Thursday, March 27

[Remake] Sacrificio de Amor Chapter XV


"Kau tidak bisa membohongiku bitch!!", Yoochun menggeram pelan.
"Meski dulu aku terpaksa membuatkan kontrak tiga puluh juta won yang konyol itu, jangan kira aku akan membiarkanmu menyetir Yunho untuk membuat kekonyolan lain yang merugikannya!!!"
"Anda salah paham!!", Jaejoong setengah berteriak, semakin meronta dari cengkeraman Yoochun yang sangat keras.
"Kau yeoja yang menjual tubuhmu seharga tiga puluh juta won", Yoochun mulai merapat ke tubuh Jaejoong.
“Aku mulai bertanya-tanya, apakah hargamu sepadan dengan pelayananmu???"
“Andwe!!! Lepaskan saya!!!", Jaejoong mulai berteriak membabi buta, berusaha melepaskan diri dari Yoochun yang semakin gelap mata.
Namja itu mencengkeramnya kuat, mendorongnya ke tembok dan berusaha menciumnya dengan kasar
Jaejoong meronta membabi buta, berusaha menghindari ciuman itu sekuat tenaga, memalingkan kepalanya seperti orang gila, dia tak mau disentuh Yoochun, dia tidak mau!!!!
Yunho!!! Yunho!!! Tolong aku!!!!

Sacrificio de Amor
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their Self
A Romantic Story About Jaejoong
©Santhy Agatha
Junsu sedang duduk di ruang tamu rumahnya, merenung.
Ada yang mengganjal di pikirannya, terus mengganggu. Sesuatu yang diketahuinya sejak dulu tapi di lupakannya.
Sesuatu tentang Jaejoong, dia merasa dia seharusnya mengetahui sesuatu tentang yeoja itu, tapi apa?
Apa itu Junsu?
Bukankah kau merasa sudah pernah mengenal yeoja itu sebelumnya?
Sebelum yeoja itu bekerja di perusahaan ini?
Bukankah yeoja itu terasa begitu familiar?
Dengan gelisah Junsu berdiri, melangkah ke depan lemari putih yang terpajang rapi di ruang tamunya....
Sebenarnya dia punya firasat Jaejoong berhubungan dengan masa lalunya, masa lalu yang ingin dilupakannya, karena terlalu pedih untuk diingatnya.
Kenangan tentang almarhum suaminya, Enhyuk.....
Dengan gemetar Junsu membuka laci lemari putih itu, lalu mengeluarkan sebuah kotak putih yang tidak pernah disentuhnya sejak dua tahun lalu.
Hati-hati dibukanya kotak itu dan dikeluarkannya isinya, sebuah map tebal berisi berkas-berkas.
Junsu duduk, menarik napas panjang dan membuka map itu, isinya adalah kliping, potongan berita-berita tentang tragedi dua tahun lalu.
Tragedi kecelakaan beruntun di jalan tol yang menewaskan Enhyuk suaminya.
Saat itu, dalam kesedihannya, Junsu mengumpulkan semua berita yang memuat tentang tragedi itu, menjadikannya satu di dalam satu map besar, memasukkannya ke kotak, dan menyimpannya, menyimpannya bersama segenap kepedihan yang dia rasakan.
Sekarang dia membuka lagi kotak kepedihan itu, hatinya terasa nyeri, tangannya gemetar ketika membuka halaman demi halaman. Potongan artikel itu.
Sampai kemudian dia menemukan apa yang dia cari.
Gambar sosok itu persis sama, meski terlihat muda, rapuh dan remuk redam, itu Jaejoong yang sama, di gambar artikel itu, dia sedang menunduk mengenakan pakaian serba hitam di ruang tunggu sebuah rumah sakit,
SELURUH KELUARGA TEWAS MENJADI KORBAN TABRAKAN BERUNTUN
Begitu judul artikel itu,
Disitu dijelaskan bagaimana Jaejoong kehilangan kedua orang tuanya dan ditinggalkan sebatang kara sendirian. Sedangkan tunangannya, seorang pengacara bernama Shim Changmin terbaring koma tak sadarkan diri.
Tunangan???
Koma???
Junsu membaca artikel itu dengan teliti, lalu mengamati background rumah sakit pada gambar artikel Jaejoong itu.
Dia tahu rumah sakit ini karena pernah praktek lapangan disana beberapa tahun lalu.
Dengan segera dia menelephone rumah sakit itu, menggunakan berbagai koneksi profesi dokternya  untuk memperoleh info dari dokter- dokter yang dikenalnya, Junsu mencari informasi sebanyak-banyaknya,
dan pada akhirnya menemukan kebenaran.
Kebenaran yang pasti akan menyentuh hati siapapun yang mendengarnya. Bahkan matanyapun berkaca-kaca karena terharu.
Tiba-tiba Junsu teringat akan kata-kata Yoochun ketika mereka makan siang bersama tadi, mengenai rencana namja itu untuk memberi Jaejoong pelajaran....
Malam ini.....
Oh My God Sun!!
Dengan segera, seolah tersadarkan, Junsu segera meraih dompet dan kunci mobilnya,
Dia harus mencegah Yoochun melakukan apapun rencananya untuk memberi pelajaran pada Jaejoong!!
Yoochun sudah salah paham, dan apapun yang dilakukan namja itu, dia pasti akan menyesal begitu mengetahui kenyataan yang sebenarnya!!
Junsu harus mencegahnya sebelum terlambat!!
.
.
.
.
Tamu penting itu akhirnya pulang juga, beres sudah, semua berjalan sesuai keinginannya.
Yunho mengacak rambutnya kesal,
Kalau begitu kenapa dia tidak merasa lega??
Kau tahu kenapa
Bisik suara hatinya,
Ah ya, aku tahu kenapa.
Yunho mengakuinya.
Jaejoong.
Cukup satu nama yang mewakili segalanya. Satu nama yang sedari tadi menghantui pikirannya.
Dia masih marah pada Jaejoong, marah besar. Tapi bahkan meskipun dia marah, dia tak ingin membuat Jaejoong sedih dengan kemarahannya.
Sungguh ironis.
Yunho tersenyum sinis, menertawakan dirinya sendiri.
Tanpa terasa , yeoja itu, Jaejoong telah menjadi harta yang begitu berharga untuknya.
Tidak pernah dia secemas itu untuk siapapun, seperti yang dia lakukan untuk Jaejoong kemarin malam,
Akuilah Yunho, kau menyayangi yeoja itu.
Suara hatinya menekannya lagi. Dan Yunho tidak membantahnya, dia sudah terlalu lelah membantahnya.
Yeoja itu dengan sifat polos, jujur dan kekanak-kanakannya telah menyentuh sisi hatinya yang tidak pernah diijinkan tersentuh oleh siapapun.
Ah ya, Jaejoong pasti sudah menunggunya di ruangannya. Tamu penting yang datang mendadak ini membuatnya terpaksa menghubungi Yoochun agar menunggu di ruangannya kalau-kalau Jaejoong datang.
Membayangkan Jaejoong sedang menunggunya membuat Yunho tergesa melangkah menaiki lift, menuju lantai pribadinya.
Dengan tenang dia membuka pintu ruangannya.
Pemandangan di depannya adalah pemandangan yang tidak disangkanya sekaligus pemandangan yang paling tidak disukainya.
Yoochun sedang berdiri menekan Jaejoong ke tembok, memeluknya erat-erat dan menciumnya, tubuh Jaejoong yang mungil tenggelam dalam pelukannya.
Ketika menyadari pintu terbuka, Yoochun mengangkat kepalanya, dan menatap Yunho yang terpaku di pintu,  membeku seperti batu.
"Oh, hai hyung," Yoochun tersenyum, mengusap bibirnya yang sedikit bengkak karena berciuman dengan kasar,
"Aku menawar yeojamu ini dengan harga beberapa juta, dan dia bersedia menemaniku selama beberapa jam, boleh kan?"
Jaejoong yang masih berada dalam cengkeraman Yoochun menjadi pucat pasi mendengar fitnah Yoochun yang begitu kejam.
Yunho tidak akan percaya kata-kata Yoochun kan? Yunho tidak akan percaya kan?
Tapi ekspresi Yunho begitu susah dibaca, namja itu seperti membeku.
"Dan kau tahu hyung, kau memang benar- benar tidak rugi", Yoochun menyambung, menyeringai menghina kepada Jaejoong, "Ciumannya lumayan WOW"
"Ani Yun!!", Jaejoong akhirnya berhasil bersuara, mencoba membantah kata-kata Yunho, "Ani! Jangan percaya padanya Yun!! Ya Tuhan!! Yunho!!!!"
Suara Jaejoong berubah menjadi jeritan ketika dengan secepat kilat tanpa di duga-duga, Yunho menerjang Yoochun.
Menarik namja itu dengan kasar dari Jaejoong, lalu menyarangkan pukulan keras di rahang Yoochun, kemudian di perutnya sampai Yoochun terbungkuk-bungkuk menahan sakit,
Tetapi Yunho masih belum puas. Dia menyarangkan lagi pukulan telak bertubi-tubi ke semua bagian tubuh Yoochun, tanpa memberi Yoochun kesempatan melawan,
"Yunho!!! Stop!! Kumohon!! Kau bisa membunuhnya!!", Jaejoong berteriak panik ketika Yunho menghajar Yoochun seperti kesetanan.
Dan terus menghajarnya, terus tanpa henti tidak peduli Yoochun sudah terkulai tanpa memberikan perlawanan. Aura membunuh memancar dari mata Yunho, menakutkan.
"Jung Yunho!!!", Jaejoong menjerit sekuat tenaga, berusaha mengembalikan akal sehat namja itu.
Kali ini berhasil, Yunho berhenti. Matanya nyalang, napasnya terengah-engah.
Sedangkan kondisi Yoochun sungguh mengenaskan, namja itu berbaring tak berdaya, wajahnya penuh darah, mungkin hidungnya patah. Dan sepertinya dia tidak sadarkan diri.
"Oh my god son."
sebuah suara tercekat yang berasal dari pintu membuat Jaejoong dan Yunho menoleh bersamaan, Junsu berdiri di sana, pucat pasi.
Seolah disadarkan, Yunho langsung berdiri, menghampiri Jaejoong dengan bara kemarahan yang membuat Jaejoong beringsut menjauh.
Namja itu tidak peduli, dengan kasar dia menarik lengan Jaejoong, setengah menyeretnya keluar ruangan.
"Sakit Yun", Jaejoong merintih karena perlakuan kasar Yunho, tetapi namja itu tidak peduli, seolah tidak mendengar apa yang diserukan Jaejoong.
Junsu berusaha menghentikan langkah Yunho,
"Yunho, kau harus mendengar penjelasanku, semua ini......"
"Diam!!!", teriakan Yunho yang menggelegar membuat suara Junsu tertelan kembali," Kau urus saja bajingan disana itu sebelum dia mati kehabisan darah!! Dan begitu dia sadar, katakan padanya bahwa dia dipecat!!"
Yunho menggeram marah sambil menyeret Jaejoong menaiki lift.
meninggalkan Junsu yang masih berdiri terpaku, bingung.
.
.
.
.
.
"Yunho! Semua yang Yoochun katakan itu bohong!", Jaejoong berusaha menjelaskan ketika mereka sampai di apartemen, dan namja itu masih menggelandangnya dengan kasar.
Tubuh Jaejoong dihempaskan dengan sangat kasar ke tempat tidur.
"Dia bohong Yunho...", Jaejoong tersengal, putus asa mencoba meyakinkan Yunho.
"Yoochun tidak pernah berbohong padaku", jawab Yunho datar, tangannya bergerak membuka kancing bajunya.
"Dia bohong...kumohon percayalah", air mata mulai mengalir di sudut mata Jaejoong.
"Tidak ada untungnya baginya berbohong padaku."
"Ada!!!", jerit Jaejoong, "Dia membenciku, dia ingin menyingkirkanku...."
"Wah...Kau pikir kau seberharga itu? Kau tidak lebih dari pelacur kecil dengan tampilan tanpa dosa....Berapa dia membayarmu untuk sebuah ciuman hah?! Satu juta won?? Dua juta?? Kau pikir kau bisa mendapatkan uang keuntungan dari kami berdua??"
"Kumohon Yunho, kau tahu dia berbohong....Kumohon...Kumohon...Percayalah padaku...", Jaejoong mulai panik ketika Yunho melepas kemejanya, "Ke... Kenapa kau melepas pakaianmu?"
Dengan takut Jaejoong beringsut di ranjang mencoba sejauh mungkin dari Yunho.
"Yah...Aku sudah pernah bilang kan?", namja itu tersenyum kejam sambil mulai melepas ikat pinggangnya, tatapan matanya tak lepas dari Jaejoong yang meringkuk ketakutan seperti sekor mangsa yang menghadapi predator kejam.
"Seorang pelacur harus diperlakukan seperti pelacur!", desis Yunho penuh penghinaan.
.
.
.
.
"Sakit", Yoochun mengernyit ketika Junsu mengusap luka di bibirnya dengan kapas.
"Kau pantas mendapatkannya", gumam Junsu tanpa perasaan, malah semakin kasar mengusap luka itu.
Mereka baru pulang dari rumah sakit, hidung Yoochun patah, dan tiga tulang rusuknya retak sehinga harus ditahan dengan perban. Belum lagi lebam lebam di tubuh dan mukanya. Mata Yoochun sudah mulai bengkak membiru. Pukulan pukulan yang diberikan Yunho benar-benar brutal.
"Aku kan cuma membantu Yunho dengan menunjukkan padanya kalau yeoja yang di peliharanya itu tidak lebih dari seorang pelacur", Yoochun tampak kesusahan bicara, tapi ia masih membela diri.
"Jangan sebut dia pelacur!!! Kau mungkin lebih kotor darinya!", potong Junsu marah, melemparkan kapas yang di celup alkohol itu ke samping, "Kau sudah bertindak kejam dan gegabah pada Jaejoong.... Ya Tuhan! Kau pasti akan menyesal begitu mengetahui semuanya!!"
"Mengetahui apa?", kali ini Yoochun mulai cemas. Junsu tampak begitu marah sekaligus begitu sedih. Bertahun-tahun dia mengenal Junsu, tak pernah yeoja itu tampak begitu dikuasai emosi. Kecuali pada saat pemakaman Enhyuk.....
"Aku mulai ketakutan", gumam Yoochun ketika Junsu tidak berkata apa-apa, "Mengetahui apa , Su-ie?"
"Kebenaran tentang Jaejoong", jawab Junsu lirih lalu mendesah seolah-olah tak mampu melanjutkan penjelasannya, "Mungkin kau harus melihat ini dulu."
Junsu mengambil bundelan artikel itu dari kotak putihnya, membukanya dan meletakkannya di pangkuan Yoochun.
Begitu melihat foto yang menyertai artikel itu Yoochun terhenyak, dan ketika membaca judul artikel itu yang ditulis dengan huruf besar-besar, keringat dingin mengalir di dahinya.
Dan begitu selesai membaca keseluruhan artikel itu, wajahnya benar-benar pucat pasi.
"Astaga.....", akhirnya Yoochun mampu berkata-kata, suaranya lemah dan diliputi shock yang mendalam.
"Ah ya, astaga". Gumam Junsu mengejek, "sekarang kau mengerti kan kenapa aku begitu membela Jaejoong?"
Yoochun memejamkan matanya, meringis merasakan matanya yang sakit. Hidungnya sakit, bibirnya sakit, sekujur tubuhnya sakit. Tapi yang paling sakit adalah hatinya. Penyesalan itu datang menghantamnya tanpa ampun sehingga yang bisa dilakukan Yoochun hanya diam dan menahankan sesak di dadanya.
Dia pantas mendapatkan ini!!!
"Jadi jaejoong melakukan ini semua karena itu...", suara Yoochun diwarnai kesakitan,
lalu dia menatap Junsu penuh harap, berharap kalau artikel ini salah. Sebab jika artikel ini benar, apapun yang dilakukan Yoochun tadi benar-benar tak termaafkan, "apakah kau sudah memastikan kebenaran artikel ini?"
Junsu menatap Yoochun tajam, tampak puas dengan penyesalan Yoochun.
"Aku sudah memastikan ke rumah sakit itu. Tunangannya, Shim Changmin masih terbaring koma disana dan belum pernah sadarkan diri sejak dua tahun yang lalu. Kemarin Changmin telah menjalani operasi ginjal, yang aku tahu biayanya amat mahal, hampir mencapai tiga puluh juta won, dan sukses. Operasinya sukses, tapi namja itu masih belum sadar", Junsu memalingkan wajah. Matanya tampak berkaca-kaca menahan haru.
"Aku bertanya tentang Jaejoong kepada dokter-dokter di rumah sakit itu, dan rupanya kisah Jaejoong dan Changmin seolah menjadi legenda sendiri di sana. Kisah seorang yeoja  yang menunggu tunangannya terbangun tanpa putus asa selama bertahun-tahun......"
Jadi karena itu. Kebenaran itu menghantam Yoochun dengan telak. Jadi karena itu Jaejoong menjual dirinya. Jadi karena itu Jaejoong mempunya hutang begitu besar diperusahaan,
Yoochun menatap Junsu nanar, lalu mengalihkan tatapannya lagi ke atikel di depannya, dia mengernyit,
Shim Changmin...
Sebuah kebenaran langsung menghantamnya sekali lagi, sangat keras dan tidak tanggung-tanggung.
“Aku mengenal Shim Changmin”, gumam Yoochun seolah kesakitan.
.
.
.
.
.
To Be Continue
Anyong, para pengunjung setia rumah Saki...
menuruti keinginan Jaena, salah satu peninggal jejak... Un, lain kali pake nama aja ya, jangan anonim... kebanyakan anonim Saki jadi bingung, haha
Hayo lo, kira-kira apa yang bakalan terjadi pada YunJae setelah ini, heum?
ah, iya, kemaren ada yang tanya, apa yang akan Ahra lakuin setelah ini? Ahra cuma numpang lewat doang kok un, dia gak muncul lagi...
yang minta YoSu endingnya bersama, kalau lebih dari sepuluh orang yang minta, Saki mungkin akan jadiin mereka bersama, tapi mungkin nanti ceritanya jadi jelek, soalnya yang asli mereka cuma teman. dan kemampuan Saki menulis yang masih dibawah standard.
emang kalau mau ninggalin jejak dirumah Saki susah ya un, kok banyak banget yang bilang gitu ke Saki... apa yang salah dengan rumah Saki? hikz...hikz...
hasil diagnosis Jae? ah kok kamu teliti banget sih dear, Seneng deh punya pembaca macem kamu... di novel asli gak diurusin sih hasil dari sampel darah, hehe... anggep aja, hasilnya tidak ada yang salah ne... udah kelewat juga kalau Saki tiba2 masukin karangan Saki
ah, kemaren ada yang nanya ini FF panjangnya berapa chapt, hemm... kayaknya sih lebih panjang dari Salang, 25an mungkin, atau lebih? tapi gak lebih panjang dari Biiter kok...
Gomapta ya udah mau berkunjung ke rumah Saki, kalau gak sibuk pasti ocehan Saki bakal keluar kok, gak bisa diem malah, hehehe
tetep kunjungi rumah Saki, dan jangan lupa tinggalin jejak ne?
Saki sayang kalian, mmuuaacchhhhh......

20 comments:

  1. Mungkin utk yoosu km tambahin aja saki tp ckp selipin kalo mereka semakin dkt aja, mslh jd ato g biar readers yg membayangkan #jelekkah saranq?? Hehehe...apa dech mw te2p ikut akhir ky novel ato g, percaya saki th mana yg lbh oke ^^

    ReplyDelete
  2. hai saki .. seneng nya update cepet tapi masih tetep penasaran sama kelanjutannya ...
    secara yunho marah banget aku pikir yun ga percaya sma yuchun mkanya mukulin yuchun eh tau nya ..... ga tau deh gimana nasib nya jae ntr
    junsu dateng nya telat
    telat ngasih tau yuchun
    yuchun kenal sama changmin karna mereka sama2 pengacara
    lanjuttt saki
    semoga update kilat lagi <3<3<3<3<3

    ReplyDelete
  3. untuk yosu ..menurut ku mereka temenan aja saki
    samain aja kaya di novel nya ...
    apa ntr changmin bakalan saingan ama yunho buat dapetin jae secara nie cerita masih lumayan panjang ,,,,,
    fighting saki ^__^
    kita slalu nunggu kelanjutannya

    ReplyDelete
  4. Anonymous5:28 PM

    wow.....baru nemu blog hebat....isinya bikin mules plus menguras emosi.....

    salam kenal saki aku reders baru .....maaf baca ff nya ngebut g tinggalin jejak ...

    tp aku yakin saki g marah to aku baca ff tanpa ninggalin jejak di setiap chap.....

    oh saki boleh kah aku tanya sesuatu!!!
    kebanyakan ff saki gender (GS)
    Saki tidak suka yoi ya?????


    lope lope dah buat saki

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saki selama ceritanya bagus semuanya dimakan kok...
      cuma, karena Saki belum bisa bayangin kalo namja sama namja NCan makanya utk cerita2 yang Saki remake Saki milih GS,

      Delete
  5. yunho,,,jj diapain ???
    tapi aq lebih khawatir gmna nnti klo yun tau ttg changmin.

    persatukan yoosu ya saki....

    kira2 changmin sadarnya kapan nih ?
    klo gk sadar2 jg gk papa #dicekekMin

    lanjuuuutttttttttt !!!!!!
    fighting !!!!!!

    ReplyDelete
  6. Anonymous8:27 PM

    saki mau komen lagi mau ngsih dikit saran... hehehe
    gmn klu blogmu dirapiin biar baca ff mu mudah #modus ;-)
    seumpamanya ya
    judul ff mu
    salang ui ba
    chap 1
    chap 2
    dan seterusnya

    hehehehe maap ya reders barumu kebanyakan komplain

    lope...lope saki

    ReplyDelete
    Replies
    1. maksudnya dirapiin gimana un?
      ah, gak papa, Saki suka kok kalau dikasih masukan... hehe

      Delete
  7. ini awal mula klimaksnya ya?gak sabar nungguin chap selanjutnya.semangat author-ssi !!

    ReplyDelete
  8. Jaenna ♥9:19 PM

    Anyyeong~ melambai2.. apa khan ku bilang.. klo ada catatan saki d bawahnya. .jd ff ini berasa hidup. Dan langsung bnyk komen.

    Untuk pr readers.. tolong donk tinggalin jejak d rumah saki,, sbgai apresiasi kt dg hadirny ff yg bagus ky gini. Salab satu yg bikin seorang author itu semangat jk ia bnyak mendapatkan respon dr para readers nya. So don't be silent readers again.
    Whats... susah ninggalin jejak d rmh saki ? Hihihi..kata siapa.. enggak kok? Ini blog yg simpel mnrtku. Komen kt cm pke notifikasi mencocok kan huruf khan.. yg tulisan d atasny "buktikan kalau kamu bukan robot". Klo kalian ga ngerti sama tulisannya d samping itu ada icon "reload". Samapai muncul notif yg paling mudah (biasanya kombinasi angka).
    So...ga susah kokk.. dan nih ya.. saki tidak memprotect ff ny lho...coba klo d protect dan bnyk aturan ky d blog lain.. pasti para readers tambah ngedumel gaje *ky gue* dan akhirnya ga komen.

    Nah..karna kt bertamu di rmb saki sdh dimudahkan, pliss jdilah tamu yg baik. Permisi gt..okeee :-)

    P.S : JAENNA selalu komen kok saki d sini ataw d ffn. Buasa pke anonim ..kekeke

    ReplyDelete
  9. Jaenna ♥9:31 PM

    Maksud Risky Yunita itu.. pake link saki.. jadi lbh simpel. Klo link cm muncul jdl chapters ny aja.. kg yg Risky tulis itu. Khan klo yg saki masih per chapters nya d backup sm judul doank. Link ny blm. Gituuu

    Ah ya skrg aku mau nyampain uneg2 ku tt chap 15 ini.
    Skrg yoosu udh tau siapa jeje dan apa yg sebenernya jeje lakukam dg uang 35jt won itu..
    Yunho ? Kapan tau?
    Yoochun tau changmim ? Kok kayanya Yoochun ga suka Changmin. Mereka sama2 pengacara khan..

    P.S: yoochun dan junau musti wajib kudu bersana.. pokokny Saki selipin aja moment kedekatan mrk. Aku percaya Saki bisa. FAITHING !! #maksasambilngepalintangankeatas

    ReplyDelete
    Replies
    1. macem dictionary gitu kah?

      Delete
    2. Jaenna ♥10:28 PM

      Yups.. ntr kf tinggal klik menu . aq pernah bc d blogny eonny raing.. yahh.. ntr saki liat aja
      Klik fanfiction galaxy red ocean yunjae
      Itu ff yunjae yaoi yg paling menyentuh..dan romantis.. saki bs liaf d situ

      Delete
    3. Jaenna♥10:38 PM

      Nahh.. coba klik ini..kurang lbh ky gini yg d mksud Rizky itu..
      http://fanfictiongalaxyredocean.wordpress.com/fan-fic-list/thorny-fate/

      Ini ff recoment lho.. kt authorny berddasarkan kisah nyata hubungan percintaan temanny..tp dikembangkan.
      Slh satu fav aq..hihihi

      Delete
  10. Anonymous10:22 PM

    mian baru bisa komen disini m(_ _)m
    Menurutku waktu diranjang ketika jae memanggil nama chami lebih sensual kalo dia bilang "changmin-ah~" dibanding "minnie" anw thx for lightning update :)

    ReplyDelete
  11. Anonymous1:55 PM

    Sakiiiiii kpn penderitan jaeUmma berakhiiiirrr ;(

    Oia mu tanya kira2 JaeUmma H A M I L ga, cz pnasaran nehhh

    Sakii d tunggu chap selanjut'y

    Fighting (ง'̀⌣'́)ง

    ReplyDelete
  12. jaejae2:07 PM

    oke chunnie,, knapa kau mebuat semua x jadci sulit? kasihan jaeumma..

    ReplyDelete
  13. Anonymous11:35 AM

    Suka dgn ceritanya. Bahasanya ringan dan tidak membosankan.. malah bikin kita jd addicted ��
    Saki semangat yah... you are so talented ....

    ReplyDelete
  14. Entah kenapa aku selalu nangis tiap baca cerita ini, seolah2 aku bisa merasakan apa yang di alami jaejoong...

    ReplyDelete
  15. Pengen cekik Yoochun rasanya!!
    Sayang bgt Junsu dtgnya telat.
    Ternyata bener perkiraanku, suaminya Junsu ngalamin kecelakaan yg sama, sma keluarganya Jaejae & Changmin.

    ReplyDelete