Wednesday, March 26

[Remake] Untittled Story Chapter IV

Summary: Jaejoong dan Yunho sebelumnya tidak saling mengenal. Permasalahan diantara orang tua mereka membuat Yunho harus membenci Jaejoong. Tapi sikap Jaejoong membuat Yunho mulai ragu. Haruskah ia membenci Jaejoong dan menutup hatinya agar tidak tertaeik pada anak dari appa tirinya?
The Untitled Story

©Kitahara Saki
Remake from Abby Glines Story
Jung Yunho, Kim Jaejoong © their self
Marga disesuaikan untuk kepentingan cerita
Chapter 4
‘Besin sudah penuh. Changmin.’
Changmin sudah mengisi bensinku. Dadaku tiba tiba terasa hangat. Dia sangat baik. Kata kata Yunho tentang ‘menjadi benalu’ terngiang di telingaku dan aku menyadari aku perlu membayar Changmin secepat mungkin. Aku tidak mau dianggap sebagai benalu seperti ayahku.
Masuk ke truk, aku memutarnya dengan mudah dan mundur dari jalan masuk. Beberapa mobil masih diluar, meskipun tidak sebanyak tadi malam. Aku bertanya-tanya siapa yang menginap semalam. Apakah mereka selalu berada disini? Aku tidak melihat siapapun pagi ini selain Yunho dan yeojanya yang dia buat marah tadi.
Yunho bukanlah orang yang baik tapi dia adil. Itu yang ku sampaikan padanya. Dia juga seksi. Aku hanya harus belajar untuk mengabaikannya. Ini seharus nya cukup mudah. Aku tidak mengharapkan Yunho akan sering berada disekitarku. Dia tampaknya juga tidak ingin berada disekitarku.
Aku memutuskan bahwa aku akan mendapatkan pekerjaan di sekitar pantai ini untuk menghemat bensin. Lalu aku bisa pindah dari rumah Yunho lebih cepat. Aku telah menemukan sebuah koran lokal dan aku akan melingkari beberapa pekerjaan yang berbeda. Dua diantaranya adalah menjadi pelayan di restoran lokal dan aku berhenti untuk melamar. Aku yakin aku akan mendapatkan panggilan kembali dari salah satu atau keduanya tetapi aku tidak yakin ingin bekerja di sana. Aku mau jika hanya itu yang bias kudapat. Hanya saja, bekerja disana hanya akan lebih baik jika ada tips. Aku juga berhenti di apotek setempat untuk melamar posisi pendaftaran didepan tapi mereka sudah mengisinya. Lalu aku pergi ke dokter anak setempat untuk melamar pekerjaan resepsionis tapi mereka butuh yg  berpengalaman dan aku tidak punya.
Ada satu pekerjaan terakhir yg kulingkari dan aku telah menundanya karena aku pikir itu akan menjadi pekerjaan yg sulit untuk ditangkap, posisi melayani di klub lokal. Gajinya  tujuh ribu won lebih per jam ditambah tips akan jauh lebih baik. Aku bisa keluar mendapatkan tempat sendiri lebih cepat. Plus adanya keuntungan. Asuransi kesehatan  yg juga lebih bagus.
Iklan yg membutuhkan pekerjaan mengatakan untuk datang ke kantor utama dibelakang  lapangan golf club house untuk melamar pekerjaan. Aku mengikuti arah dan memarkir trukku disamping Volvo mewah. Aku menyesuaikan kaca spion untuk memeriksa wajahku. Aku telah mengambil tabung mascara kecil saat aku berada di apotek. Hanya sedikit mascara membantu wajahku terlihat lebih tua. Aku mengusap rambut hitamku dan mengucapkan doa singkat bahwa aku mampu untuk mendapatkan pekerjaan ini.
Aku telah berganti dari celana pendek dan atasan tanpa lenganku ketika aku pergi untuk mengambil tasku. Aku pikir gaun lebih membantuku mendapatkan pekerjaan. Yunho bilang aku tampak seperti anak kecil. Aku ingin terlihat lebih tua. Mascara dan pakaian kelihatannya membantu.
Aku tidak repot-repot mengunci truk. Mobilku tidak dalam bahaya untuk dicuri disini. Tidak ketika sebagian besar mobil yg diparkir didekatnya biayanya lebih dari enam puluh juta won. Langkah menuju kepintu kantor sangat dekat. Mengambil napas dalam dalam di saat terakhir aku membuka pintu dan melangkah masuk.
Seorang yeoja mungil dengan rambut bob pendek coklat dan sepasang kacamata berbingkai kawat sedang berjalan melintasi ruang tamu saat aku melangkah masuk. Dia menatapku sambil berjalan ke salah satu kantor tetapi berhenti  ketika dia melihatku. Dia memandangku sekilas diseluruh tubuhku dan kemudian menganggukkan kepalanya ke arahku.
"Anda disini untuk pekerjaan?" pertanyaannya memerintah.
Aku mengangguk, "Nde nyonya. Saya disini untuk melamar pekerjaan."
Dia memberiku senyum yang erat. "Bagus. Anda memiliki daya tarik. Para anggota akan mengabaikan kesalahan dengan wajah seperti itu. Dapatkah anda mengendarai mobil golf dan anda dapatkah anda membuka botol bir dengan pembuka botol ?"
Aku mengangguk.
"Anda diterima. Aku membutuhkan seseorang di lapangan sekarang. Ikuti saya, kami akan mengganti seragam anda."
Aku tidak membantah, ketika ia berputar kembali dan mulai berjalan menuju ruangan yang lain aku mengikuti di belakangnya. Dia adalah seorang yeoja yang punya misi. Dia membuka pintu dan melangkah masuk.
"Anda memakai ukuran tiga untuk celana pendek? Atasan anda akan menjadi lebih kecil dari apa yg anda kenakan. Para namja akan menyukai nya. Mereka menyukai ukuran dada yangg lebih besar. Mari kita lihat…"
dia berbicara tentang payudaraku. Ini memalukan. Dia meraih sepasang celana pendek putih dari rak dan menyodorkan padaku. Lalu ia meraih kaus polo biru pucat dari rak dan menyodorkan nya kearahku. "Atasannya kecil. Butuh yang ketat. Kami adalah perusahaan berkelas disini tapi para namja suka   seseorang yangg menarik juga. Oleh karena itu kami menawarkan sepasang celana pendek putih dan baju ketat polos. Jangan khawatir tentang laporan. Itu akan tersedia nanti, anda akan mengisi semuanya setelah selesai bekerja. Anda melakukan ini selama seminggu dan kerjakanlah dengan baik, dan kami akan memikirkan kepindahanmu ke bagian ruang makan. Kami kekurangan staf disana juga.Wajah seperti anda tidak mudah untuk ditemukan. Sekarang bergantilah dan aku akan menunggu untuk membawa anda ke kereta minuman".
Dua jam kemudian aku berhenti disemua delapan belas lubang, di lapangan golf dua kali dan semua minumam terjual habis. Semua para pegolf bertanya padaku apakah aku masih baru dan mengomentari pelayananku yang sangat baik. Aku bukanlah orang bodoh. Aku melihat cara namja yg lebih dewasa melirik padaku. Untungnya mereka semua tampak berhati-hati untuk tidak melampaui batas.
Yeoja yang mempekerjakanku akhirnya memberitahu namanya saat dia mendorongku naik keatas kereta dan mengirimku pergi. Namanya Jessica Jung .Dia bertanggung jawab dalam mempekerjakan staf. Dia juga cepat seperti angin puyuh. Dia mengatakan kepadaku bahwa aku harus kembali dalam waktu empat jam atau ketika aku kehabisan minuman, mana yg lebih dulu. Aku kehabisan minuman dalam dua jam.
Aku berjalan ke dalam kantor dan Jessica melongokkan kepalanya keluar di salah satu ruangan. "Kau sudah kembali?," dia bertanya, sambil berjalan keluar dengan tangan  berada dipinggang nya.
"Ya nyonya, saya kehabisan minuman."
Alisnya terangkat, "Semuanya?"
Aku mengangguk. "Ya. Semuanya."
Senyum tampak diwajahnya yang kaku dan dia tertawa." Yah, tentu saja. Aku tau mereka menginginkanmu, tapi para namja yang bernafsu itu bersedia untuk membeli apapun yg kau punya hanya untuk membuatmu tinggal lebih lama."
Aku tidak yakin itu terjadi. Di luar sana sangat panas. Setiap kali aku berhenti disebuah lubang pegolf tampak lega.
"Ayo, aku akan menunjukkan tempat untuk mengisi kembali. Kau harus tetap melayani sampai matahari terbenam. Kemudian kembali kesini untuk mengisi dokumen data dirimu".
.
.
.
Hari sudah gelap saat aku kembali ke rumah Yunho. Aku sudah pergi sepanjang hari. Mobil-mobil lain di jalan masuk sudah hilang. Ketiga garasi mobil ditutup dan satu mobil merah yang mahal terparkir di luar. Aku memastikan untuk memarkir truk ku keluar dari jalur jalan. Yunho mungkin masih memiliki teman teman yang akan datang dan aku tidak mau truk ku menjadi masalah. Aku sangat lelah. Aku hanya ingin pergi tidur.
Aku berhenti di pintu dan bertanya tanya apakah aku harus mengetuk atau langsung masuk ke dalam. Yunho mengatakan aku bisa tinggal disini selama satu bulan. Tentunya itu berarti aku tidak harus mengetuk setiap kali aku datang kembali.
Aku memutar kenop dan berjalan kedalam. Di jalan masuk lorong sepi dan  mengejutkan tampak bersih. Seseorang telah membereskan kekacauan disini. Lantai marmer bahkan tampak mengkilap. Aku mendengar suara tv datang dari ruangan tamu besar yang terbuka. Tidak ada banyak suara lainnya. Aku berjalan ke dapur. Aku punya kasur yang sudah menungguku. Aku benar benar ingin mandi tapi aku belum bicara dengan Yunho tentang kamar mandi mana yang harus ku gunakan dan aku sedang tidak ingin menganggunya malam ini. Aku akan menyelinap keluar besok dan aku akan memakai sama dengan yang ku gunakan pagi ini ketika aku bangun besok.
Bau bawang putih dan keju tercium di hidungku saat aku melangkah kedapur. Perut ku keroncongan meresponnya. Aku punya satu kotak kraker kacang mentega di tasku dan sekotak kecil susu yang kubeli di swalayan dalam perjalanan pulang. Aku mendapat uang tips hari ini tapi aku tidak bisa membuang buang uangku untuk makanan. Aku perlu menyimpan semua yang aku bisa.
Ada panci tertutup diatas kompor dan botol anggur terbuka diatas dimeja. Dua piring dengan sisa-sisa hidangan pasta yang menggoda juga ada di meja. Yunho masih punya tamu.
Sebuah erangan datang dari luar di ikuti dengan suara keras.
Aku berjalan ke jendela tetapi ketika sinar bulan menyinari bagian belakang tubuh telanjang Yunho aku membeku. Itu adalah pantat yang sangat bagus. Sangat, sangat bagus. Meskipun aku tidak pernah benar benar melihat bagian belakang namja yg telanjang sebelumnya. Aku membiarkan mataku menelusuri sampai ke punggungnya dan tato yg tertutupi itu mengejutkan aku. Aku tidak tahu apa yg mereka lakukan. Cahaya bulan itu tidak cukup  terang dan ia bergerak.
Pinggulnya bergerak maju mundur dan aku melihat dua kaki panjang yang menekannya ke sisi tubuhnya. Suara erangan yang keras muncul kembali saat ia bergerak lebih cepat. Aku menutup mulutku dan melangkah mundur. Yunho sedang berhubungan seks. Di luar. Di beranda rumahnya. Aku tidak bisa berpaling darinya. Tangannya meraih kaki di kedua sisi dan ia mendorongnya membuka agar lebih lebar. Teriakan keras menyebabkan aku melompat. Dua tangan muncul di sekitar  punggung dan kuku panjang mencakar tato yang menutupi kulit tan itu.
Aku tidak seharusnya menonton ini. Menggelengkan kepalaku untuk menjernihkan pikiranku aku berbalik dan bergegas kedapur dan kamar tidurku yang tersembunyi. Aku tidak boleh berpikir tentang Yunho seperti itu. Dia sangat seksi. Melihat dia sedang berhubungan seks membuat hatiku melakukan hal-hal yang lucu. Tidak seperti aku ingin menjadi salah satu dari yeoja yeoja yang berhubungan seks dengannya dan kemudian di campakkan. Melihat tubuhnya seperti itu dan mendengar bagaimana ia membuat yeoja itu puas membuatku merasa sedikit cemburu. Aku tidak pernah tahu itu. Berusia sembilan belas tahun dan masih perawan adalah menyedihkan. Hyunjoong mengatakan ia mencintaiku tapi ketika aku sedang membutuhkannya dia menginginkan seorang kekasih yang menyelinap keluar dan berhubungan seks tanpa harus mengkhawatirkan eommanya yang sakit. Dia ingin pengalaman sma yang normal. Aku terhalang oleh hal itu jadi aku membiarkannya pergi.
Ketika aku pergi kemarin pagi untuk datang kesini dia telah memintaku untuk tetap tinggal. Dia mengaku dia mencintaiku. Bahwa ia tidak pernah melupakanku. Bahwa setiap yeoja yang pernah menjadi kekasihnya hanyalah pengganti yang buruk. Aku tidak percaya semua itu. Aku menangis sampai tertidur sendirian dan ketakutan sepanjang malam. Aku membutuhkan seseorang untuk memeluk ku. Dia tidak ada disana saat itu. Dia tidak mengerti cinta.
Aku menutup pintu kamarku dan ambruk di tempat tidur. Aku bahkan tidak menarik selimut. Aku butuh tidur. Aku harus berada di tempat kerja pukul sembilan pagi. Aku tersenyum sendiri karena rasa bersyukur. Aku sudah punya tempat tidur dan pekerjaan
.
.
.
.
To Be Continue

2 comments:

  1. sebel banget ama yunho yang suka maen perempuan dan jelas2 suka NC an dan parah nya jae liat itu ....

    ReplyDelete
  2. hehe ...iya aku lupa klo yunjae ga ada hubungan darah mereka cuma sodara tiri
    itu artinya mereka bisa bersama tapi klo byangan klakuan mesum yunho sama yeoja2 itu jdi greget sndiri

    ReplyDelete