Monday, March 24

[Remake] Sacrificio De Amor Chapter VIII


"Buatkan aku satu ya"
Jaejoong menoleh mendengar permintaan Yunho,
"Memangnya kau mau?", tanyanya ragu.
Namja itu mengangkat bahunya,
"Siapa tahu? Lagipula aku lapar sekali, setelah menyelesaijan urusan rumah, aku langsung kemari, kau kan masih penyesuaian diri disini, jadi aku ingin melihat kondisimu."
“Dasar perayu ulung,” Jaejoong memaki dalam hati, orang seperti Yunho tidak segan-segan memanipulasi  pikiran yeoja agar mau melakukan apapun yang dia inginkan, pura-pura mengkuatirkanku, huh!
Yunho masih berdiri di belakangnya, napasnya terasa hangat di ubun-ubunnya karena Yunho memang jauh lebih tinggi dibanding Jaejoong, tiba-tiba saja, tangan namja itu ,mencengkeram pundak Jaejoong mendekatkannya ke belakang, kepalanya turun dan bibirnya mengecup leher Jaejoong dari samping dengan kecupan selembut bulu dan panas, sehingga tubuh Jaejoong bagaikan disetrum dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Aku menunggu di sofa ya, kita makan disana saja", gumam Yunho pelan, lalu melangkah pergi meninggalkan Jaejoong di dapur, yang mencoba menetralkan nafasnya.

Sacrificio de Amor
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong & Jung Yunho
©their Self
A Romantic Story About Serena
©Santhy Agatha
Namja itu makan seperti biasa, dengan elegan. Sedangkan Jaejoong tidak bisa berkonsentrasi pada makanannya, dia tidak bisa mengalihkan tatapannya dari Yunho.
Ternyata Yunho tidak begitu pemilih dalam hal makanan, dari penampilan dan gayanya, kelihatannya namja itu hanya mau makan makanan tertentu dan yang pasti kelas atas, tak disangka dia bisa duduk santai di sofa menikmati sepiring omelet sederhana.
"Wae?", Yunho tiba-tiba menatap tajam setelah suapan terahkirnya, dia merasakan tatapan Jaejoong selama dia makan,
Jaejoong langsung menundukkan kepalanya gugup,
"Ah.. a..ani…."
Yunho tersenyum,
"Pasti kau heran kenapa aku makan dengan lahap masakanmu kan?",
Dia lalu meletakkan piringnya, "masakanmu terlalu enak untuk dilewatkan Jae.",
Yunho mengangkat bahunya, "kuakui memang aku terbiasa dengan makanan berkualitas dan bercitarasa tinggi, karena sejak kecil aku sudah terbiasa dengan itu. Dirumah eomma dan appaku ada chef yang memang ditugaskan untuk memasak disana. Dirumahku juga sama. Tapi kadangkala, aku bosan, masakan sederhana seperti buatanmu menurutku juga enak."
Dengan santai namja itu berdiri lalu menuang kopi dari poci di atas meja minuman, dan menyesapnya ringan.
"Apa makanan favoritmu?",
“Kimchi. Wae? Kau mau memasakkan kimchi untukku?”
“Eh?”
“Akan kumakan apapun yang kau masakkan untukku.” Yunho mengedipkan sebelah matanya, menggoda Jaejoong.
Jaejoong menunduk, entah kenapa Yunho yang santai dan ramah ini lebih membuatnya merasa nyaman, dibandingkan Yunho yang kaku dan dingin di kantor,
"Habiskan makananmu, setelah itu kita pindah ke ruang baca, kau bisa membaca atau melihat televisi, ada beberapa pekerjaan lagi yang harus kuselesaikan.
Jaejoong segera menyelesaikan  makannya dan mencuci piring sementara Yunho membuat kopi untuk dirinya dan Jaejoong, dan membawanya ke ruang baca,
Dengan enggan Jaejoong menyusul ke ruang baca, Yunho sedang duduk di sofa, menghadap notebooknya dan tampak Serius, dia hanya melihat sekilas pada Jaejoong,
"Duduklah, minum kopimu", gumamnya, lalu kembali serius lagi menghadap notebooknya.
Jaejoong sebenarnya mengantuk, tapi dia tidak enak kalau harus masuk kamar duluan, apalagi apartemen ini hanya mempunyai satu kamar yang luas, kamar lain hanya kecil dan diperuntukkan sebagai kamar pembantu, Jaejoong tidak tahu, apakah Yunho akan menginap ataupun pulang, dia sama sekali tidak mengatakan rencananya.
Jaejoong meminum kopinya, lalu duduk di sofa di seberang Yunho, dia mengambil sebuah majalah dan membacanya sambil menenggelamkan tubuhnya di sofa.
Bacaan itu menarik, dan keheningan itu membuatnya merasa nyaman, hingga lama-lama dia tak bisa menahan kantuknya.
.
.
.
.
.
.
Jaejoong merasa ada yang mengusap lembut rambutnya, lalu tubuhnya terangkat dan terasa dipeluk hangat, dia merasakan tubuhnya terayun-ayun. Ketika dia membuka matanya yang berat, dia menyadari Yunho sedang menggendongnya ke kamar, namja itu tak menyadari Jaejoong membuka matanya, dengan langkah pelan dan hati-hati, dia berjalan ke arah kamar,
Jaejoong langsung pura-pura memejamkan matanya lagi begitu Yunho dengan lembut membaringkan tubuhnya di ranjang dan menyelimutinya.
Setelah itu tak ada gerakan, tetapi Jaejoong masih belum berani membuka matanya, Apakah Yunho memutuskan pulang atau tinggal?
Lalu ada gerakan di ranjang di belakangnya, ternyata namja itu menginap disini, Jaejoong menyadari dari selimut yang tersingkap dan gerakan tubuh namja itu menyelinap di balik selimut,
Kemudian, tubuh hangat Yunho mendekat dan merengkuh Jaejoong dari belakang, Pertama kali Jaejoong merasa tidak nyaman, tapi kemudian rasanya hangat ditengah kamar yang dingin itu, dan dia terlelap.
.
.
.
.
.
Jaejoong terbangun dengan rasa haus yang amat sangat, biasanya sebelum tidur dia meminum air putih, tapi tadi malam dia tidak melakukannya.
Dengan tak nyaman dia bergerak gerak gelisah,
"Wae Jae?", sosok yang memeluknya dari belakang bertanya, suaranya sangat segar,
Tidakkah dia tidur? Gumam Jaejoong dalam hati,
"Haus", ahkirnya Jaejoong bisa bersuara meskipun parau.
Yunho langsung bergerak turun dari ranjang dan menuang segelas air di meja minum, lalu mengitari ranjang berdiri di samping sisi Jaejoong terbaring, namja itu tampak tinggi menjulang, hanya menggunakan celana piyama sutra hitam dan telanjang dada,
"Ini minumlah."
Dengan pelan Jaejoong duduk dan menerima gelas besar berisi air putih itu, masih setengah minuman tersisa, Yunho mengambil gelas itu,
"Apakah kau sudah bangun?", Jaejoong mengernyit karena suara Yunho sekarang menjadi parau.
Dengan masih bingung dia menganggukkan kepalanya,
"Bagus", Yunho menenggak sisa air putih di gelas Jaejoong sampai tandas lalu setengah membantingnya di meja samping ranjang.
Kemudian dengan gerakan tiba-tiba, dia mendorong Jaejoong hingga terbaring di ranjang dan menindihnya, napasnya terasa hangat di atas tubuh Jaejoong, dan mata birunya tampak berkabut dengan pupil yang mengecil sehingga tampak hitam, di tengah-tengah mata birunya.  
Jaejoong agak terperanjat setengah membelalak memandang wajah Yunho yang sangat dekat di atasnya, napasnya terangah-engah penuh antisipasi, ketika kemudian Yunho mengecup bibirnya dengan sangat intim, semula hanya ciuman biasa, bibir dengan bibir, itupun sudah membuat Jaejoong panas dingin karena begitu ahlinya Yunho.
Menggerakkan bibirnya, Setelah sebuah ciuman yang lama dan panas Yunho mengangkat wajahnya dan tersenyum,Jaejoong bisa merasakannya karena bibir Yunho hanya berjarak beberapa inci dari bibirnya,
"Kau tidak biasa berciuman ya?"
Jaejoong memalingkan mukanya dengan pipi memerah mendengar pertanyaan blak-blakan itu, tapi Yunho meraih dagunya dan menempelkan bibir mereka lagi,
"Tirulah apa yang kulakukan padamu", bibir Yunho bergerak di bibir Jaejoong, dan ketika Jaejoong mengikutinya, Yunho mengerang senang, "ya...ya bagus, begitu....tidak,,,jangan gigit....bagus...bagus....buka mulutmu....ah Jae.....",
Yunho terus memberikan instruksi di sela sela ciumannya yang makin panas dan bergairah, dan Jaejoong menurutinya, lebih dikarenakan ingin tahu, ketika Yunho membuka mulutnya Jaejoong mengikutinya,ketika lumatan Yunho makin dalam dan belaian lidahnya membelai Jaejoong dengan ahli, Jaejoong mengikutinya dengan tersendat-sendat, meskipun sepertinya itu cukup memuaskan bagi Yunho karena namja itu mengerang lagi dan memperdalam ciumannya, ciuman dengan bibir terbuka dan permainan lidah yang begitu panas dan seolah tidak akan berahkir, Jaejoong bahkan tidak pernah menyadari bahwa sebuah ciuman bisa dilakukan dengan sedalam dan seintim itu!
Lama kemudian Yunho mengangkat kepalanya, hanya sedikit seolah olah ingin tetap berdekatan dengan Jaejoong, matanya tampak berkabut dan napasnya terasa bergemuruh di dadanya,
"Itu tadi yang namanya french kiss...",gumamnya lembut, lalu tangannya mulai bergerak dengan ahli membuat Jaejoong melengkungkan punggungnya merasakan sengatan kenikmatan yang tidak diantisipasinya,
Tubuh telanjang mereka berdua bergesekan. Dengan lembut Yunho mengajari Jaejoong bagaimana cara menyentuhnya, bagaimana cara memuaskannya. Namja itu suka disentuh dimana-mana, dia akan mengeluarkan erangan pendek tertahan ketika Jaejoong menyentuhnya.
Dan itu mempesona Jaejoong, seorang namja yang begitu dominan dan jantan seperti Jung Yunho, mengerang nikmat di bawah sentuhannya. Dengan takut-takut Jaejoong menyusuri bagian dalam lengan Yunho yang kekar, membuat napas Yunho terengah,
“Kau akan membunuhku dalam kenikmatan”, bisik Yunho Serak, lalu melumat bibir Jaejoong penuh gairah, “Dan aku akan mati bahagia”, desahnya.
Yunho menyatukan dirinya dengan lembut, melihat reaksi Jaejoong, dan ketika dia yakin tidak ada kesakitan lagi, dia mendesak perlahan, menembus kehangatan yang langsung membungkusnya rapat, membuatnya tergila-gila.
"Bagus Jae, jangan ditahan, aku akan mengajarimu....ah...kau begitu hangat dan siap untukku...."
Suara Yunho tenggelam di sela sela cumbuannya yang sangat ahli, menghanyutkan Jaejoong kedalam pusaran gairah yang selama ini tidak pernah dikenalnya. Dan ketika Yunho membuat Jaejoong mencapai puncak kenikmatan untuk kesekian kalinya. Namja itupun menyerah dalam beberapa hujaman tajam, mengejar kenikmatannya sendiri.
.
.
.
.
.
.
Jaejoong terbangun merasakan sinar matahari menerpanya, dia mengernyitkan alisnya dan membuka matanya pelan-pelan, Sinar matahari memang sudah mengintip malu malu dari balik gorden jendela balkon kamar apartemen itu, Jaejoong menyadari ada tangan kekar yang memeluk perutnya dengan posesif, Yunho masih tidur, napasnya terasa naik turun dengan teratur di punggung Jaejoong. Mereka berbaring miring seperti sendok dan garpu, dengan Jaejoong membelakangi Yunho berbantalkan salah satu lengan Yunho, sementara lengannya yang lain memeluk Jaejoong erat, menempelkan punggung Jaejoong sedekat mungkin dengan dadanya.
Mereka telanjang, dan selimut tebal yang seharusnya menyelimuti mereka sudah tertendang oleh Yunho entah kemana, Seharusnya Jaejoong kedinginan, tapi tidak, karena Yunho memeluknya dengan begitu eratnya,
Tiba-tiba sengatan rasa bersalah seperti memukulnya, disinilah dia berbaring nyaman dalam pelukan laki-laki yang membelinya sementara Changmin.....
Helaan napas Jaejoong pasti membangunkan Yunho karena namja itu terasa mulai bergerak, lalu sebuah kecupan lembut mendarat di pelipis Jaejoong,
"Selamat pagi", suara namja itu terdengar serak tapi sarat dengan kepuasan sensual yang dalam. Tentu saja namja itu puas, dia hampir tidak membiarkan Jaejoong tidur semalaman.
Jaejoong tidak menjawab, tetapi berusaha menarik selimut yang terlempar jauh di kakinya untuk menutupi ketelanjangannya.
Usahanya gagal karena Yunho mempererat pelukannya di pinggangnya sehingga Jaejoong tidak bisa bergerak,
"Tidak perlu selimut sayang, aku sudah mengenal setiap jengkal tubuhmu secara intim, tak ada yang terlewatkan....begitu juga sebaliknya hmmm?"
Wajah Jaejoong memerah sampai semerah-merahnya, bahkan telinganyapun memerah dan Yunho terkekeh melihatnya,
Lalu tiba tiba tawa itu hilang dan Jaejoong merasakan gairah Yunho bangkit lagi,
Dengan bingung dia menolehkan kepalanya dan langsung bertatapan dengan mata musang Yunho yang menyala penuh gairah,
"Tto?", Jaejoong tanpa sadar mengucapkan ketakjubannya, sebegitu cepat Yunho menginginkannya lagi setelah semalam?, hanya Tuhan dan dirinya yang tahu bagaimana bergairahnya Yunho semalam, Jaejoong pikir Yunho sudah terpuaskan, tetapi sepertinya dia salah.
"Aku juga tidak menyangka", gumam Yunho parau, "Sepertinya kau akan menjadi penyebab kematianku"
kemudian Yunho meraih Jaejoong lagi ke dalam pelukan penuh gairahnya.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue

8 comments:

  1. Anonymous9:16 PM

    Jd mikir apa ya tanggapan yunho klo tau jj jual diri demi changmin

    ReplyDelete
  2. Anonymous9:54 PM

    kalo kata temen kantorku yunjae eh tepatnya yunho serangan fajar. wkwk aigoo.. :D

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Lanjut yak..
    Penasaran gimana nnti perasaan umma ke appa.. Xixixi

    ReplyDelete
  5. Anonymous6:47 AM

    hot euy nc an nnya ..... lupakan bang changmin... appa yunho lebih oke. itu si jae kayany pas nc an gak mikir changmin. udh jatuh ke pesona yunho dy

    ReplyDelete
  6. Anonymous8:34 AM

    Eum makin pnasaraaaannn

    Oia da FF baru yaaaa....

    D tunggu lanjutan'y ~~

    ReplyDelete
  7. yunho bener2 pervert mau lgi dan lgi dan cuma jae yang bisa bikin yun kaya gtu
    gimana reaksi yun klo tau tntang changmin dan bgitu pun sebaliknya changmin brhasil operasi trus sadar dan tau semuannya ...
    penasaran sama kelanjutannya
    di tunggu saki
    pighting :-)

    ReplyDelete
  8. Kyaaa~....
    Yunho sweet bgt pas lg ngajarin Jaejae ciuman.
    Kayaknya lama2 Jaejae menikmati jg niy.../wink/

    ReplyDelete