Friday, February 21

[Remake] Salang-Ui Ba Chapter 08

Yunho ingin membuat Jaejoong menyerah dengan sukarela. Dua percintaan mereka yang terakhir tidak dilakukan dengan sukarela. Meskipun pada akhirnya Yunho bisa membuat Jaejoong merasakan kenikmatan. Jung Yunho tidak pernah memaksa yeoja jatuh ke dalam pelukannya. Para yeojalah yang berebut untuk dipeluk olehnya. Dan itu harus terjadi pada Jaejoong. Jaejoonglah yang harus menyerah dalam pelukannya.
Yunho memejamkan matanya, membayangkan bagaimana nikmatnya nanti ketika Jaejoong pada akhirnya menyerah ke dalam pelukannya dan memohon kepadanya. Yunho melirik kepada Jaejoong, dan... Astaga! Demi para dewa yang ada di semesta alam ini... Jaejoong masih memakai pakaian lengkap, dan yang membuat semuanya lebih buruk, pakaian Jaejoong adalah rok panjang tipis berwarna putih, dan ketika baju itu basah kuyup, malahan membuat tubuh Jaejoong begitu sexy, tercermin samar-samar di balik pakaian putih yang membuatnya tampak misterius.


Yunho menggertakkan giginya. Dia tidak tahan lagi bermain-main seperti ini. Ada di dekat Jaejoong, telanjang dan siap seperti ini membuatnya merasa hampir gila.
Yeoja ini harus menyerah padanya. Harus!
salang-ui ba
©Kitahara Saki
Kim Jaejoong, Jung Yunho
©their self
Sleep with the Devil
©Shanty Agatha
Yunho memasang jasnya dan menoleh pada Changmin yang berdiri menungguinya di dekat pintu. “Bagaimana dengan kasus terakhir itu? Sudah kau bereskan?”
Changmin mengangkat bahunya, “Tuan Choi memendam kemarahan kepada tuan, apalagi karena tindakan tuan sudah menggilas habis seluruh perencanaan proyeknya.”
Yunho tersenyum, membayangkan muka Choi Siwon saat ini pasti sedang merah padam karena marah. “Dia selalu marah kepadaku, sejak awal. Tetapi sampai sekarang dia tidak akan bisa berbuat apa-apa kepadaku. Dia tahu dia akan mati kalau sekali saja dia mencoba membunuhku, lalu gagal.”
“Bagaimana kalau dia mencoba dan berhasil?,” Changmin menyela dengan cepat, “Tuan choi sangat licik dan bertangan kotor, dia menggunakan banyak orang untuk mencapai tujuannya, kita tidak boleh meremehkannya dan harus selalu berhati-hati,” Changmin menatap Yunho dengan tatapan mata serius, “Seharusnya tuan menyuruh saya untuk membereskan orang itu dari dulu, supaya dia tidak berani berbuat macam-macam.”
Yunho menggelengkan kepalanya tak peduli, “Dia tidak akan berani, dan kalaupun dia berani melakukannya apapun... aku sendiri yang akan menghabisinya.”
Choi Siwon adalah salah satu musuh bisnis Yunho. Namja itu bersikap munafik karena di depan Yunho dia selalu bersikap baik dan bersahabat. Tetapi Yunho tahu kalau namja itu menyimpan kebencian yang amat mendalam kepadanya karena bisnisnya semakin terpuruk akibat gilasan ekspansi yang dilakukan Yunho.
Tetapi Yunho sadar dia memang tidak boleh meremehkan Siwon, karena Siwon punya teman-teman penting di balik bisnis kotornya, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan anak buahnya, namja itu berhubungan dengan sindikat senjata gelap dan kelompok-kelompok bawah tanah, tidak menutup kemungkinan Siwon pada akhirnya akan menyewa salah seorang dari mereka untuk membunuhnya. Yunho, meskipun dibekali dengan kemampuan bela diri dan sangat ahli dalam berbagai jenis senjata serta dikelilingi oleh pasukan pengawalnya yang kompeten, harus selalu waspada.
Suatu saat, ketika Siwon sudah terasa sangat mengganggu seperti hama penyakit yang harus dibasmi, Yunho sendiri yang akan membereskannya. Tetapi tidak sekarang, mungkin reputasi Yunho yang kejam membuat Siwon sangat berhati-hati dalam bertindak, Yunho ingin melihat sejauh mana gerakan Siwon baru setelah itu dia memutuskan akan dibagaimanakan sampah itu.
“Nanti.” Gumam Yunho dalam hati, Sekarang dia harus makan malam dengan yeojanya.
Setelah merasa puas dengan penampilannya, Yunho memutar tubuhnya dan mengedikkan bahunya kepada Changmin, “Dia sudah siap?”
Changmin menganggukkan kepalanya, “Hyunjoong sudah menyiapkannya dari satu jam yang lalu.” Changmin membungkukkan badannya, lalu membukakan pintu untuk Yunho.
Kitahara Saki
Ketika didandani oleh Hyunjoong, Jaejoong sudah terlalu lelah untuk melakukan pemberontakan sekecil apapun. Dia bahkan tadi tidak bertanya apapun ketika Changmin mengantar Hyunjoong ke kamarnya dan laki-laki itu tiba-tiba mendandaninya,
“Sepertinya kau berubah menjadi pendiam, kau tidak ingin tahu mengapa kau didandani?” Hyunjoong bertanya setelah dia selesai mengoleskan eye shadow warna keemasan di kelopak mata Jaejoong.
Jaejoong hanya menggelengkan kepalanya, tidak mampu menjawab. Ingatan akan kejadian di kamar mandi tadi membuat perasaannya campur aduk. Oh ya, sesuai janjinya, Yunho hanya mandi, setelah Jaejoong selesai menyabuni punggungnya, Yunho meneruskan mandi dan kemudian dengan tatapan lancang, menawarkan diri untuk memandikan Jaejoong – yang tentu saja langsung ditolaknya mentah-mentah dengan berbagai sumpah serapah yang menyembur dari bibirnya. Yunho hanya tersenyum, mengambil handuk putih, mengikatkannya di pinggangnya dan melangkah pergi dengan santai. Meninggalkan Jaejoong yang masih terpaku dalam guyuran air shower kamar mandi itu.
Yunho benar-benar terangsang. Jaejoong tidak perlu memegang untuk mengetahui itu, bukti kejantanan Yunho sudah menonjol tanpa tahu malu. Tetapi kenapa namja itu tidak melakukan apa-apa kepadanya? Bukannya Jaejoong ingin Yunho melakukan apapun kepadanya. Tetapi bayangan itu, bayangin Yunho yang bergitu bergairah tidak bisa hilang dari pikirannya. Entah kenapa perasaan malu dan terhina merambati pikirannya, sungguh memalukan! Mungkinkah sebenarnya di dalam dirinya tersembunyi sosok yeoja jalang yang siap meledak? Atau jangan-jangan Yunho memang begitu ahli merayu yeoja sehingga membuat Jaejoong hampir-hampir bertekuk lutut di kakinya?
“Sudah selesai.” suara Hyunjoong terdengar puas, mengembalikan Jaejoong dari lamunannya.
Jaejoong sedikit melirik ke cermin, padamulanya tidak begitu tertarik akan hasil dandanan Hyunjoong, tetapi mau tak mau pandangan matanya tertahan lebih lama di sana. Gaun hitamnya tampak menjuntai di belakang, dengan potongan sederhana tetapi elegan. Rambutnya diangkat ke atas, memamerkan telinganya yang dihiasi anting rubi dengan ukiran emas. Secara keseluruhan, penampilannya tampak begitu elegan dan berkelas. Hyunjoong memang hebat bisa membuat penampilannya berubah drastis seperti ini.
“Tuan jung akan mengajakmu makan di Mirotix,” Hyunjoong mengernyit ketika melihat Jaejoong tampak biasa saja mendengar nama restaurant itu, “Hei itu restaurant bintang lima paling berkelas di sini, disana akan ada banyak mata yang melihat dan menilaimu, tapi jangan pedulikan mereka,” Hyunjoong memutar matanya genit, “Mereka hanya iri karena kau bersama bujangan yang paling diminati.”
“Bujangan paling diminati?” Tanpa sadar Jaejoong memutar matanya, mungkin orang-orang itu terlalu silau akan ketampanan Yunho hingga buta akan semua sifat buruknya
Pintu terbuka dan Changmin masuk, “Sudah siap?” pengawal berwajah dingin itu sedikit mengangkat alisnya melihat penampilan Jaejoong, tetapi wajahnya tetap datar, “ Tuan jung sudah menunggu di bawah.”
Kitahara Saki
Jaejoong diantar ke ballroom bawah dan Yunho berdiri di sana, namja itu sekilas melemparkan pandangan memuji, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Didalam mobilpun dilalui dalam keheningan. Namja itu rupanya berniat mempertahankan keheningan sampai ke tujuan. Tetapi Jaejoong tidak tahan, satu-satunya senjata agar dia tidak jatuh dalam pesona Yunho adalah dengan terus menerus melawannya.
“Kenapa kau ajak aku makan malam di luar?” akhirnya Jaejoong memecah keheningan itu dengan pertanyaannya.
Yunho menoleh sedikit dan menatap Jaejoong dengan pandangan malas, “Aku lapar.”
Jaejoong mendengus jengkel mendengar jawaban itu, “Kau punya 3 koki hidangan internasional di rumahmu.” begitu yang sempat Jaejoong dengar dari obrolan para pelayan.
“Aku sedang ingin makan di luar, dan kau...” Yunho menatap Jaejoong dengan tatapan awas kalau kau berani membantah “Kau adalah kekasihku, jadi kau harus mendampingiku.”
Tentu saja Jaejoong membantah, “Aku bukan kekasihmu.”
“Ya, kau adalah kekasihku. Yeoja yang kutiduri lebih dari satu kali otomatis menjadi kekasihku.”
“Andwae!” Jaejoong menyela keras kepala, mukanya memerah mendengar omongan Yunho yang vulgar itu.
“Jae,” Yunho mengeluarkan suara mengancamnya yang khas, “Jangan menantangku. Kau tahu aku sedang tidak ingin berdebat denganmu, suasana hatiku sedang buruk dan aku muak dengan semua perlawananmu, jadi jangan coba-coba memancing kesabaranku.”
“Kalau kau muak denganku seharusnya kau lepaskan aku.”
“Ani,” Yunho menjawab cepat, hanya sepersekian detik setelah Jaejoong menutup mulutnya, “Hentikan Jae, kau tidak akan kulepaskan.”
“Wae?"
“Kau tahu kenapa.” Yunho jelas tampak jengkel.
“Ani, anindeyo.” jawab Jaejoong keras kepala.
“Karena,” suara Yunho sedikit menggeram, dan dalam sekejap namja itu mencengkeram rahang Jaejoong dengan jemarinya, lembut tetapi mengancam, “Karena aku sangat suka memasukimu, merasakan kewanitaanmu membungkusku dengan panas, lalu mendengarmu merintih karena orgasmemu. Jelas??”
Sangat Jelas. Dan Yunho berhasil membuat Jaejoong terdiam. Sepanjang perjalanan mereka tidak berucap sepatah katapun lagi.
Kitahara Saki
Di suatu sudut yang gelap sebuah telepon terangkat, Choi Siwon sedang duduk di kursi besarnya sambil merokok, segelas brandy dengan botolnya yang setengah penuh tampak di sampingnya, tampangnya yang jelek dengan hidung memerah karena mabuk tampak waspada,
“Sudah berhasil?” namja itu bertanya cepat.
Jeda sejenak, lalu suara dalam disana menjawab dengan tenang, “Mereka sudah keluar dari rumah itu. Rencana akan dijalankan nanti ketika mereka pulang.”

Bagus, kabari aku kalau sudah beres.”
“Baiklah. Anda tidak akan kecewa karena telah menyewa saya untuk membunuh Jung Yunho.”
telepon ditutup, dan Siwon terkekeh dalam kegelapan. Menenggak minumannya, untuk perayaan awal.
Jung Yunho, musuh besarnya. Namja itu sudah menghancurkan bisnisnya dengan ekspansi yang dilakukannya. Dan bukan hanya itu, Siwon didera oleh perasaan iri dan benci yang luar biasa kepada Yunho. Entah kenapa Yunho diciptakan begitu sempurna, dari segi fisik. Dan semua wanita berhamburan untuk berlutut di kakinya. Siwon dengan wajah jeleknya sudah terlalu sakit hati karena ditolak yeoja, semua yeoja yang mau tidur dengannya hanyalah pelacur-pelacur yang harus dibayar. Jung Yunho harus dienyahkan, namja seperti itu tidak boleh hidup di dunia ini. Dan malam ini mungkin adalah malam terakhir namja itu hidup.
.
.
.
To Be Continued

6 comments:

  1. Anonymous12:48 PM

    Hahhaha.. jgn merendah tuan choi.. kau jg tampan kok..kekekek

    ReplyDelete
  2. mungkin belum dapet jodoh kali siwon.
    loh jelek? katanya siwon aslinya ganteng kok

    ReplyDelete
  3. ya ampun yunho frontal banget, sumpah itu kalo aku jadi jae udah tak tampar muka yunho #aish..

    ReplyDelete
  4. Kalau Yunho sampe jawab "Karena...Aku mencintaimu" itu pasti Jae eum mungkin pipinya jadi merona, ah tapi kayaknya bukan sekarang deh yah, untuk sekarang gak mungkin hihihi, sudah jelas jawabannya akan sevulgar itu, Yunho banget kekeke~

    Ah Yunho ada yang berencana jahat tuuh.>„<

    ReplyDelete
  5. Siwon dengan tampang jeleknya???

    ReplyDelete
  6. Emng rada aneh ngebayangin Siwon dgn tampang yg jelek tp ini kan cm ceritanya..
    Kl ak jd Jaejoong tiap deket Yunho antara pengen gigit sama pengen cium tuh org...kkkkkkk.... /maunya/

    ReplyDelete