Yifan menahan Yixing di dalam lingkaran lengannya
sementara aroma Yixing membangunkan indera Yifan. Rangsangan menghantam Yifan
dengan keras, di bawah perutnya. “Aku senang kau menelponku.”
Mata Yixing bercahaya saat dia memandang Yifan.
“Aku tidak, aku tak tahu kenapa aku menelponmu.”
“Ya, kau tahu.”
Kesunyian menjawab kata-kata Yifan.
Mata mereka berkait saat gairah tajam dan panas
mengalir di antara mereka. Tubuh Yixing gemetar di bawah tangan Yifan.
Kulit lembut Yixing terasa sempurna di bawah
sentuhan Yifan. Yifan sudah selama delapan hari yang panjang tidak bertemu
dengan Yixing atau mendengar kabar darinya dan saat ini terasa pas. Hal lain di
dunia ini jadi terasa mulai kabur. Pikiran Yifan fokus pada Yixing. Tubuh Yifan
fokus pada Yixing. Yang lain bukan masalah. Yifan tak dapat melihat kenapa hal
lain atau orang lain menjadi penting. Yifan sama sekali tidak perduli terhadap
apapun. Ini semua tentang Yixing.
Suara gemetar lembut dari diafraghma Yifan keluar
saat dia merendahkan kepalanya ke arah Yixing. “Perduli setan dengan Yunho. Dia
urus urusannya sendiri.”
Choosey
Lover
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong, Jung
Yunho, Kim Heechul, Choi Siwon, Zhang Yixing, Wu Yifan
©their self
Marga disesuaikan, Remake dari Novel karya Lynda
Chance
Yixing menarik nafas dalam saat mulut Yifan menutup
mulutnya. Untuk beberapa detik, ingatan tentang ciuman hukuman Yifan yang
brutal dulu merasuk ke dalam pikiran Yixing dan Yixing menguatkan tubuhnya dari
pengaruh Yifan. Tapi dengan segera, Yixing merasakan ciuman ini berbeda dan
rasa lemah melanda Yixing saat dia bersandar ke tubuh Yifan.
Pikiran Yixing terbagi saat kebahagiaan melanda ke
sekujur tubuhnya. Oh Tuhan, Ya! Ini dia! Ini ciuman yang ia inginkan, ciuman
yang dia butuhkan dari Yifan. Tangan Yixing merangkak dari dada Yifan dan
memeluk lehernya saat Yixing memberikan dirinya kepada Yifan. Aroma tubuh Yifan
membasuh Yixing seutuhnya dan nafasnya tertahan di paru-parunya saat Yixing
merasakan dirinya gemetar. Yixing sudah menginginkan hal ini sejak lama sekali!
Yifan membuat perasaan kuat ini di dalam diri Yixing, begitu mutlak. Tidak ada
hal yang bisa dibandingkan dengan ini.
Pikiran Yixing seakan berhenti saat dia merasakan
aliran yang sangat deras melanda ke dalam kepalanya dan antisipasi yang
melingkar ke dalam perutnya.
Tubuh Yifan mengeras dan kebutuhan yang buas masuk
ke dalam dirinya saat dia merasa Yixing meleleh ketubuhnya. Yixing adalah
miliknya untuk dinikmati! Dan Yifan tak akan membuang beberapa detik waktunya
untuk mencoba bersikap seperti orang mulia. Yifan menginginkan Yixing. Yifan
ingin Yixing tanpa busana. Di tempat tidurnya. Sekarang.
Yixing merasakan kepalanya berayun saat kakinya
terangkat dari lantai dan Yifan mengangkat dirinya dan membalikkan tubuhnya
dengan satu gerakan tiba-tiba. Mulut Yifan terlepas dari mulut Yixing dan Yifan
mulau berjalan dari ruangan ini, menggendong Yixing di tangannya seperti Yixing
sangat ringan. Rangsangan dan dorongan kebutuhan melayang di dalam tubuh
Yixing. Saat Yifan terus berjalan menuju pintu ke dalam kamar gelap, Yifan
menurunkan Yixing ke atas tempat tidur. Tangan Yixing turun ke dada Yifan.
“Kau tahu berapa lama aku menginginkanmu berada di
sini? Di rumahku, diatas tempat tidurku?” Suara Yifan pelan, datang dari dalam
dadanya, dalam suara yang dalam.
Yixing menggelengkan kepalanya dan menurunkan
tangannya ke samping tubuh Yifan. Yixing menarik kaos Yifan ke atas kepalanya
sampai tangan Yixing menyentuh tubuh Yifan yang panas. Tubuh Yifan melonjak di
bawah jemari Yixing.
“Lama. Berminggu-minggu, sayang, sejak malam
pertama kali kita bertemu.” Tangan Yifan meraih ke bawah diantara tubuh mereka
dan membuka kancing celana jeans Yixing dan menurunkan restleting jeans Yixing.
Sensasi gelombang panas membanjir ke dalam aliran
darah Yixing.
Yifan menarik celana Jeans Yixing ke bawah cukup
untuk mendorong tangannya ke dalam dan menangkup bagian panas Yixing melalui
celana dalamnya. Yixing mendesah dan berayun ke depan ke arah Yifan.
Yifan mencengkeram Yixing dengan erat, satu tangan
ke pantat Yixing di dalam celana Yixing yang sudah terbuka dengan longgar dan
tangan Yifan yang lain berada di dalam area V diantara kaki Yixing. Jemari
Yifan menyusup ke bawah celana dalamnya dan terus ke menuju lipatan dan jemari
Yifan menemukan celah lembut milik Yixing. Panas, cairan basah yang hangat
menutup jemari Yifan saat otot Yixing mencengkeram jarinya. “Oh sialan Ya.”
Suara Yifan dalam dan serak penuh rasa syukur.
Yixing mengeluarkan suara yang pelan penuh
kenikmatan.
Yifan menurunkan kepalanya ke arah Yixing dan
mengangkat dagu Yixing ke atas dengan wajahnya sampai mulut yixing terbuka dan
lidahnya langsung masuk ke dalam. Pinggul Yixing mendorong ke arah Yifan saat
lidah mereka saling membelit. Mereka berciuman sampai mereka tak dapat bernafas
dan Yixing melepaskan mulutnya dari Yifan. Bibir Yifan bergeser ke telinga
Yixing dan ia menghisap aroma Yixing saat Yifan berbisik kepadanya. “Kau sangat
nikmat. Kau amat sangat nikmat. Aku ingin kau telanjang. Aku ingin membuatmu
orgasme. Ya Tuhan, aku ingin membuatmu orgasme.” Yifan menggigit daun
telinganya dan Yixing merasakan cairan mengalir dari celah di antara kedua
kakinya, membasahi Yifan, mengizinkan jari Yifan untuk bergerak masuk dan
keluar dengan mudah.
Jari Yifan keluar dari tubuhnya dan yixing mendesah
protes, sementara Yifan mencengkeram kaos Yixing dan menariknya ke atas kepala
Yixing dan membukanya.
Pikiran Yifan hampir meledak saat Yifan melihat
gundukan lembut dan mulus payudara Yixing menyembul dari cup bra-nya. Yifan
menurunkan kepalanya dan menghisap puting payudara Yixing kedalam mulutnya
lewat renda cup bra Yixing, menyerempet puting payudara Yixing dengan gigi dan
lidahnya. Yixing gemetar dan mengangkat tangannya ke kepala Yifan dan menahan
Yifan sementara Yifan terus menghisapnya. Dengan ketidaksabaran, Yifan menarik cup
bra-nya ke bawah sampai puting payudara yixing keluar. Geraman yang dalam
bergetar berasal dari dada Yifan saat Yifan menggerakkan ibu jarinya ke atas
puting merah jambu milik Yixing. Yifan mengangkat mulutnya hanya cukup untuk
berguman, “Sialan, kau sungguh cantik.”
Pinggul Yixing mengayun ke arah Yifan. “oppa,
jebal.”
Yifan mengapitkan tangannya ke payudara Yixing
secara penuh, mengangkat payudara Yixing ke wajahnya. “kenapa baby?”
Yixing mengerang di tenggorokan Yifan. “Tolonglah,
tolonglah, tolonglah.”
“Ya. Ok.“ Yifan meremas payudara Yixing dan
menggerakkan lidahnya dari satu puting ke puting lainnya, menyapu kulit lembut
Yixing dan membuat napas Yixing semakin sesak.
Yixing menggerakkan tangannya ke kancing celana
jeans Yifan dan mencoba untuk membukanya. Yixing meraba-raba tapi sia-sia. Ia
kehilangan kekuatannya.
Yifan mendorong tangan Yixing dari atas kancing
celananya dan Yifan membuka celana jeansnya dan mendorong celananya ke bawah
kakinya, bersamaan dengan celana dalamnya.
Yixing mendorong kaos Yifan ke atas dan Yifan
mengangkat tangannya dan menarik kaosnya ke atas kepalanya, melemparkannya ke
bawah.
Yifan berdiri tanpa busana di depan Yixing. Mata
Yixing terbuka lebar saat dia memandang Yifan. Yifan sempurna. Melebihi apapun.
Yifan ramping dengan otot keras menghiasi setiap inchi tubuhnya. Perut Yifan
seperti terpahat, otot perutnya tampak menonjol membuat Yixing ingin meraih dan
menyentuhnya. Yixing membisikkan kata-kata yang tadi diucapkan oleh Yifan.
“Sialan, kau cantik.”
Yifan tertawa tanpa sedikitpun nada humor dalam
suaranya dan mendorong bra Yixing dari bahunya dan mulai mendorong celana
jeansnya terbuka. “kau pikir begitu?”
“Ya.”
Yifan melemparkan celana jeans Yixing dan celana
dalamnya di sebelah pakaiannya. Yifan memandang ke bawah ke lekuk tubuh Yixing
yang sudah tanpa busana berlutut di tempat tidur, rasa gemetar melanda ke dalam
tubuh Yixing. Rambut pirang Yixing jatuh bergelombang lembut di atas
payudaranya. “kau cantik.” Yifan melihat ke tubuh Yixing lalu ke atas ke
matanya. “Kurasa kau tahu aku bahwa aku akan menguncimu di sini. Kau tidak akan
pernah meninggalkan kamar tidurku.”
Yifan mengatakan itu dengan raut wajah yang tidak
bergerak, seperti dia benar-benar serius.
Tangan Yifan meraih ke tubuhnya.
Mata Yixing melebar saat gairah intens melandanya.
“Orang-orang akan merindukanku.”
“Mungkin.” Satu tangan mendarat di belakang tubuh
yixing, tangan lainnya dibawah lututnya saat Yifan membalikkan tubuh Yixing ke
bawah sampai Yixing telentang. Yifan mendorong kaki Yixing terbuka dan memposisikan
tubuhnya diantara paha Yixing. “Tapi itu bukan urusanku.”
Yixing menarik nafas. Kata-kata Yifan menggoda tapi
juga intens. Posisi Yifan mengancam. Yifan berada di atas Yixing, matanya
mereka saling memandang.
“kau siap, baby?”
“T-tidak.”
“Bersiap-siaplah.”
“Apakah kau punya - apakah kau punya kondom?”
Mata Yifan menyipit dengan kemarahan yang
mengancam, Aliran api berada di dalam emosinya. “Kau ingin membuat aku memakai
kondom?” Yifan menggeram.
Yixing memandang ke atas ke arah Yifan, terkejut dengan
pertanyaan Yifan. “Seberapa sering kau tidak menggunakan kondom?”
“Tidak pernah,” Jawaban Yifan yakin dan terdengar
jujur. “Aku bertanya padamu lagi, kau ingin aku menggunakan kondom?”
Yixing menggigit bibirnya saat Yifan memandang ke
bawah ke dalam matanya, lengan Yifan menawannya, lutut Yifan menekan kakinya
membuka. Milik Yifan ada di atas di area masuknya. “Hanya Jika… hanya Jika oppa
tidak menginginkan bayi,” Yixing berbisik.
Lubang hidung Yifan melebar saat dia memandang ke
arah Yixing untuk satu detik, dua detik, tiga detik-
Lalu Yifan menggeram rendah di tenggorokannya dan
menusuk ke dalam celah Yixing.
Tubuh Yixing bergema sebagai dampaknya, dan ia
mengeluarkan suara serak kesakitan bercampur dengan gairah. Dengan kaget Yixing
membuka matanya dengan lebar dan memandang Yifan sementara ia berusaha untuk
menyesuaikan tubuhnya dengan ukuran milik Yifan. Tusukan Yifan yang tanpa
pelindung. “Aku tidak… aku tidak bisa percaya oppa baru saja melakukan itu.”
Suara jeritan terkejut lain datang lagi dari Yixing
ketika Yifan melakukan tusukan pertamanya.
Yifan memberikan Yixing beberapa saat untuk
menyesuaikan diri lalu Yifan meletakkan tangannya di bawah pantat Yixing dan
mengangkat tubuh Yixing ke arahnya.
Yifan menusuk lagi dan mendesah dengan keras. “Kau
bilang aku bisa.”
“Tidak. Aku tidak mengatakannya. “Kenikmatannya
begitu intens sehingga Yixing hampir tak bisa berpikir dan Yixing mengangkat
pinggulnya sementara otaknya menjerit padanya untuk menghentikan Yifan. Bisakah
ia membiarkan Yifan melakukan beberapa tusukan lagi? Yixing bisa merasakan
perasaan ini terbangun, Yixing mendekati orgasme. “oppa, kau harus berhenti.”
Yifan membekukan gairahnya akan pembebasan yang
berteriak ke dalam pembuluh darahnya dan berkonsentrasi kepada Yixing. “Kau
sudah dekat?”
Yixing mendesah di lengan Yifan dan mengangkat
pinggul ke arah tusukannya. “Y-Ya.”
Yifan menyusupkan tangannya ke bawah dan jari Yifan
mendarat di clit-nya. Yifan menusuk Yixing dengan cara yang tak akan dapat ia
tolak. Yifan berharap Yixing tak akan mampu untuk menolak.
Dan Yifan benar.
Yixing mulai mendesah dan Yifan dapat merasakan
otot Yixing menjepit miliknya, lebih ketat menjepit miliknya, meremas miliknya
sampai Yixing meledak dalam pelukannya.
Kecantikan Yixing saat orgasme begitu menggetarkan.
Yixing panas, basah, mulus dan ketat. Pikiran Yifan meledak dalam sensasi dan
tubuh Yifan mulai mencapai bibir jurang. Ia mendorong ke dalam Yixing dengan
keras satu kali lagi dan menyentak, menumpahkan miliknya ke dalam perut sehalus
satin milik Yixing.
Yifan ambruk di atas tubuhnya, menjatuhkan
kepalanya ke atas bantal di sebelah kepalanya. Oksigen membakar paru-paru Yifan
dan Yifan menarik nafas. Detak jantungnya perlahan menurun. Yifan memeluk
Yixing dan jatuh tertidur karena puas.
.
.
.
.
To Be Continue
akhrnya yifan brhasil jg membobol yixing, dan dijamin yunho juga bakal marah sama yifan
ReplyDelete/nosebleed/ OMG ASDFGHJKL my fanxing feels <3 /kraying/
ReplyDelete