang dari Salang, 25an mungkin, atau lebih? tapi gak lebih panjang dari Biiter kok...
Gomapta ya udah mau berkunjung ke rumah Saki, kalau gak sibuk pasti ocehan Saki bakal keluar kok, gak bisa diem malah, hehehe
tetep kunjungi rumah Saki, dan jangan lupa tinggalin jejak ne?
Saki sayang kalian, mmuuaacchhhhh......

Mungkin utk yoosu km tambahin aja saki tp ckp selipin kalo mereka semakin dkt aja, mslh jd ato g biar readers yg membayangkan #jelekkah saranq?? Hehehe...apa dech mw te2p ikut akhir ky novel ato g, percaya saki th mana yg lbh oke ^^
ReplyDeletehai saki .. seneng nya update cepet tapi masih tetep penasaran sama kelanjutannya ...
ReplyDeletesecara yunho marah banget aku pikir yun ga percaya sma yuchun mkanya mukulin yuchun eh tau nya ..... ga tau deh gimana nasib nya jae ntr
junsu dateng nya telat
telat ngasih tau yuchun
yuchun kenal sama changmin karna mereka sama2 pengacara
lanjuttt saki
semoga update kilat lagi <3<3<3<3<3
untuk yosu ..menurut ku mereka temenan aja saki
ReplyDeletesamain aja kaya di novel nya ...
apa ntr changmin bakalan saingan ama yunho buat dapetin jae secara nie cerita masih lumayan panjang ,,,,,
fighting saki ^__^
kita slalu nunggu kelanjutannya
wow.....baru nemu blog hebat....isinya bikin mules plus menguras emosi.....
ReplyDeletesalam kenal saki aku reders baru .....maaf baca ff nya ngebut g tinggalin jejak ...
tp aku yakin saki g marah to aku baca ff tanpa ninggalin jejak di setiap chap.....
oh saki boleh kah aku tanya sesuatu!!!
kebanyakan ff saki gender (GS)
Saki tidak suka yoi ya?????
lope lope dah buat saki
Saki selama ceritanya bagus semuanya dimakan kok...
Deletecuma, karena Saki belum bisa bayangin kalo namja sama namja NCan makanya utk cerita2 yang Saki remake Saki milih GS,
yunho,,,jj diapain ???
ReplyDeletetapi aq lebih khawatir gmna nnti klo yun tau ttg changmin.
persatukan yoosu ya saki....
kira2 changmin sadarnya kapan nih ?
klo gk sadar2 jg gk papa #dicekekMin
lanjuuuutttttttttt !!!!!!
fighting !!!!!!
saki mau komen lagi mau ngsih dikit saran... hehehe
ReplyDeletegmn klu blogmu dirapiin biar baca ff mu mudah #modus ;-)
seumpamanya ya
judul ff mu
salang ui ba
chap 1
chap 2
dan seterusnya
hehehehe maap ya reders barumu kebanyakan komplain
lope...lope saki
maksudnya dirapiin gimana un?
Deleteah, gak papa, Saki suka kok kalau dikasih masukan... hehe
ini awal mula klimaksnya ya?gak sabar nungguin chap selanjutnya.semangat author-ssi !!
ReplyDeleteAnyyeong~ melambai2.. apa khan ku bilang.. klo ada catatan saki d bawahnya. .jd ff ini berasa hidup. Dan langsung bnyk komen.
ReplyDeleteUntuk pr readers.. tolong donk tinggalin jejak d rumah saki,, sbgai apresiasi kt dg hadirny ff yg bagus ky gini. Salab satu yg bikin seorang author itu semangat jk ia bnyak mendapatkan respon dr para readers nya. So don't be silent readers again.
Whats... susah ninggalin jejak d rmh saki ? Hihihi..kata siapa.. enggak kok? Ini blog yg simpel mnrtku. Komen kt cm pke notifikasi mencocok kan huruf khan.. yg tulisan d atasny "buktikan kalau kamu bukan robot". Klo kalian ga ngerti sama tulisannya d samping itu ada icon "reload". Samapai muncul notif yg paling mudah (biasanya kombinasi angka).
So...ga susah kokk.. dan nih ya.. saki tidak memprotect ff ny lho...coba klo d protect dan bnyk aturan ky d blog lain.. pasti para readers tambah ngedumel gaje *ky gue* dan akhirnya ga komen.
Nah..karna kt bertamu di rmb saki sdh dimudahkan, pliss jdilah tamu yg baik. Permisi gt..okeee :-)
P.S : JAENNA selalu komen kok saki d sini ataw d ffn. Buasa pke anonim ..kekeke
Maksud Risky Yunita itu.. pake link saki.. jadi lbh simpel. Klo link cm muncul jdl chapters ny aja.. kg yg Risky tulis itu. Khan klo yg saki masih per chapters nya d backup sm judul doank. Link ny blm. Gituuu
ReplyDeleteAh ya skrg aku mau nyampain uneg2 ku tt chap 15 ini.
Skrg yoosu udh tau siapa jeje dan apa yg sebenernya jeje lakukam dg uang 35jt won itu..
Yunho ? Kapan tau?
Yoochun tau changmim ? Kok kayanya Yoochun ga suka Changmin. Mereka sama2 pengacara khan..
P.S: yoochun dan junau musti wajib kudu bersana.. pokokny Saki selipin aja moment kedekatan mrk. Aku percaya Saki bisa. FAITHING !! #maksasambilngepalintangankeatas
macem dictionary gitu kah?
DeleteYups.. ntr kf tinggal klik menu . aq pernah bc d blogny eonny raing.. yahh.. ntr saki liat aja
DeleteKlik fanfiction galaxy red ocean yunjae
Itu ff yunjae yaoi yg paling menyentuh..dan romantis.. saki bs liaf d situ
Nahh.. coba klik ini..kurang lbh ky gini yg d mksud Rizky itu..
Deletehttp://fanfictiongalaxyredocean.wordpress.com/fan-fic-list/thorny-fate/
Ini ff recoment lho.. kt authorny berddasarkan kisah nyata hubungan percintaan temanny..tp dikembangkan.
Slh satu fav aq..hihihi
mian baru bisa komen disini m(_ _)m
ReplyDeleteMenurutku waktu diranjang ketika jae memanggil nama chami lebih sensual kalo dia bilang "changmin-ah~" dibanding "minnie" anw thx for lightning update :)
Sakiiiiii kpn penderitan jaeUmma berakhiiiirrr ;(
ReplyDeleteOia mu tanya kira2 JaeUmma H A M I L ga, cz pnasaran nehhh
Sakii d tunggu chap selanjut'y
Fighting (ง'̀⌣'́)ง
oke chunnie,, knapa kau mebuat semua x jadci sulit? kasihan jaeumma..
ReplyDeleteSuka dgn ceritanya. Bahasanya ringan dan tidak membosankan.. malah bikin kita jd addicted ��
ReplyDeleteSaki semangat yah... you are so talented ....
Entah kenapa aku selalu nangis tiap baca cerita ini, seolah2 aku bisa merasakan apa yang di alami jaejoong...
ReplyDeletePengen cekik Yoochun rasanya!!
ReplyDeleteSayang bgt Junsu dtgnya telat.
Ternyata bener perkiraanku, suaminya Junsu ngalamin kecelakaan yg sama, sma keluarganya Jaejae & Changmin.