Yunho memejamkan matanya, membayangkan bagaimana nikmatnya nanti ketika Jaejoong pada akhirnya menyerah ke dalam pelukannya dan memohon kepadanya. Yunho melirik kepada Jaejoong, dan... Astaga! Demi para dewa yang ada di semesta alam ini... Jaejoong masih memakai pakaian lengkap, dan yang membuat semuanya lebih buruk, pakaian Jaejoong adalah rok panjang tipis berwarna putih, dan ketika baju itu basah kuyup, malahan membuat tubuh Jaejoong begitu sexy, tercermin samar-samar di balik pakaian putih yang membuatnya tampak misterius.
Yunho menggertakkan giginya. Dia tidak tahan lagi bermain-main seperti ini. Ada
di dekat Jaejoong, telanjang dan siap seperti ini membuatnya merasa hampir
gila.
Yeoja
ini harus menyerah padanya. Harus!
salang-ui
ba
©Kitahara Saki
Kim
Jaejoong, Jung Yunho
©their self
Sleep with
the Devil
©Shanty Agatha
Yunho
memasang jasnya dan menoleh pada Changmin yang berdiri menungguinya di dekat
pintu. “Bagaimana dengan kasus terakhir itu? Sudah kau bereskan?”
Changmin
mengangkat bahunya, “Tuan Choi memendam kemarahan kepada tuan, apalagi karena
tindakan tuan sudah menggilas habis seluruh perencanaan proyeknya.”
Yunho
tersenyum, membayangkan muka Choi Siwon saat ini pasti sedang merah padam
karena marah. “Dia selalu marah kepadaku, sejak awal. Tetapi sampai sekarang
dia tidak akan bisa berbuat apa-apa kepadaku. Dia tahu dia akan mati kalau
sekali saja dia mencoba membunuhku, lalu gagal.”
“Bagaimana
kalau dia mencoba dan berhasil?,” Changmin menyela dengan cepat, “Tuan choi
sangat licik dan bertangan kotor, dia menggunakan banyak orang untuk mencapai
tujuannya, kita tidak boleh meremehkannya dan harus selalu berhati-hati,” Changmin
menatap Yunho dengan tatapan mata serius, “Seharusnya tuan menyuruh saya untuk
membereskan orang itu dari dulu, supaya dia tidak berani berbuat macam-macam.”
Yunho
menggelengkan kepalanya tak peduli, “Dia tidak akan berani, dan kalaupun dia
berani melakukannya apapun... aku sendiri yang akan menghabisinya.”
Choi
Siwon adalah salah satu musuh bisnis Yunho. Namja itu bersikap munafik karena
di depan Yunho dia selalu bersikap baik dan bersahabat. Tetapi Yunho tahu kalau
namja itu menyimpan kebencian yang amat mendalam kepadanya karena bisnisnya
semakin terpuruk akibat gilasan ekspansi yang dilakukan Yunho.
Tetapi
Yunho sadar dia memang tidak boleh meremehkan Siwon, karena Siwon punya
teman-teman penting di balik bisnis kotornya, berdasarkan penyelidikan yang
dilakukan anak buahnya, namja itu berhubungan dengan sindikat senjata gelap dan
kelompok-kelompok bawah tanah, tidak menutup kemungkinan Siwon pada akhirnya
akan menyewa salah seorang dari mereka untuk membunuhnya. Yunho, meskipun dibekali
dengan kemampuan bela diri dan sangat ahli dalam berbagai jenis senjata serta
dikelilingi oleh pasukan pengawalnya yang kompeten, harus selalu waspada.
Suatu
saat, ketika Siwon sudah terasa sangat mengganggu seperti hama penyakit yang
harus dibasmi, Yunho sendiri yang akan membereskannya. Tetapi tidak sekarang,
mungkin reputasi Yunho yang kejam membuat Siwon sangat berhati-hati dalam
bertindak, Yunho ingin melihat sejauh mana gerakan Siwon baru setelah itu dia
memutuskan akan dibagaimanakan sampah itu.
“Nanti.” Gumam Yunho dalam hati, Sekarang dia harus makan malam
dengan yeojanya.
Setelah
merasa puas dengan penampilannya, Yunho memutar tubuhnya dan mengedikkan
bahunya kepada Changmin, “Dia sudah siap?”
Changmin
menganggukkan kepalanya, “Hyunjoong sudah menyiapkannya dari satu jam yang
lalu.” Changmin membungkukkan badannya, lalu membukakan pintu untuk Yunho.
♥Kitahara Saki♥
Ketika
didandani oleh Hyunjoong, Jaejoong sudah terlalu lelah untuk melakukan
pemberontakan sekecil apapun. Dia bahkan tadi tidak bertanya apapun ketika
Changmin mengantar Hyunjoong ke kamarnya dan laki-laki itu tiba-tiba
mendandaninya,
“Sepertinya
kau berubah menjadi pendiam, kau tidak ingin tahu mengapa kau didandani?”
Hyunjoong bertanya setelah dia selesai mengoleskan eye shadow warna keemasan di
kelopak mata Jaejoong.
Jaejoong
hanya menggelengkan kepalanya, tidak mampu menjawab. Ingatan akan kejadian di
kamar mandi tadi membuat perasaannya campur aduk. Oh ya, sesuai janjinya, Yunho
hanya mandi, setelah Jaejoong selesai menyabuni punggungnya, Yunho meneruskan
mandi dan kemudian dengan tatapan lancang, menawarkan diri untuk memandikan Jaejoong
– yang tentu saja langsung ditolaknya mentah-mentah dengan berbagai sumpah
serapah yang menyembur dari bibirnya. Yunho hanya tersenyum, mengambil handuk
putih, mengikatkannya di pinggangnya dan melangkah pergi dengan santai.
Meninggalkan Jaejoong yang masih terpaku dalam guyuran air shower kamar mandi
itu.
Yunho
benar-benar terangsang. Jaejoong tidak perlu memegang untuk mengetahui itu,
bukti kejantanan Yunho sudah menonjol tanpa tahu malu. Tetapi kenapa namja itu
tidak melakukan apa-apa kepadanya? Bukannya Jaejoong ingin Yunho melakukan
apapun kepadanya. Tetapi bayangan itu, bayangin Yunho yang bergitu bergairah
tidak bisa hilang dari pikirannya. Entah kenapa perasaan malu dan terhina
merambati pikirannya, sungguh memalukan! Mungkinkah sebenarnya di dalam dirinya
tersembunyi sosok yeoja jalang yang siap meledak? Atau jangan-jangan Yunho
memang begitu ahli merayu yeoja sehingga membuat Jaejoong hampir-hampir
bertekuk lutut di kakinya?
“Sudah
selesai.” suara Hyunjoong terdengar puas, mengembalikan Jaejoong dari
lamunannya.
Jaejoong
sedikit melirik ke cermin, padamulanya tidak begitu tertarik akan hasil
dandanan Hyunjoong, tetapi mau tak mau pandangan matanya tertahan lebih lama di
sana. Gaun hitamnya tampak menjuntai di belakang, dengan potongan sederhana tetapi
elegan. Rambutnya diangkat ke atas, memamerkan telinganya yang dihiasi anting
rubi dengan ukiran emas. Secara keseluruhan, penampilannya tampak begitu elegan
dan berkelas. Hyunjoong memang hebat bisa membuat penampilannya berubah drastis
seperti ini.
“Tuan
jung akan mengajakmu makan di Mirotix,” Hyunjoong mengernyit ketika melihat
Jaejoong tampak biasa saja mendengar nama restaurant itu, “Hei itu restaurant
bintang lima paling berkelas di sini, disana akan ada banyak mata yang melihat
dan menilaimu, tapi jangan pedulikan mereka,” Hyunjoong memutar matanya genit,
“Mereka hanya iri karena kau bersama bujangan yang paling diminati.”
“Bujangan paling diminati?” Tanpa sadar Jaejoong memutar matanya,
mungkin orang-orang itu terlalu silau akan ketampanan Yunho hingga buta akan
semua sifat buruknya
Pintu
terbuka dan Changmin masuk, “Sudah siap?” pengawal berwajah dingin itu sedikit
mengangkat alisnya melihat penampilan Jaejoong, tetapi wajahnya tetap datar, “
Tuan jung sudah menunggu di bawah.”
♥Kitahara Saki♥
Jaejoong
diantar ke ballroom bawah dan Yunho berdiri di sana, namja itu sekilas
melemparkan pandangan memuji, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Didalam mobilpun
dilalui dalam keheningan. Namja itu rupanya berniat mempertahankan keheningan
sampai ke tujuan. Tetapi Jaejoong tidak tahan, satu-satunya senjata agar dia
tidak jatuh dalam pesona Yunho adalah dengan terus menerus melawannya.
“Kenapa
kau ajak aku makan malam di luar?” akhirnya Jaejoong memecah keheningan itu
dengan pertanyaannya.
Yunho
menoleh sedikit dan menatap Jaejoong dengan pandangan malas, “Aku lapar.”
Jaejoong
mendengus jengkel mendengar jawaban itu, “Kau punya 3 koki hidangan
internasional di rumahmu.” begitu yang sempat Jaejoong dengar dari obrolan para
pelayan.
“Aku
sedang ingin makan di luar, dan kau...” Yunho menatap Jaejoong dengan tatapan
awas kalau kau berani membantah “Kau adalah kekasihku, jadi kau harus
mendampingiku.”
Tentu
saja Jaejoong membantah, “Aku bukan kekasihmu.”
“Ya,
kau adalah kekasihku. Yeoja yang kutiduri lebih dari satu kali otomatis menjadi
kekasihku.”
“Andwae!”
Jaejoong menyela keras kepala, mukanya memerah mendengar omongan Yunho yang
vulgar itu.
“Jae,”
Yunho mengeluarkan suara mengancamnya yang khas, “Jangan menantangku. Kau tahu
aku sedang tidak ingin berdebat denganmu, suasana hatiku sedang buruk dan aku
muak dengan semua perlawananmu, jadi jangan coba-coba memancing kesabaranku.”
“Kalau
kau muak denganku seharusnya kau lepaskan aku.”
“Ani,”
Yunho menjawab cepat, hanya sepersekian detik setelah Jaejoong menutup mulutnya,
“Hentikan Jae, kau tidak akan kulepaskan.”
“Wae?"
“Kau
tahu kenapa.” Yunho jelas tampak jengkel.
“Ani,
anindeyo.” jawab Jaejoong keras kepala.
“Karena,”
suara Yunho sedikit menggeram, dan dalam sekejap namja itu mencengkeram rahang
Jaejoong dengan jemarinya, lembut tetapi mengancam, “Karena aku sangat suka
memasukimu, merasakan kewanitaanmu membungkusku dengan panas, lalu mendengarmu
merintih karena orgasmemu. Jelas??”
Sangat
Jelas. Dan Yunho berhasil membuat Jaejoong terdiam. Sepanjang perjalanan mereka
tidak berucap sepatah katapun lagi.
♥Kitahara Saki♥
Di
suatu sudut yang gelap sebuah telepon terangkat, Choi Siwon sedang duduk di
kursi besarnya sambil merokok, segelas brandy dengan botolnya yang setengah
penuh tampak di sampingnya, tampangnya yang jelek dengan hidung memerah karena
mabuk tampak waspada,
“Sudah
berhasil?” namja itu bertanya cepat.
Jeda
sejenak, lalu suara dalam disana menjawab dengan tenang, “Mereka sudah keluar
dari rumah itu. Rencana akan dijalankan nanti ketika mereka pulang.”
Bagus,
kabari aku kalau sudah beres.”
“Baiklah.
Anda tidak akan kecewa karena telah menyewa saya untuk membunuh Jung Yunho.”
telepon ditutup, dan Siwon terkekeh dalam kegelapan. Menenggak minumannya, untuk perayaan awal.
telepon ditutup, dan Siwon terkekeh dalam kegelapan. Menenggak minumannya, untuk perayaan awal.
Jung
Yunho, musuh besarnya. Namja itu sudah menghancurkan bisnisnya dengan ekspansi
yang dilakukannya. Dan bukan hanya itu, Siwon didera oleh perasaan iri dan
benci yang luar biasa kepada Yunho. Entah kenapa Yunho diciptakan begitu
sempurna, dari segi fisik. Dan semua wanita berhamburan untuk berlutut di
kakinya. Siwon dengan wajah jeleknya sudah terlalu sakit hati karena ditolak
yeoja, semua yeoja yang mau tidur dengannya hanyalah pelacur-pelacur yang harus
dibayar. Jung Yunho harus dienyahkan, namja seperti itu tidak boleh hidup di
dunia ini. Dan malam ini mungkin adalah malam terakhir namja itu hidup.
.
.
.
To Be Continued

Hahhaha.. jgn merendah tuan choi.. kau jg tampan kok..kekekek
ReplyDeletemungkin belum dapet jodoh kali siwon.
ReplyDeleteloh jelek? katanya siwon aslinya ganteng kok
ya ampun yunho frontal banget, sumpah itu kalo aku jadi jae udah tak tampar muka yunho #aish..
ReplyDeleteKalau Yunho sampe jawab "Karena...Aku mencintaimu" itu pasti Jae eum mungkin pipinya jadi merona, ah tapi kayaknya bukan sekarang deh yah, untuk sekarang gak mungkin hihihi, sudah jelas jawabannya akan sevulgar itu, Yunho banget kekeke~
ReplyDeleteAh Yunho ada yang berencana jahat tuuh.>„<
Siwon dengan tampang jeleknya???
ReplyDeleteEmng rada aneh ngebayangin Siwon dgn tampang yg jelek tp ini kan cm ceritanya..
ReplyDeleteKl ak jd Jaejoong tiap deket Yunho antara pengen gigit sama pengen cium tuh org...kkkkkkk.... /maunya/