"Buatkan aku satu ya"
Jaejoong
menoleh mendengar permintaan Yunho,
"Memangnya
kau mau?", tanyanya ragu.
Namja
itu mengangkat bahunya,
"Siapa
tahu? Lagipula aku lapar sekali, setelah menyelesaijan urusan rumah, aku
langsung kemari, kau kan masih penyesuaian diri disini, jadi aku ingin melihat
kondisimu."
“Dasar perayu ulung,” Jaejoong memaki dalam
hati, orang seperti Yunho tidak segan-segan memanipulasi pikiran yeoja agar mau melakukan apapun yang
dia inginkan, pura-pura mengkuatirkanku, huh!
Yunho
masih berdiri di belakangnya, napasnya terasa hangat di ubun-ubunnya karena
Yunho memang jauh lebih tinggi dibanding Jaejoong, tiba-tiba saja, tangan namja
itu ,mencengkeram pundak Jaejoong mendekatkannya ke belakang, kepalanya turun
dan bibirnya mengecup leher Jaejoong dari samping dengan kecupan selembut bulu
dan panas, sehingga tubuh Jaejoong bagaikan disetrum dari ujung kepala sampai
ujung kaki.
"Aku
menunggu di sofa ya, kita makan disana saja", gumam Yunho pelan, lalu
melangkah pergi meninggalkan Jaejoong di dapur, yang mencoba menetralkan
nafasnya.
Sacrificio de Amor
©Kitahara
Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their
Self
A Romantic Story About Serena
©Santhy
Agatha
Namja
itu makan seperti biasa, dengan elegan. Sedangkan Jaejoong tidak bisa
berkonsentrasi pada makanannya, dia tidak bisa mengalihkan tatapannya dari
Yunho.
Ternyata
Yunho tidak begitu pemilih dalam hal makanan, dari penampilan dan gayanya,
kelihatannya namja itu hanya mau makan makanan tertentu dan yang pasti kelas
atas, tak disangka dia bisa duduk santai di sofa menikmati sepiring omelet
sederhana.
"Wae?",
Yunho tiba-tiba menatap tajam setelah suapan terahkirnya, dia merasakan tatapan
Jaejoong selama dia makan,
Jaejoong
langsung menundukkan kepalanya gugup,
"Ah..
a..ani…."
Yunho
tersenyum,
"Pasti
kau heran kenapa aku makan dengan lahap masakanmu kan?",
Dia
lalu meletakkan piringnya, "masakanmu terlalu enak untuk dilewatkan Jae.",
Yunho
mengangkat bahunya, "kuakui memang aku terbiasa dengan makanan berkualitas
dan bercitarasa tinggi, karena sejak kecil aku sudah terbiasa dengan itu.
Dirumah eomma dan appaku ada chef yang memang ditugaskan untuk memasak disana.
Dirumahku juga sama. Tapi kadangkala, aku bosan, masakan sederhana seperti
buatanmu menurutku juga enak."
Dengan
santai namja itu berdiri lalu menuang kopi dari poci di atas meja minuman, dan
menyesapnya ringan.
"Apa
makanan favoritmu?",
“Kimchi.
Wae? Kau mau memasakkan kimchi untukku?”
“Eh?”
“Akan
kumakan apapun yang kau masakkan untukku.” Yunho mengedipkan sebelah matanya,
menggoda Jaejoong.
Jaejoong
menunduk, entah kenapa Yunho yang santai dan ramah ini lebih membuatnya merasa
nyaman, dibandingkan Yunho yang kaku dan dingin di kantor,
"Habiskan
makananmu, setelah itu kita pindah ke ruang baca, kau bisa membaca atau melihat
televisi, ada beberapa pekerjaan lagi yang harus kuselesaikan.
Jaejoong
segera menyelesaikan makannya dan
mencuci piring sementara Yunho membuat kopi untuk dirinya dan Jaejoong, dan
membawanya ke ruang baca,
Dengan
enggan Jaejoong menyusul ke ruang baca, Yunho sedang duduk di sofa, menghadap
notebooknya dan tampak Serius, dia hanya melihat sekilas pada Jaejoong,
"Duduklah,
minum kopimu", gumamnya, lalu kembali serius lagi menghadap notebooknya.
Jaejoong
sebenarnya mengantuk, tapi dia tidak enak kalau harus masuk kamar duluan,
apalagi apartemen ini hanya mempunyai satu kamar yang luas, kamar lain hanya
kecil dan diperuntukkan sebagai kamar pembantu, Jaejoong tidak tahu, apakah
Yunho akan menginap ataupun pulang, dia sama sekali tidak mengatakan
rencananya.
Jaejoong
meminum kopinya, lalu duduk di sofa di seberang Yunho, dia mengambil sebuah
majalah dan membacanya sambil menenggelamkan tubuhnya di sofa.
Bacaan
itu menarik, dan keheningan itu membuatnya merasa nyaman, hingga lama-lama dia
tak bisa menahan kantuknya.
.
.
.
.
.
.
Jaejoong
merasa ada yang mengusap lembut rambutnya, lalu tubuhnya terangkat dan terasa
dipeluk hangat, dia merasakan tubuhnya terayun-ayun. Ketika dia membuka matanya
yang berat, dia menyadari Yunho sedang menggendongnya ke kamar, namja itu tak
menyadari Jaejoong membuka matanya, dengan langkah pelan dan hati-hati, dia
berjalan ke arah kamar,
Jaejoong
langsung pura-pura memejamkan matanya lagi begitu Yunho dengan lembut
membaringkan tubuhnya di ranjang dan menyelimutinya.
Setelah
itu tak ada gerakan, tetapi Jaejoong masih belum berani membuka matanya, Apakah
Yunho memutuskan pulang atau tinggal?
Lalu
ada gerakan di ranjang di belakangnya, ternyata namja itu menginap disini,
Jaejoong menyadari dari selimut yang tersingkap dan gerakan tubuh namja itu
menyelinap di balik selimut,
Kemudian,
tubuh hangat Yunho mendekat dan merengkuh Jaejoong dari belakang, Pertama kali
Jaejoong merasa tidak nyaman, tapi kemudian rasanya hangat ditengah kamar yang
dingin itu, dan dia terlelap.
.
.
.
.
.
Jaejoong
terbangun dengan rasa haus yang amat sangat, biasanya sebelum tidur dia meminum
air putih, tapi tadi malam dia tidak melakukannya.
Dengan
tak nyaman dia bergerak gerak gelisah,
"Wae
Jae?", sosok yang memeluknya dari belakang bertanya, suaranya sangat
segar,
Tidakkah
dia tidur? Gumam Jaejoong dalam hati,
"Haus",
ahkirnya Jaejoong bisa bersuara meskipun parau.
Yunho
langsung bergerak turun dari ranjang dan menuang segelas air di meja minum,
lalu mengitari ranjang berdiri di samping sisi Jaejoong terbaring, namja itu
tampak tinggi menjulang, hanya menggunakan celana piyama sutra hitam dan
telanjang dada,
"Ini
minumlah."
Dengan
pelan Jaejoong duduk dan menerima gelas besar berisi air putih itu, masih
setengah minuman tersisa, Yunho mengambil gelas itu,
"Apakah
kau sudah bangun?", Jaejoong mengernyit karena suara Yunho sekarang
menjadi parau.
Dengan
masih bingung dia menganggukkan kepalanya,
"Bagus",
Yunho menenggak sisa air putih di gelas Jaejoong sampai tandas lalu setengah
membantingnya di meja samping ranjang.
Kemudian
dengan gerakan tiba-tiba, dia mendorong Jaejoong hingga terbaring di ranjang
dan menindihnya, napasnya terasa hangat di atas tubuh Jaejoong, dan mata
birunya tampak berkabut dengan pupil yang mengecil sehingga tampak hitam, di
tengah-tengah mata birunya.
Jaejoong
agak terperanjat setengah membelalak memandang wajah Yunho yang sangat dekat di
atasnya, napasnya terangah-engah penuh antisipasi, ketika kemudian Yunho
mengecup bibirnya dengan sangat intim, semula hanya ciuman biasa, bibir dengan
bibir, itupun sudah membuat Jaejoong panas dingin karena begitu ahlinya Yunho.
Menggerakkan
bibirnya, Setelah sebuah ciuman yang lama dan panas Yunho mengangkat wajahnya
dan tersenyum,Jaejoong bisa merasakannya karena bibir Yunho hanya berjarak
beberapa inci dari bibirnya,
"Kau
tidak biasa berciuman ya?"
Jaejoong
memalingkan mukanya dengan pipi memerah mendengar pertanyaan blak-blakan itu,
tapi Yunho meraih dagunya dan menempelkan bibir mereka lagi,
"Tirulah
apa yang kulakukan padamu", bibir Yunho bergerak di bibir Jaejoong, dan
ketika Jaejoong mengikutinya, Yunho mengerang senang, "ya...ya bagus,
begitu....tidak,,,jangan gigit....bagus...bagus....buka mulutmu....ah
Jae.....",
Yunho
terus memberikan instruksi di sela sela ciumannya yang makin panas dan
bergairah, dan Jaejoong menurutinya, lebih dikarenakan ingin tahu, ketika Yunho
membuka mulutnya Jaejoong mengikutinya,ketika lumatan Yunho makin dalam dan belaian
lidahnya membelai Jaejoong dengan ahli, Jaejoong mengikutinya dengan
tersendat-sendat, meskipun sepertinya itu cukup memuaskan bagi Yunho karena namja
itu mengerang lagi dan memperdalam ciumannya, ciuman dengan bibir terbuka dan
permainan lidah yang begitu panas dan seolah tidak akan berahkir, Jaejoong
bahkan tidak pernah menyadari bahwa sebuah ciuman bisa dilakukan dengan sedalam
dan seintim itu!
Lama
kemudian Yunho mengangkat kepalanya, hanya sedikit seolah olah ingin tetap
berdekatan dengan Jaejoong, matanya tampak berkabut dan napasnya terasa
bergemuruh di dadanya,
"Itu
tadi yang namanya french kiss...",gumamnya lembut, lalu tangannya mulai
bergerak dengan ahli membuat Jaejoong melengkungkan punggungnya merasakan
sengatan kenikmatan yang tidak diantisipasinya,
Tubuh
telanjang mereka berdua bergesekan. Dengan lembut Yunho mengajari Jaejoong
bagaimana cara menyentuhnya, bagaimana cara memuaskannya. Namja itu suka
disentuh dimana-mana, dia akan mengeluarkan erangan pendek tertahan ketika
Jaejoong menyentuhnya.
Dan
itu mempesona Jaejoong, seorang namja yang begitu dominan dan jantan seperti
Jung Yunho, mengerang nikmat di bawah sentuhannya. Dengan takut-takut Jaejoong
menyusuri bagian dalam lengan Yunho yang kekar, membuat napas Yunho terengah,
“Kau
akan membunuhku dalam kenikmatan”, bisik Yunho Serak, lalu melumat bibir
Jaejoong penuh gairah, “Dan aku akan mati bahagia”, desahnya.
Yunho
menyatukan dirinya dengan lembut, melihat reaksi Jaejoong, dan ketika dia yakin
tidak ada kesakitan lagi, dia mendesak perlahan, menembus kehangatan yang
langsung membungkusnya rapat, membuatnya tergila-gila.
"Bagus
Jae, jangan ditahan, aku akan mengajarimu....ah...kau begitu hangat dan siap
untukku...."
Suara
Yunho tenggelam di sela sela cumbuannya yang sangat ahli, menghanyutkan
Jaejoong kedalam pusaran gairah yang selama ini tidak pernah dikenalnya. Dan
ketika Yunho membuat Jaejoong mencapai puncak kenikmatan untuk kesekian
kalinya. Namja itupun menyerah dalam beberapa hujaman tajam, mengejar
kenikmatannya sendiri.
.
.
.
.
.
.
Jaejoong
terbangun merasakan sinar matahari menerpanya, dia mengernyitkan alisnya dan
membuka matanya pelan-pelan, Sinar matahari memang sudah mengintip malu malu
dari balik gorden jendela balkon kamar apartemen itu, Jaejoong menyadari ada
tangan kekar yang memeluk perutnya dengan posesif, Yunho masih tidur, napasnya
terasa naik turun dengan teratur di punggung Jaejoong. Mereka berbaring miring
seperti sendok dan garpu, dengan Jaejoong membelakangi Yunho berbantalkan salah
satu lengan Yunho, sementara lengannya yang lain memeluk Jaejoong erat,
menempelkan punggung Jaejoong sedekat mungkin dengan dadanya.
Mereka
telanjang, dan selimut tebal yang seharusnya menyelimuti mereka sudah
tertendang oleh Yunho entah kemana, Seharusnya Jaejoong kedinginan, tapi tidak,
karena Yunho memeluknya dengan begitu eratnya,
Tiba-tiba
sengatan rasa bersalah seperti memukulnya, disinilah dia berbaring nyaman dalam
pelukan laki-laki yang membelinya sementara Changmin.....
Helaan
napas Jaejoong pasti membangunkan Yunho karena namja itu terasa mulai bergerak,
lalu sebuah kecupan lembut mendarat di pelipis Jaejoong,
"Selamat
pagi", suara namja itu terdengar serak tapi sarat dengan kepuasan sensual
yang dalam. Tentu saja namja itu puas, dia hampir tidak membiarkan Jaejoong
tidur semalaman.
Jaejoong
tidak menjawab, tetapi berusaha menarik selimut yang terlempar jauh di kakinya
untuk menutupi ketelanjangannya.
Usahanya
gagal karena Yunho mempererat pelukannya di pinggangnya sehingga Jaejoong tidak
bisa bergerak,
"Tidak
perlu selimut sayang, aku sudah mengenal setiap jengkal tubuhmu secara intim,
tak ada yang terlewatkan....begitu juga sebaliknya hmmm?"
Wajah
Jaejoong memerah sampai semerah-merahnya, bahkan telinganyapun memerah dan
Yunho terkekeh melihatnya,
Lalu
tiba tiba tawa itu hilang dan Jaejoong merasakan gairah Yunho bangkit lagi,
Dengan
bingung dia menolehkan kepalanya dan langsung bertatapan dengan mata musang
Yunho yang menyala penuh gairah,
"Tto?",
Jaejoong tanpa sadar mengucapkan ketakjubannya, sebegitu cepat Yunho
menginginkannya lagi setelah semalam?, hanya Tuhan dan dirinya yang tahu
bagaimana bergairahnya Yunho semalam, Jaejoong pikir Yunho sudah terpuaskan,
tetapi sepertinya dia salah.
"Aku
juga tidak menyangka", gumam Yunho parau, "Sepertinya kau akan
menjadi penyebab kematianku"
kemudian
Yunho meraih Jaejoong lagi ke dalam pelukan penuh gairahnya.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue

Jd mikir apa ya tanggapan yunho klo tau jj jual diri demi changmin
ReplyDeletekalo kata temen kantorku yunjae eh tepatnya yunho serangan fajar. wkwk aigoo.. :D
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteLanjut yak..
ReplyDeletePenasaran gimana nnti perasaan umma ke appa.. Xixixi
hot euy nc an nnya ..... lupakan bang changmin... appa yunho lebih oke. itu si jae kayany pas nc an gak mikir changmin. udh jatuh ke pesona yunho dy
ReplyDeleteEum makin pnasaraaaannn
ReplyDeleteOia da FF baru yaaaa....
D tunggu lanjutan'y ~~
yunho bener2 pervert mau lgi dan lgi dan cuma jae yang bisa bikin yun kaya gtu
ReplyDeletegimana reaksi yun klo tau tntang changmin dan bgitu pun sebaliknya changmin brhasil operasi trus sadar dan tau semuannya ...
penasaran sama kelanjutannya
di tunggu saki
pighting :-)
Kyaaa~....
ReplyDeleteYunho sweet bgt pas lg ngajarin Jaejae ciuman.
Kayaknya lama2 Jaejae menikmati jg niy.../wink/