"Setidaknya
maukah kau mencoba berbicara dengan Yunho? Kau ada pertemuan besok pagi
dengannya kan?" Junsu menatap Yoochun penuh permohonan. Ada kecemasan di
suaranya, apalagi ketika mengingat betapa Jaejoong tampak sangat tersiksa
ketika memohon kepadanya tadi.
Yoochun
terkekeh, lalu menggulingkan tubuhnya menindih tubuh Junsu, "Baiklah tuan
puteri, akan kucoba," di dekatkannya wajahnya ke wajah Junsu, menggoda
bibir Junsu dengan usapan bibirnya yang panas, "Sekarang bisakah kita
mengehentikan pembicaraan kita tentang orang lain dan bercinta lagi?"
Junsu
tidak menolak, bercinta dengan Yoochun selalu menjadi kegiatan yang luar biasa
menyenangkan.
salang-ui
ba
©Kitahara Saki
Kim
Jaejoong, Jung Yunho
©their self
Sleep with
the Devil
©Shanty Agatha
Kopi
sudah dihidangkan, pertanda meeting santai itu sudah usai. Beberapa namja
memilih keluar untuk merokok, sedang Yoochun duduk diam di ujung sofa,
mengamati Yunho yang masih sibuk mempelajari berkas-berkas di tangannya. Yunho
bukanlah namja yang bisa membaur, namja ini penyendiri, dan wataknya yang
terkenal membuat orang-orang segan mendekatinya. Yoochun tidak akrab dengan
Yunho, mereka hanya berbicara tentang bisnis. Dan apabila menyangkut bisnis,
Yunho cukup kooperatif. Kerjasama mereka telah membuahkan banyak keuntungan
bagi perusahaan masing-masing.
Yoochun
ragu untuk menanyakan perihal Jaejoong kepada Yunho. Rasanya terlalu aneh untuk
membahas masalah itu di sini. Tetapi isterinya, Junsu yang cantik, telah
berhasil membuatnya berjanji untuk melakukannya. Yoochun berdehem, menarik
perhatian Yunho dari berkas-berkas yang ditelusurinya dengan serius,
“Kami,
aku dan isteriku bertemu dengan kekasihmu semalam.”
Kepala
Yunho langsung terangkat seperti disentakkan, ia menatap Yoochun dengan
waspada,
“Oh ya?” nada suaranya santai, tetapi ketegangan dalam suara Yunho tidak bisa menipu Yoochun, ada sesuatu di sini. Batin Yoochun dalam hatinya, ada sesuatu yang dirahasiakan Yunho...
“Oh ya?” nada suaranya santai, tetapi ketegangan dalam suara Yunho tidak bisa menipu Yoochun, ada sesuatu di sini. Batin Yoochun dalam hatinya, ada sesuatu yang dirahasiakan Yunho...
“Ya,
dia berkenalan dengan isteriku kemarin, dan berbicara panjang lebar dengannya.”
Yoochun berusaha memancing Yunho dan sepertinya pancingannya kena karena mata
Yunho menyipit dan menatapnya curiga.
“Apakah
dia mengatakan sesuatu kepada isterimu?”
Yoochun menatap Yunho lurus-lurus, “Dia meminta tolong kepada isteriku untuk diselamatkan, supaya dia bisa keluar dari rumahmu.”
Yoochun menatap Yunho lurus-lurus, “Dia meminta tolong kepada isteriku untuk diselamatkan, supaya dia bisa keluar dari rumahmu.”
Bibir
Yunho mengetat membentuk garis tipis, lalu segera berdiri, “Bilang pada
isterimu untuk tidak melakukan apa-apa. Yeoja itu milikku, dan siapapun tidak
akan bisa melepaskannya dari rumahku, kecuali atas seizinku,”
Yunho
menatap Yoochun lurus, menimbang-nimbang, “Aku menghormatimu Yoochun, kau
adalah salah satu dari sedikit orang yang aku hormati dan aku tidak ingin
hubungan saling menghargai ini rusak. Maaf aku permisi dulu karena ada janji
pertemuan dengan pihak lain setelah ini.”
Setelah
mengangguk kaku, Yunho melangkah pergi meninggalkan ruangan meeting besar itu.
Yoochun duduk diam dan menyesap kopinya, matanya masih menatap pintu di mana Yunho menghilang di baliknya. Tingkah Yunho mengingatkannya pada dirinya dulu, Senyum muncul di bibir Yoochun. Yunho mungkin akan mengalami sama seperti dirinya, kalau dia tidak hati-hati kepada Jaejoong.
Yoochun duduk diam dan menyesap kopinya, matanya masih menatap pintu di mana Yunho menghilang di baliknya. Tingkah Yunho mengingatkannya pada dirinya dulu, Senyum muncul di bibir Yoochun. Yunho mungkin akan mengalami sama seperti dirinya, kalau dia tidak hati-hati kepada Jaejoong.
♥Kitahara Saki♥
Ketika
pintu kamarnya dibuka dari luar, Jaejoong tidak menyangka kalau Yunholah yang
masuk. Namja itu telah sepenuhnya mengabaikannya akhir-akhir ini. Jaejoong
bahkan hampir tidak pernah melihat namja itu, kecuali dari pemandangan ketika
Yunho memasuki mobilnya di teras bawah yang kelihatan dari jendela lantai dua
tempat Jaejoong dikurung.
Dan
seperti biasanya, namja itu tampak marah. Jaejoong mengerutkan alisnya, kenapa namja
itu tidak pernah sedikitpun tampak ceria dan tersenyum? Kalaupun tersenyum,
senyumnya hanyalah senyum jahat dan sinis. Apakah namja itu tidak pernah
merasakan bahagia sedikitpun di dalam hatinya?
Tanpa
basa basi, Yunho melempar jasnya ke kursi dan melonggarkan dasinya, lalu
menatap Jaejoong tajam, “Apa yang kau katakan kepada Isteri Yoochun?”
Jaejoong
langsung mengkerut takut. Junsu mungkin telah menyampaikan permintaan tolongnya
kepada Yoochun, dan Yoochun mengatakannya kepada Yunho. Ketika rasa ketakutan
menggelayutinya, Jaejoong langsung menggelengkan kepalanya mencoba
mengembalikan keberaniannya. Diingatnya wajah ayah dan ibunya yang bahagia,
lalu tergantikan dengan wajah pucat mereka yang terbaring di peti mati.
Kebencian dan kemarahan adalah senjatanya untuk menghadapi Yunho,
“Aku
memang meminta tolong kepada Junsu untuk menyelamatkanku.” Jaejoong mengangkat
dagunya angkuh, menantang Yunho.
Yunho
menggeram marah, matanya menyala, “Coba saja kalau kau berani. Minta Junsu
untuk membebaskanmu, dan kalau yeoja itu berani melakukan sesuatu, aku akan
melenyapkan nyawanya,” Yunho mendesis geram, “Dan aku tidak pernah main-main
dengan perkataanku Jae, kebebasanmu akan diganti dengan nyawa orang-orang yang
lengah atau orang-orang yang mencoba menyelamatkanmu.”
Wajah
Jaejoong memucat. Apakah Yunho benar-benar akan melukai Junsu? Diingatnya
senyum lembut di wajah cantik Junsu dan kebaikan hati yeoja itu. Ah ya Tuhan,
Junsu adalah satu-satunya kesempatannya untuk melepaskan diri. Tetapi jika
gantinya Yunho akan melukai Junsu, maka Jaejoong tidak punya kesempatan apa-apa
lagi. “Kenapa kau tidak melepaskanku? Aku muak menjadi tawananmu.”
Yunho
menyipitkan matanya, mengamati Jaejoong dari ujung kepala sampai kaki, “Terlalu
mudah jika aku melepaskanmu, kau pasti akan mencari cara untuk membalaskan
dendammu lagi... dan terlalu mudah pula kalau aku membunuhmu, tubuhmu terlalu
nikmat untuk mati sia-sia...”
Yunho
melangkah mendekat, dan otomatis Jaejoong langsung melangkah mundur,
“Jangan...jangan mendekat!”
Jaejoong
tanpa sadar mencengkeram dadanya dengan gerakan melindungi diri. Yunho sudah
pernah memaksakan kehendak kepadanya, memar ditangannya masih terasa nyeri,
bekas ikatan dasi yang kejam di pergelangannya.
Yunho
hanya tersenyum meremehkan melihat gerakan Jaejoong itu, “Kau tahu kau tidak
bisa menolak kalau aku ingin memaksamu, apakah kau tidak belajar dari pengalaman
bercinta kita kemarin?” dengan tenang namja itu melemparkan dasinya yang sudah
dilonggarkan ke lantai, lalu melepas kancing kemejanya, satu demi satu.
Jaejoong
menatap pemandangan di depannya itu dengan panik, “Kau... kau mau apa??”
“Menurutmu
aku mau apa?” Yunho melemparkan kemejanya dan berdiri dengan dada telanjang di
depan Jaejoong, Tubuh namja itu luar biasa indah, ramping tapi kuat dengan
otot-ototnya yang menyembul, terlihat begitu keras.
“Aku
mau mandi,” Yunho tampak geli melihat keterkejutan Jaejoong, “Dan kau ikut
denganku.”
Wajah Jaejoong memucat dan menatap Yunho dengan marah.
Wajah Jaejoong memucat dan menatap Yunho dengan marah.
“Apa-apan?
Kenapa kau mandi disini? Kau... kau kan punya kamar mandi sendiri di kamarmu...
ini... ini adalah...”
“Ini
adalah kamar kekasihku,” Yunho menyelesaikan kalimat Jaejoong dengan tenang,
“Ya. Kau kekasihku Jae, kau harus terima itu. Kau ada di sini untuk memuaskan
nafsuku.”
“Kurang
ajar!” Jaejoong menyembur marah, dan didorong akan rasa tersinggungnya atas
hinaan Yunho, Jaejoong maju dan mencoba mencakar wajah Yunho. Tetapi Yunho
cukup gesit, digenggamnya lengan Jaejoong, dan dengan gerakan cepat di
telikungnya tangan Jaejoong di belakang punggungnya,
“Tidak
semudah itu Jae, ingat itu, aku laki-laki yang cukup kuat, kalau kau bersikap
baik, aku akan bersikap baik kepadamu, tetapi kalau kau menantangku, aku
mungkin akan menyakitimu,” Dengan satu tangan masih menelikung Jaejoong, Namja
itu meraih dagu Jaejoong dan memaksa mengecup bibirnya dengan panas, “Ketika
aku bilang kau harus mandi denganku, maka kau akan melakukannya.”
Yunho
mendorong Jaejoong masuk ke kamar mandi dengan nuansa marmer putih itu.
♥Kitahara Saki♥
Yunho
merasa dirinya hampir gila. Dia tidak berhubungan seks dengan wanita manapun
akhir-akhir ini. Karena dia tidak tertarik. Gairahnya terpusat kepada Jaejoong,
yeoja ini membuatnya ingin menundukkannya, menaklukkannya dan mendominasinya
dengan posesif. Yunho ingin Jaejoong tunduk di kakinya, memujanya seperti yang
dilakukan banyak orang kepadanya.
Well, itu mungkin butuh waktu lama, Yunho mengernyit melihat ekspresi Jaejoong, yeoja ini harus selalu dipaksa, harus selalu diikat, dan Yunho sebenarnya tidak suka menyakiti yeoja yang akan ditidurinya.
Well, itu mungkin butuh waktu lama, Yunho mengernyit melihat ekspresi Jaejoong, yeoja ini harus selalu dipaksa, harus selalu diikat, dan Yunho sebenarnya tidak suka menyakiti yeoja yang akan ditidurinya.
Bukti
gairahnya terlihat jelas, dan Jaejoong menolak untuk melihatnya, Yunho
mendorong tubuh Jaejoong yang setengah telanjang ke pancuran, membiarkan air
hangat membasahi mereka berdua. Ketika Jaejoong sekali lagi mencoba
memberontak, Yunho mencengkeram kedua tangannya erat-erat ke dinding dan
merapatkan tubuhnya, menempelkan bukti gairahnya ke pusat tubuh Jaejoong, membuat
muka Jaejoong merah padam, “Hati-hati Jae, aku tidak ingin menyakitimu, aku
cuma ingin mandi.”
Jaejoong
mengerjap, “Mandi?”
Ada
sinar geli di mata Yunho, “Ya, mandi, kau pikir aku mau apa?”
Pipi
Jaejoong makin memerah, apalagi ketika matanya tersapu pada kejantanan Yunho
yang mengeras, terlihat jelas laki-laki itu sudah amat sangat terangsang. Yunho
mengikuti arah tatapan Jaejoong dan tersenyum, “Aku cuma ingin mandi, tetapi
sepertinya kau lebih tertarik ke yang lain.”
Jaejoong menatap marah ke mata Yunho, tetapi namja itu hanya terkekeh,
Jaejoong menatap marah ke mata Yunho, tetapi namja itu hanya terkekeh,
“Terserah
kau, kau mandi di sini bersamaku. Atau kalau kau lebih memilih menantangku,
kita bisa berakhir dengan hubungan seks yang hebat di kamar mandi, sekarang
tolong gosok punggungku dengan sabun.” Yunho melepaskan celananya, terkekeh
lagi ketika Jaejoong langsung memalingkan mukanya, tak mau melihat.
“Ayo,
gosok punggungku.” Yunho membalikkan tubuhnya, membiarkan pundak dan bahunya
diterpa air hangat dari shower, yang mengalir menuruni punggung berototnya dan
turun ke pantatnya yang kencang...
Jaejoong
terpana dan mengerjapkan matanya ketika menyadari bahwa matanya terpaku pada
keindahan tubuh Yunho yang berotot dan keras. Ramping tapi jantan, dan semua
begitu proposional pada tempatnya, seolah Tuhan menciptakan laki-laki ini
sambil tersenyum.
Yunho menolehkan kepalanya dan menangkap basah Jaejoong yang sedang mengamati tubuhnya, tatapan sensualnya memancar, panas dan bergairah.
Yunho menolehkan kepalanya dan menangkap basah Jaejoong yang sedang mengamati tubuhnya, tatapan sensualnya memancar, panas dan bergairah.
Tetapi
kemudian dia mendapati mata Jaejoong yang berputar ke seluruh penjuru kamar
mandi. Yeoja ini masih belum menyerah dalam usahanya untuk melukai Yunho. Yunho
berani bertaruh bahwa Jaejoong sedang mencari-cari senjata, sesuatu, mungkin
untuk dipukulkan ke kepala Yunho yang sedang lengah.
“Jae,”
suara Yunho terdengar rendah dan mengancam, meskipun sebenarnya namja itu
sangat menikmati mengucapkan nama Jaejoong lambat-lambat di mulutnya, “Kalau
kau tidak melakukan perintahku dan sibuk mencari cara untuk melakukan, entah
rencana apa yang ada di dalam kepalmu yang cantik itu, maka mungkin saja aku
akan berubah pikiran dan langsung menyetubuhimu saja.”
Jaejoong
terlonjak, dan langsung meraih sabun cair, lalu mengusapkannya ke punggung Yunho
yang keras dan berotot itu. Sentuhan itu membuat keduanya sama-sama terkesiap,
Yunho bahkan tidak bisa menahan erangannya, Kejantanannya sudah begitu keras,
seperti batu di bawah sana hingga terasa menyakitkan, memprotes untuk
dipuaskan. Sentuhan tangan lembut Jaejoong di punggungnya semakin memperburuk
keadaan, membuatnya terangsang sampai di tingkat dia tak dapat menanggungnya.
Jaejoong
mengernyit mendengar suara erangan Yunho, dia tidak dapat melihat ekspresi
Yunho, hanya bisa melihat rambut belakang Yunho yang kecoklatan dan sekarang
basah, menempel di tengkuknya.
“Wae?”
Jaejoong bertanya, pada akhirnya ketika Yunho mengerang lagi. Jemarinya
menggosok lembut bahu dan punggung Yunho yang sekarang licin karena sabun,
guyuran air hangat membasahi mereka berdua, membuat kaca-kaca kamar mandi itu
berembun karena uapnya.
Yunho menggertakkan giginya, mencoba menahan gairahnya.
Yunho menggertakkan giginya, mencoba menahan gairahnya.
“Tidak
apa-apa.” suaranya berupa erangan yang dalam, mencoba menahan dirinya ketika
tangan lembut Jaejoong yang berlumuran sabun itu menyentuh pinggangnya. Dia
ingin merenggut tangan Jaejoong itu, menyentuhkan ke kejantanannya yang sangat
menginginkannya, dan kemudian memuaskan dirinya di dalam tubuh Jaejoong.
Tetapi
dia tidak bisa. Yunho ingin membuat Jaejoong menyerah dengan sukarela. Dua
percintaan mereka yang terakhir tidak dilakukan dengan sukarela. Meskipun pada
akhirnya Yunho bisa membuat Jaejoong merasakan kenikmatan. Jung Yunhotidak
pernah memaksa yeoja jatuh ke dalam pelukannya. Para yeojalah yang berebut
untuk dipeluk olehnya. Dan itu harus terjadi pada Jaejoong. Jaejoonglah yang harus
menyerah dalam pelukannya. Yunho memejamkan matanya, membayangkan bagaimana
nikmatnya nanti ketika Jaejoong pada akhirnya menyerah ke dalam pelukannya dan
memohon kepadanya.
Yunho
melirik kepada Jaejoong, dan... Astaga! Demi para dewa yang ada di semesta alam
ini... Jaejoong masih memakai pakaian lengkap, dan yang membuat semuanya lebih
buruk, pakaian Jaejoong adalah rok panjang tipis berwarna putih, dan ketika
baju itu basah kuyup, malahan membuat tubuh Jaejoong begitu sexy, tercermin
samar-samar di balik pakaian putih yang membuatnya tampak misterius. Yunho
menggertakkan giginya. Dia tidak tahan lagi bermain-main seperti ini. Ada di
dekat Jaejoong, telanjang dan siap seperti ini membuatnya merasa hampir gila.
“Yeoja ini harus menyerah padanya. Harus!”
.
.
.
To Be Continued

Kau sedang terobsesi tuan Jung..hahahaha
ReplyDeleteYunho pervert, tapi sama Jae dia pervert berkali kali lipat luar biasa ckckc.
ReplyDeleteYunho udah terperangkap oleh Jae, dan Jae di perangkap oleh Yun. Haha~
Wkwkwk.... Niatnya mau godain Jaejoong tp dia yang malah abis2an mencoba menahan diri dari Jaejoong.
ReplyDeleteDasar Yunho pervert!!