The Untitled Story
©Kitahara Saki
Remake from Abby Glines
Story
Jung Yunho, Kim Jaejoong © their self
Chapter 4
‘Besin sudah penuh. Changmin.’
Changmin sudah
mengisi bensinku. Dadaku tiba tiba terasa hangat. Dia sangat baik. Kata kata Yunho
tentang ‘menjadi benalu’ terngiang di telingaku dan aku menyadari aku perlu
membayar Changmin secepat mungkin. Aku tidak mau dianggap sebagai benalu
seperti ayahku.
Masuk ke truk,
aku memutarnya dengan mudah dan mundur dari jalan masuk. Beberapa mobil masih
diluar, meskipun tidak sebanyak tadi malam. Aku bertanya-tanya siapa yang
menginap semalam. Apakah mereka selalu berada disini? Aku tidak melihat
siapapun pagi ini selain Yunho dan yeojanya yang dia buat marah tadi.
Yunho bukanlah
orang yang baik tapi dia adil. Itu yang ku sampaikan padanya. Dia juga seksi.
Aku hanya harus belajar untuk mengabaikannya. Ini seharus nya cukup mudah. Aku
tidak mengharapkan Yunho akan sering berada disekitarku. Dia tampaknya juga
tidak ingin berada disekitarku.
Aku memutuskan
bahwa aku akan mendapatkan pekerjaan di sekitar pantai ini untuk menghemat
bensin. Lalu aku bisa pindah dari rumah Yunho lebih cepat. Aku telah menemukan
sebuah koran lokal dan aku akan melingkari beberapa pekerjaan yang berbeda. Dua
diantaranya adalah menjadi pelayan di restoran lokal dan aku berhenti untuk
melamar. Aku yakin aku akan mendapatkan panggilan kembali dari salah satu atau
keduanya tetapi aku tidak yakin ingin bekerja di sana. Aku mau jika hanya itu
yang bias kudapat. Hanya saja, bekerja disana hanya akan lebih baik jika ada
tips. Aku juga berhenti di apotek setempat untuk melamar posisi pendaftaran
didepan tapi mereka sudah mengisinya. Lalu aku pergi ke dokter anak setempat
untuk melamar pekerjaan resepsionis tapi mereka butuh yg berpengalaman dan aku tidak punya.
Ada satu
pekerjaan terakhir yg kulingkari dan aku telah menundanya karena aku pikir itu
akan menjadi pekerjaan yg sulit untuk ditangkap, posisi melayani di klub lokal.
Gajinya tujuh ribu won lebih per jam
ditambah tips akan jauh lebih baik. Aku bisa keluar mendapatkan tempat sendiri
lebih cepat. Plus adanya keuntungan. Asuransi kesehatan yg juga lebih bagus.
Iklan yg
membutuhkan pekerjaan mengatakan untuk datang ke kantor utama dibelakang lapangan golf club house untuk melamar
pekerjaan. Aku mengikuti arah dan memarkir trukku disamping Volvo mewah. Aku
menyesuaikan kaca spion untuk memeriksa wajahku. Aku telah mengambil tabung
mascara kecil saat aku berada di apotek. Hanya sedikit mascara membantu wajahku
terlihat lebih tua. Aku mengusap rambut hitamku dan mengucapkan doa singkat
bahwa aku mampu untuk mendapatkan pekerjaan ini.
Aku telah
berganti dari celana pendek dan atasan tanpa lenganku ketika aku pergi untuk
mengambil tasku. Aku pikir gaun lebih membantuku mendapatkan pekerjaan. Yunho
bilang aku tampak seperti anak kecil. Aku ingin terlihat lebih tua. Mascara dan
pakaian kelihatannya membantu.
Aku tidak
repot-repot mengunci truk. Mobilku tidak dalam bahaya untuk dicuri disini.
Tidak ketika sebagian besar mobil yg diparkir didekatnya biayanya lebih dari
enam puluh juta won. Langkah menuju kepintu kantor sangat dekat. Mengambil
napas dalam dalam di saat terakhir aku membuka pintu dan melangkah masuk.
Seorang yeoja
mungil dengan rambut bob pendek coklat dan sepasang kacamata berbingkai kawat
sedang berjalan melintasi ruang tamu saat aku melangkah masuk. Dia menatapku
sambil berjalan ke salah satu kantor tetapi berhenti ketika dia melihatku. Dia memandangku sekilas
diseluruh tubuhku dan kemudian menganggukkan kepalanya ke arahku.
"Anda disini
untuk pekerjaan?" pertanyaannya memerintah.
Aku mengangguk,
"Nde nyonya. Saya disini untuk melamar pekerjaan."
Dia memberiku
senyum yang erat. "Bagus. Anda memiliki daya tarik. Para anggota akan
mengabaikan kesalahan dengan wajah seperti itu. Dapatkah anda mengendarai mobil
golf dan anda dapatkah anda membuka botol bir dengan pembuka botol ?"
Aku mengangguk.
"Anda
diterima. Aku membutuhkan seseorang di lapangan sekarang. Ikuti saya, kami akan
mengganti seragam anda."
Aku tidak
membantah, ketika ia berputar kembali dan mulai berjalan menuju ruangan yang
lain aku mengikuti di belakangnya. Dia adalah seorang yeoja yang punya misi.
Dia membuka pintu dan melangkah masuk.
"Anda
memakai ukuran tiga untuk celana pendek? Atasan anda akan menjadi lebih kecil
dari apa yg anda kenakan. Para namja akan menyukai nya. Mereka menyukai ukuran
dada yangg lebih besar. Mari kita lihat…"
dia berbicara
tentang payudaraku. Ini memalukan. Dia meraih sepasang celana pendek putih dari
rak dan menyodorkan padaku. Lalu ia meraih kaus polo biru pucat dari rak dan
menyodorkan nya kearahku. "Atasannya kecil. Butuh yang ketat. Kami adalah
perusahaan berkelas disini tapi para namja suka seseorang yangg menarik juga. Oleh karena
itu kami menawarkan sepasang celana pendek putih dan baju ketat polos. Jangan
khawatir tentang laporan. Itu akan tersedia nanti, anda akan mengisi semuanya
setelah selesai bekerja. Anda melakukan ini selama seminggu dan kerjakanlah
dengan baik, dan kami akan memikirkan kepindahanmu ke bagian ruang makan. Kami
kekurangan staf disana juga.Wajah seperti anda tidak mudah untuk ditemukan.
Sekarang bergantilah dan aku akan menunggu untuk membawa anda ke kereta
minuman".
Dua jam kemudian
aku berhenti disemua delapan belas lubang, di lapangan golf dua kali dan semua
minumam terjual habis. Semua para pegolf bertanya padaku apakah aku masih baru
dan mengomentari pelayananku yang sangat baik. Aku bukanlah orang bodoh. Aku
melihat cara namja yg lebih dewasa melirik padaku. Untungnya mereka semua
tampak berhati-hati untuk tidak melampaui batas.
Yeoja yang
mempekerjakanku akhirnya memberitahu namanya saat dia mendorongku naik keatas
kereta dan mengirimku pergi. Namanya Jessica Jung .Dia bertanggung jawab dalam
mempekerjakan staf. Dia juga cepat seperti angin puyuh. Dia mengatakan kepadaku
bahwa aku harus kembali dalam waktu empat jam atau ketika aku kehabisan
minuman, mana yg lebih dulu. Aku kehabisan minuman dalam dua jam.
Aku berjalan ke
dalam kantor dan Jessica melongokkan kepalanya keluar di salah satu ruangan.
"Kau sudah kembali?," dia bertanya, sambil berjalan keluar dengan
tangan berada dipinggang nya.
"Ya nyonya,
saya kehabisan minuman."
Alisnya
terangkat, "Semuanya?"
Aku mengangguk.
"Ya. Semuanya."
Senyum tampak
diwajahnya yang kaku dan dia tertawa." Yah, tentu saja. Aku tau mereka
menginginkanmu, tapi para namja yang bernafsu itu bersedia untuk membeli apapun
yg kau punya hanya untuk membuatmu tinggal lebih lama."
Aku tidak yakin
itu terjadi. Di luar sana sangat panas. Setiap kali aku berhenti disebuah
lubang pegolf tampak lega.
"Ayo, aku
akan menunjukkan tempat untuk mengisi kembali. Kau harus tetap melayani sampai
matahari terbenam. Kemudian kembali kesini untuk mengisi dokumen data dirimu".
.
.
.
Hari sudah gelap
saat aku kembali ke rumah Yunho. Aku sudah pergi sepanjang hari. Mobil-mobil
lain di jalan masuk sudah hilang. Ketiga garasi mobil ditutup dan satu mobil
merah yang mahal terparkir di luar. Aku memastikan untuk memarkir truk ku
keluar dari jalur jalan. Yunho mungkin masih memiliki teman teman yang akan
datang dan aku tidak mau truk ku menjadi masalah. Aku sangat lelah. Aku hanya
ingin pergi tidur.
Aku berhenti di
pintu dan bertanya tanya apakah aku harus mengetuk atau langsung masuk ke
dalam. Yunho mengatakan aku bisa tinggal disini selama satu bulan. Tentunya itu
berarti aku tidak harus mengetuk setiap kali aku datang kembali.
Aku memutar kenop
dan berjalan kedalam. Di jalan masuk lorong sepi dan mengejutkan tampak bersih. Seseorang telah
membereskan kekacauan disini. Lantai marmer bahkan tampak mengkilap. Aku
mendengar suara tv datang dari ruangan tamu besar yang terbuka. Tidak ada
banyak suara lainnya. Aku berjalan ke dapur. Aku punya kasur yang sudah
menungguku. Aku benar benar ingin mandi tapi aku belum bicara dengan Yunho
tentang kamar mandi mana yang harus ku gunakan dan aku sedang tidak ingin
menganggunya malam ini. Aku akan menyelinap keluar besok dan aku akan memakai
sama dengan yang ku gunakan pagi ini ketika aku bangun besok.
Bau bawang putih
dan keju tercium di hidungku saat aku melangkah kedapur. Perut ku keroncongan
meresponnya. Aku punya satu kotak kraker kacang mentega di tasku dan sekotak
kecil susu yang kubeli di swalayan dalam perjalanan pulang. Aku mendapat uang
tips hari ini tapi aku tidak bisa membuang buang uangku untuk makanan. Aku
perlu menyimpan semua yang aku bisa.
Ada panci
tertutup diatas kompor dan botol anggur terbuka diatas dimeja. Dua piring
dengan sisa-sisa hidangan pasta yang menggoda juga ada di meja. Yunho masih
punya tamu.
Sebuah erangan
datang dari luar di ikuti dengan suara keras.
Aku berjalan ke
jendela tetapi ketika sinar bulan menyinari bagian belakang tubuh telanjang Yunho
aku membeku. Itu adalah pantat yang sangat bagus. Sangat, sangat bagus.
Meskipun aku tidak pernah benar benar melihat bagian belakang namja yg
telanjang sebelumnya. Aku membiarkan mataku menelusuri sampai ke punggungnya
dan tato yg tertutupi itu mengejutkan aku. Aku tidak tahu apa yg mereka
lakukan. Cahaya bulan itu tidak cukup
terang dan ia bergerak.
Pinggulnya
bergerak maju mundur dan aku melihat dua kaki panjang yang menekannya ke sisi
tubuhnya. Suara erangan yang keras muncul kembali saat ia bergerak lebih cepat.
Aku menutup mulutku dan melangkah mundur. Yunho sedang berhubungan seks. Di
luar. Di beranda rumahnya. Aku tidak bisa berpaling darinya. Tangannya meraih
kaki di kedua sisi dan ia mendorongnya membuka agar lebih lebar. Teriakan keras
menyebabkan aku melompat. Dua tangan muncul di sekitar punggung dan kuku panjang mencakar tato yang
menutupi kulit tan itu.
Aku tidak seharusnya
menonton ini. Menggelengkan kepalaku untuk menjernihkan pikiranku aku berbalik
dan bergegas kedapur dan kamar tidurku yang tersembunyi. Aku tidak boleh
berpikir tentang Yunho seperti itu. Dia sangat seksi. Melihat dia sedang
berhubungan seks membuat hatiku melakukan hal-hal yang lucu. Tidak seperti aku
ingin menjadi salah satu dari yeoja yeoja yang berhubungan seks dengannya dan
kemudian di campakkan. Melihat tubuhnya seperti itu dan mendengar bagaimana ia
membuat yeoja itu puas membuatku merasa sedikit cemburu. Aku tidak pernah tahu
itu. Berusia sembilan belas tahun dan masih perawan adalah menyedihkan. Hyunjoong
mengatakan ia mencintaiku tapi ketika aku sedang membutuhkannya dia
menginginkan seorang kekasih yang menyelinap keluar dan berhubungan seks tanpa
harus mengkhawatirkan eommanya yang sakit. Dia ingin pengalaman sma yang
normal. Aku terhalang oleh hal itu jadi aku membiarkannya pergi.
Ketika aku pergi
kemarin pagi untuk datang kesini dia telah memintaku untuk tetap tinggal. Dia
mengaku dia mencintaiku. Bahwa ia tidak pernah melupakanku. Bahwa setiap yeoja
yang pernah menjadi kekasihnya hanyalah pengganti yang buruk. Aku tidak percaya
semua itu. Aku menangis sampai tertidur sendirian dan ketakutan sepanjang
malam. Aku membutuhkan seseorang untuk memeluk ku. Dia tidak ada disana saat
itu. Dia tidak mengerti cinta.
Aku menutup pintu
kamarku dan ambruk di tempat tidur. Aku bahkan tidak menarik selimut. Aku butuh
tidur. Aku harus berada di tempat kerja pukul sembilan pagi. Aku tersenyum
sendiri karena rasa bersyukur. Aku sudah punya tempat tidur dan pekerjaan
.
.
.
.
To Be Continue

sebel banget ama yunho yang suka maen perempuan dan jelas2 suka NC an dan parah nya jae liat itu ....
ReplyDeletehehe ...iya aku lupa klo yunjae ga ada hubungan darah mereka cuma sodara tiri
ReplyDeleteitu artinya mereka bisa bersama tapi klo byangan klakuan mesum yunho sama yeoja2 itu jdi greget sndiri