Wednesday, March 19

[Remake] Choosey Lover Chapter X



Yifan menahan Yixing di dalam lingkaran lengannya sementara aroma Yixing membangunkan indera Yifan. Rangsangan menghantam Yifan dengan keras, di bawah perutnya. “Aku senang kau menelponku.”
Mata Yixing bercahaya saat dia memandang Yifan. “Aku tidak, aku tak tahu kenapa aku menelponmu.”
“Ya, kau tahu.”
Kesunyian menjawab kata-kata Yifan.
Mata mereka berkait saat gairah tajam dan panas mengalir di antara mereka. Tubuh Yixing gemetar di bawah tangan Yifan.
Kulit lembut Yixing terasa sempurna di bawah sentuhan Yifan. Yifan sudah selama delapan hari yang panjang tidak bertemu dengan Yixing atau mendengar kabar darinya dan saat ini terasa pas. Hal lain di dunia ini jadi terasa mulai kabur. Pikiran Yifan fokus pada Yixing. Tubuh Yifan fokus pada Yixing. Yang lain bukan masalah. Yifan tak dapat melihat kenapa hal lain atau orang lain menjadi penting. Yifan sama sekali tidak perduli terhadap apapun. Ini semua tentang Yixing.
Suara gemetar lembut dari diafraghma Yifan keluar saat dia merendahkan kepalanya ke arah Yixing. “Perduli setan dengan Yunho. Dia urus urusannya sendiri.”

Choosey Lover
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong, Jung Yunho, Kim Heechul, Choi Siwon, Zhang Yixing, Wu Yifan
©their self
Marga disesuaikan, Remake dari Novel karya  Lynda Chance
Yixing menarik nafas dalam saat mulut Yifan menutup mulutnya. Untuk beberapa detik, ingatan tentang ciuman hukuman Yifan yang brutal dulu merasuk ke dalam pikiran Yixing dan Yixing menguatkan tubuhnya dari pengaruh Yifan. Tapi dengan segera, Yixing merasakan ciuman ini berbeda dan rasa lemah melanda Yixing saat dia bersandar ke tubuh Yifan.
Pikiran Yixing terbagi saat kebahagiaan melanda ke sekujur tubuhnya. Oh Tuhan, Ya! Ini dia! Ini ciuman yang ia inginkan, ciuman yang dia butuhkan dari Yifan. Tangan Yixing merangkak dari dada Yifan dan memeluk lehernya saat Yixing memberikan dirinya kepada Yifan. Aroma tubuh Yifan membasuh Yixing seutuhnya dan nafasnya tertahan di paru-parunya saat Yixing merasakan dirinya gemetar. Yixing sudah menginginkan hal ini sejak lama sekali! Yifan membuat perasaan kuat ini di dalam diri Yixing, begitu mutlak. Tidak ada hal yang bisa dibandingkan dengan ini.
Pikiran Yixing seakan berhenti saat dia merasakan aliran yang sangat deras melanda ke dalam kepalanya dan antisipasi yang melingkar ke dalam perutnya.
Tubuh Yifan mengeras dan kebutuhan yang buas masuk ke dalam dirinya saat dia merasa Yixing meleleh ketubuhnya. Yixing adalah miliknya untuk dinikmati! Dan Yifan tak akan membuang beberapa detik waktunya untuk mencoba bersikap seperti orang mulia. Yifan menginginkan Yixing. Yifan ingin Yixing tanpa busana. Di tempat tidurnya. Sekarang.
Yixing merasakan kepalanya berayun saat kakinya terangkat dari lantai dan Yifan mengangkat dirinya dan membalikkan tubuhnya dengan satu gerakan tiba-tiba. Mulut Yifan terlepas dari mulut Yixing dan Yifan mulau berjalan dari ruangan ini, menggendong Yixing di tangannya seperti Yixing sangat ringan. Rangsangan dan dorongan kebutuhan melayang di dalam tubuh Yixing. Saat Yifan terus berjalan menuju pintu ke dalam kamar gelap, Yifan menurunkan Yixing ke atas tempat tidur. Tangan Yixing turun ke dada Yifan.
“Kau tahu berapa lama aku menginginkanmu berada di sini? Di rumahku, diatas tempat tidurku?” Suara Yifan pelan, datang dari dalam dadanya, dalam suara yang dalam.
Yixing menggelengkan kepalanya dan menurunkan tangannya ke samping tubuh Yifan. Yixing menarik kaos Yifan ke atas kepalanya sampai tangan Yixing menyentuh tubuh Yifan yang panas. Tubuh Yifan melonjak di bawah jemari Yixing.
“Lama. Berminggu-minggu, sayang, sejak malam pertama kali kita bertemu.” Tangan Yifan meraih ke bawah diantara tubuh mereka dan membuka kancing celana jeans Yixing dan menurunkan restleting jeans Yixing.
Sensasi gelombang panas membanjir ke dalam aliran darah Yixing.
Yifan menarik celana Jeans Yixing ke bawah cukup untuk mendorong tangannya ke dalam dan menangkup bagian panas Yixing melalui celana dalamnya. Yixing mendesah dan berayun ke depan ke  arah Yifan.
Yifan mencengkeram Yixing dengan erat, satu tangan ke pantat Yixing di dalam celana Yixing yang sudah terbuka dengan longgar dan tangan Yifan yang lain berada di dalam area V diantara kaki Yixing. Jemari Yifan menyusup ke bawah celana dalamnya dan terus ke menuju lipatan dan jemari Yifan menemukan celah lembut milik Yixing. Panas, cairan basah yang hangat menutup jemari Yifan saat otot Yixing mencengkeram jarinya. “Oh sialan Ya.” Suara Yifan dalam dan serak penuh rasa syukur.
Yixing mengeluarkan suara yang pelan penuh kenikmatan.
Yifan menurunkan kepalanya ke arah Yixing dan mengangkat dagu Yixing ke atas dengan wajahnya sampai mulut yixing terbuka dan lidahnya langsung masuk ke dalam. Pinggul Yixing mendorong ke arah Yifan saat lidah mereka saling membelit. Mereka berciuman sampai mereka tak dapat bernafas dan Yixing melepaskan mulutnya dari Yifan. Bibir Yifan bergeser ke telinga Yixing dan ia menghisap aroma Yixing saat Yifan berbisik kepadanya. “Kau sangat nikmat. Kau amat sangat nikmat. Aku ingin kau telanjang. Aku ingin membuatmu orgasme. Ya Tuhan, aku ingin membuatmu orgasme.” Yifan menggigit daun telinganya dan Yixing merasakan cairan mengalir dari celah di antara kedua kakinya, membasahi Yifan, mengizinkan jari Yifan untuk bergerak masuk dan keluar dengan mudah.
Jari Yifan keluar dari tubuhnya dan yixing mendesah protes, sementara Yifan mencengkeram kaos Yixing dan menariknya ke atas kepala Yixing dan membukanya.
Pikiran Yifan hampir meledak saat Yifan melihat gundukan lembut dan mulus payudara Yixing menyembul dari cup bra-nya. Yifan menurunkan kepalanya dan menghisap puting payudara Yixing kedalam mulutnya lewat renda cup bra Yixing, menyerempet puting payudara Yixing dengan gigi dan lidahnya. Yixing gemetar dan mengangkat tangannya ke kepala Yifan dan menahan Yifan sementara Yifan terus menghisapnya. Dengan ketidaksabaran, Yifan menarik cup bra-nya ke bawah sampai puting payudara yixing keluar. Geraman yang dalam bergetar berasal dari dada Yifan saat Yifan menggerakkan ibu jarinya ke atas puting merah jambu milik Yixing. Yifan mengangkat mulutnya hanya cukup untuk berguman, “Sialan, kau sungguh cantik.”
Pinggul Yixing mengayun ke arah Yifan. “oppa, jebal.”
Yifan mengapitkan tangannya ke payudara Yixing secara penuh, mengangkat payudara Yixing ke wajahnya. “kenapa baby?”
Yixing mengerang di tenggorokan Yifan. “Tolonglah, tolonglah, tolonglah.”
“Ya. Ok.“ Yifan meremas payudara Yixing dan menggerakkan lidahnya dari satu puting ke puting lainnya, menyapu kulit lembut Yixing dan membuat napas Yixing semakin sesak.
Yixing menggerakkan tangannya ke kancing celana jeans Yifan dan mencoba untuk membukanya. Yixing meraba-raba tapi sia-sia. Ia kehilangan kekuatannya.
Yifan mendorong tangan Yixing dari atas kancing celananya dan Yifan membuka celana jeansnya dan mendorong celananya ke bawah kakinya, bersamaan dengan celana dalamnya.
Yixing mendorong kaos Yifan ke atas dan Yifan mengangkat tangannya dan menarik kaosnya ke atas kepalanya, melemparkannya ke bawah.
Yifan berdiri tanpa busana di depan Yixing. Mata Yixing terbuka lebar saat dia memandang Yifan. Yifan sempurna. Melebihi apapun. Yifan ramping dengan otot keras menghiasi setiap inchi tubuhnya. Perut Yifan seperti terpahat, otot perutnya tampak menonjol membuat Yixing ingin meraih dan menyentuhnya. Yixing membisikkan kata-kata yang tadi diucapkan oleh Yifan. “Sialan, kau cantik.”
Yifan tertawa tanpa sedikitpun nada humor dalam suaranya dan mendorong bra Yixing dari bahunya dan mulai mendorong celana jeansnya terbuka. “kau pikir begitu?”
“Ya.”
Yifan melemparkan celana jeans Yixing dan celana dalamnya di sebelah pakaiannya. Yifan memandang ke bawah ke lekuk tubuh Yixing yang sudah tanpa busana berlutut di tempat tidur, rasa gemetar melanda ke dalam tubuh Yixing. Rambut pirang Yixing jatuh bergelombang lembut di atas payudaranya. “kau cantik.” Yifan melihat ke tubuh Yixing lalu ke atas ke matanya. “Kurasa kau tahu aku bahwa aku akan menguncimu di sini. Kau tidak akan pernah meninggalkan kamar tidurku.”
Yifan mengatakan itu dengan raut wajah yang tidak bergerak, seperti dia benar-benar serius.
Tangan Yifan meraih ke tubuhnya.
Mata Yixing melebar saat gairah intens melandanya. “Orang-orang akan merindukanku.”
“Mungkin.” Satu tangan mendarat di belakang tubuh yixing, tangan lainnya dibawah lututnya saat Yifan membalikkan tubuh Yixing ke bawah sampai Yixing telentang. Yifan mendorong kaki Yixing terbuka dan memposisikan tubuhnya diantara paha Yixing. “Tapi itu bukan urusanku.”
Yixing menarik nafas. Kata-kata Yifan menggoda tapi juga intens. Posisi Yifan mengancam. Yifan berada di atas Yixing, matanya mereka saling memandang.
“kau siap, baby?”
“T-tidak.”
“Bersiap-siaplah.”
“Apakah kau punya - apakah kau punya kondom?”
Mata Yifan menyipit dengan kemarahan yang mengancam, Aliran api berada di dalam emosinya. “Kau ingin membuat aku memakai kondom?” Yifan menggeram.
Yixing memandang ke atas ke arah Yifan, terkejut dengan pertanyaan Yifan. “Seberapa sering kau tidak menggunakan kondom?”
“Tidak pernah,” Jawaban Yifan yakin dan terdengar jujur. “Aku bertanya padamu lagi, kau ingin aku menggunakan kondom?”
Yixing menggigit bibirnya saat Yifan memandang ke bawah ke dalam matanya, lengan Yifan menawannya, lutut Yifan menekan kakinya membuka. Milik Yifan ada di atas di area masuknya. “Hanya Jika… hanya Jika oppa tidak menginginkan bayi,” Yixing berbisik.
Lubang hidung Yifan melebar saat dia memandang ke arah Yixing untuk satu detik, dua detik, tiga detik-
Lalu Yifan menggeram rendah di tenggorokannya dan menusuk ke dalam celah Yixing.
Tubuh Yixing bergema sebagai dampaknya, dan ia mengeluarkan suara serak kesakitan bercampur dengan gairah. Dengan kaget Yixing membuka matanya dengan lebar dan memandang Yifan sementara ia berusaha untuk menyesuaikan tubuhnya dengan ukuran milik Yifan. Tusukan Yifan yang tanpa pelindung. “Aku tidak… aku tidak bisa percaya oppa baru saja melakukan itu.”
Suara jeritan terkejut lain datang lagi dari Yixing ketika Yifan melakukan tusukan pertamanya.
Yifan memberikan Yixing beberapa saat untuk menyesuaikan diri lalu Yifan meletakkan tangannya di bawah pantat Yixing dan mengangkat tubuh Yixing ke arahnya.
Yifan menusuk lagi dan mendesah dengan keras. “Kau bilang aku bisa.”
“Tidak. Aku tidak mengatakannya. “Kenikmatannya begitu intens sehingga Yixing hampir tak bisa berpikir dan Yixing mengangkat pinggulnya sementara otaknya menjerit padanya untuk menghentikan Yifan. Bisakah ia membiarkan Yifan melakukan beberapa tusukan lagi? Yixing bisa merasakan perasaan ini terbangun, Yixing mendekati orgasme. “oppa, kau harus berhenti.”
Yifan membekukan gairahnya akan pembebasan yang berteriak ke dalam pembuluh darahnya dan berkonsentrasi kepada Yixing. “Kau sudah dekat?”
Yixing mendesah di lengan Yifan dan mengangkat pinggul ke arah tusukannya. “Y-Ya.”
Yifan menyusupkan tangannya ke bawah dan jari Yifan mendarat di clit-nya. Yifan menusuk Yixing dengan cara yang tak akan dapat ia tolak. Yifan berharap Yixing tak akan mampu untuk menolak.
Dan Yifan benar.
Yixing mulai mendesah dan Yifan dapat merasakan otot Yixing menjepit miliknya, lebih ketat menjepit miliknya, meremas miliknya sampai Yixing meledak dalam pelukannya.
Kecantikan Yixing saat orgasme begitu menggetarkan. Yixing panas, basah, mulus dan ketat. Pikiran Yifan meledak dalam sensasi dan tubuh Yifan mulai mencapai bibir jurang. Ia mendorong ke dalam Yixing dengan keras satu kali lagi dan menyentak, menumpahkan miliknya ke dalam perut sehalus satin milik Yixing.
Yifan ambruk di atas tubuhnya, menjatuhkan kepalanya ke atas bantal di sebelah kepalanya. Oksigen membakar paru-paru Yifan dan Yifan menarik nafas. Detak jantungnya perlahan menurun. Yifan memeluk Yixing dan jatuh tertidur karena puas.
.
.
.
.
To Be Continue

2 comments:

  1. akhrnya yifan brhasil jg membobol yixing, dan dijamin yunho juga bakal marah sama yifan

    ReplyDelete
  2. Anonymous10:13 PM

    /nosebleed/ OMG ASDFGHJKL my fanxing feels <3 /kraying/

    ReplyDelete