Jaejoong memalingkan kepalanya
sehingga tatapan matanya yang penuh kebencian bertemu dengan mata dingin Yunho,
“Gomapta karena sudah membebaskanku tuan Jung.”
Lalu tubuh Jaejoong terlempar,
melayang di udara kemudian meluncur ke bawah, ke kolam renang dalam itu..
“Setidaknya kalau aku mati aku sudah mencoba
membalaskan dendam kita, ayah….”
Sedetik kemudian, tubuh Jaejoong
terbanting menembus permukaan kolam lalu tenggelam, Jaejoong tidak berusaha
menyelamatkan diri, membiarkan tubuhnya makin tenggelam dalam kolam itu.
Matanya menggelap dan memejam, dan entah berapa banyak air kolam yang tertelan
olehnya, napasnya terasa sesak dan paru-parunya terasa mau pecah.
“Oh Tuhan… aku akan mati….”
salang-ui
ba
©Kitahara
Saki
Kim Jaejoong, Jung Yunho
©their
self
Sleep with the Devil
©Shanty
Agatha
Ketika Jaejoong sudah sampai di titik akan kehilangan
kesadarannya, terdengar ceburan lain yang tak kalah kerasnya di kolam.
Tak lama kemudian, sebuah lengan yang kuat merengkuhnya dan
mengangkat tubuhnya, lalu membawanya ke permukaan.
Tubuh lemas Jaejoong di baringkan di lantai di pinggiran
kolam, lalu dia merasakan perutnya di tekan dengan ahli hingga aliran air yang
tertelan keluar. Jaejoong memuntahkan banyak air dan terbatuk-batuk kesakitan.
Paru-parunya masih terasa begitu sakit dan nyeri
“Siapakah penolongnya? Apakah dia memang belum diizinkan
mati?”
Tangan kuat itu terus menekan hingga seluruh cairan terpompa
keluar dari perut Jaejoong.
Mata Jaejoong mulai buram, kesadarannya semakin hilang, ketika suara itu terdengar tenang di atasnya,
Mata Jaejoong mulai buram, kesadarannya semakin hilang, ketika suara itu terdengar tenang di atasnya,
“Panggil dokter.”
“Itu suara Yunho.
Apakah Yunho yang menyelamatkannya? Lagipula…
kenapa namja itu menyelamatkannya?”
“Bagaimana dia?”
tanya Yunho dingin.
“Dokter sedang menanganinya, paru-parunya kemasukan
cairan...Anda sendiri Tuan Yunho, anda tidak apa-apa? Terjun dari lantai dua
seperti itu hanya untuk menyelamatkan yeoja itu...”
Yunho melirik pada Changmin dengan tatapan tajam, lalu
meraih handuk untuk menggosok rambutnya yang basah, “Tadinya aku berniat
membunuhnya.”
“Kalau begitu kenapa anda menyelamatkannya?”
Yunho membalikkan tubuhnya dan menatap Changmin dengan mata
menyala-nyala, “Karena aku memutuskan, belum saatnya dia mati,” mata cokelat Yunho
bagaikan berbinar di kegelapan, “dan kau...Kenapa kau sengaja membiarkannya
lolos?”
Changmin menatap Yunho, tampak ada keterkejutan di matanya
meskipun sekejap kemudian dia langsung memasang wajah datar, “Saya tidak
sengaja membiarkannya lolos.”
“Kau pikir aku bodoh?” suara Yunho menajam, setajam
tatapannya, “Kau adalah pengawalku paling berpengalaman, tak mungkin kau bisa
diperdaya gadis itu, kecuali kau memang membiarkan dirimu diperdaya.”
Changmin menelan ludahnya, “Saya ingin membebaskannya, saya
takut dia akan membawa masalah untuk kita.”
Yunho melempar handuknya dengan marah ke sofa, “Dalam dua
hari ini kau sudah dua kali mengambil keputusan sendiri dan menentangku,
dengarkan ini baik-baik Shim,” suara Yunho dalam dan mengancam, “sekali lagi
kau membuat kebodohan yang merepotkanku, bukan hanya pukulan yang kau dapat,
aku akan menghabisimu secepat yang aku bisa!”
Suara ancaman itu masih menggema di kegelapan, bagaikan
janji Iblis yang memanggil -manggil meminta nyawa.
♥Kitahara Saki♥
Ketika Jaejoong terbangun, yang dirasakannya pertama kali
adalah rasa sesak di dadanya, dia menggeliat panik, mencoba menarik napas
sekuat-kuatnya, dalam usahanya mencari oksigen sebanyak-banyaknya.
“Tenang, kau masih hidup, kau bisa bernafas secara normal.”
Suara Yunho membawa Jaejoong kembali pada kesadarannya.
Dengan waspada dia menoleh dan mendapati Yunho sedang duduk
di tepi ranjangnya, Jaejoong beringsut sejauh mungkin dari Yunho dan tingkahnya
itu memunculkan secercah cahaya geli di mata Yunho, “Apakah kau takut padaku
setelah kejadian tadi?” nada gelipun tersamar dalam suara Yunho.
“Kurang ajar.” Batin Jaejoong dalam hati. Dia
berjuang meregang nyawa, dan lelaki ini malah duduk disini menertawainya.
“Tetapi, apakah
benar Yunho yang terjun ke kolam waktu itu dan menyelamatkannya? Kenapa?
Bukankah jelas-jelas dalam kemarahannya Yunho sudah memutuskan untuk
membunuhnya? Kenapa lelaki itu berubah pikiran?”
“Ya aku memang menyelamatkanmu,” Yunho bergumam seolah-olah
bisa membaca pikiran Jaejoong, “tetapi itu bukan demi dirimu, itu demi
kepuasanku.”
Jaejoong menatap Yunho geram, “Apa maksudmu?”
Dengan tenang lelaki itu melepas dasinya, gerakannya pelan
tetapi mengancam hingga tanpa sadar Jaejoong bergidik dan beringsut menjauh. “Aku
tidak suka bercinta dengan mayat,” Senyum di bibir Yunho tampak kejam, “kau
lebih nikmat kalau hidup dan bernafas.”
Ketika Jaejoong menyadari maksud Yunho, sudah terlambat,
lelaki itu mencengkeram kedua lengannya dengan satu tangan. Kekuatan Jaejoong tidak
sebanding dengan kekuatan tubuh Yunho yang besar dan kuat di atasnya, dengan
mudahnya lelaki itu mengikat kedua pergelangan tangannya dengan ikatan mati
yang sangat rapi, lalu menalikannya di kepala ranjang,
“Kau...Kau mau apa??" Jaejoong mulai panik ketika Yunho
yang setengah duduk di atasnya membuka kancing kemejanya.
Senyum Yunho tampak penuh kepuasan melihat kondisi Jaejoong yang
tidak berdaya, Lelaki itu membuka seluruh kancing kemejanya sehingga dada dan perutnya
yang berotot terlihat. Sejenak Jaejoong terpana melihat kulit berwarna
perungggu yang berkilauan bagai satin itu, tetapi kemudian dia sadar bahwa dia
ada dalam kondisi genting, dengan panik Jaejoong mulai meronta dan menendang,
sedapat mungkin bergerak untuk melepaskan diri.
Tapi percuma, ikatan Yunho ke tangannya sangat kuat, dan
dalam kondisi terikat seperti itu, Jaejoong benar-benar tak berdaya. “Semalam
kau bercinta denganku, panas dan memabukkan...Tapi kau mungkin tak bisa
mengingat dengan jelas dan aku tak suka itu...” suara Yunho merendah, penuh
gairah, “Malam ini, akan kubuat kau mengingat setiap detiknya.”
♥Kitahara Saki♥
Dalam kondisi terikat dan tak berdaya, Jaejoong melihat
ketika Yunho melepas kemejanya dan setengah menindihnya. Mulutnya sangat dekat
dengan bibir Jaejoong, hingga napas mereka beradu, Yunho menundukkan kepalanya,
mencium sisi leher Jaejoong, membuat Jaejoong berjingkat dan berusaha meronta
lagi,
“Sshhh...Kau akan menyakiti lenganmu kalau kau meronta-ronta
terus seperti itu.”
Bibir Yunho merayap dan mendarat di bibir Jaejoong. Lelaki
itu mengecup sedikit ujung bibir Jaejoong, lalu lidahnya menelusup masuk,
membuka bibir Jaejoong yang lembut, mencecapnya dan merasakan seluruh tekstur
bibir Jaejoong yang hangat dan panas, lidahnya mengait lidah Jaejoong dan
memainkannya dengan intensitas yang sangat ahli.
Ketika Yunho melepaskan bibirnya, napas Jaejoong terengah-engah, ciuman ini adalah ciuman yang paling intens yang pernah di rasakannya.
Ketika Yunho melepaskan bibirnya, napas Jaejoong terengah-engah, ciuman ini adalah ciuman yang paling intens yang pernah di rasakannya.
“Kau menyukainya bukan?" Yunho berbisik lembut dengan
nafasnya yang panas di telinga Jaejoong, “Aku sangat menyukai bibirmu, dan
sensasi kelembutannya di bibirku...”
Tangan Yunho merayap ke bawah, meraba kulit leher Jaejoong,
“Seluruh tubuhmu hangat sayang, seakan menggodaku...” Jemari Yunho menyingkap
rok Jaejoong dan menelusup ke dalam sana, menggoda pusat gairahnya, “Di sini...yang
paling panas.”
Jaejoong menggelinjang, mencoba meronta, tetapi tubuh kuat Yunho
yang setengah menindihnya membuat gerakannya terbatas, apalagi tangannya yang
terikat di atas, membuat lengannya terasa kram dan pergelangan tangannya ngilu
ketika dia menggerak-gerakkannya.
Yunho melirik ke pergelangan tangan Jaejoong yang terikat,
dan menyadari bahwa ikatan itu menyakiti Jaejoong. “Jangan bergerak-gerak Jae,
atau kau akan mengalami memar-memar ketika ini selesai.”
Setetes air mata mengalir di sudut mata Jaejoong, dia putus
asa dalam usahanya untuk melepaskan diri. “Jangan lakukan ini, kumohon...”
Mata Yunho sedikit melembut ketika mendengar permohonan Jaejoong,
tetapi kemudian senyumannya tampak mengeras, “Aku hanya ingin membuatmu sadar
dimanakah tempat kau seharusnya berada Jae.” Yunho membuka kancing kemeja Jaejoong
satu persatu, membiarkan payudara Jaejoong terbuka bebas untuknya,
“Ini milikku,” Yunho menyentuh payudara Jaejoong dan
menggodanya, menikmati ketika mendengar erangan tersiksa Jaejoong, “seluruh
tubuhmu milikku.”
Yunho mengecup ujung payudara Jaejoong, mencecapnya dengan
lidahnya, lalu bibirnya berpindah menelusuri bagian samping payudara Jaejoong,
menikmatinya dengan bibirnya sehingga meninggalkan jejak-jejak basah dan panas
di sana.
Jaejoong melengkungkan punggungnya atas sensasi yang
menyiksanya tanpa ampun. Dalam kondisi terikat dan tak berdaya, merasakan
lelaki iblis itu mencumbunya, dan menyiksanya dengan godaan-godaannya yang
sangat ahli, ada perasaan aneh yang menjalar di tubuhnya, seperti gelenyar
panas yang bergulung-gulung, terasa seperti arus listrik yang mengalir dari
jemarinya, dan menjadi semakin panas ketika menyatu di pusat dirinya.
Dan jemari Yunho menyentuh kesana, dengan begitu ahli,
memainkan Jaejoong sesuka hatinya. Tubuh Jaejoong meronta tak tahan akan alunan
sensasi permainan jemari Yunho, tapi lengan Yunho yang kuat menahan tubuhnya. Kemudian
bibir Yunho mengikuti jemarinya. Jaejoong terkesiap merasakan hembusan napas
panas di pusat dirinya, seketika dia menegakkan tubuhnya dan tertahan oleh
ikatan di pergelangan tangannya.
“Jangan!!”
teriaknya panik, mencoba merapatkan kaki, mencegah bibir Yunho menyentuhnya.
Tetapi lengan Yunho yang kuat menahannya, dan kemudian, Jaejoong
melengkungkan punggungnya dan mengerang keras merasakan sensasi itu. Sensasi sentuhan
bibir dan lidah Yunho di pusat dirinya, dengan hembusan nafasnya yang panas.
Panas bertemu panas dan dia terbakar, pandangannya menggelap karena sensasi
kenikmatan yang tak tertanggungkan.
“Sshhhh...Semua bagian tubuhmu milikku Jae, milikku.” Yunho mencumbu pusat gairah
Jaejoong menyatakan kepemilikannya.
Dan ketika Yunho selesai bermain-main, Jaejoong sudah
terbaring, lemas dan tak berdaya dengan nafas terengah-engah dan tubuh membara.
Yunho menaikkan kembali tubuhnya dan mengecup lembut bibir Jaejoong, dada
bidangnya menggesek payudara Jaejoong, dan Jaejoong merasakan kejantanan Yunho
yang begitu keras menyentuh pahanya dengan begitu menggoda seolah mengerti apa
yang paling Jaejoong inginkan.
Yunho menempatkan dirinya dengan begitu tepat, seolah telah
mengenal setiap jengkal tubuh Jaejoong. Dan Jaejoong merasakan tubuh Yunho yang
keras dan panas menyatu dengan tubuhnya, memberikan geleyar kenikmatan yang
makin menghujam.
“Jae...” Yunho mengerang merasakan tubuh Jaejoong yang
panas, halus dan membungkusnya dengan begitu erat, menggodanya untuk mencapai
kepuasan secepat mungkin. Tapi tidak, malam ini untuk Jaejoong. Yunho ingin Jaejoong
mengingat setiap detik percintaan mereka malam ini.
Ketika Yunho bergerak, Jaejoong mengerang. Semua ini terlalu
nikmat untuk ditanggungnya, dia tak bisa menjangkau kesadarannya lagi, hampir
frustasi karena pada akhirnya tubuhnya menyerah dalam pusaran gairah Yunho.
Yunho menundukkan kepalanya, lalu mengecup sudut bibir Jaejoong
dengan posesif, menyatakan kepemilikannya, dan menghujamkan dirinya
dalam-dalam. “Kau milikku Jae. Ingat itu baik-baik.”
Sedetik kemudian, Yunho membawa Jaejoong melewati pusaran
gelombang semakin dan semakin naik hingga guncangan orgasme menerjang mereka
berdua. Menyatukan mereka dalam satu titik kenikmatan.
♥Kitahara Saki♥
Yunho mengangkat tubuhnya dari Jaejoong yang terengah-engah,
dengan pikiran masih berkabut karena orgasme. Dengan lembut jemarinya membuka
ikatan tangan Jaejoong, ikatan itu menimbulkan bekas kemerahan di sana. Dan Yunho
mengecup kedua pergelangan tangan Jaejoong,
“Kau milikku, ingat itu. Kalau kau mencoba melarikan diri
lagi, aku akan menghukummu dengan hukuman yang lebih berat.” Lalu Yunho
bangkit, mengenakan jubah tidurnya dan menatap Jaejoong yang memalingkan
muka darinya, tak mau menatapnya,
“Kuharap kau tidak melupakan malam ini, setiap detiknya.”
Gumamnya dingin, lalu melangkah pergi meninggalkan Jaejoong yang terbaring diam
di ranjang.
Setetes air mata mengalir kembali di sudut mata Jaejoong, Yunho
benar, Jaejoong tidak akan pernah bisa melupakan malam ini, setiap detiknya.
.
.
.
To Be Continued

Aigooo yunho....menyeramkan..
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteAh Yunho, dia nekat sama Jae dan dia juga nekat terhadap dirinya (ekhem untuk Jae). luar biasa
ReplyDeleteTernyata Changmin sengaja ngebiarin Jae kabur (Ya walau cuma sebentar)
Untung Jaejoong selamet.
ReplyDeleteTuh kan Yunho bener2 nyeremin kl di ranjang, udah tau Jaejoong lg lemes gitu masih dihajar jg.