Ada satu lagi Novel dari Santhy Agatha yang keren. “A Romantic Story About Serena” dan Saki pengen meremake cerita itu dengan cast yang Saki suka. Check this out guys…
.
.
Sacrificio de Amor
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong &
Jung Yunho
©their Self
A Romantic Story
About Serena
©Santhy Agatha
.
.
.
.
.
.
Jaejoong menarik napas panjang
sebelum membuka pintu itu, pintu besar kokoh yang terlihat begitu mewah dan
berkuasa yang seakan mencerminkan apa yang menunggu dibaliknya. Sambil
menenangkan debaran jantungnya dibukanya pintu itu, dan ketika menyadari
tangannya berkeringat, Jaejoong tersenyum kecut,
“Seperti akan menghadapi hukuman mati saja”, desisnya dalam
hati.
Ketika masuk Jaejoong menyadari
ruangan itu sangat luas. Suasana didalam ruangan itu sungguh elegan, dengan
penataan ruang dari desainer terkenal dan perabotan kelas tinggi yang khusus
dipesan untuk ruangan ini. Temperaturnya diatur senyaman mungkin dan
samar-samar tercium aroma cendana yang menenangkan. Semua yang ada diruangan
ini sungguh menyenangkan, ups!!,.. salah, semua menyenangkan kecuali satu hal,
dan satu hal itu adalah sosok dingin yang duduk tegak dibalik meja dengan
keangkuhan yang mencerminkan seolah-olah dirinyalah pusat dunia,
Lalu tatapannya itu, tatapannya
itu!! Sangat mengerikan. Mata musang itu
menatapnya dengan kadar kebencian yang begitu kental.
Jaejoong membasahi bibirnya
dengan gugup, dan menunggu, dan terus
menunggu. Tetapi namja itu hanya diam menatapnya, mempertahankan keheningan di
antara mereka. Jaejoong mengangkat dagunya dan melemparkan tatapan ‘well aku
sudah disini, sekarang apalagi?’ kepada namja itu.
Si mata musang mengerutkan alis
gusar melihat tingkah berani jaejoong, mulutnya menipis,
"Kudengar kau menyebabkan
kekacauan di proyek kali ini",
“Akhirnya!!” Jaejoong
menghembuskan napas setengah lega setengah panik mendengar kalimat pembuka
namja itu.
"Saya hanya mencoba
menyelamatkan keadaan", sebenarnya Jaejoong tidak mau kedengaran begitu
kurang ajar, tapi tatapan meremehkan namja itu mau tak mau memunculkan sisi defensif
dari dirinya.
"Menyelamatkan keadaan kau
bilang?" , Namja itu tampak begitu murka mendengar jawaban
Jaejoong,"Kau mengusir klien terpenting perusahaan ini, dan
mempermalukannya di depan umum, dan kau anggap itu menyelamatkan keadaan
!!"
Jaejoong membalas tatapan garang
namja itu dengan tak kalah garang, "Orang yang anda bilang klien
terpenting itu, merayu dan meraba salah satu pegawai anda di tengah-tengah
pameran, apakah menurut anda, saya, sebagai pengawas yang bertugas dilapangan
hanya boleh diam saja dan tidak membelanya ??!"
Tatapan mata meremehkan dari
mata musang itu benar benar membuat Jaejoong sebal,
"Kau bekerja disini sebagai
panjang1 dan harusnya kau tahu salah satu tugasmu adalah menjaga
hubungan baik dengan klien potensial, bukannya mengusirnya", jawab namja
itu tenang.
"Jadi menurut anda saya
harus melupakan moralitas hanya demi keuntungan perusahaan semata?!"
"Moralitas selamanya tidak
akan dapat memberikan keuntungan, dalam hal apapun", si mata musang
mengangkat bahu dengan bosan.
Cukup sudah! Jaejoong
menarik napas dalam-dalam,
"Kalau begitu saya tidak
mau bekerja di perusahaan yang tidak bermoral, paling cepat nanti siang, anda
akan menerima surat pengunduran diri dari saya !",
Sejenak suasana menjadi begitu
hening, dan kalaupun si mata musang itu kaget dengan keputusan impulsif
Jaejoong, dia berhasil menyembunyikannya dengan baik karena ekspresinya tidak
dapat ditebak, dia hanya memandang Jaejoong dengan ekspresi menilai.
Suasana terasa makin hening, dan
Jaejoong menunggu. Ketegangan terasa bagaikan senar yang ditarik kencang, siap
untuk putus.
Lalu, sebuah senyum muncul
disudut bibir namja itu, walaupun begitu, sinar matanya tampak begitu kejam.
"Tidak semudah itu nona
Kim, mungkin saya adalah pemimpin tertinggi sekaligus pemilik perusahaan ini,
tetapi bukan berarti saya tidak mengetahui setiap detail terkecil pegawai di
sini",
Namja itu menatap dengan tajam
sebelum menjatuhkan bom-nya,
"Kau memiliki pinjaman yang
belum selesai pada perusahaan ini senilai 40 juta, katakan sekarang Kim, apakah
kau bisa melunasi pinjaman itu dengan tunai sekarang juga? Kalau ya, aku akan
dengan senang hati meluluskan permohonan pengunduran dirimu".
Wajah Jaejoong benar-benar pucat
pasi, dalam kemarahannya tadi, sama sekali tidak terpikirkan mengenai pinjaman
itu. Dan si mata musang menanyai apakah dia bisa membayar pinjamannya secara
tunai? Tanpa sadar Jaejoong mengernyit seolah kesakitan, Ya Tuhan , itu tidak
mungkin, bahkan sekarang dia sedang
dalam kekalutan besar dan membutikan lebih banyak uang untuk....,
cepat-cepat dihapusnya pikiran itu
sebelum melayang lebih jauh,
Si mata musang mendengus
menghina melihat kebekuan Jaejoong,
"Oke saya asumsikan anda
tidak dapat membayar tunai pinjaman itu, meskipun saya sedikit bertanya-tanya
kenapa yeoja lajang seperti anda bisa menghabiskan uang sebanyak itu, tapi itu
bukan urusan saya",
Senyum di sudut bibir namja itu
langsung menghilang dan tatapannya berubah menjadi dingin,
"Jadi, selama kau masih
berhutang pada perusahaan ini dan belum bisa menyelesaikan kewajibanmu, jangan
seenaknya mengira kau bisa mengundurkan diri dari perusahaan ini. Hanya akulah,
yang bisa memutuskan apakah kau layak dipertahankan atau disingkirkan, jadi
kembalilah bekerja dan singkirkan moralitasmu yang munafik itu !!!"
Jaejoong menatap namja itu
dengan kebencian yang meluap-luap,
"Hanya pinjaman itu yang
menahan saya disini, dan jika saya berhasil melunasi pinjaman itu, saya akan
langsung angkat kaki dari perusahaan ini!, sekarang mohon ijin permisi, saya
akan kembali bekerja!"
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue

Waa pgn baca, pasti seru...yunjae holic
ReplyDeleteWah... Ff bru lagi..! Suka suka suka..!
ReplyDeleteJae disini GS yahh. .bikin namja aja..kn udh cocok tuh dg ftny
ReplyDeletesemoga komen ku muncul
ReplyDeletengikut baca saki :-)
Hai sakichan..slam knal
ReplyDeleteZi suka pnggambaran ffny..keren n jelas..jdi bisa d bayangkan adegan n mmik tokohny
GS kan?
ReplyDeleteAk minta ijin baca ff" kamu ya Saki chan...^^
ReplyDeleteThanks before....